PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL KULONPROGO

PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL KULONPROGO
Tempat Bermain Sangat Minim

Tempat bermain bagi anak-anak di wilayah Kulonprogo sangat minim dibanding dengan tempat permainan anak-anak remaja maupun dewasa. Bahkan kondisi tempat bermain anak yang sudah dibangun beberapa tahun silam sudah rusak tanpa ada perbaikan maupun pemeliharaan, seperti yang ada di obyek wisata Goa Kiskendo, di Jatimulyo Kecamatan Girimulyo. Untuk itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten bekerjasama dengan Bappeda diharapkan dapat memperbaiki kembali sarana prasarana permainan anak yang telah ada bahkan untuk lebih diperbanyak ditempat-tempat lain.
Hal tersebut dikemukakan Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo dalam acara memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Kulonprogo yang digelar di Gedung Kesenian Wates, Senin (28/7). Turut hadir Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Depdiknas .Dr.Sujarwo Ketua DPRD Kulonprogo. Drs.H.Kasdiyono, Muspida, Ketua Tim Penggerak PKK Hj.Wiwik Toyo Santoso Dipo, Asisten Pembangan Ir.H.agus Anggono, Kadinas Pendidikan Muh Mastur,BA serta kepala SKPD dilingkup pemda Kulonprogo. Dalam kesempatan tersebut dimeriahkan dengan pameran PAUD, serta pentas seni dari anak-anak PAUD, TK hingga SD dan penyerahan berbagai kejuaraan dalam rangka memeriahkan HAN.
“Anak-anak usia dini atau usia di bawah lima tahun memerlukan perhatian lebih, karena merupakan awal dan dasar pembentukan kepribadian, namun demikian sarana-prasarana untuk mendukung kegiatan anak-anak berupa tempat permainan masih sangat minim sekali di Kulonprogo, tempat bermain anak yang ada seperti di Goa Kiskendo sudah tidak terawat, untuk itu instansi yang menanggani yakni dinas Pariwisata agar kerjasama dengan Bappeda dan BPKD untuk merencanakan dan menganggarkan perbaikan sarana permainan anak tersebut,”pinta Toyo.
Sebaliknya menurut Toyo, tempat –tempat permainan anak usia remaja sudah banyak termasuk dewasa.
Sementara Direktur PAUD Depdiknas, Sujarwo mengatakan pendidikan bagi anak khususnya PAUD sebagai strategi pembangunan SDM haruslah dipandang sebagai titik sentral dan sangat fundamental serta strategis mengingat usia dini merupakan masa keemasan (the golden age) namun sekaligus periode yang sangat kritis dalam tahap perkembangan manusia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sampai usia 4 tahun tingkat kapabilitas kecerdasan anak telah mencapai 50%, usia 8 tahun mencapai 80% dan sisanya 20% pada usia 8 tahun ke atas.
“Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini bahkan sejak dalam kandungan sangat menentukan derajat kualitas kesehatan, intelegensi, kematangan emosional dan produktivitas manusia pada tahap berikutnya. Dengan demikian investasi pengembangan anak usia dini merupakan investasi sangat penting bagi SDM yang berkualitas dimasa mendatang,”katanya.

(Udin/Dwi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s