Oleh: Mawar | Maret 23, 2009

AL QUR’AN SEBAGAI OBAT

AL QUR’AN SEBAGAI OBAT

BAGI ORANG MUKMIN

َالْحمْدُ ِِللهِ َربِّ العَالَمِينَ

َوالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أ َشَْرفِ الأَنْبِيَاءٍوَاْلمُرْسَلِيْنَ

وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينَ أَمَّا بَْعدُ

Hadirin semua pernah sakit khan!!!!!!!!!!!, setelah diobati ternyata tidak sembuh-sembuh, malah sudah banyak keluar uang dan waktu, penyakit justru semakin parah.

Obat penyakit memang cocok-cocokan. Akan tetapi Al Qur’an merupakan obat bagi umat yang beriman. Bagaimana bisa?

Alloh telah berfirman dalam Al Qur’an bahwa :

yang artinya ; “Dan telah kami turunkan Al Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang yang beriman.”

Ketika Alloh sudah berjanji apakah akan mblenjani janji. Kita sebagai umat beriman sudah sewajarnya percaya seratus persen.

Apakah hadirin sudah bisa membaca al qur’an.?

Kalau saya malah belum bisa membaca Al Quran, masih terus belajar dan masih plegak- pleguk dan ting pecothot le moco. Wajar khan. Khan masih kecil jadi tidak malu – maluin. Kita tidak perlu malu tidak bisa membaca AL Quran akan tetapi kita harus malu kalau tidak mau belajar dan mempelajari Al Qur’an. Wong itu adalah kitab suci kita. Betul hadirin? Betul tidak?

Bagaiman bisa Al Qur’an; bisa menjadi obat ?

Ketika Al Quran belum diturunkan, masyarakat jahiliah Makkah sangat parah peri kehidupannya, mereka mengidap penyakit sosial. Membunuh bayi perempuan, memakan riba, merampok, memperbudak manusia, dan memperkosa serta penyakit-penyakit masyarakat jahiliah lainnya. Setelah turun Al Qur’an sedikit demi sedikit peyakit itu mulai hilang, perbudakan hilang secara jelas. Al Qur’an benar-benar sebagai perubah peradaban yang gemilang. Menghormati tamu, mengormati tetangga, menyantuni anak yatim, menyantuni fakir miskin, menghormati orang tua, mengasihi anak kecil, semuanya telah diajarkan dalam Al Qur’an. Lha apa yang terjadi sekarang?, riba meraja-lela, anak yatim banyak yang terlantar, tamu dicuekin saja, tetangga dianggap musuh besar, anak berani sama orang tua, bahkan ada anak membunuh orang tua sendiri, orang tua menelantarkan anaknya. Mengapa kita tidak kembali pada Al Qur’an? Hadirin mau khan kembali kepada Al Qur’an?

Bapak Ibu Jamaah semuanya, suka Al Quran tidak ? kalau suka mari kita nyanyikan lagu tombo ati, diikuti ya hadirin;

Tombo ati iku ono limang perkoro

Kaping pisan moco Qur’an sak maknane

Kaping pindo dzikir wengi ingkang suwe

Kaping telu sholat wengi lakonono

Kaping papat weteng iro ingkang luwe

Kaping limo wong kang sholeh kumpulono

Salah sawijine sopo biso ngelakoni

Insya Alloh Gusti Pangeran nyembadani

Kalau mau tidak sakit hati, baca Qur’an saja sambil memikirkan maknanya. Pasti sembuh… Mudah khan.

Setiap penyakit pasti ada obatnya, kalo yang paling parah berarti obatnya mati. Dan jelas Alloh sudah menunjukkan kepada kita untuk berobat dengan menggunakan Al Qur’an. Mari temen-temen tetap semangat belajar Al Qur’an yang merupakan obat bagi diri kita.

وَاللهُ اْلمُوَافِقْ اَِلى أَقْوَامِ الطَّا رِقْ , وَالعَفْوُ مِنْكُمْ

وَالسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

About these ads

Responses

  1. mantab ni isinya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: