GOSOK GIGI MASSAL KULONPROGO PECAHKAN REKOR MURI

WATES-Dialun alun Wates Sabtu lalu (24/11) dilaksanakan acara cuci tangan dan gosok gigi missal. Jumlah peserta yang terlibat ada 9046 orang, sehingga berhasil memecahkan rekor MURI dari kegiatan semacam yang dilaksanakan sebelumnya.
Kegiatan ini juga diikuti oleh Bupati Kulonprogo H Toyo S Dipo bersama Muspida Kulonprogo serta Ketua DPRD Drs Kasdiyana.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo dr.Lestariyana MKes, acara tersebut digelar dalam rangka Hari Guru Nasional serta Hari Kesehatan Nasional.
Tujuannya adalah dalam mendorong generasi muda khususnya pelajar untukmembiasakan hidup bersih dan sehat. Sehingga nantinya menjadi generasi yang sehat kuat serta cerdas.
Bupati Kulonprogo H Toyo S Dipo dalam sambutannya menegaskan kesehatan bagi suatu kehidupan bangsa merupakan hal yang sangat pokok. Dalam kondisi yang tidak sehat apapun akan menjadi tidak bermakna.
Guna mendorong meningkatnya derajat kesehatan, ditengah genersi muda sejak dini harus dibudayakan hidup bersih dan sehat. Dalam hal ini dimulai dari kebersihan badan termasuk kebersihan dan kesehatan gigi. “harus diakui sekarang ini ditengah masyarakat belum semua orang membiasakan diri cuci tangan dan gosok gigi sebelumdan sesudah makan. Padahal kebiasaan tersebut cukup penting dalam menjaga kesehatan kita” katanya.
Cuci tangan dan gosok gigi missal tersebut dilakukan disekeliling alun alun Wates. Air dipasang lewat pralon keliling alun alun, para siswa SD dan SMP berjajar sepanjang jalan keliling alun alun, dengan 15 bersap kebelakang.
Menurut Ariyani Siregar Representatif dari lembaga MURI Jaya Suprana, jumlah peserta dari acara ini ada 9.046 orang. Angka tersebut brhasil mengungguli rekor MURI kegiatan yang sama sebelumnya. Yaitu terjadi di Malang pada 4 Agustus 2007 yang lalu dengan jumlah peserta cuci tangan dan gosok gigi massal sebanyak 7.389 orang.
Dengan pecahnya rekor MURI tersebut Bupati Kulonprogo menerima sertifikat pemecahan rekor MURI dari lembaga rekor Jaya Suprana.
Menurut Toyo, rekor ini bukan tujuan. Namun ia berharap acara acara missal ini membekas dihati setiap anak yang menjadi peserta. Sehingga membuika kesadaran kebiasaan hidup bersih sehat.
(udin/Dwi)
RELIEF GUA KISKENDA MEMPRIHATINKAN

WATES-Kondisi relief yang tergores pada dinding sisi kiri dan kanan Gua Kiskenda desa Jatimulya kecamatan Girimulya Kulonprogo memprihatinkan. Sejak dibuat sekitar belasan tahun yang lalu relief tersebut nyaris tidak pernah dirawat. Sehingga sekilas relief tersebut hanya nampak seperti batu batu cadas yang banyak ditemukan disekitarnya.
Relief tersebut enurut beberapa sumber diabngun oleh Dinas Pariwisata DIY waktu itu, dengan sharing anggaran Pemkab Kulonprogo. Pembangunan dilakukan bersamaan dengan landscaping serta beberapa bangunan lainnya disitu. Namun beberapa bangunan sudah rusak ketika terjadi tanag longsor disekitar lokasi gua.
Kondisi yang memprihatinkan tersebut mengusik perhatian lembaga Institute for Promoting Sustainable Livelihood Approach (InProSuLA). Sebuah lembaga yang hadir I Jogja sejak terjdi bencana gempa bumi dahsyat yang lalu, serta ikut serta memberikan bantuan para kurban, termasuk di Jatimulya Girimulya ini.
Pekan lalu Direktur InProSuLA P.Sarijo menemui Wakil Bupati Kulonprogo Drs H Mulyana, guna meyampaikan minatnya untuk ikut memelihara relief tesebut.
Menurut Sarijo, dengen melihat relief tersebut sebenarnya pengunjung Gua Kiskenda sudah akan dapat menangkap legenda yang ada diobyek wisata ala mini. Sehingga sangat disayangkan kalau relief tersebut dibiarkan.
Oleh karena itulah ia minta diperbolehkan memperbaikinya. Untuk kegiatan perbaikan dan pemeliharaan tersebut Pemkab hanya diminta memberikan ijin saja. Sedangkan mengenai kegiatannya sarijio telah menggandeng suatu lembaga dari Jepang Sumitomo Foundation .
Wabup Drs H Mulyana dalam penerimaannya menyambut baik keinginan InProSuLA serta Sumitomo Foundation. Ia mengakui, masalah pariwisata Kulonprogo memang belum dapat bicara terlalu banyak, karena brbagaiketerbatasan.
Kepada aparat tehisnya Mulyana meminta agar mengelola pariwisata di Kulonprogo harus dilambari semangat serta kreatifitas dalam menjalin kerja sama dengan pihak pihak yang terkait. Karena tidak mungkin mengandalkan anggaran APBD yang terbatas.
Diperoleh informasi, dalam waktu dekat Gua Kiskenda akan dilengkapi dengan taman burung Merak Jawa. Saat ini disana sudah dikembangkan rusa sebagai daya tarik.
(udin/Dwi)

Perlu didekatkan layanan
ADVOKASI KURBAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK

WATES-Para kurban kekerasan perempuan dan anak, seperti fenomena gunung es. Jarang sekali yang mau melaporkan kasusnya. Meski demikian di Yogyakarta menurut Rifjka AnisaWomens Crisis Centre Yk hingga Oktober 2007 sudah ada 900 kasus. Untuk lebih banyak memberikan advokasi terhadap para kuban perlu adanya layanan yang semakin dekat dimasyarakat.
Siti Habibah Jazila, dari Institute For Women Human Right Yogyakarta, menungkapkan hal itu, pecan lalu. Oleh karenanya mereka berencana akan mengadakan seminar di Kulonprogo, tepatnya di Gedung PDHI Wates Rabu besok.
Dalam skala nasional dijelaskan, kkerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA) tahun 2005 ada 20.000 kasus. Itupun banyuak kasus yang tidak dilaporkan karena kendala kultur. Dari kasus tersebut 82 % berupa kekerasan terhadap perempuan diantaranya 45% dialami ibu-ibu rumah tangga . Anka tersebut dari tahun ketahun meningkat terus. Termasuk dalam hal perdagangan perempuan dan anak anak
Perhatian pemerintah pusat melalui berbagai peraturan pemerintah seta menteri telah dibuat, guna menekan jumlah kasus tersebut. Namun menurut lembaga advokasi pelanggaran hak ini, didaerah perlu ada langkah yang lebih riil baik dalam bentuk aturan maupun tindakan. Agar kasus yang terpendam sedikit demi sedikit teratasi dan dikurangi.
Dibeberapa daerah usaha lebih serius menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah dilakukan. Dalam hal ini disebut oleh Jazila seperti di Kota Yogya, di Bone Bengkulu Sidoarjo Sulut Jabar Lampung dan beberapa daerah lainnya.
Disamping bentuk perlindungan aturan hukum, didaerah juga disediakan bantuan layanan kesehatan gratis bagi perempuan dan anak kurban kekerasan ini. Baik dari masalah visum hingga rehabilitasi kesehatannya.
(udin/Dwi)

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Kulon Progo. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s