Oleh: Mawar | April 13, 2011

PENANGANAN IMIGRAN GELAP DI DAN LEWAT LAUT OLEH TNI AL

PENANGANAN IMIGRAN GELAP DI DAN LEWAT LAUT OLEH TNI AL

Berbeda dengan daratan, laut tidak dapat diduduki secara permanen, dipagari atau dikuasai secara mutlak, bagi bangsa Indonesia laut merupakan bagian integral dari wilayah Negara yang tidak dapat dibagi-bagi , namun dapat dibedakan dalam rezim hokum yang mengaturnya, laut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bangsa Indonesia, namun Negara lain memiliki hak pemanfaatan sebagaimana telah diatur dalam UNCLOS 1982.

Selama ini orientasi pembangunan yang lebih menitik beratkan pada pengelolaan sumber  kekayaan alam didarat namun pelan tapi pasti mulai bergeser  ke laut karena sumber kekayaan alam didarat mulai menipis serta mulai terganggu keseimbangan dan kelestarian alam, bahkan sudah mulai mengalami titik kritis sehingga lahan ekonomi di darat terasa menjadi semakin terbatas.

Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki   + 17.506 pulau , panjang pantai  + 81.000 KM dan luas unsure lautnya + 3, 2 juta Km2,  dan 2/3 luas Indonesia merupakan lautan .

Pengakuan dunia terhadap Indonesia sebagai Negara kepulauan tidaklah  mudah tetapi melalui perjuangan yang panjang dari pendahulu-pendahulu kita, barulah pada tanggal 17 Desember 1957 ada deklarasi Djuanda yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan dan merupakan awal pengakuan dunia terhadap Indonesia sebagai Negara kepulauan, puncaknya yaitu dengan ditandatanganinya  konvensi tersebut antara lain memuat ketentuan-ketentuan mengenai azas Negara kepulauan yang menjadi kepentingan utama Indonesia dan sebagian besar ketentuan mengenai Negara kepulauan yang termuat dalam konvensi tersebut berasal dari hasil pemikiran putra-putra terbaik Indonesia.

Indonesia dengan garis pantai yang begitu panjang yang terbentang dari sabang sampai Merauke dan laut yang begitu luas dengan kekayaannya yang begitu besar ditambah lagi letak geografis Indonesia sangatlah strategis diantara 2 (dua) samudera dan 2 (dua) benua, terdapat 4 Choke Points Vital dunia yaitu selat malaka , Selat sunda, Selat Lombok, dan selat Ombei-Wetar, Indonesia juga mempunyai 3 (tiga) alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) dan Indonesia berbatasan langsung dengan 10 negara tetangga.

Dengan konstelasi geografi Indonesia yang begitu luar biasa tidak dapat dibantah lagi bahwa Indonesia sesungguhnya mempunyai daya tawar yang tinggi dalam percaturan politik Regional dan Internasional terkait dengan hal tersebut Indonesia selain mempunyai daya tawar yang tinggi dalam interaksinya dengan Negara-negara tetangga /Negara lain, juga memiliki kerawanan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan oleh karena itu setiap upaya untuk melakukan pelanggaran di wilayah Perairan Yuridiksi nasional Indonesia dianggap suatu ancaman bagi seluruh bangsa Indonesia, luas wilayah Indonesia dapat memancing pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkannya secara illegal, situasi yang demikian berpotensi menimbulkan konflik antar Negara.

TNI AL sebagai komponen utama pertahanan negara di laut seta melindungi sumber daya alam dilaut dari berbagai bentuk gangguan keamanan dan pelanggaran hukumdi wilayah perairan yuridiksi nasional Indonesia dengan tetap mempertimbangkan konsepsi dasar hakekat keamanan tersebut yaitu penegakan kedaulatan dan penegakan hokum  dilaut.

Alam penegakan kedaulatan dilaut memiliki pemahaman yaitu kedaulatan dan hak berdaulat di laut suatu Negara telah diatur secara universal dalam konvensi hokum Laut Internasional  UNCLOS 1982 dan Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut kedalam Undang-Undang nomor 17 tahun 1985  dimana pada tiap rezim perairan Indonesia ditetapkan kedaulatan dan hal berdaulat sebagai berikut :

1.       Dilaut wilayah (laut territorial)selebar 12 Mil  dari garis pangkal pantai, Indonesia  memiliki kedaulatan penuh artinya Negara berhak mengatur segala ketentuan hokum nasional.

2.       Di Zona tambahan selebar 14 Mil laut dari  garis pangkal pantai, Indonesia memiliki hak berdaulat dalam bidang kepabean, senitasi, imigrasi, dan Fiskal.

3.       Di ZEEI (Zona ekonomi Eklusif Internasional) selebar 200 Mil laut dari garis pangkal pantai Indonesia memiliki hak berdaulat dalam eksplorasi dan eksploitasi sumber daya laut.

4.       Di Landasan kontinen sampai kedalaman 350 meter Indonesia berhak untuk melakukan pemanfaatan sumber daya alam.

Tugas TNI sesuai ketetapan MPR Nomor : VI/MPR/2000 tentang peran TNI sebagai system utama pertahanan Negara dengan salah satu tugas pokoknya menegakkan kedaulatan Negara, menjaga keutuhan NKRI serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara Republik Indonesia.Tugas TNI AL sendiri diantaranya :

1.       Menjaga dan mengamankan keutuhan wilayah perairan Indonesia

2.       Menegakkan kedaulatan Negara di laut

3.       Menjalin hubungan kerjasama dengan Negara tetangga dalam mengamankan wilayah perbatasan

TNI AL dalam menjalankan tugasnya mengamankan wilayah perairan Indonesia dari segala ancaman masih banyak kendala dan kekurangan terutama keterbatasan sarana patroli (kapal perang) yang tidak sesuai dengan luasnya perairan Indonesia , hal inilah yang sering dimanfaatkan oleh suatu Negara, organisasi atau pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan dari kelemahan kita tersebut misalnya Illegal entry, Illegal Logging, Illegal Fishing, penjualan orang/imigran gelap, Eksploitasi Sumber daya laut, dll.

Masalah Imigran gelap yang sering dijumpai oleh aparat TNI AL dalam menjalankan tugasnya di Laut diambil langkah-langkah sebagai berikut :

1.Menjaga dan mengamankan imigran tersebut

2. Mengidentifikasikan kapal dan ABKnya

3.Meminta keterangan asal daerah dan tujuannya

4.Melaporkan ke pimpinan atas

5.Kemudian diserahkan ke pihak POLRI/ Imigrasi.

About these ads

Responses

  1. m0h0n email ke saya terkait reverensi buku utk tulisan anda, karena akan sangat membantu penyusunan pr0p0sal thesis saya. Trmksh. Tulisan anda sangat bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: