BBM BELUM NAIK RAKYAT KECIL SUDAH MENJERIT

Meski pemerintah belum secara resmi mengumumkan waktu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), namun dampak dari rencana tersebut telah membuat rakyat kecil menjerit terutama yang sehari-hari pendapatan dari jualan bensin eceran.
Sejak pemerintah berencana menaikkan harga BBM, para pengecer kesulitan membeli bensin di SPBU, sebelumnya pembelian jerigen dibatasi hanya 20 liter sekarang sama sekali tidak diperbolehkan, bahkan secara jelas terpampang tulisan larangan pembelian menggunakan jerigen. Para pengecer bensin yang sebagian besar rakyat kecil semakin susah untuk mencukupi kebutuhan hidup karena pendapatan dari jualan bensin sudah tidak menghasilkan karena tidak ada yang mau dijual, sehingga sementara tutup.
Menurut Widodo, seorang pengecer bensin di Karangsari, Pengasih, sejak tak diperbolehkan kulakan dengan jerigen, ia terpaksa tak lagi berjualan bensin. “Untuk sementara tidak jualan bensin, menunggu kondisi aman setelah pemerintah memutuskan berapa kenaikannya, kalau dijual seperti tempat lain yang mencapai Rp.7.000,-, rasanya tidak tega karena yang kebanyakan membeli ya tetangga sendiri yang hasilnya pas-pasan apalagi kalau ngutang, bisa-bisa malah ndak balik modal,”ujarnya, Senin (12/5).
Hal berbeda dilakukan Harlan yang sehari-harinya berjualan bensin eceran di Waduk Sermo, untuk memperoleh bensin di SPBU, ia meminjam mobil roda empat temannya untuk kemudian setelah diisi penuh disedot dijerigen yang sekaligus dibawa dalam kendaraan. “Wah, kalau ndak jual bensin bias-bisa dapur tak ngebul, repot mas, pokoknya bagaimana caranya meski hanya sedikit tetap ada, caranya pinjam mobil teman, asal harga dinaikkan nanti masih untung,”jelasnya mantap.
Kenaikan harga bensin di tingkat pengecer yang tak terkendali, memang berpengaruh pada tingkat pembelian dari konsumen. Masyarakat lebih memilih membeli bensin di SPBU sehingga antrian panjang selalu terjadi di setiap SPBU.
Hal ini seperti terlihat di SPBU kota Wates, Senin (12/5), sejak pagi hingga siang antrian mobil dan sepeda motor tidak terputus bahkan terdapat sepeda motor yang membawa jerigen meski akhirnya tidak dilayani oleh petugas. Pengisian di SPBU untuk sepeda motor masih dilayani untuk memenuhi tanki, sedang khusus kendaraan roda empat hanya dibatasi maksimal Rp.50.000,-.(udin/dwi)

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Kulon Progo. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s