SYAIR-SYAIR BAMBANG MIESWANTO

DAMAIMU

ORANGTUA ITU TLAH TIADA
SAYANG DIRIKU TIDAK HADIR DISANA
SEPERTI HABIS ENERGI PADA HIDUP INI
LEPAS SEPERTI KAPAS
SEHINGGA BATINKU MENGELUH
LIRIH-LIRIH BERPADU LAGU
KAPANKAH BERDIRI TEGAK
KAYU-KAYU KEHABISAN AIR TANAH
DAUNPUN LURUH
LAGUPUN SENDU
HAI MERTUAKU DOAKU SAMPAI DISINI
DEMI CUCU-CUCUMU
MEI 08 PM

sENDIRI

SEGUMPAL GERAK MONDAR-MANDIR
MENAHAN ANGIN MENGHIRUP UDARA
MENAHAN AIR MENEGUK EMBUN
MENAHAN API MENENGOK MENTARI
MENAHAN BUMI MENGINJAK TANAH
MENAHAN HIDUP MENANTI TUTUP
MENAHAN TUTUP BERSAMA REDUP
MENAHAN REDUP SAMPAI TERTIDUR
PULAS DALAM MIMPI
SENDIRI DALAM ARTI
KONON ADA CAHAYA HATI NURANI
DATANG DAN PERGI
HANYA RIDHONYA YANG MENGERTI

13 MEI 08 PM

BAMBANG MIESWANTO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s