Puisi-Puisi Kahlil Gibran

Kecantikan wanita

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan.

Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.

untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan.

Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil

untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.

Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan,

dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui,

dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda.

Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa.

Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur.

Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan,

satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh,

atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata,

cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia,

di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah.

Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya,

yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan.

Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

PERSAHABATAN

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..

Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen

dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya

saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya,

kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri,

pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;

karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat,

dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;

Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,

bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.

Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih,

tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,

untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!

Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.

Karena dalam titik-titik kecil embun pagi,

hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Sayap-sayap Patah

Wahai Langit, Tanyakan pada-Nya

Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..

Begitu rapuh dan mudah terluka..

Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta

Begitu kuat dan kokoh

Saat berselimut cinta dan asa..

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu didalam hati ini..

Mengisi kekosongan di dalamnya

Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih

Menimbulkan segudang tanya, Menghimpun berjuta asa

Memberikan semangat.. juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa

Menghimpit bayangan, Menyesakkan dada..

Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…

Wahai ilalang…

Pernahkah kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini

Mengapa kau hanya diam, Katakan padaku

Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..

Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..

Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali

Desiran angin membuat berisik dirimu

Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku

Aku tak tahu apa maksudmu, Hanya menduga..

Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana

Menunggumu dengan setia..Menghargai apa arti cinta…

Hati yang terjatuh dan terluka, Merobek malam menoreh seribu duka

Kukepakkan sayap-sayap patahku, Mengikuti hembusan angin yang berlalu

Menancapkan rindu….Disudut hati yang beku…

Dia retak, hancur bagai serpihan cermin Berserakan ….

Sebelum hilang di terpa angin…

Sambil terduduk lemah….

Ku coba kembali mengais sisa hati

Bercampur baur dengan debu

Ingin ku rengkuh…

Ku gapai kepingan di sudut hati…

Hanya bayangan yang ku dapat….

Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya

Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini

Ia telah patah..

Tertusuk duri-duri yang tajam….

Hanya bisa meratap….

Meringis..

Mencoba menggapai sebuah pegangan..

WAKTU

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….

Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan

mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.

Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai,

diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,

Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.

Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa,

senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.

Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?

Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas,

tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta,

pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?

Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim,

biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,

Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan

dengan kerinduan.

Sebuah Puisi Si Kahlil Gibran

Aku adalah ombak

Aku dan pantai adalah sepasang kekasih

Angin menyatukan dan memisahkan kami

Aku datang dari atas temaram,

untuk menggabungkan perak buihku dengan emas pasirnya

Dan kusejukkan jiwanya yang membara dengan kelembabanku

Menjelang fajar kubacakan dalil cinta buat kekasihku,

dan ia mdekapku.

Di senja hari kunyanyikan doa kerinduan,

dan ia memelukku.

Rahasia Ombak ~ Kahlil Gibran

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,

Dan aku adalah kekasihnya,

Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,

Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.

Kupergi padanya dengan cepat

Lalu berpisah dengan berat hati.

Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

Aku segera bergerak diam-diam

Dari balik kebiruan cakerawala

Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku

Ke pangkuan keemasan pasirnya

Dan kami berpadu dalam adunan terindah.

Aku lepaskan kehausannya

Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya

Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.

Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta

di telinganya, dan dia memelukku penuh damba

Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan

Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang

Gerakku pantas diwarnai kebimbangan

Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.

Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan

Kala air pasang kami saling memeluk

Kala surut aku berlutut menjamah kakinya

Memanjatkan doa

Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri

Menyusut kekuatanku.

Tetapi aku pemuja cinta,

Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa

Mungkin kelelahan akan menimpaku,

Namun tiada aku bakal binasa.

Penyair

Dia adalah rantai penghubung

Antara dunia ini dan dunia akan datang

Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,

Dia adalah sebatang pohon tertanam

Di lembah sungai keindahan

Memikul bebuah ranum

Bagi hati lapar yang mencari.

Dia adalah seekor burung ‘nightingale’

Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan

Menaikkan semangat dengan alunan melodi indahnya

Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah

Naik dan mengembang memenuhi angkasa.

Kemudian mencurahkan kurnianya di atas padang kehidupan. Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya.

Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa mengajarkan Kalam Ilahi.

Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam.

Tak terliput gelap malam

Tak tergoyah oleh angin kencang

Ishtar, dewi cinta, meminyakinya dengan kasih sayang

Dan, nyanyian Apollo menjadi cahayanya.

Dia adalah manusia yang selalu bersendirian,

hidup serba sederhana dan berhati suci

Dia duduk di pangkuan alam mencari inspirasi ilham

Dan berjaga di keheningan malam,

Menantikan turunnya ruh

Dia adalah si tukang jahit yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang

dan kemanusiaan menyuburkannya

Inilah penyair yang dipinggirkan oleh manusia

pada zamannya,

Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkan

Dunia pun mengucapkan selamat tinggal dan kembali ia pada Ilahi

Inilah penyair yang tak meminta apa-apa

dari manusia kecuali seulas senyuman

Inilah penyair yang penuh semangat dan memenuhi

cakerawala dengan kata-kata indah

Namun manusia tetap menafikan kewujudan keindahannya

Sampai bila manusia terus terlena?

Sampai bila manusia menyanjung penguasa yang

meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan??

Sampai bila manusia mengabaikan mereka yang boleh memperlihatkan keindahan

pada jiwa-jiwa mereka

Simbol cinta dan kedamaian?

Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa org yang sudah tiada?

dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan

yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala

bagi menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa

Dan oh para penyair,

Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini:

Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya.

Penyair..

Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia

Dan, kerana itu kerajaanmu adalah abadi.

Penyair..periksalah mahkota berdurimu..kau akan menemui kelembutan di sebalik jambangan bunga-bunga Laurel…

~ Kahlil Gibran

CINTA

AKU bicara perihal Cinta????…

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,

Walau jalannya sukar dan curam.

Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.

Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.

Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.

Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.

Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.

Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.

Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.

Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;

Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri

dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.

Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki;

Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,”

tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta,

pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.

Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,

biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir

bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.

Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;

Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.

Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan

mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;

Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Iklan

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s