Sluku-sluku Bathok, Ternyata Lagu Dolanan yang Penuh Makna

Sluku-sluku Bathok, Ternyata Lagu Dolanan yang Penuh Makna

OPINI | 10 August 2011 | 09:52 311 6 1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif


Sungguh aku baru tahu kalo lagu dolanan jawa “SLUKU SLUKU BATHOK” yang waktu kecil sering kumainkan, punya makna dzikir yang sangat dalam. Informasi ini kudapat dari sahabat, yang karena takut lupa, cepat-sepat kubikin tulisan. Siapa tahu jangan-jangan, banyak teman yang belum mengerti juga.

Semua kalimat asalnya berbahasa Arab, dan isinya semua tentang nasehat untuk banyak mengingat Allah dan kematian. Begini urutannya:

  1. Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo (sluku-sluku bathok, bathoknya geleng-geleng-red), berasal dari kata “Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah” (masuk masuklah bathinmu , bathinmu kepada Tuhan), atau bathinmu harus lailaha illallah. ADa juga yang berpendapat, itu dari kata “Ghuslu Ghuslu Bathnaka…” (sucikanlah batinmu) . Entah mana yang benar, yang jelas, kita juga tahu saat seseorang berdzikir Laa ilaa ha illallah, kepalanya akan bergeleng2 ke kiri ke kanan, persis seperti bathok kelapa yang ela-elo (geleng-geleng). Oya, bathok adalah tempurung kelapa, yang secara filosofi dan bentuknya seperti kepala manusia
  2. Sirama menyang sala (bapak pergi ke sala), dari kata Sharimi Yasluka (petik dan ambillah satu jalan masuk) *Tentunya yang dimaksud adalah jalan kebahagiaan dan keselamatan, melalui beragama secara benar, berIslam secara benar.
  3. Oleh-olehe payung mutha (oleh-olehnya payung mutha), dari kata “Laailaha illaallah hayun wal mauta”, artinya meng-Esakan Allah dari hidup sampai maut. * Payung mutha adalah payung jadul dari kertas semen yang sangat besar, biasanya untuk mengiringi keranda jenazah.
  4. Mak jenthit lolobah, dari kata “mandzalik muqarabah“, artinya maka siapa yang dekat (pada Allah) (bener gak nih, CMIIW). Mak jenthit juga menunjukkan bahwa nyawa manusia itu singkat, gampang saja putus jika Allah berkehendak.
  5. Wong mati ora obah (jasad yang sudah meninggal tidak dapat bergerak), dari kata “hayun wal mauta innalillah”, artinya dari hidup hingga mati adalah milik Allah.
  6. Yen obah medeni bocah (kalau dia bergerak akan membuat takut anak-anak), dari kata “mahabbatan mahrajuhu taubah”, artinya kecintaan yang menuju pada taubat
  7. Yen urip goleka dhuwit (tapi kalau dia masih hidup, cari uanglah), dari kata “yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq” artinya sesungguhnya manusia diciptakan dari air yang memancar. Mungkin yang bait ke tujuh ini ringkasan dari surah At Tariq ayat 6 – 7, Falyandhuri insanu mima khuliqa, khuliqa min maa’in daafiqin (Maka perhatikan manusia dari apa ia diciptakan, ia diciptakan dari air yang memancar).

Duuh, pas tahu begini jadi penasaran pengin nge-trace lagu-lagu dolanan lainnya. Siapa tahu semua ada nilai filosofisnya.

Tapi… kenapa pas diterjemahkan ke bahasa jawa jadi lain banget ya?Yen urip goleka duit, lha kok malah ngajarin matre? hihi. Ada juga yang malah ngajarin hororr, yen obah medeni bocah, padahal kan aslinya dalem banget tentang kecintaan dan taubat pada Nya. Ini namanya apa? Missi tak sampai antara komunikator dengan komunikee? Alias jaka sembung di tengah jalan, duh duh…

Kalau sudah begini, juga nyesel bahasa arabku masih acak adul. So, teman-teman yang pandai berbahasa arab, tolong terjemahin yang benar ya poin 1 sampai 7 diatas. Aku cuma meraba-raba. CMIIW 🙂

http://edukasi.kompasiana.com/2011/08/10/sluku-sluku-bathok-ternyata-lagu-dolanan-yang-penuh-makna/diakses tgl 3-1-2012 jam 19.00

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s