Oleh: sururudin | September 25, 2008

ETIKA PERGAULAN MUDA MUDI DALAM BERCINTA, BERPACARAN, SEKSUALITAS BERDASARKAN FIRMAN TUHAN

Minggu, 2008 Februari 03
ETIKA PERGAULAN MUDA MUDI DALAM BERCINTA, BERPACARAN, SEKSUALITAS BERDASARKAN FIRMAN TUHAN

Etika pergaulan adalah bagian dari hidup kita dalam bermasyarakat. Sehingga seakan-akan hidup kita dibatasi oleh suatu jaringan norma berupa larangan, ketentuan, kewajiban, dan sebagainya. Sekarang yang menjadi bahan pertanyaan dengan norma apakah kita memikirkan etika pergaulan kita, karena etika sendiri merupakan penyelidikan filsafat tentang bidang moral, mengenai kewajiban manusia serta tentang yang baik dan yang buruk.

Etika dalam Alkitab menitik beratkan bukan hanya pada ekspresi lahiriah, melainkan juga pada “ pikiran dalam hati”, motivasi, perasaan, imajinasi, dan sebagainya. Etika sendiri tidak mempersoalkan “apa” atau “siapa” manusia itu, tetapi bagaimana manusia seharusnya bertindak atau berbuat. Etika adalah pertimbangan tingkah laku yang harus bertanggung jawab terhadap Allah dan manusia, bagaimana kita berbuat dan bertindak menurut Firman Tuhan.

PERCINTAAN DAN SEKSUALITAS

Percintaan dan seksualitas adalah dua hal yang berbeda tetapi berkaitan erat. Oleh karena itu percintaan tak dapat selalu dianggap dengan hubungan seks. Sebaliknya hubungan seks hanya boleh terjadi apabila didalamnya ada jalinan cinta dua pribadi berlainan jenis yang telah menikah secara resmi melalui lembaga gereja dan pemerintah yang berwenang. Percintaan sendiri menuntut adanya sikap mapan, dewasa serta tahu batas yang benar. Penyimpangan biasanya terjadi karena kurang pengertian atau melakukan uji coba atau pelarian dari frustasi dan stress berkepanjangan. Cinta melibatkan emosi seseorang sejak dilahirkan, dan melalui cinta manusia dapat mempertahankan hidup, serta mengerti dan menikmati keindahan.Sedangkan seks adalah eksistensi yang ada pada diri manusia, menurut Sigmund Freud “ seks adalah libido manusia ”. Maka sebenarnya emosi cinta dapat disalurkan dan diwujudkan tanpa harus melibatkan seks.

Seks menentukan jenis seseorang apakah ia pria atau wanita. Dalam arti sempit, seks seringkali dikaitkan dengan “hubungan seksual atau pornografi”, sehingga seks tidak lagi mencapai pada tingkat pengertian yang luhur seperti ketika Allah menciptakannya. Seks bukan hal tabu yang harus dihindari atau dimatikan tetapi justru harus dijaga dan diperlakukan secara kudus dan benar sebagai wujud ucapan syukur atas anugrah Tuhan.

Dalam Alkitab, perzinahan sering dihukum dengan keji, hal ini karena seksualitas sangat dijunjung tinggi dan dipelihara kekudusannya hanya dalam ikatan pernikahan ( Ibrani 13:4 ).

CIRI PERKEMBANGAN SEKSUAL DAN HUBUNGAN SEKSUAL

Seseorang pada tiap tahap perkembangan mempunyai ciri yang unik menurut tahapannya, yaitu: mulai memiliki minat terhadap kehidupan seksualitas akibat dari perkembangan fisik dan mental, mulai tertarik pada lawan jenis, mulai mencoba mengekspresikan perasaan cinta.

Dalam pola hubungan seksual ada beberapa aspek yang terkait yaitu aspek keterbukaan, aspek komitmen dan aspek penyerahan. Aspek-aspek ini hanya dapat dipenuhi dalam pernikahan yang sah, dan bagi Tuhan persetubuhan adalah bagian dari rencanaNya, diluar tujuanNya hubungan seks tidak mempunyai arti, dan hubungan seks menurut rencanaNya sangat wajar dan indah.

BERPACARAN DAN CIRI-CIRI PACARAN ORANG KRISTEN

Fase berpacaran biasanya mulai setelah fase persahabatan yang baik. Dimana seseorang secara khusus dan pribadi bergauldengan orang lain untuk memperoleh pengenalan pribadi yang realistis dan mendalam;menguji keberanian tekad dan kebenaran perasaan yang ada serta mempersiapakan diri memasuki fase pernikahan, untuk memikul tanggung jawab kehidupan yang berat bersama-sama. Jelas berpacaran merupakan masa pengenalan antar dua pribadi secara khusus dengan tujuan akhir ke pernikahan;bukan sekedar pengenalan tetapi juga mengambil sikap untuk mengkhususkan hubungan berdua.

Ciri-ciri pacaran orang Kristen:

1. Kasihnya bersifat obyektif, dengan memberi apa yang baik dan dibutuhkan dengan tidak memanipulatif
2. Peralihan dari cemburu buta menjadi cemburu yang obyektif yang menuntut sesuatu yang memang sudah menjadi haknya
3. Peralihan dari cinta romantis menjadi cinta yang realistis;sehingga tidak hanya berkisar pada hal-hal yang indah dan romantis saja, melainkan realistis sesuai keadaan
4. Peralihan dari berpusat pada kegiatan-kegiatan menjadi berpust pada komunikasi dan dialog;sehingga dapat lebih mengenal secara pribadi
5. Peralihan dari orientasi seksual menjadi orientasi masa depan

SARAN PENGENDALIAN SEKS DALAM BERPACARAN

1. Menerapkan Kekristen dalam seluruh aspek hidup kita
2. Buat aturan dalam berpacaran yang berdasar pada prinsip Alkitab
3. Pilih pacar dengan hati-hati, seiman
4. Menjadikan pacaran menjadi kesempatan yang menarik, kreatif dan menjadi persekutuan yang baik dalam Tuhan
5. Hindari situasi dan kondisi yang merangsang dorongan seks
6. Batasi waktu berpacaran agar tidak terlalu sering

Diposting oleh Komisi Pemuda GKMI Kudus di 01:41
1 komentar:

Holistik Ministry mengatakan…

Shallom en Christos,

Artikel ini SANGAT BAGUS! Tapi disayangkan, karena dibangun atas dasar deduktifitas tanpa induktifitas dalam menjelaskannya. Secara khusus untuk etimologi istilah-istilah yang sebenarnya secara TEOLOI BIBLIKAL harus dipertimbangkan secara ketat & tepat. Seperti istilah “PACAR/PACARAN”, istilah ini tidak dapat dipakai dalam koridor orang/remaja/pemuda Kristen yang belum menikah! Belum tahu ya…???? Karena ini sebenarnya istilah faham dari seksualitas duniawi yang salah tempat dan alamat. Dalam Kekristenan Sejati melalui GERAKAN SEX ALKITABIAH, penempatan istilah “PACAR/PACARAN” hanya layak ditempatkan dan dilakukan bagi mereka yang sudah terikat dalam kehidupan pernikahan yang KUDUS. Dibawah ini pernyataan dari KOMUNITAS GERAKAN SEX ALKITABIAH (GERAKAN REFORMASI CARA PANDANG & GAYA HIDUP SEKSUALITAS DALAM KEKRISTENAN):

MENGAPA GERAKAN SEKSUALITAS ALKITABIAH PENTING?

1.DOSA SEKS/ Dosa percabulan yang dipaparkan Alkitab adalah DOSA yang menjadi PERHATIAN SERIUS oleh Allah (DOSA SEX BERBEDA DENGAN DOSA LAINNYA)
Dalam 1 Korintus 6:18 dipaparkan bahwa :” Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri .” Memberikan pengertian bahwa segala bentuk dosa (mencuri, membunuh, merampok, berbohong, mencari muka, Korupsi, dll) yang dilakukan manusia atau seseorang selain dosa seks/percabulan adalah tindakan yang biasanya terpaksa dilakukan karena desakan-desakan/tekanan-tekanan dari kebutuhan hidup manusia atau orang lain di lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, ketika seorang perampok tertangkap dalam melakukan kejahatannya, biasanya alasan dia melakukannya karena telah di-PHK oleh perusahaan dan sudah beberapa bulan ini menganggur dan tidak ada penghasilan yang diperoleh. Ditambah lagi dengan kebutuhan keluarganya (istri dan anak) yang juga membutuhkan biaya untuk dicukupi. Akhirnya dia terpaksa ikut melakukan perampokan. Misalnya dia ada pekerjaan dan mendapatkan gaji dalam pekerjaannya maka untuk melakukan tindakan kriminal dengan merampok tidak akan terpaksa dilakukannya. Prinsip yang sama juga berlaku dengan dosa mencuri, membunuh, dsb. Tetapi dosa seks/percabulan tidaklah demikian, sebab dorongan melakukan tindakan seksualitas yang tidak berkenan bukan karena dorongan/tekanan/tawaran dari luar dirinya. Tetapi justru karena keinginan berasal dari dalam diri sendiri dari seseorang. Karena Seks adalah kebutuhan DASAR manusia. Dan jika ada tawaran/godaan seks dari luar jika tidak kuat iman/menahan nafsu, maka justru mempercepat terjadinya Dosa seks/percabulan, ibarat percabulan terjadi seperti ANAK PANAH yang telah dilepaskan dari BUSUR-nya. Artinya anak panah yang telah dilepaskan tidak akan bisa untuk kembali atau berhenti di tengah jalan dan anak panah tersebut akan melesat dengan cepat kepada sasaran dan tak akan terhentikan. Inilah ciri dari dosa Percabulan. Dalam Galatia 5:19 :” Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,….”. Memberikan pengertian bahwa perbuatan daging/dosa yang paling pertama disebut dan dipaparkan adalah DOSA PERCABULAN/SEKS. Dan ini bukan kebetulan, tetapi jelas DOSA SEKS/PERCABULAN berbeda dengan dosa yang lain yang dilakukan manusia. Dosa percabulan menjadi PERHATIAN SERIUS oleh Kristus. Dan ini sesuai dengan DEFINISI dari kekuatan SEKS/CINTA (nafsu birahi) dalam Kidung Agung Salomo 8:6 :” ….., karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!” Betapa kuat dan dahsyat dorongan seksualitas manusia itu !!

2. Kesalahan dalam PRINSIP/PENGERTIAN dan GAYA HIDUP/PERBUATAN HIDUP Seksualitas akan membawa nasib/pilihan hidup orang Kristen ke dalam NERAKA.
Dalam Amsal 7:1-5 (1 Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. 2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. 3 Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu. 4 Katakanlah kepada hikmat: “Engkaulah saudaraku” dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, 5 supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.). Disini dijelaskan bahwa hikmat dan pengertian dalam ajaran dan pengajaran tentang SEKSUALITAS yang benar/Seksualitas Alkitabiah sangat penting, supaya kita dilindungi dari tawaran dan pengajaran serta pengaruh dari Seksualitas Duniawi ( penuh dengan Percabulan); Amsal 7:25-27 :” 25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya. 26 Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya. 27 Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.” Dari Prinsip/Pengertian yang keliru tentang Seksualitas maka akan berdampak kepada tindakan/GAYA HIDUP Seksualitas yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Dan jelas dan secara terang akibat dari perbuatan/tindakan/gaya hidup seksualitas yang salah akan membawa orang tersebut ke dalam NERAKA . Kita harus berhati-hati, baik kita sebagai Hamba Tuhan, Konselor Kristen dan Orangtua dalam pengajaran tentang Seksualitas di dalam Kekristenan, jika keliru mengajar tentang Seks yang bukan Seks Alkitabiah maka baik guru dan murid akan bersama-sama dihadapkan kepada pengadilan Allah dan jangan sampai, ORANG BUTA MENUNTUN ORANG BUTA-KEDUA-DUANYA AKHIRNYA MASUK KE DALAM JURANG!!!

3.Pengajaran Seksualitas di dalam Kekristenan Dewasa ini telah banyak tersusupi/terinfiltrasi paham/filsafat Seks Duniawi.
Tanpa sadar atau mungkin hanya kepentingan PRAGMATIS saja dalam masalah konseling yang berhubungan dengan masalah seksualitas dalam kehidupan orang Kristen baik mulai dari anak-anak, remaja-pemuda, mereka yang akan memasuki pernikahan dan pasangan suami-istri dan bahkan juga dalam buku-buku ROHANI Kristen yang telah ada, mengadopsi hasil-hasil penelitian tentang Seks dari kaum BEHAVIORISME, dimana manusia dijadikan kelinci percobaan tanpa mempedulikan batasan etika dan iman dalam melakukan penelitian tentang Seksualitas Manusia. Ini adalah sumber-sumber tentang Seksualitas yang tidak kudus dan tidak berkenan dihadapan Bapa di Sorga. Bahkan dalam beberapa penanganan tentang masalah seksualitas pasangan suami-istri Kristen, buku-buku Rohani dan Hamba TUHAN pakar dalam masalah keluarga/fokus pada permasalah suami-istri, MENGIJINKAN untuk yang bermasalah dalam kasus tertentu untuk bisa dan bahkan menyarankan menonton VCD PORNO/VIDEO PHONE PORNO atau gambar-gambar PORNO. Dalam pergaulan muda-mudi Kristen juga sudah banyak pengajaran Seks yang tidak Alkitabiah. sehingga membawa kehidupan anak muda Kristen dalam kehidupan seksualitas tidak ada bedanya dengan gaya hidup anak muda kebanyakan yang mengagung-angungkan SEKS tanpa batasan moral/ tanggungjawab moral kepada Allah. Istilah PACARAN sebenarnya tidak layak untuk diadopsi menjadi salah satu tahap dalam pergaulan muda-mudi Kristen. Apalagi dalam beberapa buku rohani Kristen menyebut “Batas-batas PACARAN”, “PACARAN yang sehat”, dll.

KIRANYA KOMENTAR INI DAPAT MENJADI BERKAT DAN DAPAT DIIMPARTASIKAN KEPADA REMAJA/PEMUDA KRISTEN LAINNYA.

SAYA RINDA DAPAT BERBAGI BERKAT DENGAN PELAYANAN KKR/KPR, SEMINAR, CERAMAH, MENTORING KONSELING KRISTEN DALAM SEKSUALITAS ALKITABIAH
SAATNYA GERAKAN SEX ALKITABIAH MENJADI AGENDA YANG SANGAT PENTING BAGI GEREJA TUHAN YESUS DI BUMI INI

JESUS BLESS YOU ALL
PS. EPAFRODITUS HERY ADIYANTO,TH,M

http://www.sexalkitabiah.com/

http://www.tokobuku.sexalkitabiah.com/

http://www.sexalkitabiah.page.tl/

2008 Mei 1 17:50

Posting sebuah Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka
Berlangganan: Posting Komentar (Atom)

About these ads

Responses

  1. ulangan

  2. KO g da ciri pacarannya orang islam

  3. bener bgt pergaulan keluar battas itu bikin ngerusak masadepan

  4. aku suka dengan artikel ini banyak mengajar agar pergaulan tidak melampaui batas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: