Oleh: Mawar | Maret 23, 2009

PEMBERDAYAAN TAKMIR MASJID

PEMBERDAYAAN TAKMIR MASJID

1. PENDAHULUAN

Ketika berbicara mengenai kemakmuran masjid maka pikiran kita terbayang penuh sesaknya orang di masjid seperti yang kita lihat di Masjid Al Haramain (Masjid Makkah Al Mukaramah dan Madinah Munawaroh yang terletak di kota suci Makkah dan Madinah). Dua Masjid itu senantiasa dipenuhi oleh para jama’ah setempat maupun para peziarah yang berdatangan dari penjuru yang jauh (fajjin ‘amiq) dari negeri-negeri di dunia ini. Masjid secara bahasa adalah tempat sujud, secara terminologi adalah setiap tempat yang memungkinkan untuk beribadah kepada Alloh dan sujud kepadaNya di tempat itu. Masjid merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki umat Islam, karena orang-orang sebelum umat Islam hanya melakukan sholat di suatu tempat yang sudah dipastian kesuciannya. Sementara umat Islam diistimewakan dengan diperboleh melakukan sholat di seluruh bagian bumi, kecuali pada tempat yang sudah pasti ada najis di tempat itu.

Nabi bersabda :

وجعلت لى الأرض مسجدا وطهورا

“Bumi dijadikan untukku sebagai masjid dan alat bersuci.’(Mutafaqun ‘Alaihi, Al Misykah, juz II, no. 5747)

Dari ‘Aisyah bahwa rasululah SAW. bersabda ketika beliau dalam keadaan sakit,

لعن الله اليهود والنصارى اتخذ وا قبور انبيا ئهم مساجد

“ Alloh akan mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid (rumah tempat badah) mereka” (Muttafaqun ‘alaihi, Al Misykah, juz I no. 712)

2. Fungsi Masjid

Alloh berfirman dalam QS An Nur (24) : 36-37) yang merupakan fungsi masjid yaitu; “Bertasbih kepada Alloh di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Alloh, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan dari membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.”

3. Takmir Masjid

Kepengurusan organisasi masjid sekurang-kurangnya adalah terdiri dari;

1.1. Ketua

1.2. Sekretaris

1.3. Bendahara

1.4. Ketua Bidang Imarah (Kemakmuran msjid)

1.5. Ketua Bidang Ri’ayah (Pemeliharaan masjid)

1.6. ketua bidang Idarah (Administrasi masjid)

 

BID. IDARAH

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–>

KETUA

BENDAHARA

IMAM/PENASEHAT

SEKRETARIS

BID . IMARAH

SEKSI

Dokumentasi

Pend & Ketrampilan

Perpustakaan

PHBI & Dakwah

Sosial kemasyarakatan

Remaja Wanita

BID. RI’AYAH

SEKSI

Keamanan

Pembangunan/Rehab

Pemeliharaan/Rehab

Pemel. /Kebersihan

Perlengk/ Peralatan

Pemel. Taman/Lingk. Masjid

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>

4. Administrasi Masjid

a. Wilayah Jama’ah

Wilayah jama’ah yakni wilayah yang dihuni oleh anggota jama’ah masjid tertentu. Data jama’ah ini sangat penting karena pengurus Masjid mempunyai kewajian membina jama’ah yang secara rutin memakmurkan masjid. Dalam hal ini Pengurus Masjid akan dapat mengetahui dengan pasti wilayah dan jumlah jama’ah termasuk ujud keluarga yang tinggal di wilayahnya.

b. Data Jama’ah

Setiap jama’ah didata dalam sebuah buku data atau angota jama’ah yang disebut buku jama’ah. Buku ini berisi nama, umur, tempat tanggal lahir, pendidikan, pekerjaan keahlian/ ketrampilan khusus, alamat serta keterangan lain yang lain misalnya golongan darah.

Contoh :

No

Nama

Tempat/

Tangal lahir

Pendidikan

Pekerjaan

Keahlian dan ketrampilan

Alamat

Ket

1

2

3

4

5

6

7

8

c. Data Potensi Jama’ah

Jama’ah masjid adalah potensi bagi kemajuan masjid karena pada Jama’ah berhimpun beberapa orang dengan keahlian dan profesi yang berbeda-beda. Contoh:

No

Nama

No Rumah

Pekerjaan

Potensi/Keahlian Yang dimiliknya

Ket.

1

2

3

4

5

6

Rekapitulasi Kondisi Jama’ah;

No

Kondisi jama’ah

Jumlah

RT…..

Wilayah

RT…..

RT……

Jumlah

Ket.

1

2

3

4

5

6

7

1.

Ibadahnya Plus Ekonominya -

2

IbadahnyaPlus Ekonominya +

3

Ibadahnya sedangEkonominya sedang

4

Ibadahnya sedangEkonominya +

5

Ibadahnya minimEkonominya +

6

Ibadahnyan minimEkonominya -

5. Pembinan Jama’ah

Meliputi; Pembinaan Agama dan Kerohanian, Pembinaan Kegiatan Sosial, Pembinaan Ketrampilan Berwirausaha.

6. Layanan Masjid

Maliputi;

a. Layanan Ibadah, yaitu; sholat rowatib, sholat sunnat, sholat ied, Sholat jum’at, bimbingan ibadah haji,Menghitung zakat,

b. Layanan Pendidikan, yaitu; Pendidikan Agama Islam, TKA, TPA, Ta’limul Qur’an, Kuliah Tujuh Menit, Pembinaan Remaja, Majlis taklim,

c. Layanan pendidikan lainnya, melipuiti; Kursus Ketrampilan, Kursus Bahasa, Tentir/mentoring, Perpustakaan masjid

d. Layanan Sosial keagamaan, meliputi; Akad nikah/walimatul ‘urusy, Khitanan, kelahiran, syukuran, Takziah sakit, Takziah kematian, Pembinaan keluara sakinah

e. Layanan Kesehatan, meliputi; Balai pengobatan/klinik, Kartu Sehat bagi Jama’ah, Donor Darah,

f. Layanan Ekonomi Jama’ah, meliputi; usaha wartel, pertokoan, bimbingan usaha kecil, bank syari’ah, Koperasi simpan pinjam, Pembelian barang dengan angsuran.

g. Layanan informasi, melipuiti; Buletin jum’at, Papan pengumuman / laporan Infaq jum’at, majalah dinding, Mas Media cetak.

Tugas takmir masjid seperti dalam Al Qur’an surat At Taubah ayat 18 ;

Artinya; “Hanyalah orang-orang yang memakmurkan masjid masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat,

About these ads

Responses

  1. nfhjdk


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: