Oleh: Mawar | Maret 24, 2009

KEMULIYAAN HAJI MABRUR DAN KIAT-KIAT MELESTARIKANNYA

KEMULIYAAN HAJI MABRUR DAN KIAT-KIAT MELESTARIKANNYA

I. MUQODDIMAH

Tujuan utama setiap orang yang melaksanakan ibadah haji adalah tercapainya haji mabrur. Nilai kemabruran haji itu sendiri akan nampak setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji. Dimana perubahan sikap mental dan amaliyah kesehariannya lebih baik dari sebelum menunaikan haji.

II. KEMULYAAN-KEMULYAAN YANG DIBERIKAN

Di samping itu Allah juga memberikan kemulyaan berupa jamuan-jamuan kepada haji mabrur. Kesemuanya itu harus dijaga dalam rangka melestarikan kemabruran haji, antara lain :

  1. Menjadi orang yang dibanggakan Allah kepada para malaikat dan semua makhlukNya, dan otomatis menjadi orang yang diangkat derajatnya oleh Allah diatas yang lainnya. Sebagaimana hadis :

اِنَّ اللهَ يُبَاهِى بِأَهْلِ عَرَفَاتٍ مَلاَئِكَةَ السَّمَاءِ. (رواه ابن حبان وأحمد عن أبى هريرة)

“Sesungguhnya Allah berbangga dengan malaikat-malaikat di langit tentang orang-orang yang sedang wuquf di Arafah”.(HR. Ibnu Hibban dan Ahmad dari Abu Huroiroh)

Maka kita jaga baik derajat itu, jangan kita sia-siakan. Menjaga derajat itu antara lain dengan jalan:

a. Banyak menuntut ilmu-ilmu agama (mengaji, membaca buku-buku dan kitab-kitab agama dsb.)

b. Melakukan sholat tepat waktu, usahakan dengan berjamaah di masjid serta memperbanyak melakukan sholat-sholat sunat.

c. Cara berpakaian dengan menggunakan busana yang Islami (menutup aurat), termasuk anak-anak dan keluarga.

d. Dalam berbicara menjaga kesopanan, tidak suka menyakiti orang lain.

e. Berperilaku dermawan, baik harta, tenaga, profesi, atau ilmu.

f. Berperilaku tawadhu’ (rendah hati), sederhana, tidak mengedepankan ananiyyah (egoisme), menerima dan menghargai pendapat orang lain.

2. Dosanya diampuni oleh Allah swt

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh, Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلمَ ْيَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ ( رَوَاهَ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ )

” Barangsiapa melakukan ibadah haji dan dia tidak rofats ( berkata kotor / saru, tidak jima’ / berkumpul dengan istri pada waktu terlarang) serta tidak maksiyat/fasiq, maka dia akan kembali seperti pada saat dia dilahirkan oleh ibunya (bebas dari dosa) “. (HR. Bukhori dan Muslim).

Untuk itu kita jaga baik-baik supaya tidak melakukan dosa-dosa baru atau kita perbanyak bertaubat dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah SWT.

3. Doa-doanya dikabulkan oleh Allah

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

خَمْسُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ : دَعْوَةُ الْحَاجِّ حَتَّى يَصْدُرَ, وَدَعْوَةُ اْلغَازِيِّ حَتَّى يَرْجِعَ, وَدَعْوَةُ اْلمَظْلُوْمِ حَتَّى يُنْصَرَ, وَدَعْوَةُ اْلمَرِيْضِ حَتَّى يَبْرَأَ, وَدَعْوَةُ اْلأَخِ لِأَخِيْهِ بِاْلغَيْبِ. أَسْرَعُ هَؤُلآءِ إِجَابَةً دَعْوَةُ اْلأَخِِ ِلأَخِيْهِ بِاْلغَيْبِ ( حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ مِنْ حَدِيْثِ سَعِيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ )

” Lima macam doa yang tidak ditolak oleh Allah : 1. doanya orang haji, 2. doanya orang yang berperang ( fi sabilillah ), 3. doanya orang yang di dholimi / teraniaya, 4. doanya orang yang sedang sakit, 5. doanya orang yang mau mendoakan saudaranya yang sedang tidak ada dihadapannya. Di antara ke-5 kelompok tersebut yang paling cepat dikabulkan oleh Allah adalah doanya orang yang mau mendoakan saudaranya yang sedang tidak ada dihadapannya. ( Hadits Shohih dari haditsnya Sa’ad bin Jubair )

4. Ongkosnya akan diganti oleh Allah swt

Sabda Nabi SAW :

الْحُجَّاجُ وَاْلعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ إِنْ سَأَلُوْا أُعْطُوْا وَإِنْ دَعَوْا أُجِيْبُوْا وَإِنْ أَنْفَقُوْا أُخْلِفَ عَلَيْهِمْ (خَرَّجَهُ تمَاَمُ الرَّازِيِّ ) (“لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ”, ص. ۱۳ للسيد محمد بن علوي المالكي الحسني)

“Orang yang haji dan umroh adalah duta-duta Allah. Maka bila mereka memohon akan diberi, bila mereka berdoa dikabulkan, bila mereka infaq ( mengeluarkan nafkah/biaya ) akan diganti ”

( HR Tamam Ar-Rozi, Lihat kitab Labbaikallohumma Labbaik, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, hlm. 13 )

Untuk itu, sepulang dari menunaikan ibadah haji kita haruslah tetap rajin bekerja untuk selalu memohon rizqi dari Allah untuk berjuang dan beribadah kepada Allah.

5. Bisa memberi syafa’at 400 orang dari keluarganya

Riwayat dari Abu Musa Al-Asy’ari :

الْحَاجَُ يُشَفِّعُ فِيْ أَرْبَعِمِائَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ : وَشَفَّعَ فِيْمَنْ دَعَا لَهُ.

” Haji itu bisa memberi syafa’at (pertolongan) kepada 400 orang dari keluarganya.

Dalam riwayat lain dikatakan: Bisa memberi syafa’at kepada orang yang mau mendoakan kepadanya.

Untuk itu, mari kita mengajak sebanyak–banyaknya teman untuk diajak beramal sholih dan beribadah kepada Allah.

6. Pahalanya dilipat-gandakan

Sabda Nabi SAW :

صَلاَةٌ فِيْ مَسْجِدِيْ هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيْمَا سِوَاهُ اِلاَّ اْلمَسْجِدِ الْحَرَامِ, وَصَلاَةٌ فِيْ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ اَلْفِ صَلاَةٍ فِيْمَا سِوَاهُ (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَابْنُ حُزَيْمَةُ وَاْلحَاكِمُ)

” Sholat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1000 kali dibandingkan sholat di masjid lainnya kecuali Masjidil Harom. Dan sholat di Masjidil Harom lebih utama 100.000 kali dibandingkan sholat di masjid lainnya “. (HR. Ahmad, Ibnu Huzaimah, dan Hakim)

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda :

وَإِنْفَاقُ الدِّرْهَمِ اْلوَاحِدِ فِيْ ذَلِكَ اْلوَجْهِ يَعْدِلُ أَرْبَعِيْنَ أَلْفًا أَلْفًا فِيْمَا سِوَاهُ

“Berinfaq/mengeluarkan biaya satu dirham untuk kepentingan tersebut (haji) sebanding dengan mengeluarkan 40 juta dirham untuk kepentingan yang lainnya “.

Keterangan. : Kelipatan-kelipatan pahala tersebut tidak terbatas sholat dan infaq saja, tetapi juga mencakup semua bentuk-bentuk ibadah dan amal-amal sholih lainnya, seperti thowaf sunat, umroh sunat, membaca Al-Qur’an, menolong orang lain, sholat-sholat sunat, dan lain-lain.

Untuk itu, pahala-pahala besar yang telah kita peroleh harus kita jaga, kita lestarikan, jangan kita rusak atau kita kurangi dengan perbuatan-perbuatan maksiyat setelah haji. Tentu harus kita bentengi dengan kita teruskan bahkan kita tambah dengan melakukan amal-amal baik di tanah air ini.

7. Telah disediakan pahala sorga

Sebagai umat yang telah dijamin menjadi ahli sorga, tentu kita harus berciri khas ahli sorga, dan jauh dari ciri-ciri ahli neraka.

Sabda Nabi SAW sebagaimana di riwayatkan oleh Jabir r.a. :

الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ اْلجَنَّةُ ( رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ )

” Haji mabrur pahalanya tidak lain adalah sorga “. ( HR. Ahmad dan Thobroni )

Ada seorang sahabat Nabi yang bertanya mengenai tanda kemabruran haji :

قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا بِرُّ الْحَجِّ؟ قَالَ : إِطْعَامُ الطَّعَامِ, وَطِيْبُ اْلكَلاَمِ, وَ إِفْشَاءُ السَّلاَمِ (كَشْفُ اْلغُمَّةِ )

“Wahai Rasulullah apakah (tanda) kemabruran haji itu ? Beliau bersabda : Memberi makanan (bantuan sosial, kedermawanan), baik ucapan (lemah lembut, tidak kasar, arogan), dan menebarkan kedamaian (mencari banyak teman untuk kebaikan dan menghilangkan permusuhan)”.

Menurut Hasan ciri-ciri haji mabrur itu, apabila seseorang pulang dari ibadah haji dia bertambah semangat untuk mencintai akhirat daripada menghiraukan dunianya.

Dalam kitab Subulussalam disebutkan : Haji mabrur ialah hajinya diterima oleh Allah; ia tampak perubahannya setelah menunaikan ibadah haji perilakunya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

III. PENUTUP.

Anjuran/ Taushiyyah :

Biasakan memakai sorban pada waktu mengerjakan sholat dan kegiatan ibadah-ibadah lainnya. Sabda Nabi saw :

صَلاَةُ تَطَوُّعٍ بَعِمَامَةٍ تَعْدِلُ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ صَلاَةٍ بِلاَ عِمَامَةٍ. وَجُمْعَةٌ بِعِمَامَةٍ تَعْدِلُ سَبْعِيْنَ جُمْعَةٍ بِلاَ عِمَامَةٍ ( رَوَاه اْبنُ عَسَاكِرِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ )

” Sholat sunat memakai sorban sebanding dengan 25 kali sholat sunat tanpa sorban. Sholat jum’at dengan memakai sorban sebanding dengan 70 kali sholat jum’at dengan tanpa memakai sorban “.

Sabda Nabi saw :

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى أَصْحَابِ اْلعَمَائِمِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya membacakan sholawat (mendoakan bertambahnya rohmat) kepada orang-orang yang memakai sorban waktu sholat jum’at”.

About these ads

Responses

  1. cukup bagus supotr nya….namun mohon tolong diricek kembali keabsahan hadits yang dimuat dalam tulisan saudara, karena sy ada bebrapa hadits tanpa sanad dan rawi supaya gamblang dan jelas…syukuran

  2. Assalamu’alaikum, mohon izin mengambil ilmunya, semoga ikhlas dan manfaat


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: