FENOMENA NIKAH SIRRI

FENOMENA NIKAH SIRRI

(Bagaiman Kedudukannya Menurut Agama Islam ?)

 

Nikah adalah perintah dan anjuran dari Allah dan Rasul-Nya, Muhammad saw. Karenanya, maklumlah bila Muhammad saw. Pernah bersabda : , “ Barangsiapa yang tidak mau mengikuti sunnah-Ku, maka ia tidak termasuk ummat-Ku.”

Mungkin, dalam konteks inilah yang paling digemari oleh kawula muda, mereka mempercepat pernikahan , lepas dari apakah sesuai dengan norma aturan yang ada atau tidak. Bahkan, tak jarang terjadi, sudah beranak-pinak, tapi belum mengadakan aqad nikah secara resmi. Dan, bila mereka ditanya, apakah sudah menikah ? Dengan diplomatis mereka menjawab, “Nikah sih belum, kalau kawin sudah.

Kalau demikian apa bedanya pernikahan dengan perkawinan ? Menurut mereka, menikah adalah sebelum mengadakan hubungan biologis/badan, diadakan dulu aqad nikah atau ijab-qabul, yang dihadiri saksi-saksi dengan membayar mahar tertentu dan dicatatkan di Kantor Urusan Agama. Kalau kawin, sudah mengadakan hubungan biologis, tanpa dihadiri saksi-saksi, tanpa membayar mahar tertentu dan tanpa dicatatkan di Kantor Urusan Agama.

Lalu, bagaimana dengan nikah sirri ? Nikah sirri adalah suatu aqad pernikahan yang dihadiri oleh saksi-saksi, namun masih belum sempurna. Pernikahan ini hanya menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat tapi belum dicatatkan. Pendek kata, nikah sirri ini disebut nikah dibawah tangan. Jadi dalam praktiknya, pernikahan sirri adalah suatu pernikahan yang dihadiri saksi-saksi, membayar mahar yan telah ditentukan,namun belum dicatatkan di Kantor Urusan Agama.

 

 

SIRRI, PERNIKAHAN TERSELUBUNG ?

 

Banyak kasus nikah sirri yang terjadi di negeri kita ini. Kita masih ingat kasus Dewi Wardah yang kawin sirri dengan seorang tokoh pemuka agama di Hotel Grand Metro Equatorial Tanah Abang, Jakarta, yang terjadi pada tahun 1995; pernikahan tersebut dilaksanakan tanpa saksi dan tanpa mahar dan pada akhirnya bubar dan bercerai. Apakah kita masih ingat Kasus Wanita Simpanan Pejabat Teras di Jawa Timur, yang sempat membuat geger, terjadi pada awal tahun 1996, dan masih banyak lagi kasus lainnya seperti kasus kawin sirri Da’I Sejuta Ummat, KH. Zainuddin MZ dan Si Raja Dangdut, H. Roma Irama. Semua orang mempertanyakan apakah pernikahannya sah demi hukum atau tidak ?

Pernikahan sirri tak jarang pula banyak dilakukan para mahasiswa dengan alasan menghindari zina, setelah lulus kuliah mereka akan mencatatkan ke KUA dan mengadakan perayaan / resepsi pernikahan. Tapi dalam praktiknya, dengan alasan untuk menghindari zina, pernikahan sirri dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua. Mereka bahkan menikah dengan sesama anggota jamaah, yang menikahkannyapun bukan walinya yang sah tapi dinikahkan oleh pimpinan jamaahnya dan tidak dicatatkan pada pemerintah. Pernikahan sirri dikalangan pelajar dan mahasiswa ini marak dilakukan dan mulai menggejala pada paruh tahun 1980-an.

Pada lingkungan Pegawai Negeri dan Pejabat Negara demi karir dan keluarga serta menghindari zina tentu akan memilih melakukan pernikahan sirri dan tak bisa dipungkiri lagi bahwa ketatnya PP No. 10 dan PP. No. 30 Tahun 1980 tentang polygami, sedikit banyak memicu mereka mengambil jalur sirri ini.

Di negara kita, pernikahan atau perkawinan ini telah diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Dalam pasal 2 ayat 1, disebutkan bahwa, perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya. Ayat 2 menyebutkan, tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Himpunan Peraturan dan Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Perkawinan serta Peraturan Pelaksanaannya, 1995).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s