Oleh: Mawar | Juni 9, 2011

Sejarah Kota Tuban

Sejarah Kota Tuban

Tuban adalah sebuah kota yang terletak di pantai utara Jawa, sekitar 100 km barat Surabaya, ibukota Jawa Timur. Tuban dikelilingi oleh Lamongan di timur, Bojonegoro di selatan dan Rembang, Jawa Tengah di barat.

Sebagai kota kuno, Tuban adalah nilai historis dan budaya cukup. Fitur yang paling menonjol adalah keindahan pemandangan seperti pantai, gua, dan hutan, khususnya hutan jati.

Tuban sebelumnya merupakan pelabuhan penting di era Majapahit dan disebutkan dalam catatan Cina dari abad kesebelas. Kuno jangkar dari salah satu kapal Kubilai Khan dipertahankan dalam museum sejarah. Tuban diyakini telah Islamised sebelum penaklukan oleh Demak c. 1527. Bahkan setelah Islamisasi, ia tetap setia kepada Hindu-Buddha Majapahit di pedalaman [1] Makam Sunan Bonang, seorang Islam abad keenam belas misionaris – salah satu dari Wali Sanga yang terlibat dalam penyebaran awal Islam di Jawa, terletak. di Tuban. Situs ini merupakan tujuan penting bagi peziarah muslim.

sejarah
Nama kota telah diturunkan dari cerita berikut: sepasang mitos burung terbang dari Majapahit ke Demak menjatuhkan batu pusaka berharga di kota selanjutnya bernama Tuban berdasarkan frasa Jawa “Tiban watu”, yang berarti “batu jatuh dari langit “. Penjelasan lain mengacu pada banjir (“TU Banyu” berarti “air mengalir keluar”) yang terjadi ketika aristokrat sarjana Islam Raden Dandang Wacana memasuki Hutan Papringan, menemukan sumur tua di dekat pantai yang ajaib berisi air tawar. Nama ini selanjutnya diturunkan dari “Tubo”, yang berarti racun, sesuai dengan nama sebuah kecamatan Tubanese bernama Jenu sampai hari ini, yang membawa arti yang sama.

Sejarah resmi Tuban dimulai di era Majapahit di abad ke-13. Pernah ada upacara penting ketika raja Majapahit Ronggolawe dinobatkan sebagai kepala daerah Tuban. Ini diadakan pada 12 November 1293 dan tanggal yang telah menjadi peringatan Tuban, sehingga lebih kuno dari Surabaya. 700 Tuban ulang tahun dirayakan dengan parade grand dihiasi mengapung pada tahun 1993. Penyebaran Islam dipelopori oleh Sunan Bonang dan pengikutnya bernama Sunan Kalijaga, yang adalah anak dari pokok Tubanese pada abad ke-13.

ekonomi
Tuban terkenal dengan tembakau dan produksi kayu jati. PT Semen Gresik, perusahaan semen besar milik negara, membuka pabrik semen terbesar di Indonesia di Tuban pada tahun 1994. Sebuah pabrik petrokimia dioperasikan oleh Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dibuka pada tahun 2006 setelah beberapa tahun penundaan

Ekonomi
Tuban terkenal dengan tembakau dan produksi kayu jati. PT Semen Gresik, perusahaan semen besar milik negara, membuka pabrik semen terbesar di Indonesia di Tuban pada tahun 1994. Sebuah pabrik petrokimia dioperasikan oleh Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dibuka pada tahun 2006 setelah beberapa tahun penundaan

Pariwisata


Tuban terkenal dengan batik yang unik, yang dikenal sebagai Batik Gedog. Motif khas adalah hewan laut dalam warna gelap seperti biru dan ungu. Ada sebuah kuil tradisional Cina bernama Klenteng oleh pantai, yang dikunjungi oleh wisatawan lokal dari Surabaya dan sekitarnya, terutama saat Imlek, Tahun Baru Cina dirayakan.


Tuban dikenal sebagai “Kota Seribu sebuah Gua” karena ada begitu banyak gua di daerah tersebut, yang mengandung stalagtites dan stalagmit. Gua terkenal seperti Goa Akbar dan Goa Maharani (yang berisi patung pra-dibentuk canggih diyakini alami oleh muda dan tua) yang terletak dekat kota. Selain itu, ada banyak situs rekreasi banyak dikunjungi, seperti Goa Ngerong, kolam renang alami yang disebut Pemandian Alam Bektiharjo, air terjun bernama Air Terjun Nglirip, dan pantai dan dermaga untuk pasangan muda, Pantai Boom.

Tuban juga terkenal karena tuak minuman nya, tuak kuat diambil dari pohon Aren (disebut uwit bogor) bertugas di mug bambu besar yang disebut centak. Historis, tuak digunakan Tubanese sebagai senjata strategis melawan penjajah kolonial, yang tidak mampu untuk melawan saat mabuk. Its varietas non-alkohol bernama Legen diminum oleh perempuan dan anak-anak. Tuak dan jenis gin bernama arak juga disajikan di pesta dansa tradisional yang dikenal sebagai Tayuban atau Sindiran, di mana berat yang dibuat-buat dan empuk wanita penghibur disebut waranggono menyanyikan lagu-lagu satir dan menari dengan membayar laki-laki sampai subuh, disertai dengan kecil gamelan. Gerakan tari adalah versi vulgarised gaya tari istana Jawa Tengah dikenal sebagai Srimpi. Salah satu yang paling terkenal dari penghibur, Nyi Sumini, terpilih sebagai salah satu dari lima wakil untuk tampil di Jakarta taman Taman Mini Indonesia Indah. Salah satu band paling terkenal dan produktif di Indonesia pop, Koes Plus, berasal dari Tuban.

Hotel yang paling mewah di kota, Mustika Hotel terbakar ke tanah ketika kerusuhan pecah setelah salah satu calon menuduh lawan-lawannya memiliki membingkai hasil pemilihan lokal untuk memutuskan siapa yang akan menjadi bupati berikutnya atau Bupati. Calon wanita pertama dalam sejarah Tuban, Haeny Relawati, memenangkan dan penghasut dari kerusuhan telah dipenjarakan.

sumber

http://www.rahmadmunir.co.cc/2010/12/sejarah-kota-tuban.html diakses tgl 9-6-2011 jam 06.30 wib

About these ads

Responses

  1. Nyuwun sewu Bapak,saget mboten ngulas Sejarah Islam mulai saking Sunang Bonang,terus Sunang Bejagung n Sampai Asal usulnya desa Bektiharjo yang menurut cerita sepotong2 merupakan bagian sejarah berdirinya Tuban…Maturnuwun

  2. [...] sumber http://sururudin.wordpress.com/2011/06/09/sejarah-kota-tuban/ [...]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: