<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sururudin's Weblog &#187; HEWAN</title>
	<atom:link href="http://sururudin.wordpress.com/category/hewan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sururudin.wordpress.com</link>
	<description>Tiada hari tanpa Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 14:40:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='sururudin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c221323a96fdefbb6c5063fe52ff31b1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sururudin's Weblog &#187; HEWAN</title>
		<link>http://sururudin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sururudin.wordpress.com/osd.xml" title="Sururudin&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>ETIKA TERHADAP HEWAN</title>
		<link>http://sururudin.wordpress.com/2009/03/24/etika-terhadap-hewan/</link>
		<comments>http://sururudin.wordpress.com/2009/03/24/etika-terhadap-hewan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 17:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sururudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEWAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sururudin.wordpress.com/?p=2022</guid>
		<description><![CDATA[ETIKA TERHADAP HEWAN
 
Orang muslim menganggap semua hewan sebagai makhluk yang harus dihormati. Oleh karena itu, ia menyayanginya karena kasih sayang Allah Ta&#8217;ala kepadanya dan menerapkan etika-etika berikut terhadapnya:
1. Memberinya makan-minum, jika hewan-hewan tersebut lapar dan haus, karena dalil-dalil berikut:
Sabda Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam :
Terhadap yang mempunyai hati yang basah terdapat pahala. (Diriwayatkan Ahmad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sururudin.wordpress.com&blog=3715412&post=2022&subd=sururudin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;color:black;">ETIKA TERHADAP HEWAN</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Orang muslim menganggap semua hewan sebagai makhluk yang harus dihormati. Oleh karena itu, ia menyayanginya karena kasih sayang Allah Ta&#8217;ala kepadanya dan menerapkan etika-etika berikut terhadapnya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">1. Memberinya makan-minum, jika hewan-hewan tersebut lapar dan haus, karena dalil-dalil berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Sabda Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Terhadap yang mempunyai hati yang basah terdapat pahala. (Diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Sabda Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Siapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi. (Muttafaq Alaih)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Sabda Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Sayangilah siapa saja yang ada di bumi, niscaya kalian disayangi siapa saja yang ada di langit. (Diriwayatkan Ath-Thabrani dan Al-Hakim)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">2. Menyayanginya, dan berbelas kasih kepadanya, karena dalil-dalil berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Ketika Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam melihat orang-orang menjadikan burung sebagai sasaran anak panah, beliau bersabda,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Allah melaknat siapa saja yang menjadikan sesuatu sebagai sasaran. (Diriwayatkan Abu Daud dengan sanad shahih)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam melarang menahan hewan untuk dibunuh dengan sabdaya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Barangsiapa yang menyakiti ini (burung) dengan anaknya; kembalikan anaknya padanya. (Diriwayatkan Muslim)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda seperti di atas, karena melihat burung terbang mencari anak-anaknya yang diambil salah seorang sahabat dari sarangnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">3. Jika ia ingin menyembelihnya, atau membunuhnya, maka ia melakukannya dengan baik, karena Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik kepada segala hal. Oleh karena itu, jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaklah salah seorang dari kalian menenangkan hewan yang akan disembelihnya, dan menajamkan pisaunya. (Diriwayatkan Muslim, At Tirmidzi, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">4. Tidak menyiksanya dengan cara-cara penyiksan apa pun baik dengan cara melaparkannya, atau meletakkan padanya muatan yang tidak mampu ia angkut, atau membakarnya dengan api, karena dalil-dalil berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Seorang wanita masuk neraka karena kucing. Ia menahannya hingga mati. Ia masuk neraka karenanya, karena tidak memberinya makan sebab ia menahannya, dan tidak membiarkannya makan serangga-serangga tanah. (Diriwayatkan Al-Bukhari)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam berjalan melewati rumah semut yang terbakar, kemudian beliau bersabda:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Sesungguhnya siapa pun tidak pantas menyiksa dengan api, kecuali pemilik apai itu sendiri (Allah). (Diriwayatkan Abu Daud. Hadits ini shahih)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">5. Diperbolehkan membunuh hewan-hewan yang membahayakan, seperti anjing penggigit, serigala, ular, kalajengking, tikus, dan lain sebagainya, karena dalil-dalil berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Sabda Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Ada</span><span style="font-size:14pt;color:black;"> lima hewan membahayakan yang boleh dibunuh di tempat halal dan haram, yaitu ular, burung gagak yang berwarna belang-belang, tikus, anjing yang suka menggigit, dan burung hudaya (sejenis rajawali). (Diriwayatkan Muslim)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Diriwayatkan, bahwa diperbolehkan membunuh burung gagak dan melaknatnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">6. Diperbolehkan mencap telinga hewan untuk kemaslahatan, karena Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam mencap unta zakat dengan tangannya yang suci.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Sedang pemberian cap kepada selain unta, kambing, dan lembu, maka tidak diperbolehkan, karena Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda ketika melihat keledai dicap,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Allah melaknat oarng yang mencap keledai ini di wajahnya. (Diriwayatkan Muslim)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">7. Mengetahui hak Allah Ta&#8217;ala dengan mengeluarkan zakat hewan tersebut, jika hewan tersebut termasuk hewan yang harus dizakati.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">8. Sibuk dengannya tidak membuatnya lupa taat kepada Allah Ta&#8217;ala dan lalai tidak dzikir kepada-Nya, karena dail-dalil berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Allah Ta&#8217;ala berfirman:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. (Al Munafiqun:9)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Rasulullah Shallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda tentang kuda:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Kuda terbagi ke dalam tiga jenis, seseorang mendapatkan pahala (karenanya), seseorang mendapat pakaian (karenanya), dan seseorang mendapat dosa (karenanya). Adapun orang yang mendapat pahala karena kuda ialah orang yang mengikatnya di jalan Allah, dan memperpanjang talinya di tanah lapang, atau padang rumput. Maka apa saja yang terjadi pada kuda tersebut di tanah lapang atau padang rumput, maka orang tersebut mendapat kebaikan-kebaikan. Jika orang tersebut memutus talinya, kemudian kuda tersebut berjalan cepat satu langkah, atau dua langkah, maka jejak-jejaknya, kotoran-kotorannya adalah kebaikan-kebaikan baginya, serta kuda tersebut bagi orang tersebut adalah pahala. Orang sarunya mengikatnya karaena ingin memperkaya diri, namun ia tidak lupa hak Allah di leher, dan tulang punggung kudanya, mak akuda tersebut pakaian untuknya. Sedang orang satunya mengikatnya untuk sombong, riya&#8217;, dan permusuhan, maka kuda tersebut adalah diosa baginya. (Diriwayatkan Al-Bukhari)</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:14pt;color:black;">Inilah sebagian etika yang diterapkan ornag Muslim terhadap hewan karena mentaati Allah Ta&#8217;ala dan Rasul-Nya, dan karena mengamalkan perintah syariat Isalam yang notabene merupakan syariat rahmat, dna kebaikan universal bagi seluruh makhluk manusia atau hewan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;color:black;"> </span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sururudin.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sururudin.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sururudin.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sururudin.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sururudin.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sururudin.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sururudin.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sururudin.wordpress.com/2022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sururudin.wordpress.com/2022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sururudin.wordpress.com/2022/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sururudin.wordpress.com&blog=3715412&post=2022&subd=sururudin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sururudin.wordpress.com/2009/03/24/etika-terhadap-hewan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e6a395553d37cee79f2671c4ce75533?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sururudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>