Subyek pergaulan di sekolah

Sumber : Republika Redaksi 25 Apr 2006

Dari hasil kajian saya selama mengajar di sekolah menengah, ditemukan tiga bentuk penyimpangan etika dari pengaruh negatif tayangan pornografi dan pornoaksi media massa terhadap remaja usia sekolah.

Pertama, penyimpangan etika penampilan. Belakangan, para siswa sekolah menengah (SMP dan SMU) kelihatan sulit membedakan cara penampilan yang harus ditunjukkan ketika bertandang ke tempat rekreasi dengan cara penampilan saat ia di lingkungan sekolah.

Di sekolah, misalnya, akan mudah kita lihat pemandangan kemeja para siswa dibiarkan berada di luar celana dan rok para siswinya kelihatan mini. Selain itu, tidak jarang kita saksikan siswa yang mengecat rambut, memakai perhiasan berlebihan, berdandan menor, dan sebagainya.

Kedua, penyimpangan etika bertutur (berbicara). Tidak sedikit jumlah siswa remaja saat ini yang kesulitan membedakan cara berbicara dengan orang yang lebih tua usianya, termasuk dengan guru dan orang tuanya sendiri. Juga kelihatan sulit membedakan cara berbicara di tempat resmi dan tempat bermain. Bahkan materi pembicaraan yang menyerempet sarkasme dan porno gampang begitu saja keluar tanpa beban dari mulut para remaja sekarang. Ketiga, penyimpangan etika pergaulan. Dalam hal pergaulan, para remaja juga sangat sulit melakukan seleksi teman bergaul. Akibatnya, tidak sedikit remaja yang terlibat berbagai tindak kriminal seperti menjual narkoba, pratik seks bebas, tawuran antarpelajar, mencuri, dan sebagainya.

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s