<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sururudin's Weblog &#187; Manajemen</title>
	<atom:link href="http://sururudin.wordpress.com/category/manajemen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sururudin.wordpress.com</link>
	<description>Tiada hari tanpa Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 14:40:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='sururudin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c221323a96fdefbb6c5063fe52ff31b1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sururudin's Weblog &#187; Manajemen</title>
		<link>http://sururudin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sururudin.wordpress.com/osd.xml" title="Sururudin&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>MANAJEMEN AKSI</title>
		<link>http://sururudin.wordpress.com/2008/09/29/manajemen-aksi/</link>
		<comments>http://sururudin.wordpress.com/2008/09/29/manajemen-aksi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 16:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sururudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sururudin.wordpress.com/?p=1490</guid>
		<description><![CDATA[MANAJEMEN AKSI
Merumuskan Formulasi Gerakan Mahasiswa, Aksi Sebagai Kekuatan Kontrol Moral dan Sosial1
Oleh:  Wahyu Minarno2
“Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Islam sebagaimana engkau adalah hanief (cenderung kepada kebenaran). Itulah fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu”
(QS Ar-Rum : 30)
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sururudin.wordpress.com&blog=3715412&post=1490&subd=sururudin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:large;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>MANAJEMEN AKSI</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:medium;">Merumuskan Formulasi Gerakan Mahasiswa, Aksi Sebagai Kekuatan Kontrol Moral dan Sosial</span></span><sup><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote1anc" href="#sdfootnote1sym"><sup>1</sup></a></span></span></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Oleh:  Wahyu Minarno</span></span><sup><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote2anc" href="#sdfootnote2sym"><sup>2</sup></a></span></span></sup></p>
<p style="margin-left:.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right">“<span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Islam sebagaimana engkau adalah hanief (cenderung kepada kebenaran). Itulah fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu”</em></span></span></p>
<p style="margin-left:.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">(QS Ar-Rum : 30)</span></span></p>
<p style="margin-left:.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right">“<span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”</em></span></span></p>
<p style="margin-left:.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">(QS Ali ‘Imron : 110)</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right">“<span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Hidup adalah ikhlas dalam berfikir maupun bertindak, itulah aktualisasi tauhid”</em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">(WM)</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right">
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Mahasiswa merupakan salah satu dari beberapa kekuatan inti perubahan. Selain masyarakat yang di dalamnya terdapat petani, buruh serta para begundal pemerintahan yang mengabdikan diri kepada berhala <em>neoliberalisme</em>, mahasiswa adalah <em>analis</em>, <em>fasilitator</em> dan <em>konsolidator</em> sekaligus <em>provokator</em> dalam menjaga kedinamisan berjalannya Negara (pemerintahan). Oleh karena itu, untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul sebagai dampak dari salah satu bentuk <em>ketidakpatuhan</em> terhadap hukum objektif masyarakat (kesetaraan, keadilan, kesejahteran rakyat, dll),  dibutuhkan sebuah formulasi gerakan sebagai konsep sekaligus secara teknis dapat menjadi pengawal utama berjalannya pemerintahan Indonesia. Dalam konteks ini, tokoh kuncinya adalah mahasiswa. Tentu saja bukan mahasiswa yang tidak hanya diam dalam melihat adanya penindasan terhadap kaum yang lemah.</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Namun kita tidak akan mendiskusikan hal idealis di atas. Kita akan lebih menitiktekankan diskusi kita kali ini mengenai upaya-upaya apa sajakah yang mesti dilakukan oleh mahasiswa bersama masyarakat dalam mewujudkan perubahan sosial yang berkeadilan. Seringkali kita menyaksikan berbagai bentuk demonstrasi atau aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh, petani maupun kelompok masyarakat lain. Apakah sebenarnya aksi itu, bagaimana dan untuk tujuan apa aksi harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut marilah kita carikan jawabannya bersama-sama dalam diskusi kali ini.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pengantar sederhana mengenai manajemen aksi</strong></span></span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;">Manajemen Aksi merupakan sebuah system dan mekanisme (persiapan, masa waktu aksi, evaluasi serta tindak lanjut) yang jelas serta kongkret dalam sebuah aksi, baik massa maupun kelompok. Manajemen Aksi meliputi beberapa hal yang sangat penting, di dalamnya terdapat beberapa tahapan yang kesemuanya tidak dapat dinilai sederhana. Jadi yang dimaksud dengan manajemen aksi tidak sebatas sisten dan pengaturan serta perencanan persiapan pada saat melaksanakan aksi saja (yang selama ini hanya difahami sebagai persiapan untuk melakukan demonstarsi saja), namun merupakan sebuah formula yang utuh dan komprehensif, menyeluruh dan tidak parsial</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Demonstrasi dan Aksi</strong></span></span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Secara substansial, antara <em>demonstrasi</em> dan <em>aksi</em> memiliki makna yang sama. Hanya saja akan lebih halus dengan menggunakan kata aksi daripada demonstrasi. Sebab kata demonstrasi lebih memiliki persepsi negative, selalu diidentikkan dengan hal yang berbau kekerasan dan anarkhis (bakar-bakaran, menghancurkan gedung, penjarahan, dll). Meskipun demonstrasi tidak selalu seanarkhis seperti yang dibayangkan oleh banyak anggota masyarakat.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Tujuan Aksi</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"> <span lang="id-ID">Salah satu bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah serta penyampaian pesan kepada masyarakat adalah dengan melakukan aksi massa. Dalam negara yang berdemokrasi</span>,<span lang="id-ID"> aksi menjadi cara yang dilegalkan, oleh karena itu </span>lembaga pendidikan seperti universitas<span lang="id-ID"> juga harus berperan sebagai </span><span lang="id-ID"><em>guardian of value </em></span><span lang="id-ID">dari pemerintah serta masyarakat. Mengapa cara yang dipilih adalah aksi ? karena aksi berdampak pada dua sisi, yakni sisi </span><span lang="id-ID"><em><span style="text-decoration:underline;"><strong>ketersampaian pesan kepada pihak yang diinginkan</strong></span></em></span><span lang="id-ID"><span style="text-decoration:underline;"> </span></span><span lang="id-ID">serta </span><span lang="id-ID"><em><span style="text-decoration:underline;"><strong>penyadaran masyarakat atas sebuah isu</strong></span></em></span><span lang="id-ID">. Sehingga aksi masih menjadi cara yang relevan untuk dilakukan.</span></span></span></p>
<p style="margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Tahapan-tahapan dalam aksi </strong></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><strong> </strong>Dalam melaksanakan aksi, harus mempertimbangkan beberapa hal penting. baik perangkat yang mesti dipersiapkan maupun tahapan-tahapan yang harus dilalui bersama. Aksi memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui, antar lain:</span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Pra 	Aksi</strong></em>, Persiapan yang dilakukan sebelum dilaksanakannya aksi 	tidak selalu dapat ditentukan dengan pasti berapa lam waktu yang 	dibutuhkan. Hal demikian lebih bersifat fleksibel. Di sini kita akan 	membahas beberapa persiapan penting sebelum aksi.<span lang="id-ID"> </span></span></span></p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Persiapan 		dan pematangan issue</strong></span></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Mahasiswa harus memiliki kekuatan dalam pemikiran, termasuk dalam isu yang akan angkat, kaji sebuah isu dengan mendalam serta didukung data yang akurat agar pesan dan tuntutan yang disampaikan berbobot dan jelas, buat semacam <em>focus group discussion</em> dengan beberapa mahasiswa untuk menentukan dan memantapkan isu. </span></span></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Membuat 		press release</strong></span></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Berisikan pesan dan tuntutan dari isu yang telah dibahas, sebisa mungkin pesan yang akan disampaikan terfokus dan jangan melebar jauh.</span></span></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Mengumpulkan 		massa (estimasi)</strong></span></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Aksi membutuhkan massa, dan salah satu parameter keberhasilan aksi adalah semakin banyaknya massa yang hadir dalam aksi, semakin banyak massa yang hadir akan menjadi <em>force power </em>tambahan bagi kita untuk menunjukkan bahwa banyak orang yang telah memahami isu yang dibawa dan turut berperan dalam menyuarakan isu tersebut. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam mengumpulkan massa. Yang lebih penting adalah bagaimana semua faham tentang issu yang diangkat, sehingga massa yang ikut tidak hanya ikut-ikutan saja, tanpa memahami substansi issue yang diangkat.</span></span></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Menghubungi 		media</strong></span></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Sangat dibutuhkan keberadaan media massa. Meskipun media massa memiliki “hidung” yang tajam, namun kita harus tetap harus menghubungi media. dengan demikian aksi yang dilakukan dapat dimuat dan lebih tersosialisasikan secara maksimal. Disamping media juga dapat dijadikan sebagai kontrol dalam meminimalisir tingkat <em>represifitas aparat.</em></span></span></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Mempersiapkan 		perangkat aksi</strong></span></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Perangkat aksi yang dibutuhkan antara lain ; <em>spanduk atau baligo</em> berisi pesan aksi, <em>bendera</em> lembaga yang mengusung aksi, <em>press release</em> untuk masyarakat luas,<em>perangkat dokumentasi</em>,  <em>poster</em> untuk dibawa oleh peserta aksi, media publikasi tambahan untuk dibagikan ke masyarakat seperti <em>leaflet atau pamflet</em>, <em>pengeras suara</em> seperti TOA dan mobil <em>sound system</em>, dan <em>identitas peserta aksi</em> untuk memastikan aksi tidak disusupi, identitas ini seperti <em>pengikat kepala atau jaket</em>. Selain itu sebagai dinaminasi bisa juga disiapkan <em>yel-yel atau lagu</em> selama aksi yang berisikan pesan perjuangan mahasiswa dan pesan dari isu aksi yang dijalankan. Aksi teatrikal untuk menambah menariknya aksi bisa juga dilakukan.</span></span></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Skenario 		dan pembagian peran</strong></span></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Menentukan arah dan rute aksi serta apa saja yang akan dilakukan. Pembagian peran diantara inisiator perlu juga dilakukan, siapa yang akan sebagai komandan lapangan, humas, P3K, dinamisator, orator, dan pengdokumentasi. Adanya pembagian peran ini diharapkan dapat membuat aksi terarah dan tertib.</span></span></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Menghubungi 		pihak kepolisian untuk perizinan</strong></span></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;">Hal ini dilakukan supaya pihak aparat mengetahui dan melakukan pengaman ketika aksi dilaksanakan.</span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Saat 	Aksi</strong></em>, merupakan tahapan <em><strong>aktualisasi </strong></em>dan<em><strong> perjuangan</strong></em><span lang="id-ID">, karena segala sesuatu dapat 	berubah ketika sudah di lapangan, oleh karena itu peran </span><em><strong>koordinator 	lapangan</strong></em><span lang="id-ID"> sangat dibutuhkan agar segala 	sesuatu berjalan dengan baik. Banyak hal yang tidak terduga, seperti 	jadwal aksi yang tidak tepat waktu, massa yang tidak sesuai target, 	logistik aksi yang telat tiba, dan lainnya. </span>Apapun yang 	terjadi di saat aksi, <em><strong>Don’t give up, go ahead</strong></em>. 	Beberapa hal yang biasa dilakukan selama berlangsungnya aksi antara 	lain:</span></span></p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Membagikan</em><em> pesan yang telah dibuat, </em>seperti pamflet dan leaflet<em>.</em></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Berorasi 	dalam perjalanan dan di tempat tujuan akhir, </em>orasi adalah bagian 	dari penyampaian pesan aksi kepada masyarakat luas. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Yel-yel 	dan menyanyikan lagu. </em>Sebagai penyemangat massa aksi dan 	mendominasi/menguasai suasana/keadaan (situasi dan kondisi).</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Audiensi 	ke pihak yang dituju, </em>dilakukan oleh perangkat aksi yang telah 	ditunjuk, negosiator maupun yang <em>jago</em> dalam beraudiensi<em>.</em></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Pembacaan 	press release</em>. Hal ini biasanya dilakukan pada akhir aksi dan 	diharapkan dapat diliput media agar pesan yang kita bawa dapat 	tersampaikan kepada khalayak luas. </span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.25in;margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Pasca 	Aksi</strong></em>, <span lang="id-ID">Langkah terakhir dari aksi adalah 	pemulangan peserta, biasanya aksi tidak bubar di tempat dibacakannya 	press release untuk menimbulkan kesan “bubar setelah aksi”, 	biasanya peserta berjalan kembali ke tempat lain, baru membubarkan 	diri di tempat tersebut. Setelah aksi selesai, sebisa mungkin 	diadakan evaluasi aksi terkait ketersampaian pesan dan evaluasi 	teknis untuk menentukan langkah selanjutnya terkait perjuangan isu 	atau pesan yang disampaikan. </span></span></span></p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Absensi</strong></em>, 	sebagai pemastian terhadap jumlah peserta aksi yang terlibat selama 	pelaksanan aksi. mengingat sering terjadinya kasus penangkapan 	bahkan penculikan terhadap beberapa aktifis tanpa alasan yang jelas.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Evaluasi</strong></em>, 	untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dari aksi yang 	sudah dilaksanakan. Selain merupakan media dalam mengetahui 	kekurangan dan kelemahan aksi, juga sebagai bahan dalam melaksanakan 	analisa SWOT untuk aksi mendatang.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Rekomendasi</strong></em>, 	dari hasil-hasil yang telah dicapai melalui aksi dapat dikerangkakan 	menjadi sebuah <em>masukan</em> untuk gerakan yang akan dilaksanakan 	selanjutnya.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Kondisi lapangan</strong></span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.07in;margin-bottom:.07in;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="font-size:small;"> Pada saat melaksanakan aksi, situasi dan kondisi di lapangan sangat tidak mudah untuk dipastikan. Bisa saja sesuai tepat dengan apa yang sudah direncakanan, namun terkadang seringkali terjadi chaos (bentrok). Bentrok seringkali terjadi dengan aparat kepolisian maupun kelompok lain yang kontra terhadap aksi yang kita laksanakan. Namun hal ini bukan berarti hal yang harus ditakuti. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kemampuan dalam mengadaptasikan diri terhadap situasi dan kondisi yang mungkin akan terjadi. Selain itu, pengintegrasian terhadap segala hal secara hati-hati juga dibutuhkan. Dalam artian, massa aksi khususnya coordinator umum dan coordinator lapangan harus mampu menentukan sikap terhadap situasi serta kondisi yang demikian. Sehingga massa aksi tidak cair dengan begitu saja.</span></span></span></p>
<p style="margin-left:.1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span>Makalah ini hanya menyampaikan sedikit sekali hal sederhana menyangkut manajemen aksi, kita bisa lebih banyak mengerti ketika kita telah melakukannya. Sering terjadi, apa yang tertulis jauh berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. </span></p>
<p style="margin-left:.1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><em><strong>Wassalamu’alaikum</strong></em></span></p>
<p style="margin-left:.1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:.1in;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="right">
<p style="margin-left:.1in;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="right"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><strong>Wahyu Minarno</strong></span></p>
<p style="margin-left:.1in;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="right"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;">HMI Cabang Yogyakarta</span></p>
<p style="margin-left:.1in;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="right"><a href="mailto:wahyoe_rakjat@yahoo.co.id"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;"><span style="text-decoration:underline;">wahyoe_rakjat@yahoo.co.id</span></span></span></a></p>
<p style="margin-left:.1in;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="right"><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;">081392881323/08122777350</span></p>
<div id="sdfootnote1">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-size:x-small;"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote1sym" href="#sdfootnote1anc">1</a> Disampaikan dalam rangka diskusi “Manajemen Aksi” pada OSPEK 	mahasiswa Fakultas Hukum UMS, Surakarta 23 Agustus 2008.</span></p>
</div>
<div id="sdfootnote2">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="font-size:x-small;"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote2sym" href="#sdfootnote2anc">2</a> Aktifis HMI Cabang Yogyakarta, sebagai mahasiswa Aqidah dan Filsafat 	di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat ini sedang mempersiapkan 	tulisan mengenai <em>Reaktualisasi Konsep Pembaharuan Pemikiran 	Keislaman di Indonesia</em> dengan tokoh sentral Prof. Dr. Nurcholis 	Madjid (<span style="color:#ff0000;">wahyoe_rakjat@yahoo.co.id</span>).</span></p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sururudin.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sururudin.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sururudin.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sururudin.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sururudin.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sururudin.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sururudin.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sururudin.wordpress.com/1490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sururudin.wordpress.com/1490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sururudin.wordpress.com/1490/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sururudin.wordpress.com&blog=3715412&post=1490&subd=sururudin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sururudin.wordpress.com/2008/09/29/manajemen-aksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e6a395553d37cee79f2671c4ce75533?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sururudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>