Oleh: Mawar | Oktober 17, 2008

Mampu Mengelola dan Menggunakan Media dan Sumber Belajar

Mampu Mengelola dan Menggunakan Media dan Sumber Belajar

Secara umum pendidikan dimengerti sebagai proses pengalihan nilai-nilai dan pengetahuan dari guru kepada peserta didik (siswa). Atau yang lebih dikenal dengan sistem komunikasi. Oleh karenanya, ia lebih luas dari sekedar pengajaran tapi juga mendidik. Sebagai sebuah proses pengalihan (proses Komunikasi). Peserta didik harus ditempatkan sebagai teman berdialog. Bukan sebagai objek kosong yang tidak tahu apa-apa. Peserta didik harus dianggap sebagai orang yang sudah tahu dan bisa yang menyimpan banyak potensi untuk diberdayakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan pendidikan.

Di era modern sekarang ini, perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan dan informasi begitu deras yang setiap orang bisa menikmati seluas-luasnya, berimplikasi pada perubahan cara dan perilaku berfikir masyarakat. Atas dasar tersebut maka perkembangan dan pembenahan dalam sistem pengajaran adalah keharusan. Pembenahan tersebut salah satunya adalah penggunaan alat bantu dalam sistem pengajaran. Istilah tersebut sering disebut sebagai media pengajaran. Media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara/ alat/ sarana untuk komunikasi (dalam proses belajar mengajar), atau dengan kata lain media sebagai teknologi pembawa pesan yang digunakan untuk keperluan pengajaran dan sarana fisik untuk menyampaikan isi materi pelajaran.

Media pengajaran berperan dalam membantu tugas-tugas guru dalam proses belajar mengajar. Media berperan secara langsung untuk mempertinggi proses interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan lingkungannya. Secara umum kegunaan media pengajaran dalam proses pengajaran adalah:

  1. Memperjelas sajian pesan agar tidak terlalu verbalistik dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka.
  2. Mengatasi keterbatasan ruang,waktu dan daya indera.
  3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat di atasi sikap pasif pada peserta didik.
  4. Membantu guru dalam mengatasi perbedaan yang ada pada siswa.

Karena pentingnya media pengajaran dalam proses belajar mengajar maka seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pengajaran, karena dengan pengetahuan dan pemahaman tersebut seorang pengajar akan mampu menentukan media yang dipakai tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, sesuai dengan materi, sesuai dengan metode, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pembelajar dan alat-alat yang dibutuhkan tersebut tersedia dan dapat digunakan dengan baik.

Untuk dapat menggunakan media pengajaran dengan baik dan efisien dalam proses pembelajaran, diperlukan keterampilan dalam memilih media yang akan digunakan, dibutuhkan keterampilan dan keahlian untuk membuat media pembelajaran. Oleh karena itu seorang pengajar (guru) harus berusaha memilih dan membuat media pembelajaran yang dapat memenuhi kriteria-kriteria sebuah media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

Dengan penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar maka akan membantu proses komunikasi antara guru dan siswa, sehingga pesan informasi yang disampaikan akan lebih cepat diserap dan dihayati oleh siswa. Selain itu akan tercipta suasana dan kondisi belajar didalam kelas yang lebih efektif dan efisien, karena media pengajaran memberikan manfaaat bukan saja kepada guru tapi juga siswa, manfaat tersebut antara lain :

  1. Pengajaran akan lebih menarik siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
  2. Bahan pengajaran lebih jelas maknanya sehingga lebih dapat dipahami oleh siswa dan memungkinkan guru menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
  3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal, sehingga siswa tidak cepat bosan, guru kehabisan tenaga dan mareti pengajaran tidak mungkin terjadi.
  4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian pengajar saja, tetapi siswa dapa melakukan aktifitas lain seperti mencatat, mengamati, mendemontrasikan dll.

Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

Jenis sumber belajar. Ada yang membagi menjadi enam jenis dengan rincian pertama, sumber berupa pesan. Kedua, manusia, ketiga peralatan, keempat, bahan kelima, teknik/metode dan keenam lingkungan/setting. Sebagian lain membaginya menjadi dua jenis, pertama sumber belajar yang dirancang (by designed) yaitu sumber belajar yang sengaja dibuat dan dipergunakan dalam suatu proses pembelajaran dengan tujuan tertentu. Contohnya buku, slide, ensiklopedi dan film (VCD). Kedua, sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar yaitu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan/digunakan (by utilization) berada di masyarakat dan tidak dirancang secara khusus. Contohnya pasar, tokoh masyarakat, museum, lembaga pemerintahan dsb.

Daftar Pustaka

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 1989. Media Pembelajaran. Bandung : CV Sinar Baru

Sulistyowati. 2004. Klasifikasi Media Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Materi Kuliah pada Program Akta IV, Media Pengajaran, yang diampu oleh Bapak Hujair Sanaky

Daftar Laman

www.google.com// media pembelajaran..htm

www.google.com// sumber belajar..htm

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: