Oleh: sururudin | September 22, 2009

Syukuran kemenangan Sby-Budiono

IMG_7630-1IMG_7638IMG_7638-aIMG_7640IMG_7642IMG_7643Parpol Koalisi diberikan piagam penghargaanParpol Koalisi diberikan piagam penghargaan-1pemortongan tumpeng oleh Ust Fauzi yang diberikan kepada Gusti Prabupemortongan tumpeng oleh Ust Fauzi yang diberikan kepada Gusti Prabu-1

Oleh: sururudin | September 21, 2009

MENGAMBIL PELAJARAN KASUS SYEKH PUJI

MENGAMBIL PELAJARAN KASUS SYEKH PUJI

Kasus perkawinan dibawah umur yang melibatkan Pujiono Cahyo widodo alias Syekh Puji terus bergulir.Bahkan pada tanggal 25 Agustus lalu, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Ambarawa.Tulisan ini tidak bermaksud menilai dan mengomentari proses hokum kasus syekh puji yang tengah berjalan, melainkan sekadar menjelaskan bagaimana sebenarnya hokum Negara kita menyikapi persoalan perkawinan dibawah umur ini.Sebab kalau ditelusuri lebih jauh fenomena social ini sesungguhnya bukan hal yang baru di tanah air.

Praktik perkawinan dibawah umur sudah sudah lama terjadi ditengah masyarakat.Banyak factor yang menjadi penyebabnya.Misalnya, karena himpitan ekonomi, rendahnya pendidikan, pemahaman budaya dan nilai-nilai agama tertentu, atau karena hamil terlebih dahulu (married by accident).Sayangnya tidak semuanya tidak terungkap di depan public seperti kasus Syekh Puji, sehingga perkawinan di bawah umur tersebut hingga kini tetap merupakan fenomena “gunung es”.

Dalam konteks hokum di Negara kita sebenarnya tidak ada satupun undang-undang yang melarang perkawinan dibawah umur.Apalagi mengancam pelakunya dengan saksi pidana .Memang UU perkawinan No 1 tahun 1974 menegaskan bahwa perkawinan hanya dizinkan jika pihak laki-laki sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak perempuan sudah umur 16 tahun.

Akan tetapi, UU perkawinan sendiri justru juga memberi peluang adanya perkawinan di bawah umur sebagai pengecualian, asalkan ada dispensasi dari pengadilan.

Kendati demikian, ada sejumlah koridor hokum yang harus ditaati oleh orang-orang (dewasa) yang berniat menikahi perempuan dibawah umur.

Pertama, perkawinan tersebut tentu saja harus memenuhi ketentuan UU perkawinan.Misalnya, kalau orang tersebut statusnya berkeluarga, maka perkawinan itu harus mendapatkan persetujuan dari istrinya dan dikuatkan dengan izin pengadilan.Pelanggaran ketentuan ini bisa dijerat dengan pasal 279 KUHP dan 280 KUHP karena melakukan kejahatan asal-usul perkawinan, yang ancaman pidananya berupa penjara selama 7 tahun.

Begitu pula, orang yang ingin menikahi perempuan dibawah umur harus meminta dispensasi dari pengadilan.Kalau syarat ini tidak bisa dipenuhi dan perkawinan tetap dilangsungkan, maka perkawinan tersebut bisa dibatalkan.

Tak hanya itu, kalau perkawinan tersebut dikemas melalui tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau bujukan terhadap si perempuan dibawah umur dan berlanjut kea rah hubungan seksual, maka pelakunya bisa terkena pasal 81 (1) dan pasal 82 UU No 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dan pasal 290 KUHP.Kejahatan ini diganjar dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.

Kedua, orang yang menikah dengan perempuan di bawah umur tidak boleh melakukan hubungan suami istri yang melanggar pasal 288 KUHP.Karena kalau hubungan suami istri tersebut mengakibatkan siperempuan mengalami luka-luka, maka suaminya bisa dikenakan pidana selama 4 tahun.

Apalagi kalau hubungan suami istri itu mengakibatkan luka berat atau matinya si perempuan, maka hukumannya diperberat menjadi 8 hingga 12 tahun.Selain itu siapapun yang sudah berumahtangga harus memperhatikan UU No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.Sebab kalau seorang suami melakukan kekerasan fisik, kekerasan psikis, atau kekerasan seksual terhadap istrinya, maka tidak mustahil akan dihukum dengan penjara selama 15 tahun penjara.

Kiranya perlu direnungkan pula bahwa perkawinan dibawah umur cenderung banyak ekses negatifnya (mudharat), terutama bagi pihak perempuan .Karena perempuan dibawah umur tersebut akan mereduksi dan bahkan memutus masa depan anak yang masih dalam fase tumbuh kembang baik fisik maupun mental.

Padahal mereka itu berhak untuk memilih masa depannya sendiri.Bukan itu saja, perempuan yang melakukan perkawinan dibawah umur juga belum siap secara emosional untuk menjadi seorang ibu yang ideal bagi anak-anak yang dilahirkannya kelak. Bahkan secara medis, peremopuan dibawah umur akan rentan terhadap penyakit kanker rahim dan kegagalan kehamilan yang tak jarang menimbulkan kematian.

Mudah-mudahan para orang tua tidak akan gegabah lagi menikahkan putri-putrinya yang masih dibawah umur.Begitu pula pegawai pencatat pernikahan hendaknya bisa memberikan nasehat yang arif dan bijaksana kepada para pasangan belia yang ingin melangsungkan pernikahan.Jika mereka memang belum memenuhi ketentuan batas usia minimum perkawinan, khususnya menyangkut madharat perkawinan dibawah umur.Terakhir, pengadilan hendaknya hanya memberikan dispensasi perkawinan dibawah umur kalau benar-benar ada alas an yang rasional.

Penulis adalah dosen Fakultas Hukum UGM, Supriyadi SH. Rubrik Teropong Hukum KR senin Pon 7 september 2009

Oleh: sururudin | September 21, 2009

ZAKAT

ZAKAT

Secara etimologis zakat (Zakah) berarti nama’ (tumbuh), thaharah (suci) dan barakah (berkah).Dinamai demikian karena :

Pertama, diharapkan hati pemilik harta yang telah mengeluarkan hak orang lain dalam hartanya itu menjadi bersih dan suci dari kotoran sifat kikir, tamak, dan tidak punya belas kasih kepada orang-orang yang tidak berpunya, sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah SWT :”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka.Dan allah maha mendengar lagi maha mengetahui.”(QS at-Taubah 9: 103)

Kedua, diharapkan juga harta yang sudah dizakatkan itu akan mendatangkan berkah dan ketenangan hidup bagi pemiliknya.Dalam surat al-baqarah ayat 277 Allah menjanjikan bahwa orang-orang yang membayarkan zakata, disamping mendapat pahala dari Allah , mereka juga tidak akan memiliki rasa khawatir menghadapi masa depandan tidak pula berduka secara mendalam seraya menyesali masa lalunya.”Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala disis Tuhannya, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS Al baqarah 2:277).

Ketiga, dengan membayar zakat diharapkan Allah akan melapangkan rezeki para muzakki sehingga harta kekayaannya tidak akan berkurang tetapi malah akan bertambah.Dalam surat ar-Rum ayat 39 Allah menyatakan dengan riba harta tidak akan bertambah, tapi justru bertambah dengan zakat.”Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisiAllah.Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu masudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS Ar-Rum 30:39)

Bagi yang berpikir sekuler, mungkin sulit dipahami, bagaimana mungkin dengan mengeluarkan zakat 2,5 %, 5%, 10% sampai20 % harta kekayaan justruakan bertambah.Tetapi bagi orang yang beriman, yang yakin bahwa rezeki Allah lah yang mengaturnya, sementara manusia hanya diperintahkan berusaha dan berdoa.

Sebaliknya, harta kekayaan orang-orang kaya dan kikir, yang hanya mementingkan diri dan keluarga mereka semata, menutup mata terhadap penderitaan fakir miskin justru hartanya semakin berkurang dan bahkan dapat mengalami kebangkrutan.

Zakat adalah rukun islam ketiga setelah shalat.Kedua-duanya sangat penting sebagai tiang penyanggga bangunan keislaman seseorang.Didalam al-Qur’an ada 82 ayat yang menggandengkan perintah membayar zakat dengan perintah mendirikan shalat, baik ayat-ayat makkiyah maupun ayat-ayat madaniyah.Diantara ayat-ayat tersebut adalah:

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah.Sesungguhnya Allah maha melihat apa-apayang kamu kerjakan.” (QS Al-Baqarah 2:110)

Prof Dr H Yunahar Ilyas Lc MAg (Dosen UMY dan pengurus PP Muhammadiyah) KR september 2009

Oleh: sururudin | September 21, 2009

PUJIAN SIFAT DUAPULUH

PUJIAN

SIFAT DUAPULUH

  1. Niat Berpuasa :

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Nawaitu shouma ghodin an-adai minsyahri romadlonaa hadzihis-sanati fardlollillaahi ta’aalaa. Niat ingsun poso tutugo ing sedino sesuk esuk sangking anekani wulan Romadhon ing tahun iki, ferdu krana nderek dawuhe Gusti Alloh Ta’aalaa.

  1. Sholawat Nabi : Allohummasholli’alaa Muhammad, Yaa rabbisholli’alaihi wasallim. Shollallohu ‘alaa Muhammad. Yaa Dzal-Jalaali wal ikraam. Mitnaa ‘alaa diinil islaam. Rasuulillaahil-Musthofa.Shollallohu ‘alal Hadii Muhammad, Syafi’il Kholqi Fii yaumil-Qiyaamah.

  1. Sifat Duapuluh : WUJUD mesti ono, Alloh Muhal yen ora ono-o.

QIDAM dihin Alloh. Alloh Muhal yen kedihin ono ‘aadam.

BAQO’ langgeng Alloh. Alloh Muhal yen keno-o rusak.

MUKHOLAFATUHU LILHAWADITSI bedo Alloh kelawan ingkang anyar, muhal yen podo-o Alloh kelawan kang anyar. WALQIYAMU BINAFSIHI Jumeneng Alloh kelawan dewe, Muhal jumenengno Alloh kelawan liyane,

WAHDANIYYAH sewiji Alloh, Alloh muhal loro-tetelu.

QODRAT Kuwoso Alloh, Alloh muhal yen apesso.

IRODAT Kerso Alloh, Alloh muhal yen ora kerso.

ILMU ngawekani, Alloh muhal yen bodo-o.

HAYYaAT Urip Alloh, Alloh muhal yen mati-o.

SAMA’ a-miharso, Alloh muhal yen tuli-o.

BASHOR aningali, Alloh muhal yen wuto-o

.KALAM ANGENDIKO, Alloh muhal yen bisu-o.

QODIRAN kang kuwoso, Alloh muhal ingkang apes.

MURIDAN kang kagungan kerso, Alloh muhal ingkang ora kerso.

‘AALIMAN ingkang ngawekani, Alloh muhal ingkang bodo,

HAYYAN ingkang urip, Alloh muhal ingkang mati,

SAAMI’AN ingkang amiharso, Alloh muhal ingkang tuli,

BAASHIRON ingkang aningali, Alloh muhal ingkang wuto,

MUTAKALLIMAN ingkang angandiko, Alloh muhal ingkang bisu.

  1. Princian Sifat Duapuluh

Lan wajib ngaweruhono wong AQIL BALIGH sedoyo.

Ing sifat ingkang wajib keduwe Alloh kalihdoso.

Lan sifat ingkang Muhal keduwe Alloh kalihdoso.

Lan sifat ingkang Jaiz keduwe Alloh iku papat.

Utawi sifat rong puluh iku didum dadi papat :

    • Ingkang Dihin aran sifat NAFSIYAH

    • Kapindone aran sifat SALBIYYAH

    • Kaping telu aran sifat MA’AANII

    • Kaping patte aran sifat MA’NAWIYYAH

Utawi sifat papat iku ringkes dadi loro : ingkang dihin aran sifat ISTIGHNA. Kapindone aran sifat ISTIFQOR.

Utawi sifat loro iku manjing dadi siji, iyo ono ISIM -DZAT. Tegese ISIM –DZAT iku lafal ALLOH.

NAFSIYYAH, sewiji WUJUD.

SALBIYYAH iku lelimo : QIDAM, BAQO’, MUKHOLAFATUHU LILHAWADITSI, WALQIYAMU BINAFSIH, WAHDANIYYAH.

Utawi dundumane MA’AANII iku pepitu : QODRAT, IRADAT, ‘ILMU, HAYYAT, SAMA’, BASHOR, KALAM .

Utawi dum-dumane MA’NAWIYYAH, Iku pepitu :

QODIRAN, MURIDAN, ‘AALIMAN, HAYYAN, SAMI’AN, BASHIRON, MUTAKALLIMAN.

Utawi sifat Rong puluh ingkang manjing ISTIGHNA, Iyo iku sifat sewelas :

iyo : WUJUD, QIDAM, BAQO’, MUKHALAFATUHU LILHAWADITSI, WALQIYAMU BINAFSIHI,

Iyo : SAMA’, BASHOR, KALAM, SAMI’AN, BASHIRON, MUTAKALLIAN.

Utawi sifat Rongpuluh ingkang manjing ISTIFQOR, iyo iku sifat sesongo. Iyo : QODRAT, IRODAT, ILMU, HAYYAT, WA-QODIRON, WA MURIDAN, WA-‘ALIMAN, HAYYAN, WAHDANIYYAH.

Utawi JAIZ-se ISTIGHNAA iku loro : Dihin agawe Alloh ‘alam iku kabeh wenang, lan atingal gawe Alloh ‘alam iku kabeh wenang, lan kapindo gawe ora kelawan pengalapan.

Utawi JAIZ-se ISTIFQOR Iku loro : Dihin anyar ing ‘alam iku kabeh . Kapindo ora awweh labet sekehe sewiji wujud.

  1. Sifat wajib, Muhal lan Jaiz (Wenang) para rosul

Lan wajib ngaweruhono wong Aqil baligh sedoyo

Ing WAJIBbe poro rosul iku telu : Iyo : SHIDIQ, AMANAH, TABLIGH.

Tegese SHIDIQ iku ambenerke wertane Rusul, tegese AMANAH Iku kapercaya maring Alloh, tegese TABLIGH iku nekak-ke printahe Alloh, parentah ingkang wajib, ingkang sunnah, ingkang wenang, ingkang haq, ingkang batal, ingkang halal, ingkang haram, kelawan sepadane kabeh iki.

Lan wajib nga weruhono wong aqil baligh sedoyo,

Ingkang MUHAL-Le, poro Rosul iku telu : Iyo KIDZIB, KHIYANAT, KITMAN,

Tegese KIDZIB iku anggorohke wertane Rosul, Tegese KHIYANAT iku anyidrani maring Alloh, tegese KITMAN iku angumpet prentahe Alloh.

Lan wajib ngaweruhono wong ‘aqilbaligh sedoyo,

Ing JAIZ-SE (WENANG-E) PORO Rosul iku akeh,

Katekanan “SIFAT ‘ARADL BASYARIYYAH” koyo loro, ngelu, mules mangan nginum, turu, lali, laki, rabi, kelawan sepadane kabeh iku.

6.Syahadataini (Syahadat dua)

  • Asyhadu allaa ilaaha illalloh, Wa-Asyhadu anna Muhammadar-Rasuluululloh.Anekseni ingsun setuhune ora ono pangeran kang wajib disembah, kelawan sakbenere ing dalem wujude, kang mesti anane, kang muhal ‘adamme, anging Alloh. Anekseni ingsun setuhune kanjeng Nabi Muhammad iku utusanne Alloh, kawulane Alloh , kang Romo sayyid “ABDULLAH, Kang Ibu SITI AMINAH ingkang lahir aneng Mekah, Hijrah ing Medinah, gerah ing Medinah, Sedo ing Medinah, Sinarekaken ing Medinah. Bangsane bangsa ARAB, bongso Rosul, bongso QURAIS.

  • Mongko maknane “LAA ILAHA ILLALLOH” iku ngemot makno loro : NAFI kelawan ISBAT.Mongko kang den NAFI-aken iku pangeran kang liyo, sangking pangeran kito kanga gung moho Mulyo, mongko kang den ISBAT-taken iku pangeran kang ESA, kang ora tetunggal, kang ora didadekake, ndadekake alam kabeh, iyo iku aran “ALLOH” tegese aran ALLOH iku ono ing ndalem DZAT, kang wajibe wujub, kang mesti anane, kang muhal ‘adame, ora werno, ora rupo, ora arah, ora enggon. Lan sing sopo wonge neqodaken setuhune Alloh iku werno, rupo, arah, enggon, mongko wong iku dadi KUFUR.

  • Lan setuhune kanjeng nabi MUHAMMAD iku manungso kang lanang, kang merdiko, kang ‘aqilbaliqh, kang keturunan wahyu, kang bagus rupane, kang mencorong cahyane kadiyo wernane Mbulan utowo koyo SRENGENGE, lan wajib anduwenisifat SHIDIQ, AMANAT, TABLIGH.

SHIDIQ : Bener, AMANAT : KAPERCOYO, TABLIGH : neka-aken.

Kang MUHAL GOROH, MUHAL CIDRO, MUHAL ANGUMPETAKEN

Lan ingkang wenang “ARADL BASYARIYYAH.”

Lan Muhal kesifatan sifatte dzat kang MOHO LUHUR.

  • ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN

Oleh: sururudin | September 21, 2009

BIYEN ORA ONO

SHOLATULLOH SALAMULLOH ‘ALA TOHA ROSULILLAH

SHOLATULLOH SALAMULLOH ‘ALA YASIN HABIBILLAH

Aku biyen ora ono

Lan Saiki dadi ono

Besok meneh ora ono

Podho bali maring Rahmatulloh

Ayo-ayo podho ngibadah

Mumpung isih ono uripe

Badan siji digowo mati

Ojo koyo kebo sapi

Luwih eco luwih Mulyo

Rasane wong ning suwargo

Patang puluh widodari

Kasur babut Karek Ngenggoni

Kursi gading ranjang kencono

Klambu sutro ditetes Inten

Cawisane wong kang ngabekti

Maring pangeran kang Maha suci

Luwih loro luwih susah

Rasane wong ning neroko

Klabang geni Ulo geni

Godho geni Rantai geni

Cawisane wong kang dosa

Gumampang maring pangeran

Ojo gumampang

Tinggal sembahyang

Ono tangis Kelayu-layu

Tangise wong wedi mati

Digedongono dikuncenono

Wong mati mongso wurungo

Getun temen

ngungun temen

Ngumur siji

ora guno

Sebab riya kelawan dengki

Ora Ngabekti marang kang moho suci

Ngumbar howo menuhi kang

Den pengini

Gede banget ganjarane

Wong ngibadah netepi jamaah

Karo lungguh ngenteni imame

Puji lan dzikir ing panggonane

Eling-eling siro manungso

Podho tobato sadurunge mati

Ojo tobat sakuwise mati

Ora den tompo pitobate

Oleh: sururudin | September 21, 2009

NYEMAK UNSUR-UNSUR KE-ISLAM-AN ING GUNUNGAN

NYEMAK UNSUR-UNSUR KE-ISLAM-AN ING GUNUNGAN

Gunungan utawi kayon (kekayon) ing wekdal puniko sampun dados wohing kabudayan ingkang boten saged kapisahaken kaliyan gesangipun bangsa Indonesia. Senadyan wiwitanipun namung mujudaken salah satunggaling perangan, paraga, utawi elemen ing jagading pakeliran/pewayangan, mliginipun pakeliran wayang purwa (jawi), nanging ing wekdal samangke kekayon sampun minggah drajat, dados milikipun brayat ageng bangsa Indonesia.Wonten sawatawis bebadan, instansi, organisasi, kelompok saha pakempalan ingkang asifat nasional, ingkang ngginaaken simbol gunungan.Bab puniko nami limrah amargi gunungan nyimbolaken jagad raya ingkang taksih alami punapadene lingkungan alam ingkang taksih orisinal.

Kados ingkang sampun dipun ngertosi dening akathah, cundhuk kaliyan naminipun, gunungan gadaha wujud kados gunung ingkang inggil lan lancip.Ing perangan ngandap, wonten wewangunan kraton mawi kori saha gapura ingkang kajagi dening raksesa cacah kalih, lengkap kaliyan gadanipun. Ing satengah-tengahing gunungan pinanggih gambar kajeng ageng ingkang taksih gesang, kebak ron, lan kathah cawangipun.Ing cawing-cawang lan ranting-rantingipun kajeng wau, kejawi kathah gegodhongan saha sekaring taneman, uga saged dipunprangguli manekawarni sato kewan sarta kemamang (kala).Sato kewan ingkang pinanggih ing perangan utami (ngajeng) gunungan. Dene ing perangan suwalikipun adatipun dipunparingi werni abrit, gambaraken dahana/geni ageng ingkang nembe murub ngalad-alad.

Ingkang gesang

Gunungan ugi dipun sebut kayon utawi kekayon amargi ing ngriku pinanggih kajeng ageng utawi kayu (kayu-an/ ka-kayu-an) ingkang taksih gesang lan mujudake simbolipun alam raya ingkang taksih asli. Nanging ugi wonten pamanggih yen tembung kayon puniko asalipun saking tembung Arab hayyun ingkang ateges ingkang gesang.Bab puniko wonten sambetipun kaliyan sejarahipun gunungan ingkang mujudaken reriptanipun para Wali. Adhedhasar sengkalan memet ingkang pinanggih ing gunungan, inggih puniko dahana abrit ing suwaliking gambar utami. (Dahana Murub rahayuning Bawana), gunungan dipuntafsir karipta ing taun 1433 saka utawi taun 1512 Masehi.Taun kasebat jamanipun para wali (walisanga) makarya nyebaraken agama islam ing tanah Jawi.

Kados ingkang sampun kawuningan ugi, sasampunipun wayang katata ing kelir lan katancepaken ing debog, gunungan dipuntancepaken jejeg ing satengah-tengahipunsimpingan kiwa tengen. Tatanan ringgit makaten nggambaraken kawontenan naliko dereng wonten pagesangan. Ing wiwitaning pagelaran ringgit, Ki Dhalang njabut gunungan lan lajeng ngebah-ebahaken (Indonesia:memainkan)kayon wau. Puniko pratanda wontenipun pagesangan.Ing mriki, gunungan gadhah fungsi minangka pambukaning alam ingkang sampun kawarnani pagesangan. Salajengipun, gunungan dipun tancepaken miring ing simpingan tengen lan kiwa, minangka symbol kangge nggesangaken paraga-paraga wayang ing simpingan tengen lan kiwa.

Kejawi kangge nandhani dipunwiwitinipun pagelaran utawi wontening pagesangan, gunungan ugi gadhah fungsi sanes.Ing antawisipun kangge nengeri gantosing jejeran. Kala-kala kayon uga kaginakaken kangge gambaraken kawontenan ingkang boten pinanggih ing paraga wayang, upaminipun samodra, jawah ageng, angina lesus, guntur gelap, kawontenan ingkang “Kacau balau’, kabesmen/kebakaran ageng, lan akasa nginggil.

Ing pungkasaning pagelaran, gunungan temtu katancepaken malih ing satengah-tengahipun simpingan kiwa tengen.Punika kawastanan tancep kayon alias purnaning pagelaran utawa boten wontenipun malih pagesangan.

Kebak Simbol

Sinaosa naming awujud gunung lancip ingkang dipunrenggani gambar bangunan kraton mawi gapura lan raseksa kalih minangka panjagining kori, kanthi latar wingking kajeng ageng lengkap sato kewanipun, ewasemanten pepethan ingkang kagambar ing ngriku ngemot simbolisme filsafati.Bab puniko sampun kaandharaken ing buku-buku pedhalangan punapadene buku ingkang ngonceki unsure-unsur ke-islam-an ing pewayangan.

Kados ingkang dipunjlentrehaken dening Drs.Effendy Zarkasi (1977), gambar raseksa ing gunungan gadhah makna angka gangsal(5).Bab puniko kangge nggambaraken jumlahipun rukun islam, inggih puniko 5.Dene gapura puniko identik kaliyan angka sanga (9), nglambangaken cacahipun wali utami ing tanah jawi, inggih punika Wali Sanga.

Raseksa kalih ing sisih kiwa lan tengening kori minangka gegambaranipun malaikat kalih ingkang kajibah ngawasi manungsa, inggih puniko Roqib lan ‘Atid.Dene sato kewan pokok ing gunungan , cacahipun wonten 4 (macan, bantheng, kethek lan peksi) dados pralambanging napsu amarah, bantheng mralambangaken napsu lawwamah, khetek utawi munyuk lambang nafsu shufiyah lan peksi pralambanging napsu muthmainnah.

Magepokan kaliyan panancepipun gunungan, simbolisme ingkang kakandhut wonten gandheng cenengipun kaliyan pembageyan pathet.Kados ingkang sampun kawuningan, pagelaran wayang kulit kaperang dados 3 pathet : pathet ageng manyura, pathet 9 lan pathet manyura.Saben pathet gadhah iringan gamelan ingkang benten.Lan kangge nandhani gantosing pathet temtu kaginakaken kayon.Wonten ing pathet wiwitan, gunungan katancepaken miring ngiwa.Ingkang kaping kalih tegak, lan salajengipun ing pathet kaping tiga gunungan katancepaken miring nengen: Nanging wonten ugi aliran, kasebat klasik, ingkang suwalikipun: nanep miring nengen, jejeg, lan lajeng miring ngiwa. Ugi wonten ingkang tansah nancep miring nengen, saking wiwitaning pagelaran dumugi pungkasan.

Dening S.Soeprapto Rubrik Adiluhung Mekarsari KR minggu pahing 6 september 2009

Oleh: sururudin | September 21, 2009

Mempertegas Komitmen Syahadat

Mempertegas Komitmen Syahadat

Syahadat (Confession of Faith) adalah pengakuan dan kesaksian yang dinyatakan oleh seorang muslim berkenaan dengan kepercayaannya kepada Allah yang Maha tunggal dan nabi Muhammad.Kepercayaan kepada Allah dan nabi Muhammad merupakan satu kesatuan akidah yang tidak dapat dipisahkan.

Percaya kepada Allah saja tanpa disertai percaya kepada nabi Muhammad merupakan kepercayaan yang tidak benar. Juga, percaya kepada nabi Muhamad saja tanpa disertai percaya kepada Allah merupakan kepercayaan yang salah.Itulah sebabnya , dalam perspektif islam , doktrin tersebut disebut syahadatain (dua kalimat syahadat) yang lafaznya berbunyi :Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.(aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah).

Bagi anak muslim yang lahir dari orang tua muslim, syahadat itu diajarkan dan ditanamkan ke dalam jiwanya sejak usia dini. Bagi non muslim yang beralih ke agama islam , syahadat itu dibaca oleh muallaf tadi sebagai awal pengakuan dan penegasan terhadap asas kepercayaan barunya.

Selain mengajarkan kepercayaan kepada Nabi Muhammad, islam juga mengajarkan kepercayaan kepada 24 nabi lain yang diutus oleh Allah. Itu berarti bahwa doktrin tauhid sebenarnya merupakan kesinambungan ajaran para nabi yang diutus oleh Allah.

Syahadat ditempatkan sebagai pilar pertama rukun islam.Hal ini mempertegas kenyataan bahwa segala amal ibadat yang dilakukan oleh Muslim harus berpangkal dan bertolak dari syahadat. Dengan kata lain, syahadat adalah pilar penyangga segala amal ibadat yang dilakukan oleh muslim.Syahadat merupakan sumber energi batiniah dan motivasi spiritual yang sangat vital yang mendorong muslim untuk selalu berbakti dan mengabdi kepada Allah dan rasul-Nya.

Syahadat merupakan dasar dan fondasi amal ibadat mahdah dan ibadat social lainnya .Syahadat merupakan pendorong bagi muslim untuk melakukan kesalehan individual dan kesalehan social.Syahadat menjadi pengerem dan pencegah bagi muslim untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama.

Ajaran syahadat yang merupakan komitmen ilahiyyah inilah yang secara kuat mendorong Muslim untuk, antara lain melaksanakan ibadat puasa di bulan suci ramadhan. Melalui ibadat puasa, Muslim mempertegas komitmen syahadatnya dengan menempa mental-spiritualnya selama sebulan penuh.Prof Dr Faisal Ismail MA,Dubes RI dikuwait Rubrik hikmat romadhan KR senin pon 7 september 2009(17 pasa 1942)

Oleh: sururudin | September 21, 2009

PUASA, AJARAN PENGENDALIAN DIRI

PUASA, AJARAN PENGENDALIAN DIRI

Allah menjadikan nafsu sebagai salah satu elemen penting dalam penciptaan manusia. Sebagai unsure yang melengkapi penciptaan manusia, nafsu mempunyai fungsi tersendiri .Nafsu seks, misalnya, berfungsi sebagai alat bagi manusia untuk mengembangkan keturunan. Tanpa dilengkapi nafsu seks, kehidupan manusia sudah musnah dan punah sejak dulu kala.Perkawinan hanya merupakan sarana untuk bertemunya pria-wanita dalam ikatan yang legal dan sakral.

Tetapi perkawinan itu sendiri tidak akan memberikan keturunan kalau nafsu seks tidak ada dalam diri pria-wanita yang hidup dalam ikatan pernikahan.Sebagai elemen yang hidup dan aktif, sudah pasti nafsu itu mendesakkan dorongan-dorongan dalam diri manusia.Jika manusia dapat mengendalikan dorongan nafsunya, ia menjadi pemenang.Jika tidak, ia menjadi pecundang.

Dalam Al-Qur’an, Allah secara spesifik memberikan gambaran tentang nafsu ini.”Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku”.(QS Yusuf :53) Ayat ini menjelaskan bahwa nafsu selalu mendorong manusia untuk melakukan sesuatu yang tercela, tidak terpuji, keburukan , kebejatan dan kejahatan kecuali nafsu yang dirahmati oleh Allah.

Itulah sebabnya Nabi Muhammad memperingatkan kepada para sahabat (dan kepada umat islam secara keseluruhan)agar waspada terhadap godaan nafsu ini.

Seusai perang badar (perang besar antara pasukan muslim dan pasukan kafir Quraisy), nabi berkata kepada para sahabat,” Kita akan menghadapi perang yang lebih besar dan lebih dahsyat lagi”. Para sahabat lantas bertanya,” perang apa itu, ya Rasulullah?” nabi segera menjawab,”perang melawan nafsu!”. Perang melawan pasukan musuh dapat diantisipasi karena dapat terlihat secara fisik.Tetapi perang melawan nafsu sulit diantisipasi karena nafsu itu tidak tidak tampak secara fisik.

Lima Jeis nafsu

Kalangan ahli membagi nafsu menjadi lima jenis.Pertama, nafsu hayawaniah (hewaniyah) yang mendorong manusia berperilaku seperti binatang.Secara fisik, ia adalah manusia, tetapi perbuatannya sangat jahat seperti binatang buas.Hukum rimba, terror, dan praktik-praktik homo homini lupus (Yang kuat memangsa yang lemah) adalah cerminan dari nafsu hewaniyah ini.

Kedua, nafsu amarah (marah) yang mendorong manusia suka mengumbar rasa amarah.Manusia dengan sifat seperti ini suka melampiaskan amukan kemarahannya sehingga merugikan orang yang terkena amarahnya itu.Ketiga, nafsu mulhimah yang memberikan ilham kepada manusia untuk melakukan kebaikan.Keempat, nafsu lawwamah yang selalu mengajak manusia kejalan kebenaran.Nafsu ini menjelma sebagai rasa eling yang selalu mengingatkan manusia untuk melakukan kritik diri dan koreksi diri: meninggalkan keburukan dan mengerjakan kebaikan dan kebajikan.

Kelima, nafsu mutmainnah yang memberikan rasa tenang kepada diri manusia dalam menerima dan melaksanakan kebenaran Allah.Segala macam keinginan dan perbuatan yang tercela sudah lenyap dari lintasan ingatan manusia yang memiliki jiwa mutmainnah ini.

Sudah pasti, yang kita lawan adalah nafsu Hewaniyyah dan nafsu amarah karena kedua jenis nafsu ini mendorong manusia ke jalan yang tercela, tidak terpuji, bejat dan jahat.Strategi perlawanannya adalah dengan cara melakukan mawas diri, pengendalian diri, control diri,.Benteng dan tameng pengendalian diri ini antara lain diajarkan oleh puasa Ramadan.

Selama sebulan umat islam dilatih dan ditempa secara fisikal dan mental-spiritual dengan tujuan untuk mengendalikan diri dari segala perbuatan yang tercela, tidak terpuji, nista, keji, dan mungkar.Tempaan fisik dan spiritual yang dihasilkan dari ibadah puasa ini sudah pasti akan membawa manusia muslim itu semakin kuat dalam melakukan praktek-praktek control diri dan pengendalian diri.

Dengan bekal moral dan modal spiritual, manusia muslim akan berhasil melawan dan mengalahkan nafsu hewaniyah dan nafsu amarahnya.Kemudian manusia muslim secara pasti akan merengkuh mulhimah dan Lawwamah.Dari tahapan ini, manusia muslim akhirnya akan sampai ke nafsu mutmainnah: jiwa tenang,damai, tentram dan pasrah dalam menerima segala anugerah dan Kebenaran Allah.Semoga Allah berkenan mengantar kita ke tingkatan nafsu mutmainnah melalui ibadah puasa yang kita amalkan.

Tulisan Prof.Dr.Faisal Ismail MA Dubes RI di Kuwait di KR jumat Pon 28 Agustus 2009 Rubrik Opini.

Oleh: sururudin | September 21, 2009

MITOS SEPUTAR MALAM PERTAMA

MITOS SEPUTAR MALAM PERTAMA

TAK SELALU HARUS KELUAR DARAH

Malam pertama masih menjadi bahan pembicaraan menarik di masyarakat, bahkan, sebagian besar masih menganggap malam pertama sebagai patokan apakah wanita masih perawan atau tidak. Bagaimana yang benar ?

Pentingkah darah pada malam pertama (MP)”Darah pada MP berasal dari selaput dara yang robek saat senggama.Ada tidaknya darah pada MP sebenarnya bukan patokan bahwa pasangan wanita sudah tidak virgin (perawan)lagi,” itu kata Dr,dr.Akmal Taher, Sp.B, Sp.U dari departemen Urologi FKUI-RSCM. Pasalnya, tidak semua selaput dara dapat koyak dan mengeluarkan darah dengan segera.”Ada jenis selaput dara yang sifatnya kaku.Selaput dara jenis ini ada kemungkinan tidak akan berdarah padamalam pertama, kedua atau malah beberapa minggu, “ jelas akmal.

Bahkan, ada wanita yang sejak lahir memang tidak mempunyai selaput dara. Biasanya selaput dara yang tidak elastis akan koyak dan berdarah betulan setelah melahirkan anak.”Selain karena jenisnya, selaput dara juga dapat robek karena factor non medis seperti kecelakaan, naik kuda, bersepeda, lompat tinggi, senam, atau masuknya jari atau alat pada saat pemeriksaan dokter. Jadi soal darah pada MP sebaiknya secara bijak diketahui oleh kedua pasangan,” lanjut akmal.

Tujuannya agar pasangan bias saling memahami.”Ada wanita yang memang sejak lahir tidak punya sel darah.Jadi, jangan lagi banyak berharap ada darah pada malam pertama,” wanita terkadang juga tidak punya pengetahuan tentang hal tersebut,”sehingga langsung berkesimpulan bahwa dirinyalah yang bersalah.Nah, seharusnya itu tidak perlu terjadi.”

Pada beberapa keadaan, wanita mengalami senggama tapi selaput darahnya tetap utuh.”Dengan demikian, tidak perlu dikaitkan lagi dengan MP.Tidak ada keharusan mengweluarkan darah atau tidak pada MP.Darah bukan lagi menjadi ukuran seorang wanita itu perawan atau tidak.”

EJAKULASI DINI ITU BIASA

Banyak mitos yang salah perihal malam pertama.Apa saja dan bagaimana yang seharusnya ?

1.Membayangkan MP seperti yang ada dibuku atau komik

Ini salah, karena data di buku atau komik itu belum tentu kebenarannya.Data yang diberikan di buku atau komikpun biasanya tidak jelas.”Sebenarnya presentase orang yang mengalami apa yang digambarkan dalam buku-buku tentang MP itu mungkin sedikit, namun itu kemudian jadi peristiwa yang luar biasa dan dimasukkan ke majalah, sehingga pembaca menanggapinya dengan serius dan menganggapnya sebagai sesuatu yang mestinya memang begitu.”

2. Merasa gagal jika tidak bisa memperoleh kepuasan di MP

Ini tentu tidak benar, seharusnya pasangan beranggapan bahwa tidak diperolehnya kenikmatan seperti yang dibayangkan di MP adalah soal biasa.

3. Ejakulasi pertanda kegagalan MP

Sebetulnya persoalan ejakulasi dini merupakan hal biasa, apalagi bagi pasangan yang sangat tidak berpengalaman.Ejakulasi dini menyangkut masalah control dini terhadap badan dan pikiran.Agar tidak memperoleh apa yang tidak dinginkan dan dapat bertahan lama, untuk urusan ini sebenarnya bisa dilatih.

Tak ada salahnya pasangan melakukan konseling seks sebelum menikah.Paling tidak pasangan memiliki pengetahuan minimal tentang seksualitas , sehingga persepsi atau pengetahuan tentang seksualitas yang salah bias dihindari.”Diskusi tentang seks juga akan menjaga orang tidak melakukan pernikahan senggama pranikah,” ujat akmal.Mitos MP berpotensi merusak kebahagiaan, oleh karena itu diperlukan pengetahuan untuk bias menikmati MP.

TAKUT TAK LULUS TES

Apa yang dialami wanita menghadapi MP?

1.Tegang

Kekhawatiran ini muncul akibat informasi dari bacaan yang salah dan tidak akurat.Biasanya , setelah membaca cerita tentang MP yang mengatakan sakit dan ada pendarahan pada vagina, wanita akan membayangkannya terus.Sebetulnya tak perlu risau dan takut, hadapilah MP dengan perasaan tenang dan santai.

2.Takut tak lulus “tes keperawanan”

Hal ini dikarenakan takut akan sangkaan pasangannya nanti.Sebenarnya, kegelisahan itu tidak sepenuhnya beralasan.Istilah di dunia barat, tempat tidur pengantin pada malam pertama hanya sebagai dasar untuk memberikan kasih saying, cinta, ikatan menyenangkan, kehangatan, dan kedekatan.Yang terjadi, karena ketakutan, maka MP lantas dianggap sebagai laboratorium tempat tes keperawanan.

NYERI SAAT SENGGAMA

Wanita biasanya akan mengalami nyeri saat melakukan senggama pada MP.Penyebabnya banyak, bisa karena factor komunikasi , rasa tidak percaya, ketidaktahuan tentang masalah seksual, tidak cukup merangsang, infeksi local yang tidak diadari, lubrikasi yang tidak cukup, atau vaginismus.

Nah, untuk menghilangkan rasa nyeri terbut, yang harus diperhatikan antara lain :

  • Komunikasi yang baik

Senggama untuk pertama kali memang tidak mudah.Harusnya, setiap pasangan saling berkomunikasi, jangan malu. Beri tahu pasangan, apa saja yang ia rasakan.Di Indonesia, soal kumunikasi menjadi hal yang paling bermasalah,” papar akmal.

Yang terjadi, justru sangat kontras dengan keadaan sebenarnya di masyarakat. Contohnya, dikantor, banyak orang (laki-laki atau perempuan) membicarakan soal kemaluan dan cerita jorok tanpa sungkan, tapi saat bersama istrinya, membicarakan soal seks sepertinya sesuatu yang tabu dan tak pernah dilakukan.”Padahal, seharusnya tak perlu lagi canggung membicarakan soal seks dengan pasangan.”

  • Pentingnya pengetahuan tentang seks

Setiap pasangan harus tahu bahwa rasa nyeri mungkin terjadi karena saat penis mulai masuk ke vagina, selaput dara akan meregang dan mengakibatkan nyeri, dan itu tergantung elastisitasnya.Elastisitas selaput dara tergantung juga dari kebiasaan aktivitas vanita.”Kalau wanitasering berolahraga, vaginanya dengan sendirinya akan secara otomatis cukup elastis, sehingga tidak merasa sakit saat senggama.Tapi ada juga yang kurang elastis sehingga memang merasa sakit.”

  • Tidak cukup terangsang

Rasa nyeri juga bisa karena kurangnya perangsangan.Setelah perangsangan cukup, lendir akan keluar di selaput bagian dalam vagina, sehingga membuat licin.Penyebab lain rasa nyeri secara fisik adalah infeksi local yang tidak disadari.”Selain itu, ada pula yang disebut kebasahan yang tidak cukup dan vaginismus atau kontraksi otot vagina.”

LAKI-LAKI TAKUT GAGAL

Apa yang ada dibenak laki-laki tentang malam pertama ? sebuah survey menunjukkan hasil yang bervariasi :

1.Takut gagal

Perasaan ini sering menghinggapi lelaki saat menghadapi MP.Takut tak bisa memuaskan pasangan, dan sebagainya.Perasaan ini muncul, karena pengetahuan yang didapat Cuma dari teman, buku, tabloid, atau blue film (BF) yang belum tentu benar.data dari sumber-sumber tersebut sama sekali tidak akurat.

2.Penuh fantasi

Setelah melihat dan membaca, laki-laki membayangkan akan melakukan MP seperti yang ia lihat atau baca di media.Tentu, sangat salah jika pembahasan dan perlakuannya lantas harus seperti apa yang dibaca, dilihat dan ditonton.

3.Takut ejakulasi dini

Masalah ini sebenarnya sangat biasa.Pada orang yang sangat tidak berpengalaman, keadaan ini pasti akan dilaluinya.

4.Tak mampu merobek selaput dara

Merobek selaput dara oleh beberapa pihak dianggap merupakan tanda keberhasilan perkawinan, ditandai ada tidaknya darah dari alat kelamin wanita.Ini tidak betul.Jika sejak awal sudah merasa takut, tentu ia tidak akan bisa melakukan itu.

5. Harus Minum obat kuat

Konsep ini dilakukan karena laki-laki takut takbisa membuktikan bahwa ia mampu.Yang lebih salah ia merasa bahwa hanya MP yang jadi penentu kehidupan seks selanjutnya.Anggapan bahwa MP merupakan malam yang akan menjadi kenangan memang benar, namun menganggap MP sebagai satu-satunya tujuan perkawinan tentu tak benar.

Jadi, jangan terlalu membesarkan apa yang akan terjadi pada MP.

Majalh perkawinan & keluarga No.393/2005 hal : 7-10

Oleh: sururudin | September 21, 2009

ADA APA DENGAN MALAM PERTAMA

ADA APA DENGAN MALAM PERTAMA

Malam pertama memiliki arti khusus bagi setiap pasangan suami istri.Disinilah untuk pertama kalinya laki-laki dan perempuan yang baru diikat dalam tali pernikahan bertemu dalam satu ranjang pelaminan. Pertemuan pertama ini merupakan peristiwa penting dalam rangkaian ritual pernikahan dan dapat mempengaruhi secara psikologis terhadap perjalanan kehidupan rumah tangga selanjutnya.

Setiap pasangan pasti punya pengalaman yang berbeda dengan malam pertamanya. Sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan bagi pihak suami atau istri di malam pertamanya boleh jadi akan mempengaruhi perjalanan rumah tangga mereka.Ibu Lenny termasuk yang mengalami kekecewaan di malam pertamanya. Sang suami menurutnya cenderung kasar dalam memulai hubungan suami istri (jima’) sedangkan dirinya menyukai kelemah lembutan. Pengalamannya itu membekas dan mempengaruhi ibu Lenny sehingga setiap kali melakukan jima’ dengan suaminya ia sama sekali tidak dapat menikmati dan selalu merasa kesakitan.Di sisi lain ia juga tidak mampu berterus terang kepada suaminya mengenai keadaan ini , dan akibatnya hingga memiliki tiga orang anak ia merasa belum dapat mencintai suaminya!

Lain lagi pengalaman Bapak Danu yang terus menyimpan kekecewaan kepada istrinya karena tidak menjumpai adanya darah di malam pertama dank arena itu ia menduga istrinya sudah tidak perawan lagi. Bapak Danu merasa dibohongi, karena istrinya tidak berterus terang tentang keadaannya sebelum mereka menikah, sedangkan untuk bertanya ia khawatir istrinya tersinggung.Dan yang terjadi akhirnya hingga delapan tahun usia pernikahannya merasa tidak dapat mencintai istrinya.

Kita boleh saja mengomentari dua kejadian diatas dengan menyalahkan Ibu Lenny atau Bapak Danu, tetapi kenyataanya mereka tidak bahagia dalam rumah tangganya karena kekecewaan di malam pertama!

ISLAM DAN MALAM PERTAMA

Malam pertama merupakan salah satu rangkaian ritual pernikahan yang mendapat perhatian dalam islam.Nabi kita yang mulia mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan pasangan pengantin pada malam pertamanya agar semua aktivitas bernilai ibadah disisi Alloh SWT.Diantara tuntunan beliau SAW adalah :

  1. Sholat Dua raka’at ketika masuk menemui istri

Setelah acara walimah /resepsi selesai dan suasana sudah tenang, suami akan masuk ke kamar pengantin untuk menemui istrinya.Pada saat itu disunnahkan bagi kedua mempelai melaksanakan sholat dua rakaat.

  1. Membaca Doa bagi mempelai laki-laki

Setelah selesai melaksanakan sholat, disunnahkan bagi mempelai laki-laki untuk membaca doa sebagaimana sabda Rasululloh SAW : “Jika salah seorang kamu menikahi perempuan, maka hendaklah ia membaca doa :”Allohumma inni as aluka khairaha wa khaira ma jabaltaha alaihi wa a’udzubika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha alaihi’.Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-mu kebaikannya dan kebaikan yang telah engkau adakan untuknya : Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang engkau adakan untuknya.(HR Abu Dawud)

  1. Mencairkan suasana dengan saling berdialog

Jika setelah itu suasana masih kaku, biasanya bagi istri, sebaiknya suami tidak tegesa-gesa dengan langsung jima’.imaklah kisah malam pertama Syaikh Asy-Sya’bi , seorang Tabi’in terkenal yang menikahi seorang perempuan dari Bani Tamim bernama Zainab binti Hudhair. Syekh Asy-Sya’bi menuturkan sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitabnya Ahkamun Nisaa’ : Setelah selesai walimah dan suasana tenang kembali, aku masuk menemuinya dan berkata,”Sesungguhnya termasuk Sunnah mengerjakan sholat dua raka’at.Lalu aku berdiri melakukannya dan memohon kepada Alloh agar melimpahkan kebaikan di malam ini. Ketika aku berpaling ke kanan mengucapkan salam, aku melihatnya ikut sholat dibelakangku. Kemudian ketika berpaling kekiri, aku sudah melihatnya sudah berada ditempat tidurnya.Akupun mengulurkan tanganku, tetapi ia berkata,”sabarlah, sesungguhnya aku adalah perempuan yang asing bagimu. Demi Allah , kini aku sedang meniti jalan yang paling berat yang sebelumnya belum pernah kualami. Engkau adalah laki-laki asing , aku belum mengenal perangaimu, maka ceritakanlah hal-hal yang engkau sukai unuk aku kerjakan dan hal-hal yang engkau benci untuk aku hindari.Akupun menjawab,” aku suka ini dan ini, aku benci ini dan intu,…sementara ia mendengarkanku dengan penuh perhatian.Akhirnya malam yang paling indah itupun aku raih.”

  1. Melakukan Jima’

Dalam melakukan jima’ pertama ini hendaknya suami tidak tergesa-gesa.Keduanya hendaknya memeperlakukan pasangannya dengan lemah lembut.Interaksi yang lemah lembut dan penuh kasih sayang akan memudahkan mereka melakukan jima’ pertama kali.Sebaiknya keduanya mempelajari terlebih dahulu adab-adab dan tata cara jima’ yang diajarkan Rasululloh SAW.Sudah banyak buku karya ulama yang membahas tema ini, diantaranya Imam AlGhazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin. Dalam salah satu pembahasannya beliau menulis tentang adab-adab jima’ sebagai berikut :

a.Membaca Basmallah dan berdo’a sebelum melakukan jima’.”Dari Abdullah bin Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda :”Jika salah seorang kamu ingin berjima’ dengan istrinya, hendaklah ia membaca : “Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithana wa rozaqtanaa’(dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari apa yang engkau rizqikan kepada kami). Maka seandainya ditakdirkan dari hubungan itu seorang anak, anak itu tidak akan diganggu syetan selama-lamanya.”(HR Bukhari dan Muslim)

b. Melakukan pemanasan (pengantar) jima’ dimaksudkan agar suami tidak mendatangi istrinya dalam kondisi istri tidak siap.Pada hakikatnya perempuan menginginkan dari laki-laki seperti laki-laki menginginkannya dari perempuan, hanya saja kesiapan perempuan untuk melakukan jima’ tidak muncul setiap saat sebagaimana laki-laki. Beberapa pengantar jima’ misalnya: salaing mencumbu dengan melakukan hubungan ringan sebelum jima’ dengan berciuman, berpelukan dan perbuatan lain, kesemuanya dimaksudkan untuk memberi rangsangan dan membangkitkan gairah untuk melakukan jima’. Dengan melakukan pengantar jima’ ini diharapkan keduanya dalam kondisi benar-benar siap untuk berjima’ sehingga keduanya dapat meraih kepuasan.

C. Melakukan Jima’ tanpa tergesa-gesa.Lakukanlah jima’ dengan kelembutan dan penuh kasih saying.Jika dalam melakukan jima’ pertama ini ternyata masih terdapat kesulitan, jangan tergesa-gesa untuk menyelesaikannya pada saat itu juga. Bersabarlah, mungkin akan mudah setelah berlangsung beberapa hari.Dan apabila suami mencapai kepuasan lebih dahulu, hendaknya tidak tergesa-gesa beranjak dari istrinya, tunggulah sampai istri dapat meraih kepuasan.

Dengan memperhatikan tuntunan Rasulullah SAW tersebut malam pertama disamping akan menjadi kenangan indah bagi kedua pihak, sekaligus juga bernilai ibadah disisi Allah SWT. Nah bagaimana dengan malam pertama Anda?(majalah bulanan No 393/2005 hal 3-6, Perkawinan & keluarga menuju keluarga sakinah)

Tulisan Sebelumnya »

Kategori