Oleh: Mawar | Maret 15, 2011

PEKAN KONDOM NASIONAL DIPROTES

Pekan kondom nasional mendapat respon protes dari banyak pihak, antara lain:
1.Ustadz Yusuf Mansur
Pekan Kondom Nasional meresahkan ulama, termasuk Pimpinan Ponpes Daarul Quran Bulak Santri, Ustaz Yusuf Mansur yang geram mendengar kabar tersebut. Ia membandingkan dengan penundaan penggunaan jilbab untuk polwan Muslimah.

“Jilbab ditunda2… Kondom malah dibebaskan sebebas2nya… Innaa lillaah… Innaa lillaah… Innaa lillaah, ” tulis Ustaz Yusuf dalam Twitter pribadinya @Yusuf_Mansur.

Ustaz berusia 36 tahun ini bahkan mengaku merasa jijik dengan program Pekan Kondom Nasional yang digelar Kementerian Kesehatan tersebut. “Tiba2 saya merasa jijik hari ini dengan negara ini… Semoga dtgnya maghrib sebentar lagi, nyaman lagi hati saya, setelah shalat nanti…”

“Tapi saya percaya. Ini kelalaian saja. Bukan kesengajaan. InsyaaAllah kita bawa menjadi doa, atas semua pemandangan&rasa…”

Ustaz asli Betawi itu melanjutkan, “Masa skrng negara lsg yg berupaya bagus, baik, malah memilih cara yg ga bagus. Yusuf Mansur mau nerima, bljr, &menyempurnakan… Negara?”
(http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/03/mx7mp1-ustaz-yusuf-mansur-jilbab-ditunda-kondom-malah-dibebaskan, diakses tgl 3-12-2013 jam 18.00)

Pimpinan Ponpes Daarul Quran Bulak Santri, Ustaz Yusuf Mansur mempertanyakan dimana naluri Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang menjalankan program Pekan Kondom Nasional.

Dalam program tersebut, Kemenkes membagi-bagikan kondom gratis kepada para pelajar dan mahasiswa. “Yg saya msh ga ngerti, jika benar, maka menkes adalah seorang perempuan… Seorang nenek, yg pastinya seorang ibu. Koq bisa memasang gambar seorang artis berpose panas menantang… Di mana naluri keperempuanannya? Keibuannya? Yaa Allah…” tulis Ustaz Yusuf dalam Twitter pribadinya @Yusuf_Mansur.

Ustaz berusia 36 tahun itu berdoa agar menyelamatkan anak keturunan bangsa Indonesia dari bahaya AIDS.

“Selamatkan kami yaa Allah… Selamatkan anak2 keturunan kami… Jangan buat kami ga percaya sama pemerintah kami. Kami msh sayang sama mrk.”

“Saya saja, ustadz yusuf mansur, punya niat mulia, bagus, dlm membangun ekonomi berjamaah, hrs lwt cara2 yg bener menurut negara…”

“Yaa Allah, beri hidayah, beri petunjuk, semua yg ingin menyelamatkan negara, trmasuk dari aids. Dg melakukan cara2 yg benar…”
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/03/mx7m7a-ustaz-yusuf-mansur-pertanyakan-naluri-keibuan-menkes diakses tgl 3-12-2013 jam 18.00

2.PPP
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PPP Irgan Chairul Mahfiz meminta agar Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi membatalkan Pekan Kondom Nasional 2013. Menurutnya hal itu perlu dibatalkan karena justru akan merusak moral generasi muda, Selasa, (3/12).

“Jika generasi muda dibebaskan dalam mendapatkan kondom dikhawatirkan mereka terjebak pada pergaulan bebas. Selama ini, DPR terus menggalakkan sosialisasi mengenai keluarga berencana dan mengurangi angka pernikahan usia dini,” ujar Irgan.

Namun, kata Irgan, dengan pemerintah menggelar pekan kondom nasional, sosialisasi keluarga berencana malah menjadi kurang efektif. PPP akan memanggil menkes untuk meminta penjelasan atas persoalan ini.

“Tugas ke depan adalah menjaga moralitas generasi bangsa. Jangan malah merusak moral melalui kegiatan-kegiatan yg merangsang mereka pada pergaulan bebas,” ujar Irgan.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/03/mx7m7a-ustaz-yusuf-mansur-pertanyakan-naluri-keibuan-menkes diakses tl 3-12-2013 jam 18.00

3. MUI Jawa Timur

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menolak program Pekan Kondom Nasional yang digagas Kementerian Kesehatan dan diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) pada 1-7 Desember ini.

“Kami tegas menolak kegiatan pekan kondom nasional di Jatim. Kegiatan ini sama saja melegalkan dan membiarkan seks bebas,” ujar Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Buchori di Surabaya, Senin (2/12).

Menurut dia, tujuan pencegahan virus HIV/AIDS bukan dengan membagikan kondom-kondom gratis ke masyarakat, karena hal ini justru akan semakin mendorong remaja-remaja melakukan seks bebas. “Bisa saja masyarakat akan mengartikan amannya sebuah seks bebas karena sudah aman setelah memakai kondom. Inilah nantinya yang dikhawatirkan dan justru AIDS akan berkembang,” kata dia.

Seharusnya, kata dia, kegiatan yang dilakukan bersifat mendidik atau edukasi, di antaranya memberikan penyuluhan soal reproduksi dan pendidikan seks bagi masyarakat, bukan malah kampanye penggunaan kondom.

Abdussomad juga mengungkapkan sebagai bentuk pencegahan penularan HIV/AIDS maka yang harus dilakukan adalah membuat peraturan ketat mencegah seks bebas, sebab sumber penyakit HIV/AIDS adalah pergaulan bebas.

“Di Jatim, kami bekerja sama dengan Pemprov terus berusaha menutup lokalisasi. Hingga kini, tercatat sudah sekitar 70 persen lokalisasi ditutup,” katanya.

Sebagai bentuk penolakan, pihaknya membuat surat edaran yang ditujukan pada MUI kabupaten/kota se-Jatim untuk menolak pekan kondom nasional. Selain itu, pihaknya akan mengirim surat ke instansi terkait penolakan pembagian kondom pada masyarakat
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/12/02/mx6k33-mui-jatim-kondom-legalkan-seks-bebas diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00)

4. Fraksi PKS Bekasi

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, menilai, program Pekan Kondom Nasional yang digelar Kementerian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional tidak efektif.

“Program penanggulangan AIDS di Indonesia harus dilaksanakan berdasarkan pertimbangan norma sosial, agama, dan budaya agar tidak muncul perdebatan di tengah masyarakat,” ujar Anggota FPKS DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, di Bekasi, Senin (2/12).

Hal itu diungkapkannya menyikapi resistensi sebagian masyarakat terhadap Pekan Kondom Nasional yang sedianya akan dilaksanakan pada 1 hingga 7 Desember 2013 di sejumlah kota besar di Indonesia.

“Saya sepakat dengan pernyataan sikap Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA) yang menolak program tersebut karena justru akan memicu terjadinya perilaku seks bebas pada kalangan anak muda,” katanya.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/12/02/mx6j0q-pks-pekan-kondom-nasional-picu-perilaku-seks-bebas diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00)

5.Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait, menilai pembagian kondom gratis kepada pelajar yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merupakan langkah yang tidak strategis.

Menurutnya, apabila program itu digunakan sebagai strategi dalam menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS, maka pembagian kondom itu tidak strategis dan rawan disalahtafsirkan. “Dengan membagi-bagikan di jalan itu tidak strategis dan rawan disalahtafsirkan karena seolah-olah (program pembagian kondom gratis) mendorong untuk melakukan seks bebas,” kata Aris saat dihubungi, Senin(2/12).

Aris menambahkan, upaya edukasi penanggulangan HIV/AIDS memang perlu dilakukan terhadap para pelajar. Akan tetapi, katanya, tidak dengan membagi-bagikan kondom di jalan. “Strateginya bisa dengan memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya atau edukasi kepada pelajar tentang bahaya HIV/AIDS.”

Seperti diketahui, Kemenkes menggelar acara bertajuk Pekan Kondom Nasional selama satu pekan, mulai 1-7 Desember dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia. Salah satu program kegiatan ini juga diikuti dengan membagi-bagikan kondom secara gratis kepada anak muda.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/02/mx6fet-kpai-menilai-pembagian-kondom-gratis-tak-strategis diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00

6. Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ledia Hanifa Amaliah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ledia Hanifa Amaliah, mengecam Pekan Kondom Nasional yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai upaya mencegah penyebaran HIV-AIDS.

“Pilihan strategi kampanye pencegahan HIV-AIDS dengan cara tersebut kurang tepat,” kata anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut di Jakarta, Senin (2/12). Penggunaan istilah Pekan Kondom Nasional saja sudah menjelaskan keinginan pemerintah untuk menyosialisasikan penggunaan kondom dalam hubungan seksual.

Kampanye penggunaan kondom dimaksudkan untuk mencegah merebaknya penyebaran HIV-AIDS dari mereka yang berperilaku seksual beresiko atau dari penderita HIV-AIDS. Namun, ketika strategi kampanye ini menggunakan bus yang berjalan di area publik bahkan masuk ke area publik umum, sangat disayangkan.

“Cobalah dikaji secara jernih oleh Kemenkes, pilihan gambar dari bus kampanye ini menempatkan perempuan dengan tampilan yang sensual. Tampilan ini bisa masuk ranah melecehkan perempuan,” katanya. Ditambah lagi dengan program membagi-bagikan kondom secara gratis, bahkan masuk ke lingkungan pendidikan atau kampus.

Ledia mengingatkan, semakin hari banyak kalangan ibu rumah tangga terpapar HIV-AIDS dari suaminya. Lantas anak terpapar HIV-AIDS dari ibunya. Karena itu, kampanye penanggulangan HIV-AIDS harus dibuat dengan bijak dan tepat sasaran. Meski semua kelompok masyarakat harus disadarkan akan bahaya penyakit ini pilihan kampanyenya tetap harus selektif.

Ia mencontohkan, bagi masyarakat umum misalnya harus digalakkan kampanye soal pentingnya bergaya hidup sehat dan sesuai ajaran agama serta tepat bersikap dalam menghadapi ODHA. Sementara bagi para ODHA dan mereka yang rawan terkena penyakit HIV-AIDS disosialisasikan untuk terus memilih cara hidup sehat dan sesuai ajaran agama, meninggalkan perilaku seksual berisiko dan terakhir barulah soal penggunaan kondom.

“Kami meminta Kemenkes menghentikan program Pekan Kondom Nasional ini dan mengevaluasi strategi penanggulangan HIV-AIDS yang ada,” kata Ledia.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/02/mx6da5-anggota-dpr-kecam-pekan-kondom-nasional diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00

7. Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas

Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengecam keras upaya Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi membagikan kondom secara gratis ke khalayak umum. Menurut dia, walaupun pekan kondom nasional ini tujuannya baik, tapi penyalahgunaannya lebih besar dan berbahaya.

“Ini sama saja memudahkan orang untuk berzina,” kata Yunahar di Jakarta, Senin (2/12).

Yunahar menilai sekarang tidak adalagi yang bisa memberi sanksi orang berzina selain penyakit HIV AIDS itu. Berzina sudah sangat bebas, sanksi sosial di masyarakat sudah mulai luntur, hukum KUHP pun tidak bisa memberi sanksi karena alasan suka sama suka.

Ini pun diperparah ketika pemerintah malah membagi-bagikan kondom. “Ini seperti melegalkan, mengajak orang berzina. Jadi tinggal hukum Allah dengan penyakit itu,” ujar Yunahar.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/02/mx6a0y-ketua-pp-muhammadiyah-komentari-program-kondom-gratis diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00

8. Menteri agama RI

Program membagikan kondom yang digagas Menteri Kesehatan (Menkes) dalam pekan kondom nasional terus menuai kritik dan kecaman dari masyarakat. Bahkan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali pun turut mengkritik program bagi-bagi kondom ini.

Menurut Suryadharma, program pembagian kondom gratis dalam rangka menekan angka penyebaran HIV AIDS rawan disalah tafsirkan. “Ini rawan disalahtafsirkan khususnya bagi generasi muda membebaskan hubungan seksual asal menggunakan kondom,” katanya kepada Republika di Jakarta, Senin (2/12).

Suryadharma mengimbau yang perlu diingat dan paling penting adalah penanaman kesadaran individual. Yakni melalui pendidikan agama dan penguatan moral generasi muda.

Selain itu, yang paling penting adalah pemahaman bahaya hubungan seks secara bebas, yang akan terjangkitnya penyakit HIV AIDS. “Bukan membagikan kondom,” lugas Suryadharma.

Bila pemahaman dan kesadaran individual seperti itu tidak diberikan, maka pembagian kondom itu wajar bila disalah tafsirkan sebagai pembolehan hubungan seks asalkan menggunakan kondom. Suryadharma mempertanyakan pembagian itu sebenarnya ditujukan untuk siapa?

“Sekarang siapa sih yang menggunakan kondom, biasanya mereka yang melkukan hubungan seks di luar nikah. Kalau suami istri sangat jarang memprioritaskan menggunakan kondom,” ujar Suryadharma.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/02/mx66x0-menag-komentari-program-bagibagi-kondom diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00

9.Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa,

Gerakan pekan kondom nasional yang dicanangkan pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, terus menuai kontroversi.

Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menilai gerakan pekan kondom nasional ini bisa salah arah dan salah sasaran.

“Gerakan ini bisa fatal bila membagikan kondom ke kalangan yang bukan bagian dari komunitas yang berisiko penyakit menular seksual (PMS),” ujar Khofifah kepada Republika Online, Senin (2/12).

Menurut dia, alih-alih membuat kalangan muda menghindar dari penyakit HIV AIDS, tapi malah mengenalkan mereka ke aktivitas seks bebas.

Menurut Khofifah, salah pengertian pembagian kondom gratis ini sangat mungkin terjadi. Terlebih ketika pembagian kondom itu kepada mereka yang bukan dari komunitas seks bebas.

“Kita tahu anak muda itu sangat ingin tahu dan mencoba,” katanya. ”Bagi mereka yang belum kenal, malah jadi penasaran dan free sex terjadi.”
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/02/mx661f-muslimat-nu-pekan-kondom-nasional-bisa-salah-arah diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00

10. PP.Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menaytakan program ‘Pekan Kondom Nasional’ dengan membagi-bagikan kondom gratis kepada para pemuda yang digelar Kementerian Kesehatan menyesatkan.

Bendahara PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mempertimbangkan lagi program tersebut.

“Tolong kegiatan Pekan Kondom Nasional yang digagas Kementerian Kesehatan itu jangan diisi dengan kegiatan bagi-bagi kondom secara gratis kepada pelajar dan mahasiswa,” katanya, Senin (2/12).

Menurutnya, pembagian kondom gratis sama saja menyuruh para pemuda ketika berhubungan badan dengan lawan jenisnya supaya aman maka pakailah kondom. “Ingat mereka masih pelajar belum punya istri,” katanya.

Menurutnya program tersebut akan menyesatkan dan mendorong para pemuda melakukan perbuatan yang tidak terpuji tersebut. “Tolong dihentikan. Masih banyak cara yang bisa ditempuh yang lebih baik dan bermoral yang sesuai dengan falsafah bangsa kita, Pancasila,”
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/02/mx63pf-muhammadiyah-pembagian-kondom-gratis-menyesatkan diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00

11.MUI

Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen geram mendengar program terbaru Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi pada 1-7 Desember 2013, yakni membagi-bagikan kondom gratis kepada para pemuda yang belum menikah.

Pembagian kondom gratis bertajuk Pekan Kondom Nasional itu digelar dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia. Selain untuk memberikan edukasi, program kegiatan ini juga akan memberikan kondom secara gratis pada anak muda.

Menurutnya, program tersebut meresahkan dan menyakiti hati umat Islam karena tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Ia menyebut program tersebut justru menjurus pada pembolehan melakukan perzinahan.

Tengku mengatakan, Menkes memang banyak melakukan program kontroversial, yang tidak sesuai dengan pandangan umat Islam. Sebelumnya, Menkes sengaja menantang umat Islam, yaitu dengan membuat gerakan menolak sertifikasi obat halal dan membuat gerakan menghapuskan khitan atas wanita. “Padahal itu merupakan hak umat Islam,” ujarnya, Senin (2/12).

Menurut Tengku, program membagi-bagikan kondom adalah niat terselubung yakni membolehkan pemuda melakukan perzinahan. “Bagaimana tidak? Orang yang tidak beristeri diberi kondom. Bukankah ini sama dengan memberikan alat untuk berzina?” ujarnya geram.

Ditegaskan Tengku, sial betul negeri ini jika dana masyarakat dipakai untuk menjerumuskan para pemuda penerus bangsa ke dalam dunia perzinahan. Ia berujar, DPR RI atau Presiden harus memanggil Menkes mempertanggungjawabkan dana APBN yg dipakainya serta prosedur yang dipakai apa sudah sesuai dengan mekanisme pengeluaran belanja negara.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/02/mx63ck-mui-pekan-kondom-nasional-menyakiti-umat-islam diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00

12.HTI

Sedikitnya 300 orang remaja muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai menolak pergaulan bebas di depan gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (1/12).

Aksi ini sekaligus untuk memperingati Hari Human Immunodeficiency Virus Infection – Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS) sedunia yang diperingati pada hari ini.

Koordinator Lajnah Khusus Sekolah (LKS) Surabaya Muslimah HTI Siti Zulaikha mengatakan, pihaknya prihatin dengan pergaulan bebas yang semakin marak. Ironisnya kondisi tersebut dianggap seperti makanan sehari-hari.

Dia mencontohkan maraknya pergaulan bebas seperti kasus mucikari pekerja seks komersial (PSK) di Surabaya yang ternyata masih berstatus sebagai pelajar sekolah.

“Tentu kondisi tersebut harus diluruskan. Selain itu, kami prihatin karena persentase penderita HIV-Aids semakin meningkat,” katanya kepada Republika, Ahad (1/12).

Untuk itu, aksi kali ini dilakukan oleh muslimah HTI sebagai kampanye menolak pergaulan bebas dan mengkritik berbagai program pemerintah yang justru membuat pergaulan, seks bebas tumbuh subur.

Selain itu, kata Zulaikha, pihaknya menilai program kesehatan produksi (kespro) remaja dan kondomisasi yang nyata-nyata bersumber dari kapitalisme ternyata terbukti semakin meningkatkan angka pelaku seks bebas remaja dan penderita HIV-Aids.

Ia juga menyayangkan dan menentang pekan kondom nasional yang dilakukan Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) pada 1-7 Desember 2013, dimana dalam kampanye kondom tersebut akan dibagikan kondom secara gratis pada remaja.

Program tersebut dinilai justru mensponsori seks bebas karena remaja akan memperoleh pembenaran bahwa berzina boleh dilakukan asalkan memakai kondom.

“Terlebih secara medis terbukti bahwa kondom nyata-nyata tidak mampu mencegah HIV-Aids. Sehingga bisa dikatakan bahwa Pekan Kondom Nasional adalah pembodohan terhadap masyarakat,” ucapnya.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-timur/13/12/01/mx4765-hti-tentang-pekan-kondom-nasional diakses tgl 3-12-2013 jam 19.00

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: