Oleh: Mawar | April 13, 2011

FOTOGRAFI JURNALISTIK

FOTOGRAFI  JURNALISTIK

Dalam ilmu fotografi dikenal berbagai cabang fotografi yaitu fotografi amatir, fotografi professional, fotografi komersial dan fotografi seni.Fotografi Jurnalistik merupakan salah satu cabang fotografi yang termasuk dalam bidang professional, disamping ada fotografi  ilmu pengetahuan.

Sebuah karya foto dikatakan memiliki nilai jurnalistik jika memenuhi syarat jurnalistik yaitu memenuhi kreteria 5 W dan I H (What, Who, Why, When, Where dan How).

Foto berita/ subyek

Sasaran foto di dalam dunia fotografi  jurnalistik senantisa disebut subyek , bukan obyek.Disebut subyek karena apapun yang ada di depan mata kita pada hakekatnya merupakan bagian dari diri kita. Kesadaran ini bakal menggiring kita untuk menghayati sikap santun kemanusiaan, suatu sikap olah rasa dan olah pikir.Dengan pemahaman ini, seorang wartawan meliputaneka kejadian dan peristiwa dan mencoba menangkap drama atau suasana hati yang ceria yang tengah dialami manusia. Ini berarti secara langsung maupun tak langsung, tiap kejadian atau peristiwa apapun yang kita hadapi memang ada kaitannya dengan nasib kita juga.

Rincian subyek berita

Subyek berita yang juga lumrah menjadi garapan kerja fotografi di dunia pers terdiri dari tokoh, tempat peristiwa atau tokoh di suatu tempat pada suatu peristiwa , secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut;

Tokoh.

Yang dimaksud dengan tokoh untuk memberi  materi berita bukan melulu seseorang dengan status social yang tinggi, melainkan manusia pada umumnya.Jadi, kalau yang dibahas adalah mengenai seorang petani atau buruh kasar, maka untuk kepentingan foto adalah pak Tania tau pak Buruh sebagai tokohnya.

Tempat.

Adalah area atau setumpuk tanah, sebuah bangunan , lingkungan perumahan, sebuah desa atau kota dan sebagainya.

Peristiwa .

Aneka ragam subyek yang bentuknya tidak bakal ada duanya , tidak akan terjadi dua kali dalam bentuk serupa.

Gabungan.

Tiga jenis subyek diatas sering terpadu, baik tokohnya Mashur, atau tempatnya memang terkenal , atau peristiwa itu sendiri melibatkan tokoh dan tempat terkenal.Dari tiap subyek yang memang sudah

dianggap layak berita itu kemudian diberi tempat di halaman Koran atau majalah.Ada jatah halaman satu atau dua dan seterusnya ditentukan menurut kategori berita.

Kategori Foto berita.

Seperti disebut dimuka, jatah tempat sebuah foto di media cetak ditentukan berdasarkan bobot kandungan beritanya.Hal ini dibagi menurut tertib umumnya di dunia pers yang dikenal dengan istilah kategorisasi. Berikut ini sebuah contoh kategorissi secara umum.

Berita Spot

Lazim juga disebut hot news (berita hangat) atau hard news (berita keras). Berita yang termasuk dalam kategori ini mencakup ankea peristiwa mendadak yang melukiskan sejarah masa kini dan berlangsung sepintas.Misalnya peristiwa huru-hara, bencana alam, kecelakaan dan berbagai kejadian alam serta manusia, yang menuntut kesigapan fotografer untuk menangkapnya dalam hitungan detiuk.Kunci sukses untuk liputan berita dalam kategori ini seorang wartawan foto harus berada tepat di pusat peristiwa pada saat yang tepat, sebab subyek foto jenis ini tidak pernah bisa  disuruh menunggu kehadiran juru foto.

Berita Feature

Ini masih berkaitan dengan sebuah berita spot, tetapi berbeda dalam segi penggarapannya.satu contoh misalnya rumah terbakar, untuk sajian berita spot sudah dianggap layak jika sudah melukiskan kobaran api atau asap hitam yang membubung ke langit.Namun dalam pola kategori features, pembaca diajak merasakan emosi para korban, denagn menampilkan wajah manusia sementara situasi morat-marit sebagai latar belakang.Foto-foto dalam kategori ini bukan sekedar jepretan sepintas (snapshot), tetapi ada upaya fotografer untuk memilih sudut pandang yang khas.

Berita olah raga

Perbendaharaan pengetahuan untuk tiap cabang permainan amat menentukan sukses tidaknya membuat foto pada kategori ini.Kreatifitas sang fotografer selalu diuji oleh keadaan atau peristiwanya.Cara menangkap momen penting disini juga patut disimak, apakah mampu member sensai tersendiri ataukah hanya mengulang peristiwa yang pernah ada.Orisinalitas sudat pandang didalam fotokategori ini layak dihargai sama pentingnya dengan bahan liputannya itu sendiri.

Berita Potret

Pengertian potret (Potrait) dalam foto jurnalistik bukan melulu berupa close Up yang mampu menampilkan karakteristik dan suasana hati sang subyek terkenal.Paling utama adalah keunggulan pengungkapan kreatif dari watak seorang tokoh, hingga seakan-akan merupakan sebuah biografi visual.Hal ini dapat disajikan dalam bentuk Close Up atau ditengah suatu situasi atau kegiatan tertentu.

Berita Fesyen (Fashion)

Dalam kajian berita Fashion, ada dua kegiatan yang harus diliput oleh fotografer yaitu kegiatan pentas dan kegiatan studio. Kedua bentuk kegiatan itu penanganan fotografisnya adalah serba khas.Kegiatan pentas atau panggung menuntut keunggulan fotografer untuk mengabadikan dalam tempo terbatas tanpa dipengaruhi unsure-unsur lain.Sedangkan kegiatan studio, seorang fotografer harus terlibat kerja sama dengan pentas rambut, perias wajah atau piñata artistic serta pihak lain yang menunjang suksesnya penyajian subyek foto tersebut.

Berita Pariwisata

Pemberitaan Foto dari kategori ini adalah mengangkat kegiatan di sekitar obyek wisata. Pemberitaan semacam ini yang terpenting adalah mengandung nilai informasi bagi public awam, baik mengenai tempat dengan suasana yang unik maupun mengenai bentuk adat serta budaya local yang menambah pengetahuan pembaca di daerah lain.

Berita Celah Kehidupan

Berita dalam kategori ini boleh dikatakan lumrah meskipun tanpa terikat syarat unsure kehangatan (hot news). Yang diutamakan pada foto dalam kategori ini adalah segi keunikan subyeknya.Di negeri kita tercinta ini sasaran fotografis mengenai subyek semacam ini boleh dibilang melimpah. Selalu ada bahannya, asal saja sang fotografer jeli mengamatinya sehingga nantinya akan tercipta foto yang amat menarik.

FOTOGRAFI  JURNALISTIK

Dalam ilmu fotografi dikenal berbagai cabang fotografi yaitu fotografi amatir, fotografi professional, fotografi komersial dan fotografi seni.Fotografi Jurnalistik merupakan salah satu cabang fotografi yang termasuk dalam bidang professional, disamping ada fotografi  ilmu pengetahuan.

Sebuah karya foto dikatakan memiliki nilai jurnalistik jika memenuhi syarat jurnalistik yaitu memenuhi kreteria 5 W dan I H (What, Who, Why, When, Where dan How).

Foto berita/ subyek

Sasaran foto di dalam dunia fotografi  jurnalistik senantisa disebut subyek , bukan obyek.Disebut subyek karena apapun yang ada di depan mata kita pada hakekatnya merupakan bagian dari diri kita. Kesadaran ini bakal menggiring kita untuk menghayati sikap santun kemanusiaan, suatu sikap olah rasa dan olah pikir.Dengan pemahaman ini, seorang wartawan meliputaneka kejadian dan peristiwa dan mencoba menangkap drama atau suasana hati yang ceria yang tengah dialami manusia. Ini berarti secara langsung maupun tak langsung, tiap kejadian atau peristiwa apapun yang kita hadapi memang ada kaitannya dengan nasib kita juga.

Rincian subyek berita

Subyek berita yang juga lumrah menjadi garapan kerja fotografi di dunia pers terdiri dari tokoh, tempat peristiwa atau tokoh di suatu tempat pada suatu peristiwa , secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut;

Tokoh.

Yang dimaksud dengan tokoh untuk memberi  materi berita bukan melulu seseorang dengan status social yang tinggi, melainkan manusia pada umumnya.Jadi, kalau yang dibahas adalah mengenai seorang petani atau buruh kasar, maka untuk kepentingan foto adalah pak Tania tau pak Buruh sebagai tokohnya.

Tempat.

Adalah area atau setumpuk tanah, sebuah bangunan , lingkungan perumahan, sebuah desa atau kota dan sebagainya.

Peristiwa .

Aneka ragam subyek yang bentuknya tidak bakal ada duanya , tidak akan terjadi dua kali dalam bentuk serupa.

Gabungan.

Tiga jenis subyek diatas sering terpadu, baik tokohnya Mashur, atau tempatnya memang terkenal , atau peristiwa itu sendiri melibatkan tokoh dan tempat terkenal.Dari tiap subyek yang memang sudah

dianggap layak berita itu kemudian diberi tempat di halaman Koran atau majalah.Ada jatah halaman satu atau dua dan seterusnya ditentukan menurut kategori berita.

Kategori Foto berita.

Seperti disebut dimuka, jatah tempat sebuah foto di media cetak ditentukan berdasarkan bobot kandungan beritanya.Hal ini dibagi menurut tertib umumnya di dunia pers yang dikenal dengan istilah kategorisasi. Berikut ini sebuah contoh kategorissi secara umum.

Berita Spot

Lazim juga disebut hot news (berita hangat) atau hard news (berita keras). Berita yang termasuk dalam kategori ini mencakup ankea peristiwa mendadak yang melukiskan sejarah masa kini dan berlangsung sepintas.Misalnya peristiwa huru-hara, bencana alam, kecelakaan dan berbagai kejadian alam serta manusia, yang menuntut kesigapan fotografer untuk menangkapnya dalam hitungan detiuk.Kunci sukses untuk liputan berita dalam kategori ini seorang wartawan foto harus berada tepat di pusat peristiwa pada saat yang tepat, sebab subyek foto jenis ini tidak pernah bisa  disuruh menunggu kehadiran juru foto.

Berita Feature

Ini masih berkaitan dengan sebuah berita spot, tetapi berbeda dalam segi penggarapannya.satu contoh misalnya rumah terbakar, untuk sajian berita spot sudah dianggap layak jika sudah melukiskan kobaran api atau asap hitam yang membubung ke langit.Namun dalam pola kategori features, pembaca diajak merasakan emosi para korban, denagn menampilkan wajah manusia sementara situasi morat-marit sebagai latar belakang.Foto-foto dalam kategori ini bukan sekedar jepretan sepintas (snapshot), tetapi ada upaya fotografer untuk memilih sudut pandang yang khas.

Berita olah raga

Perbendaharaan pengetahuan untuk tiap cabang permainan amat menentukan sukses tidaknya membuat foto pada kategori ini.Kreatifitas sang fotografer selalu diuji oleh keadaan atau peristiwanya.Cara menangkap momen penting disini juga patut disimak, apakah mampu member sensai tersendiri ataukah hanya mengulang peristiwa yang pernah ada.Orisinalitas sudat pandang didalam fotokategori ini layak dihargai sama pentingnya dengan bahan liputannya itu sendiri.

Berita Potret

Pengertian potret (Potrait) dalam foto jurnalistik bukan melulu berupa close Up yang mampu menampilkan karakteristik dan suasana hati sang subyek terkenal.Paling utama adalah keunggulan pengungkapan kreatif dari watak seorang tokoh, hingga seakan-akan merupakan sebuah biografi visual.Hal ini dapat disajikan dalam bentuk Close Up atau ditengah suatu situasi atau kegiatan tertentu.

Berita Fesyen (Fashion)

Dalam kajian berita Fashion, ada dua kegiatan yang harus diliput oleh fotografer yaitu kegiatan pentas dan kegiatan studio. Kedua bentuk kegiatan itu penanganan fotografisnya adalah serba khas.Kegiatan pentas atau panggung menuntut keunggulan fotografer untuk mengabadikan dalam tempo terbatas tanpa dipengaruhi unsure-unsur lain.Sedangkan kegiatan studio, seorang fotografer harus terlibat kerja sama dengan pentas rambut, perias wajah atau piñata artistic serta pihak lain yang menunjang suksesnya penyajian subyek foto tersebut.

Berita Pariwisata

Pemberitaan Foto dari kategori ini adalah mengangkat kegiatan di sekitar obyek wisata. Pemberitaan semacam ini yang terpenting adalah mengandung nilai informasi bagi public awam, baik mengenai tempat dengan suasana yang unik maupun mengenai bentuk adat serta budaya local yang menambah pengetahuan pembaca di daerah lain.

Berita Celah Kehidupan

Berita dalam kategori ini boleh dikatakan lumrah meskipun tanpa terikat syarat unsure kehangatan (hot news). Yang diutamakan pada foto dalam kategori ini adalah segi keunikan subyeknya.Di negeri kita tercinta ini sasaran fotografis mengenai subyek semacam ini boleh dibilang melimpah. Selalu ada bahannya, asal saja sang fotografer jeli mengamatinya sehingga nantinya akan tercipta foto yang amat menarik.

About these ads

Responses

  1. mantap aku suka banget kreatifitasnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: