Kabupaten Pasaman Pelajari Pengembangan Sapi di Kulon Progo.

Wates,

Tim Koordinasi Pengembangan Usaha (TKPU) Pengembangan Peternakan Sapi Kabupaten Pasaman, Propinsi Sumatera Barat (Sumbar), kamis (15/11) melakukan kunjungan kerja (kunker) di kabupaten Kulon Progo. Kunjungan tim yang terdiri dari beberapa kepala dinas/instansi serta pimpinan lembaga perbankan lokal dan dipimpin oleh Wabup Pasaman Hamdi Burhan, SE tersebut bermaksud untuk mempelajari pengelolaan dan pengembangan sapi yang dilakukan oleh petani Kulon Progo.

Kehadiran mereka disambut oleh Bupati H Toyo S Dipo di Gedung Joglo kantor Pemkab. Pada kesempatan itu Bupati didampingi Assek II Ir Agus Anggono, Kepala Bappeda Drs Darto,MM, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Ir Agus Langgeng Basuki, Kepala Kantor Humas Drs R Agus Santosa dan Kepala dinas/instansi terkait. Usai penyambutan peserta kunker menyaksikan usaha sapi ternak milik kelompok tani ‘Timbul Jaya’ di Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo.

Menurut Hamdi Burhan, di Pasaman peternakan merupakan subsektor yang paling ketinggalan dibanding sektor pertanian yang lain. Padahal kondisi kabupaten paling utara di propinsi Sumbar ini sangat potensial untuk pengembangan peternakan. Karena wilayahnya luas dan jumlah penduduknya masih sedikit, sehingga masih banyak lahan kosong.

Namun demikian, tambahnya, minat masyarakat untuk menekuni usaha peternakan masih relatif lemah. Sebagian besar warga cenderung untuk membudidayakan tanaman pangan yang hasilnya terbatas. mereka belum melihat potensi dari usaha peternakan, katanya.

Oleh karenanya, ujar hamdi burhan, pemkab pasaman berupaya untuk memfasilitasi pengembangan ternak sapi yang dinilai cocok dilakukan diwilayahnya.”untuk menunjang program yang kami laksanakan, kami belajar duludi daerah – daerah yang sudah terkenal sebagai daerah pengembangan ternak sapi. selain di Kulon Progo kunker juga kami lakukan di Sragen, Klaten, Bantul”, terangnya.

Lebih jauh Hamdi Burhan menjelaskan, jumlah populasi sapi di pasaman saat ini sekitar 9.000 ekor. semuanya masih dipelihara secara tradisional oleh masyarakat.”kami akan mengadopsi program – program pengembangan sapi yang telah dilaksanakan di Kulon Progo agar usaha ini bisa lebih berkembang di Pasaman dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, imbuhnya.

( Dwi )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s