BUPATI SHOLAT IED DI ALUN -ALUN WATES

BUPATI SHOLAT IED DI ALUN -ALUN WATES
Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo dan Wakil Bupati Drs.H.Mulyono akan melaksanakan Sholat Iedul Fitri 1429 H di Alun-alun Wates , Rabu (1/10) mendatang. Dalam kesempatan tersebut Imam dan Khotib Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur ,Dr.H.Agus Sukoco,M.Kes. Usai melaksanakan sholat Iedul Fitri, Bupati menerima warga masyarkat melalui acar Open House yang bertempat di rumah dinas bupati utara Alun-alun Wates .
Malam sebelumnya Bupati dan muspida melepas takbir keliling yang diikuti para peserta TPA dan masyarakat Wates dengan mengambil lokasi start di Halaman Pemkab Kulonprogo.

KEGIATAN SAFARI TARAWIH PEMKAB BERAKHIR
Toyo : Bayar Zakat Hidup Jadi Tentram dan Tenang
Kepada warga masyarakat Kulonprogo yang telah mempunyai penghasilan lebih, untuk mengeluarkan 2,5 % penghasilannya sebagai zakat Karen itu merupakan hak orang lain yang dapat diberikan kepada lembaga seperti Badan Amil Zakat Sodaqoh (BAZS). Dengan mengeluarkan sebagian penghasilan niscaya tidak akan membuat kita menjadi orang miskin yang kekurangan, tetapi hidup menjadi lebih tenang dan tentram.
Hal tersebut dikatakan Bupati Kulonprogo,H.Toyo Santoso Dipo pada acara penutupan Safari Tarweh Pemkab di Rumah Dinas Bupati, Jum’at (26/9). Dalam kesempatan tersebut sekaligus digelar pengajian menjelang buka puasa oleh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr.Khirudin Bashori serta penyerahan bantuan dari gerakan infaq Rp.5000,- selama bulan Ramadhan dari PNS,pegawai BUMD/BUMN. Bantuan secara simbolis diserahkan kepada Pondok Pesantren Dakwatul Islamiyah Madigondo Sidoharjo Samigaluh, PP.Al Manar Brosot, Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) Kulonprogo, Kelompok penyandang cacat tubuh Nanggulan, Panti Asuhan Darul Aitam Karangwuluh Temon dan PA Muhammadiyah Nanggulan.
“Bagi warga Kulonprogo yang belum membayar zakat dari penghasilannya sebesar 2,5 % tanpa merasa dipaksa namun secara ikhlas dapat membayar untuk diberikan kepada BAZS, karena sebagian itu adalah milik orang lain, dengan telah dizakati penghasilan yang diterima meski sedikit namun terasa puas , tentram dan tenang,” kata Toyo.
Hikmah dari membayar zakat telah dirasakan sendiri oleh Bupati yang sebelum memimpin Kulonprogo menekuni bisnis Lombok dan Koperasi. Dengan panjang lebar ia menceritakan pengalaman pribadinya tentang gaji hubungannya dengan zakat. Sebelum menjadi Bupati dengan pekerjaan swasta yang digelutinya mampu menghasilkan pendapatan yang lumayan besar dibanding gaji Bupati selama ini, namun saat itu lalai untuk menyisihkan sebagian gaji. Baru setelah menjadi Bupati sadar untuk menunaikan zakat. Dan ternyata meski hanya kecil tetapi dizakati, setelah menerima merasa puas, tenang, biarpun kecil tapi nikmat. Bahkan ia semakin percaya, dengan mengeluarkan zakat dari penghasilan tidak akan membuatnya kekurangan, karena Allah pasti akan memberikan lebih daripada yang kita keluarkan.
Di bagian lain Toyo berharap dan berdoa semoga puasa kita tidak hanya sekedar mendapatkan lapar dan dahaga saja tetapi senantiasa mendapatkan ridho Allah SWT sehingga dapat mencapai derajat taqwa.
Sementara Kabag Kesra Setda Arief Sudarmanto,SH dalam laporannya menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat (BAZ) Kulonprogo turut menyalurkan dana ZIS yang dihimpun dari kalangan PNS muslim kepada 17 Panti Asuhan dan 12 Pondok Pesantren masing-masing menerima Rp.1.000.000,- . Pada 24 Sepember lalu BAZ juga telah menyalurkan dana ZIS dari para PNS termasuk zakat 2,5% dari Gaji Bupati dan Wabup yang sejak jabatan periode pertama telah menyalurkan melalui BAZ, kepada 165 pengemudi becak, 50 pasukan kuning, 20 pedagang gorengan, 120 Rumah tangga miskin, 11 anak yatim/piatu dengan keseluruhan mecapai Rp.70 juta.

PERINGATI HARI RAYA-CUTI BERSAMA
Karyawan Pemkab Libur 6 Hari
Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo libur enam hari, mulai hari Senin (29/9) hingga Sabtu (4/10) dan masuk Senin (6/10). Libur tersebut merupakan libur Hari Raya Idul Fitri 1429 H dan cuti bersama tahun 2008.
Kepala Kantor Humas Kabupaten Kulonprogo, Drs.R.Agus Santosa,MA, Jum’at (26/9) mengatakan libur Hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama PNS dilingkungan Pemkab Kulonprogo selama enam hari kerja mulai Senin (29/9) hingga Sabtu (4/10), dan karyawan kembali masuk kerja pada hari Senin (6/10), meski libur petugas di pelayanan masyarakat terutama kesehatan di puskesmas tetap buka dengan jadwal bergiliran, sehingga tetap melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.
Ditambahkan Agus, setelah memasuki hari kerja usai libur sepekan, berbagai kegiatan Pemkab telah menanti di bulan Syawal mendatang diantaranya kegiatan Hari Jadi Kulonprogo ke 57 pada 15 Oktober dengan puncak acara Upacara sekaligus Syawalan dengan Gubernur DIY di Alun-alun Wates, serta pameran Manunggal Fair di jalan seputar Alun –alun Wates akhir bulan Oktober.

MEMERIAHKAN HARI JADI KULONPROGO KE-57
Digelar Kejuaraan Motocross dan Grasstrack di Glagah
Dalam rangka memeriahkan hari Jadi Kabupaten Kulonprogo ke-57 akan digelar kejuaraan Motocross dan Grasstrack Bupati Cup III tahun 2008. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kulonprogo dan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) kecamatan Temon akan berlangsung selama dua hari , Sabtu dan Minggu (4-5/10) di Sirkuit Motocross Pantai Glagah Indah Temon.
Ketua penyelenggara Djaka Prasetyo,SH, Kamis (25/9) menjelaskan kejuaraan motocross dan grasstrack di sirkuit Pantai Glagah akan berlangsung selama dua hari Sabtu dan Minggu (4-5/10) mendatang. Pada hari pertama akan berlangsung babak penyisihan dari berbagai nomor sedangkan hari kedua akan berlangsung nomor-nomor final dalam kejuaraan. “ Pada hari kedua nanti akan dihadiri langsung oleh Bapak Bupati yang sekaligus membuka secara resmi dengan pengibasan bendera start untuk nomor-nomor final,”jelas Djoko.
Menurut Djoko kegiatan yang masih dalam suasana libur lebaran diharapkan mampu menarik para wisatawan terlebih para pemudik yang ingin menikmati suasana pantai Glagah yang sekaligus dapat menyaksikan kejuaraan motocross dan grasstrack.

Sekitar 100 Ribu KK Akan Peroleh Kompor dan Tabung LPG
Dalam konversi minyak tanah bersubsidi ke Liquefied Petroleum Gas LPG 3 kilogram, Kulon Progo mendapat alokasi sekitar 100 ribu unit kompor dan tabung LPG ukuran 3 kg secara gratis. Jumlah itu masih bisa berubah, tergantung pada pencacahan yang akan dilakukan oleh konsultan dengan cara door to door. Penerima adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang memenuhi persyaratan serta pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Demikian dikatakan Manajer Gas Domestik PT Pertamia Regional III Jawa Tengah Kusnendar pada sosialisasi konversi minyak bersubsidi ke LPG 3 kg, Rabu (24/9) di gedung Kaca kompleks kantor Pemkab. Sosialisasi diikuti oleh segenap pejabat dinas/instasi terkait, camat, kepala desa dan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) se Kulon Progo. Hadir pada kesempatan itu Bupati H Toyo Santoso Dipo, Wabup Drs H Mulyono, Muspida dan Sekretaris Komisi II DPRD Drs Rusman Susandi. Selain Kusnendar, dalam acara yang dipandu oleh Kepala Disperindagkoptam Drs H Darto MM itu juga menghadirkan narasumber dari Badan Pengawas Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Arie Yoewano S.
Pencacahan, tambah Kusnendar, akan dilakukan mulai awal bulan Oktober mendatang. Sedang pembagian akan dilakukan setelah pencacahan yang direncanakan akan dimulai pertengahan bulan Oktober, dan akan berlangsung 2 tahap. Setiap tahap masing-masing dilakukan di 6 wilayah kecamatan.
Menurut Kusnendar, untuk sementara target penerima se Kulon Progo sebanyak 100 ribu KK dari jumlah 103.434 KK yang ada. Secara rinci disebutkan, jumlah KK dan calon penerima di 12 kecamatan. Untuk tahap pertama meliputi Kecamatan Kalibawang sebanyak 7.160 KK dengan target penerima 7.088 KK, Samigaluh jumlah 9.623 KK target 9.526 KK, Girimulyo jumlah 6.604 KK target 6.538 KK, Nanggulan jumah 6.546 KK target 6.480 KK, Sentolo jumlah 10.597 KK target 10.491 KK dan Pengasih jumlah 9.977 KK dengan target 9.877 KK.
Sedang tahap kedua, katanya, Kecamatan Galur jumlah 7.836 KK target 7.403 KK, Kokap jumlah 8.576 KK target 8.101 KK, Lendah jumlah 9.831 KK target 9.287 KK, Panjatan jumlah 8.503 KK target 8.033 KK, Temon jumlah 7.550 KK target 7.133 KK dan Wates jumlah 10.630 KK target 10.043 KK. “Ini target sementara, nanti bisa bertambah atau berkurang tergantung hasil pencacahan yang akan digunakan sebagai dasar penetapan jumlah KK penerima. Jumlah itu akan ditambah calon penerima pelaku UKM yang juga akan disurvei dulu,” terang Kusnendar.
Lebih jauh Kusnendar menuturkan, persyaratan calon penerima didasarkan pada kondisi setiap KK. Yakni mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) desa setempat dan bagi warga musiman harus ada surat keterangan dari ketua RT/RW, pengeluaran rata-rata perbulan maksimal Rp. 1,5 juta, tidak menpunyai kompor gas dan jika menerima bersedia untuk tidak menjualnya.
“Sedang untuk UKM, persyaratannya harus memiliki KTP, memiliki usaha yang aktivitas memasaknya menggunakan minyak tanah dan belum menggunakan kompor gas serta dibuktikan surat pernyataan berdagang yang diketahui pemerintah desa atau ketua RT/RW setempat,” imbuh Kusnendar.
Sementara dalam sambutannya H Toyo Santoso Dipo mengatakan, jaminan ketersediaan bahan bakar sangat didambakan masyarakat. Untuk menunjang ketersediaan tersebut harus melibatkan peran lintas sektoral dan penanganan secara multidisiplin.
“Demikian pula dalam konversi mnyak tanah ke gas LPG, perlu dukungan seluruh komponen masyarakat. Saya berharap sosialisasi terus dilakukan secara intensif sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menghemat bahan bakar minyak dan beralih untuk menggunakan gas LPG untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ujar Toyo.
SAMBUT LEBARAN
Pemkab Bantu Kaum Rois
Menyambut datangnya Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, para Kaum rois di Kabupaten Kulonprogo memperoleh bantuan dari Pemerintah Kabupaten. Penyerahan bantuan untuk 1.338 orang dilakukan melalui Bagian Kesra Setda yang dilakukan ke kantor-kantor kecamatan dengan jadwal bergiliran.
Kabag Kesra Setda Kulonprogo,Arief Sudarmanto,SH, Rabu (23/9) menjelaskan melalui anggaran pemkab, para kaum rois se-Kulonprogo mendapatkan bantuan dari pemkab sebagi tanda hormat terhadap keberadaan mereka yang mencapai 1.338 orang. Karena kaum rois ini mempunyai andil dalam membina bidang spiritual masyarakat dilingkungannya. “Jumlah yang diterima untuk masing-masing rois sebesar Rp.135.000,-,”kata Arief.
Sementara jadwal penyerahan di kecamatan-kecamatan adalah Selasa (23/9) di kecamatan Pengasih, Rabu (24/9) di kecamatan Temon, Wates, Panjatan dan Kamis (25/9) di Kalibawang, Kokap, Sentolo dan Galur serta Lendah. Jum’at (26/9) di Samigaluh dan Girimulyo dan terakhir Sabtu (27/9) di kecamatan Nanggulan.
Selain kaum rois yang menerima bantuan adalah para lanjut usia sejumlah 600 orang, setiap orang menerima Rp.100.000,-. Untuk yatim piatu ada 300 orang juga Rp.100.000,-. Dalam kesempatan tersebut Kantor Departemen Agama juga menyerahkan bantuan yang sama dari dana Badan Amil Zakat dan Sodaqoh (BAZS).

(udin)

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s