Tetap Langsing dengan Nyaman

19. Tetap Langsing dengan Nyaman

Hampir semua orang mengalami kelebihan berat badan. Mari kita cari tahu apa penyebabnya sebelum saya memberitahu Anda cara untuk mengatasinya. Ada dua kemungkinan sebab dasar: kelaparan fisik dan kelaparan emosi.

Begitu banyak orang mengalami “kelaparan nutrisi yang tersembunyi” atau kekurangan nutrien yang dibutuhkan untuk menjaga perbaikan tubuh, sehingga kebijaksanaan tubuh selalu merecoki selera makan dan mencari persedian nutrien yang dibutuhkan. Banyaknya makanan yang mengandung sedikit nutrien karena telah diproses dan dihaluskan, membuat seseorang harus mengkonsumsi lebih banyak makanan untuk menutupi “kekosongan kalori” ini. Itulah sebabnya vitamin dan mineral yang ditambahkan pada makanan, sangat membantu; penambahan ini mencegah kita makan dalam porsi banyak hanya untuk mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat.

Tekanan emosi mempersulit masalah. Ketika tekanan menumpuk, ada beberapa jenis orang berpaling pada makanan, sementara yang lain menggunakan obat-obatan, alkohol, dan rokok.

Tak peduli apakah penyebabnya adalah nutrisi atau emosi, yang jelas, kelebihan berat badan sebenarnya merupakan bentuk pencarian kepuasan yang lebih dalam.

Pertolongan Emosional

Rasa kesepian, depresi, sakit hati, kemarahan atau merasa tidak dicintai, membuat orang memakan makanan yang sebenarnya tak diinginkan. Mereka hanya makan untuk memanjakan dan menghibur diri. Penyebab lain kelebihan berat badan adalah kebosanan. Saya mengenal seorang wanita yang sama sekali tidak memiliki ketertarikan hidup, kecuali terhadap makanan. Ketika bangun di pagi hari, ia mulai merencanakan apa yang akan dimakannya. Dia termasuk golongan orang yang hidup untuk makan, karena tidak punya alasan lain untuk menjalani hidup. Mengikuti kursus, belajar keahlian, menjadi relawan rumah sakit, membacakan buku atau hanya berbicara untuk menghibur mereka—siapapun dengan lusinan amal baik ini akan menjauhkan pikiran wanita tersebut dari makanan dan membantunya menurunkan berat badan sebanyak 40 pon.

Langkah pertama yang harus diambil oleh pemakan kompulsif adalah menghadapi diri sendiri dengan jujur, dan mencari tahu mengapa ia terlalu sering makan. Ini saja sudah merupakan setengah dari perjuangan. Lalu setelah menemukan substitusi positif dari makanan, ia akan merasa tidak perlu lagi makan sepanjang hari. Jika Anda terlalu sering makan hanya karena merasa kesepian, ingatlah bahwa Anda bisa makan malam bersama dengan orang-orang paling terkenal di dunia, entah dengan radio, televisi, maupun buku. Mendengarkan, menonton, atau membaca tentang seseorang saat sedang makan akan membantu Anda merasa tidak terlalu kesepian dan tidak terlalu membutuhkan makanan untuk menghibur Anda.

Terkadang, segelas kecil anggur yang diminum sedikit semi sedikit di saat makan malam, memberikan kenyamanan dan sesuatu yang menyenangkan untuk dinantikan di siang harinya. Cara ini bermanfaat secara psikologis maupun nutritif.

Dr. Salvator P. Lucia, seorang profesor universitas mengenai obat-obatan pencegah, meyakini kebenaran para dokter kuno—Hippocrates, Galen, dan lain-lain—yang menggunakan anggur sebagai obat-obatan. Ia berkata, “Anggur memiliki manfaat nutrisi karena mengandung vitamin B dan mineral: potasium, magnesium, sodium, kalsium, zat besi, dan fosfor”. Dr. Lucia berpikir bahwa anggur menstimulasi pencernaan yang lebih baik. Diluar dari kandungann nutrisinya, anggur kering bisa menyediakan jumlah asam yang dibutuhkan bagi banyak orang. Menurutnya, anggur yang digunakan sebagai obat-obatan dan penambah mood sebelum atau saat dihidangkan bersamaan dengan makan malam, bagus untuk penuaan. Ia mengatakan, “Obat penenang ringan yang dihasilkan anggur, seringkali mampu menghalau rasa takut dan cemas akan usia tua dan menjamin tidur nyenyak pada saat yang bersamaan”.

Tiga gelas anggur kering yang diminum sebelum makan, akan menstimulasi selera makan. Penelitia medis menemukan bahwa 3 gelas anggur kering yang diminum pada saat makan, membantu asimilasi makanan serta membantu untuk menurunkan berat badan. Tapi ada aturan yang harus, yakni: hanya boleh 3 gelas anggur kering, karena anggur manis bisa menambah kalori.

Bahkan Injil pun merekomendasikan anggur dalam jumlah terbatas: Pertama, Timothy 5:23 mengatakan, “Jangan minum air lagi, minumlah sedikit anggur demi perut dan kelemahan yang kau miliki”.

Tapi Epeshian 5:18 mengingatkan: “Dan janganlah mabuk karena anggur; tapi isilah dirimu dengan Roh”.

Jadi rahasianya adalah minum anggur dalam jumlah yang sangat sedikit. Jika berlebihan, akan menyebabkan rasa mabuk yang lebih buruk dari minuman keras. Anda harus tahu kapan waktunya berhenti. Jangan berlebihan dan minum “hanya satu gelas lagi!”. Batasi diri Anda dengan meminum 3 gelas anggur kering secara perlahan-lahan dengan menggunakan batu es yang akan mengencerkannya.

Selama program pengurangan makanan, acara jamuan koktail biasanya menjadi penyebab kekambuhan. Seseorang meminum koktail, lalu satu atau dua hal pun terjadi: entah ia terus-terusan minum, atau menjadi sangat lapar dan mengambil sepering penuh makanan pembuka. Seringkali ini lebih menggemukkan ketimbang alkohol.

Seorang wanita bercerita bahwa ia dan suaminya sangat antusias menanti acara jamuan koktail. Tapi itu lebih dikarenakan keramahtamahan dan gelas yang digunakan—bukan isinya—yang bisa menciptakan kesenangan. Jus tomat atau air soda hanyalah sebagai selingan, dan sayuran mentah yang dihidangkan sebagai makanan pembuka sama sekali tidak memiliki kalori.

Cary Grant menekankan bahwa wanita yang tidak merokok dan minum alkohol, memiliki kulit yang lebih indah. Arlene Dahl, model, bintang film, dan kolumnis kecantikan, menambahkan, “Sebagian besar ahli dermatologi sepakat dengannya. Mereka menganggap alkohol bisa meracuni kulit. Alkohol sama berbahayanya bagi bentuk tubuh dan wajah”.

Beberapa ahli meyakini bahwa alkohol menyebabkan timbulnya penyimpanan air yang dengan demikian menambah berat badan.

Berhati-hatilah dengan Makanan Manis

Anak-anak telah sekian lama menderita berbagai penyakit karena makanan manis. Sayangnya, dokter pun memberikan lolipop pada anak yang baru disuntik. Bahkan beberapa dokter gigi menawarkan permen (yang menimbulkan lebih banyak kerusakan gigi) pada anak yang baru saja mengalami serangan menyakitkan di kursi dokter gigi. Kelebihan berat badan juga mengikuti prinsip yang sama dengan kebiasaan pada masa kecil ini: mereka “menghadiahi” diri sendiri dengan makanan manis sebagai kompensasi atas pengalaman atau kondisi pikiran yang tidak menyenangkan.

Makanan manis menyebabkan kelebihan berat badan.

Dee Wells yang menulis tentang Ratu Elizabeth II, mengatakan, “Berat badan Ratu Elizabeth turun sekitar 25 pon. Wanita kerajaan selalu memiliki kegemaran yang kuat terhadap permen, iced cake padat, dan puding krim. Tapi karena ia harus muncul dengan penampilan dan perasaan terbaik, maka diet kerajaan melarang semua alkohol, permen, kue kering, makanan pencuci mulut, kacang-kacangan, bahkan selai dan marmalade. Ratu hanya diperbolehkan minum 4 cangkir cairan sehari, tanpa makanan yang digoreng”.

Kapan Harus Melakukan Diet

Pengurangan makanan seharusnya tidak dilakukan selama masa stres. Saat itu, tubuh Anda membutuhkan semua bantuan yang bisa diperoleh. Kecemasan terhadap uang, hubungan rumah tangga, atau kehilangan pekerjaan cukup menegangkan. Salah seorang penulis menceritakan tentang seorang penulis lain yang menjalankan diet saat ia berusaha menyelesaikan buku sesuai dengan tenggat waktu. Ia akhirnya mencapai titik dimana pikirannya hanya terpaku pada kentang bakar dan pai apel, alih-alih bukunya, sehingga ia harus menunda diet hingga buku itu selesai.

Sewaktu melakukan diet, Anda terkadang menjadi terobsesi dengan kerinduan terhadap makanan berlemak, dan tampaknya tak bisa memikirkan makanan apapun yang rendah kalori. Jika ini terjadi pada Anda, maka cobalah makanan manis yang lengket tersebut—apapun itu. Tapi berhentilah memakannya jika ternyata gigitan pertama tidak seenak yang Anda bayangkan. Saat Anda berhenti makan makanan manis, berarti Anda mencapai titik dimana makanan manis tersebut hanya terlihat enak, tapi tidak lagi terasa enak.

Secara psikologis, ada hari-hari dimana Anda harus makan. Jika tidak, Anda akan depresi. Tapi di sisi lain, ada hari-hari ketika Anda bangun pagi dan tak sabar ingin melakukan apapun untuk menghilangkan kelebihan berat badan. Jadi, ikuti saja alurnya.

Dan tentunya, dietlah secara rahasia. Ada sesuatu yang jahat tentang seseorang yang menyaksikan temannya menjalankan diet. Orang yang tidak diet akan mencoba mengganggu Anda untuk memakan makanan tertentu (yang mungkin menjadi pantangan Anda) “sekali saja”, atau dengan penuh percaya diri memberitahu bahwa Anda terlihat lebih baik jika tidak melakukan diet. Mungkin ini adalah kecemburuan mereka, tapi demi keamanan Anda, jangan beritahu siapapun.

Alasan Kenapa Anda Tidak Mengalami Penurunan Berat Badan Sewaktu Diet

Kelebihan berat badan umumnya disebabkan oleh penyimpanan air. Inilah salah satu alasan mengapa Anda seringkali mencapai kondisi statis saat mengurangi berat badan. Mungkin ini merupakan sistem perlindungan alam yang memberikan kesempatan pada tubuh Anda untuk menarik nafas sebelum kembali mengalami penurunan berat.

Salah seorang dokter mengatakan, “Tubuh memproduksi air ketika lemak terbakar. Untuk setiap pon lemak yang terbakar, tubuh menghasilkan 1 ¼ pon air. Itu jumlah di luar dari yang Anda minum. Ini merupakan kompensasi alam terhadap tubuh, tapi kondisi tersebut bisa mengecewakan”.

Beberapa dokter meresepkan diuretic (obat yang menyebabkan peningkatan pengeluaran urin—penj.) untuk mengeluarkan air. Tapi ini sangat beresiko karena obat tersebut bereaksi dengan cepat dan mengeluarkan begitu banyak air dalam beberapa hari bahkan jam, serta mengeluarkan vitamin yang terlarut dalam air dan nutrien pelindung tubuh lainnnya. Dr. Harry C. Shirkey, dari Samford University, Birmingham, Alabama, menekankan bahwa penggunaan obat diuretic tidak hanya bisa menghilangkan berat badan, tapi juga vitamin dan zat kimia dasar pada tubuh. Hasilnya: orang yang lebih kurus dengan gangguan metabolisme.

Meminum vitamin B-6 merupakan cara yang lebih aman untuk mengatur penyimpanan air yang tidak normal di dalam tubuh.

Bukannya penurunan berat badan, beberapa orang malah mengeluhkan kenaikan berat saat mulai menjalankan diet. Dalam bukunya*, Joseph Lederman menjelaskan alasan tersebut.

Ia mengatakan, “Pada diet rendah kalori, penurunan berat badan terjadi mengikuti pola anak tangga. Awalnya adalah pembakaran lemak tubuh yang berlebih. Sekitar 4 ½ ons air terbentuk dan disimpan dalam jaringan tubuh untuk setiap satu ons lemak yang terbakar. Oleh karena itu, berat badan tidak turun dengan segera; malah mungkin akan bertambah sebanyak beberapa pon selama beberapa waktu. Tapi segera terjadi perubahan dalam keseimbangan jaringan air, sehingga cairan yang berlebih akan dikeluarkan dan timbangan pun menunjukkan penurunan.

Kontroversi Mengenai Lemak yang Bisa Dimakan

Begitu banyak pernyataan yang tidak akurat atau peringatan dini yang dikeluarkan terhadap bahaya memakan lemak, sehingga membuat masyarakat menjadi panik. Banyak diantara mereka yang hanya membeli skim milk, sementara yang lainnya takut memakan telur. Bahkan dokter pun menerima kesalahan informasi mengenai hal ini. Karena makanan yang terbuat dari susu mengandung kolesterol, banyak orang (termasuk dokter yang tidak punya waktu untuk membaca penemuan terbaru) yang tidak menyadari bahwa tubuh menghasilkan kolesterol, entah Anda memakannya atau tidak. Kolesterol dibutuhkan untuk membantu kelenjar (lecithin bisa digunakan untuk melarutkan kolesterol di dalam tubuh).

Diet bebas lemak bukan hanya ketinggalan zaman tapi juga berbahaya. Sebuah penelitian di Bucknell University memperlihatkan bahwa diet bebas lemak menyebabkan timbulnya batu empedu pada binatang percobaan. Kantong empedu membutuhkan lemak agar bisa berfungsi dengan baik. Tanpa lemak, kantong empedu akan melempem.

Adelle Davis melaporkan bahwa orang-orang yang menjalankan diet bebas lemak, mengalami kenaikan berat badan dan pembengkakan di bagian betis, pergelangan kaki, dan paha. Tapi mereka kemudian mengalami penurunan berat badan ketika menambahkan dua sendok teh minyak salad setiap hari. Salah seorang model Powers tak sanggup menurunkan berat badan hingga ia menambahkan lemak dalam bentuk minyak ke dalam makanannya.

Kalori dari lemak dan protein, dibakar oleh tubuh untuk memberikan energi dan tidak tersimpan sebagai lemak.

Salah seorang teman saya yang mengalami kelebihan berat badan dan kecanduan makanan manis, mulai mengkonsumsi lemak sebagai pengganti makanan manis. Dia meminum satu sendok makan minyak yang dilarutkan dalam jus, atau satu sendok penuh mentega kacang alami ketika ia “merasa kosong”. Ia berkata pada saya dengan berkelakar, “Aku tidak pernah lapar lagi sejak saat itu!”.

Telah banyak perdebatan mengenai diet Calories Don’t Count”. Ini merupakan diet rendah karbohidrat serta tinggi lemak dan protein, yang ditemukan oleh Stefansson, seorang ahli antropologi. Diet ini kemudian sedikit divariasikan dan disebut dengan nama lain seperti “The Drinking Man’s Diet” (plus alkohol), “Martinis and Whipped Cream Diet”, “Air Force Diet”, “Eat Fat and Stay Slim Diet”, “Du Pont Diet” (karena dicobakan pada para pekerja di perusahaan Du Pont), dan yang terakhir disebut dengan “The Holiday Diet”, karena muncul di majalah Holiday.

Alasan penentangan terhadap buku mengenai diet yang tak menghitung kalori ini adalah karena buku tersebut hanya menyarankan kapsul minyak safflower dalam jumlah sedikit. Padahal agar bisa berfungsi efektif, setiap minyak tak jenuh harus digunakan dalam jumlah yang lebih besar dari pada hanya sekedar beberapa kapsul.

Jujur saja, saya mulai bosan dengan perdebatan mengenai jenis diet ini. Sebelum meninggal pada akhir umur 80 tahun, Stefansson adalah salah seorang teman akrab saya, dan saya yakin telah mendiskusikan keseluruhan diet ini dengannya seperti yang dilakukan oleh reporter nutrusi lain. Inilah tuturan kisah yang menuntunnya pada “Stefansson Diet”, yang kemudian dibengkokkan menjadi begitu banyak nama.

Ia dan seorang teman sedang berjalan kaki di Kutub Utara sambil membawa sumsum daging karibu (yang tidak berlemak) dan minyak anjing laut (mengandung lemak). Persediaan minyak anjing laut akhirnya habis, sehingga hanya tinggal daging yang tidak berlemak. Keadaan ini membuat kedua laki-laki itu langsung terserang sakit kepala dan menderita diare parah sehingga takut akan segera mati. Untungnya seorang penduduk Eskimo melewati mereka dan memberikan simpanan minyak anjing lautnya pada kedua pria tersebut. Hanya dalam beberapa jam setelah meminum minyak itu, sakit kepala berhenti dan diare menghilang.

Stefansson mengatakan pada saya, “Peristiwa itu memberiku pelajaran. Aku tidak pernah lagi menjalankan diet bebas lemak seumur hidupku”. Saat para penulis menyatakan bahwa ia menjalankan diet tinggi protein, seperti yang dilakukannya di Kutub Utara, ia berkata dengan marah, “Aku tidak menjalankan diet tinggi protein. Aku memakan makanan tinggi lemak”.

Meskipun warga Eskimo adalah pengkonsumsi makanan tinggi protein, tapi pada dasarnya mereka merupakan pengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Delapan puluh persen kalori mereka berasal dari lemak. Baik Stefansson maupun para eskimo ini merasa kagum dengan diet tinggi lemak dan tidak pernah kelebihan berat badan.

Bahkan, W.A. Pennington, M.D. menemukan bahwa keseluruhan dari 20 pria dan wanita yang diuji pada Du Pont Corporation, mengalami penurunan berat badan saat menjalani diet ini meskipun tidak ada pembatasan terhadap total asupan kalori (ini menjelaskan dari mana asal nama “calories-don’t-count”). Mereka memakan 3.000 kalori per hari, dan diperbolehkan memakan lemak atau daging ekstra bagi siapapun yang menginginkannya. Tak ada satupun yang merasa kelaparan; semuanya dilaporkan merasa sangat sehat.

Alasan mengapa Dr. Herman Taller menulis buku Calories Don’t Count adalah karena ia sendiri mengalami kelebihan berat badan selama bertahun-tahun dan telah mencoba semua diet tanpa hasil apapun. Setelah mempelajari tentang Diet Stefansson, ia menamahkan 3 ons minyak sayur cair (bisa digantikan dengan minyak safflower) pada menu makanannya sehari-hari, dan unuk pertama kali dalam hidupnya, berat badannya menjadi normal. Kemudian ia mencobakan diet ini pada para pasiennya. Mereka juga berhasil menurunkan berat badan.

Sekitar 10 peneliti telah menguji diet ini dan membaptisnya dengan nama baru. McGill University di Canada mencobakan diet ini pada para relawan yang tidak berhasil dengan semua metode diet yang dijalankan sebelumnya. Percobaan ini pun berhasil. Para relawan tak lagi merasa lapar. Setelah mengalami penurunan 10 hingga 40 pon, mereka yang tetap menjalankan diet ini selama dua tahun kemudian tidak lagi mengalami kenaikan berat badan.

George Watson, seorang peneliti dari University of California, yakin bahwa sedikit karbohidrat diperlukan dalam diet ini, untuk membantu membakar lemak dan menghasilkan perasaan sehat yang lebih hebat. Menurut salah seorang dokter nutrisi, karbohidrat yang diberikan harus berupa karbohidrat alami, seperti kentang bakar, beras coklat yang belum diolah, sereal atau roti gandum, buah-buahan, sayuran, atau salad. Tidak boleh ada gula putih, tepung gula, makanan lain yang telah diproses, atau makanan pencuci mulut yang kaya dengan gula.

Bagaimana dengan Makanan “Rendah Kalori”?

Kesalahan konsepsi mengenai diet adalah tentang pemanis buatan, khususnya calcium cyclamate dan sodium cyclamate. Franklin Bicknell, M.D., seorang dokter konsultan di London mengingatkan: “Semua pemanis buatan menyebabkan keracunan pada binatang. Salah satu diantaranya menyebabkan tumor hati, sementara yang lainnya menyebabkan gangguan ginjal dan diare”.

Masih lebih serius lagi, seorang dokter Jepang, Dr. Ryozo Tanaka dari Iwate Medical School mengadakan penelitian dengan menggunakan tikus. Hasilnya sangat mengejutkan karena sodium dan calcium cyclamate ternyata bisa membunuh janin, atau—pada banyak kasus—menyebabkan cacat lahir yang mirip dengan yang ditimbulkan oleh thalidomide.

Setelah mengetahui bahaya dari pemanis buatan, banyak dokter di Amerika yang mulai mengkhawatirkan dampak zat ini terhadap kesehatan. Konsumsi pemanis ini meningkat hingga hampir tiga kali lipat sejak tahun 1960. Zat ini muncul dalam makanan yang telah diproses dan dikalengkan, serta di dalam soft drink, jus buah, buah-buahan, sirup, topping, makanan pencuci mulut, kue kering, cake, dan adonan; bahkan dalam makanan China yang dikalengkan. Kenapa ini bisa terjadi? Pemanis buatan adalah bisnis besar. Para pengusaha ingin mendapatkan limpahan uang, karena setiap konsumen tampaknya berpikir bahwa pemanis buatan adalah mantra untuk menurunkan berat badan. Ini sama sekali tidak benar! Para dokter dengan sungguh-sungguh mengingatkan bahwa hanya diet yang tepat yang bisa menurunkan berat. Jumlah kalori yang hilang dari makanan atau minuman rendah kalori tidak cukup untuk menimbulkan penurunan dan mencegah kelebihan berat badan. Zat pemanis, khususnya cyclamate, dianggap sangat berbahaya oleh mereka yang pernah menguji dan melaporkan hasilnya dengan jujur. Tapi baik masyarakat maupun pengusahan tampaknya tidak mendengarkan.

Untuk menghindari zat ini, bacalah label makanan sebelum Anda membeli. Untuk keamanan, gunakanlah pemanis alami seperti madu. Sedikit madu tidak akan mengancam berat badan Anda.

Apakah Obat Pelangsing Aman?

Dalam bukunya*, Richard Carter menulis agar kita menggunakan sedikit depresan selera jika tindakan makan telah menjadi sebuah kompulsi. Mr. Carter mengingatkan bahwa obat tersebut meningkatkan denyut nadi, membuat beberapa pasien menjadi gemetaran, dan hanya bertindak sebagai penyokong kimiawi. Ketika obat ini berhenti diminum, biasanya berat badan yang telah hilang akan kembali. AMA (American Medical Association) bahkan mengeluarkan peringatan yang lebih serius terhadap obat-obatan pelangsing.

Henry Brill, M.D., seorang psikiatris mengatakan, “Penggunaan obat ini secara berlebihan bisa mengakibatkan detak jantung yang lebih cepat, hipertensi (tekanan darah tinggi), kegugupan, tekanan emosi, dan halusinasi”.

James B. Landis, dari Smith, Kline, and French Laboratories, mengingatkan bahwa bahkan pil penambah tenaga bisa mempengaruhi pusat selera di otak dan menjadi suplemen yang berbahaya. Ia mengatakan, “Dengan pemakaian dosis tinggi dan berlebihan setiap hari, obat ini bisa menimbulkan penyakit kegilaan yang menyerupai skizofrenia”.

American Medical Association yakin bahwa pil diet termasuk tiroid, hormon, digitalis (obat yang digunakan untuk menstimulasi jantung—penj.) dan diuretic bukan hanya tidak akan berhasil tapi mungkin sangat berbahaya. Paling tidak ada 60 kematian yang dihubungkan dengan pil diet.

Apakah Olahraga Akan Membantu?

Dr. Jean Mayer, profesor nutrisi di Harvard University, percaya bahwa olahraga merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh orang yang sedang menurunkan berat badan. Dalam banyak kasus, bukan hanya makanan saja yang menimbulkan kelebihan berat badan. Lemak yang dimakan lebih banyak dari yang dibakar. Segelas martini ekstra per hari sama dengan 10 pon lemak per tahun. Lemak dari setengah porsi sandwich ekstra baru bisa dibakar dengan 20 menit berjalan kaki setiap hari. Dr. Mayer menambahkan, “Satu-satunya lawan terbesar bagi pria gemuk adalah kurangnya olahraga. Tapi tidak bagi wanita Amerika yang berjalan 10 mil di dalam rumah setiap hari; sama seperti 250 yard”.

Dr. Mayer yakin bahwa olahraga yang dilakukan dengan giat dalam waktu singkat tidaklah cukup; aturannya bagi orang gemuk adalah olahraga teratur, nutrisi yang bagus, dan ketekunan.

Richard Carter sepakat. Ia berkata biasanya anak muda tidak harus menurunkan berat badan, karena mereka aktif. Tapi orang aktif yang menjadi semakin tidak aktif pada umur paruh baya biasanya tidak secara otomatis menyeimbangkan ketidakaktifannya dengan pengurangan asupan makanan. Inilah penyebab terjadinya kelebihan berat badan.

Berhati-hatilah Terhadap Puasa untuk Menurunkan Berat Badan

Salah seorang sarjana kedokteran nutrisi memberitahu saya, “Andai saja kau bisa melihat hasil penundaan fad diet (diet yang dilakukan sewaktu-waktu—penj.) dalam jaringan tubuh pasien-pasienku. Fad diet hanya terdiri dari beberapa nutrisi setiap hari (contohnya, diet pisang, diet keju lembut). Selama melakukan fad diet atau diet sebagian, tubuh tidak menerima semua material perbaikan yang dibutuhkan, sehingga menjadi makanan bagi dirinya sendiri. Ini akan berakibat pada jaringan, organ dan kelenjar. Tubuh membutuhkan semua nutrien setiap hari.

Puasa tanpa memasukkan nutrien yang hilang bisa mengakibatkan malapetaka bagi tubuh. American Journal of Clinical Nutrition (Juli 1967) melaporkan hasil kerja dari lima orang peneliti, “Tekanan metabolisme yang signifikan akan terbentuk selama melakukan puasa lengkap, dan pada akhirnya bisa mengakibatkan abnormalitas yang serius. Sewaktu berpuasa, lemak dan protein tubuh digunakan sebagai sumber energi….Puasa total tanpa suplemen vitamin dan mineral seharusnya tidak dianjurkan….kalau tidak, stres hebat pada akhirnya akan menimbulkan kerusakan mental (kemampuan) dan kondisi fisik yang tidak efisien”.

Puasa hanya boleh dilakukan dibawah pengawasan dokter yang memenuhi syarat.

Banyak spesialis lain yang sepakat mengenai bahaya dari puasa total yang dilakukan dalam waktu lama. National Arthritis Institute, Bethesda, Maryland, menemukan bahwa puasa menciptakan defisiensi riboflavin—vitamin B untuk kulit dan penglihatan. Jurusan Kedokteran di University of Virginia Medical School menemukan bahwa puasa yang dilakukan dalam jangka waktu lama menghasilkan kurva toleransi gula darah yang serupa dengan “diabetes kelaparan”. Sebuah penelitian Denmark mengenai orang-orang yang melakukan penurunan berat badan dengan puasa total plus vitamin, menyatakan, “Puasa total dianggap tidak sesuai bagi penderita radang sendi, encok, dan penyakit jantung”.

Lothar Gottlieb Tirala, M.D., Ph.D., dari Wiesbaden, Jerman, menuliskan dalam Let’s Live (November 1966), “Jangan percaya bahwa penyakit bisa disembuhkan dengan berpuasa selama berminggu-minggu. Mereka yang mengusahakan penyembuhan dengan puasa drastis ini bisa mendatangkan bahaya besar”.

“Orang-orang yang menjalani penyembuhan semacam itu di resort kesehatan dan hanya meminum air selama dua atau empat minggu, sama saja dengan merusak kesehatan….otot melemah, dan muncul sejumlah besar substani racun di dalam urin dan darah. Orang yang berpuasa “mengkonsumsi” tubuhnya sendiri, yang berarti secara virtual ia memakan dirinya sendiri. Ketika seseorang dengan berat badan normal menjalankan puasa drastis dan hanya minum air atau jus buah, maka setelah beberapa hari ia akan menggunakan 150 gram daging ototnya setiap hari.

“Praktisi awam salah jika menganggap bahwa substansi racun yang tersembunyi bisa dikeluarkan dari tubuh melalui puasa, hanya karena racun tersebut muncul pada urin pasien. Ini kesalahan besar: justru racun tersebut dihasilkan dari berpuasa. Protein serum yang menjalankan tranportasi air di dalam tubuh, menghilang dengan cepat sehingga air tetap tersimpan dalam jaringan penghubung di bawah kulit dan membentuk edema pada kaki dan wajah”.

Dr. Tirala mendata kerusakan lain yang dihasilkan dari berpuasa: usus berhenti berfungsi, terjadi edema pada lambung dan usus, gangguan produksi usus-lambung, gamma glubolin dan hilangnya hormon esensial dari darah, ovarium dan testis berhenti berfungsi, serta kemunduran penilaian dan kapasitas mental akibat rendahnya gula darah. Bahkan dalam minggu pertama, bisa dilihat dengan jelas munculnya depresi, lesu, kegilaan, bahkan halusinasi. Ia mengingatkan, “Tak ada satupun penyakit kronis yang bisa disembuhkan dengan berpuasa. Puasa ringan selama dua atau tiga minggu hanya dianjurkan dalam kasus pembengkakan ginjal dan pankreatitis yang telah akut….Serangan ringan terhadap sistem vegetatif dengan melakukan diet makanan mentah selama tiga hari, bisa mengeluarkan edema dengan cepat dan mudah dari penderita penyakit jantung. Tapi celakalah ia, jika ada orang yang berani menyuruhnya berpuasa”.

Cara Mengurangi Berat Badan dengan Aman

Dalam kolom gabungannya di koran, Dr Brady menulis, “Banyak wanita yang mendapat ganjaran berat dari keriput yang tiba-tiba muncul, diet penurunan berat badan yang tidak fisologis, atau pelangsingan kilat dengan menggunakan obat-obatan, garam, atau obat pencahar lain yang bisa mengganggu nutrisi. Dan banyak remaja putri yang mengalami keriput dini akibat pembatasan makanan yang tidak bijak dalam usaha untuk menjaga berat badannya”.

Cara makan Anda sama pentingnya dengan apa yang Anda makan. Nibble diet (diet dengan makan dalam porsi sedikit—penj.) merupakan salah satu cara aman untuk mengurangi berat badan. Lambung Anda elastis seperti balon. Misalnya saat perayaan Thanksgiving dan Natal, Anda mengerang, “Aku sudah kenyang. Tapi Thanksgiving (atau Natal) hanya datang sekali setahun”.

Benar, inilah yang terjadi pada lambung Anda. Lambung Anda meregang dengan makanan yang tidak biasanya, dan akan tetap seperti itu. Jadi keesokan harinya, lambung Anda akan meminta jumlah makanan yang sama untuk memuaskan ukuran barunya.

Sebaliknya, inilah yang membuat tiga hari pertama diet terasa sangat tidak nyaman. Lambung Anda menuntut lebih banyak makanan, sementara Anda berusaha memotong dan mengacuhkan tuntutannya. Setiap orang yang pernah melewati tiga hari pertama masa diet, mengaku bahwa itu adalah hari-hari terberat. Setelah itu, semuanya jadi mudah sekali. Lambung Anda mengecil dan tidak lagi menuntut begitu banyak makanan.

Diet yang tidak dilakukan secara konsisten juga akan mengganggu keseimbangan tubuh. Kontrol tubuh rusak dan pada akhirnya menimbulkan masalah yang nyata. Salah satu solusinya adalah nibble diet. Makan dalam jumlah sedikit berkali-kali dalam sehari, bisa mengontrol rasa lapar, menyimpan energi, dan menjaga kapasitas lambung Anda agar tetap kecil. Meskipun boleh makan sepanjang hari, bukan berarti Anda bisa memakan lebih banyak. Melainkan Anda harus membagi porsi makan yang tiga kali sehari itu kedalam jumlah yang lebih sedikit. Dengan lebih sering makan, berarti Anda menurunkan ketegangan pada pencernaan dan pengaturan tubuh Anda.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Ceko terhadap 450 pria menemukan bahwa kelompok yang memakan dua porsi makan besar sehari mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi daripada kelompok yang makan empat atau lima porsi kecil sehari plus cemilan. Ilmuwan-ilmuwan tersebut memutuskan bahwa alasannya adalah orang yang sering makan dalam porsi kecil bisa membakar makanannya secepat ia memakannya. Tapi orang yang memakan porsi besar akan menyimpan kelebihan makanannya sebagai lemak.

Ben Wider yang menulis di majalah Vigor, menceritakan bagaimana nibble diet telah membantunya. Ia berkata, “Cobalah nibble diet selama seminggu, dan lihatlah hasilnya pada diri Anda. Berkonsentrasilah pada makanan tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, ikan, unggas, telur, dan skim milk. Lalu tambahkan makanan ini dengan sayuran rendah karbohidrat seperti brokoli, spinach, asparagus, seledri, dan lettuce. Pastikan Anda memakan sedikit buah segar setiap hari, dan memakan semua makanan tersebut dalam jumlah yang sangat sedikit sebanyak beberapa kali sehari.

Makanlah sampai Anda tidak lagi merasa lapar, lalu berhentilah! Ini mungkin sedikit melatih diri, karena selama ini Anda makan dalam porsi tiga kali sehari dan lebih dari setengah jumlah itu tidak dimakan untuk memuaskan rasa lapar melainkan hanya karena kebiasaan.

“Saya sendiri telah menjalankan diet ini selama 10 hari, dan semuanya sangat memuaskan. Saya sering memakan sayuran mentah, dan ayam atau kalkun dingin di hari lain. Di waktu malam, saya makan makanan panas bersama seluruh anggota keluarga—tapi saya memakan semuanya dalam jumlah yang sangat sedikit.

‘Bagian terbaiknya adalah berat badan saya turun sebanyak 4 pon dalam 10 hari belakangan ini tanpa pernah sekalipun merasa perih karena kelaparan!”

Sebuah penelitian di University of Chicago memperlihatkan bahwa makan makanan berat di waktu malam bisa menimbulkan kenaikan berat badan. Harvey D. Smith, M.D., seorang spesialis penurunan perat badan, yakin bahwa semakin berat makanan yang dimakan seseorang, semakin besar pula karbohidrat yang dibutuhkannya (yang membuat tubuhnya bertambah berat); dan bahwa banyak orang makan pada waktu yang salah. Ia berkata:

“Saya memiliki banyak pasien yang hanya makan 800 atau 900 kalori per hari, tapi masih tetap memperoleh kenaikan berat badan. Saya bisa memberikan mereka 1.500 kalori dan menurunkan berat badannya dengan diet yang lebih seimbang, dan dengan sebagian besar kalori yang dimakan sewaktu sarapan dan makan siang. Itulah rahasia diet yang baik: memakan jumlah kalori yang sama atau lebih, tapi tetap mengalami penurunan berat badan—semuanya sangat bergantung pada kapan Anda makan.

“Sarapan harus memberikan asupan kalori kira-kira 40% dari total perhari dan seimbang antara karbohidrat dengan protein; makan siang 40%; dan makan malam tidak boleh lebih dari 20% total asupan kalori per hari.

“’Tapi Dokter, aku tidak bisa makan apapun waktu sarapan; dan jadi sangat lapar sewaktu siang’.

“Ini alasan yang paling sering saya dengar dari para pasien, dan menjelaskan mengapa mereka tidak bisa menurunkan berat badan ‘tak peduli betapapun kerasnya usaha mereka’. Sebagian besar orang tidak memakan apapun sewaktu sarapan—dan kemudian membakar energi sewaktu siang. Pada malam hari, mereka memakan begitu banyak kalori, lalu hanya duduk tanpa melakukan apa-apa. Jika prosedur ini dibalikkan, dan mereka memakan lebih banyak kalori sewaktu sarapan di pagi hari lalu menguranginya di malam hari, 90% orang yang mengalami kelebihan berat badan akan bisa tertolong”.*

Cara Baru Melakukan Diet dengan Mudah

Metode unik untuk menurunkan berat badan, dihadirkan oleh Elizabeth Keyes dalam buku kecilnya berjudul How to Win the Losing Fight**. Saya tidak ingin membeberkan seluruh rahasianya, tapi akan memberikan intisarinya, dan Anda bisa membaca kelanjutannya sendiri. Mrs. Keyes memiliki masalah dengan berat badan sejak dari masa kanak-kanak. Ia telah mencoba semuanya, tapi tak ada satupun yang berhasil. Akhirnya ia mengetahui metode khusus ini dimana kita bisa memakan semua yang diingiinkan sesering mungkin, dan tetap kurus. Percobaannya pertamanya berhasil menghilangkan beberapa pon hanya dalam minggu pertama.

Elizabeth Keyes adalah pendiri “Overweight Overcomers International” (OOI). Saya pernah melihat beberapa kartu Natal untuknya yang ditulis oleh anggota kelompok relawan ini yang telah membaca bukunya. Salah seorang wanita berhasil menurunkan 65 pon sejak tahun pertama. Sementara yang lainnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing. Semuanya sangat gembira dengan metode ini.

Secara umum, ujar Mr. Keyes, metode ini didasarkan pada fakta bahwa semua orang yang mengalami kenaikan berat badan adalah orang yang rakus. Mereka menelan semua makanan dan tidak merasa terpuaskan, sehingga mengambil lagi dan lagi. Ini metodenya: gigitlah makanan dalam potongan kecil. Lalu letakkan garpu Anda dan bersikaplah santai ketika mengunyahnya. Rasakan dan nikmati setiap rasa yang ada dalam potongan tersebut. Hanya ketika potongan itu telah meleleh dalam mulut Anda, Anda boleh mengambil sepotong lagi dan mengulangi proses yang sama. Anda akan kagum dengan betapa cepat selera makan Anda menghilang dan betapa sedikit makanan yang Anda makan.

Ia menceritakan tentang seorang wanita yang mencoba metode ini. Wanita tersebut dibawa ke pertunjukan sarapan yang dihadiri oleh 50 wanita anggota OOI. Wanita yang kelebihan berat badan tersebut dipaksa pergi kesana oleh salah seorang kerabat yang ingin agar dia menurunkan berat badan. Mrs. Overweight itu kemudian bertemu dengan Mrs. Keyes yang memberitahukan bahwa ia bisa memesan apapun yang diinginkannya sebagai sarapan. Dengan sikap menantang, ia memesan hot cake dan sirup, mentega, bacon dan telur, lalu kopi dengan krim dan gula. Nafsu makannya naik ketika makanan tersebut dihidangkan ke hadapannya.

Mrs. Keyes berkata, “Tunggu! Potonglah makanan Anda dalam ukuran kecil, seperti ini.”

Wanita itu mengeluh, “Aku bahkan tidak akan bisa merasakan makanan tersebut. Ukurannya sangat kecil sehingga aku tidak akan tahu apakah telah menelannya atau belum.”

Tapi ia tetap mengikuti arahan tersebut. Ia menahan potongan itu di mulutnya, merasakannya, menghisap rasanya diantara lidah dan dan langit-langit mulut, menutup mata, dan sangat menikmatinya.

Mrs. Keyes kemudian mengalihkan perhatiannya pada orang-orang lain di sekeliling meja. Ia berkata, “Setelah beberapa saat, saya melihatnya duduk bersandar dan memandang piringnya dengan ekspresi aneh. Ia baru memakan kurang dari seperempat potong kue, satu setengah irisan dari empat irisan bacon, dan sama sekali tidak menyentuh telur.

“’Apa ada yang salah’ tanya saya.

“Ia mendorong piring itu. “Ya. Rasanya tak seperti yang kuharapkan. Bahkan terasa sangat tidak enak. Aku tidak pernah sekecewa ini seumur hidup.’”

Mrs. Keyes membujuknya untuk memakan sedikit lagi. Tapi wanita itu berkata, “Aku tak mau lagi. Aku bisa muntah jika harus memakannya.”

Semua orang disekitar meja itu tertawa ketika seorang wanita berteriak, “Ia berubah!”.

Keesokan harinya, wanita tersebut menghentikan Mrs. Keyes di jalan. Ia berkata, “Kau tahu, aku belum merasa lapar. Apakah menurutmu ada yang salah denganku?”

Mrs. Keyes meyakinkan bahwa untuk pertama kalinya, ia berada di jalur yang benar.

Mrs. Keyes mengkombinasikan nutrisi yang baik dengan yang disebutnya sebagai “cara makan yang lemah lembut”. Dengan menggunakan makanan yang tepat, dan metode meresapi, menikmati, dan mengunyah setiap potongan ini, Anda dengan segera hanya akan memakan setengah dari porsi semula, memiliki pencernaan yang lebih baik, dan mengalami penurunan berat badan dengan nyaman.

Frank B. Lachle, seorang ahli kimia dan penasehat nutrisi, membuat ringkasan tentang diet pengurangan berat badan yang seimbang. Ia berkata, “Jika kita memberikan semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk nutrisi optimum pada tubuh (tapi tetap rendah kalori), maka rasa lapar kita akan terpuaskan dan diet tidak akan menimbulkan kegugupan. Diet haruslah:

  • Memberikan persediaan energi yang banyak. Jika diet tersebut kaya akan asam amino protein esesnsial dan minyak mentah tak jenuh serta rendah karbohidrat, maka akan memberikan persediaan energi secara terus menerus dengan fluktuasi minimum.
  • Kaya dengan mineral dan jejak mineral. Diet harus kaya dengan mineral alami dan jejak mineral serta memiliki keeimbangan rasio kalsium-fosfor-magnesium.
  • Jangan ada bahan-bahan yang berbahaya. Tidak ada bahan pengawet—tidak ada zat buatan—tidak ada residu hasil penyemprotan—tidak ada gula yang telah diproses atau tepung anorganik yang telah diputihkan—tidak ada lemak keras.
  • Membakar lemak tubuh. Diet harus dirancang untuk membakar lemak dan minyak tubuh.
  • Menghilangkan kebiasaan. Obat-obatan dan kebiasaan apapun tidak termasuk ke dalam diet.
  • Tidak menyebabkan sembelit. Diet harus terdiri dari makanan-makanan yang cenderung melembutkan dengan cara alami. Jangan sampai ada zat pelembut kimiawi.
  • Menyusutkan sistem usus. Berlawanan dengan pendapat populer bahwa diet harus memasukkan makanan dalam jumlah besar, justru malah diet harus bisa menyusutkan sistem usus agar jumlah makanan yang diinginkan menjadi sedikit sehingga dimensi tubuh berkurang.
  • Membantu pencernaan. Diet harus terdiri dari makanan mentah dan tambahan enzim yang tepat untuk membantu pencernaan. Semuanya harus dikunyah.

Bagi yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat dan telah mendapatkan izin dokter, ada satu bubuk protein baru yang diminum 4 kali sehari dan bisa memenuhi semua yang dibutuhkan.

Jadi lupakan diet kilat Anda. Pilihlah mana yang paling menarik bagi Anda dari diet-diet ini. Mulailah dengan cara hidup baru. Anda tidak akan pernah merasa lapar, dan terlihat serta merasa lebih baik dari sebelumnya.


* Be Fit, Not Fat (St. Louis: Educational Publishers, Inc., 1962).

* Richard Carter, Your Food and Your Health (New york: Harper & Row, 1964).

* Family Weekly, 9 Februari 1969.

** Gentle Living Publication, 2168 South Lafayette, Denver, Colorado, 80201.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s