IKHLAS* (lanjutan)

IKHLAS* (lanjutan)

Demikian pula manusia nanti akan dibangkitkan sesuai dengan niatnya masing-masing, sebagaimana yang disebutkan oleh sabda NabiSAW.:

“Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan nanti hanya sesuai dengan niatnya masing-masing.” (HR. Ibnu Majjah)

FUNGSI IKHLAS

1. Jalan selamat di akhirat hanya dapat diraih dengan ikhlas.

2. Kehidupan kalbu dan kebebasannya dari kesedihan di dunia ini tidak dapat direalisasikan kecuali dengan keikhlasan, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi SAW.;

“Barang siapa yang tujuan utamanya adalaha meraih pahala akhirat, niscaya Alloh akan menjadikan kekayaanya berada di dalam kalbunya, menghimpun baginya semua potensi yang dimilikinya, dan dunia akan datang sendiri kepadanya seraya mengejarnya. Sebaliknya barang siapa yang tujuan utamanya adalah untuk meraih dunia, niscaya Alloh akan menjadikan kemiskinannya berada di depan matanya, membuyarkan semua potensi yang dimilikinya, dan dunia tidak mau datang sendiri kepadanya, kecuali menurut apa yang yeng telah ditaqdirkan untuknya.” (HR. Tirmidzi)

3. Sumber rizki pahala yang besar dan meraih kebaikan adalah dari keihlasan pelakunya, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi SAW. Yang menyebutkan :

“Sesungguhnya engkau, tidak sekali-kali mengeluarkan suatu nafkah karena mengharapkan ridha Alloh, melainkan pasti engkau akan diberi pahala karenanya, meskipun berupa makanan yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.” (HR. Bukhari)

4. Ikhlas dapat menyelamatkan pelakunya dari adzab yang besar pada hari pembalasan, karena sesungguhnya Nabi SAW. Telah memberitakan kepada kita tentang mula-mula makhluk Alloh yang dibakar oleh api neraka pada hari kiamat nanti, bahwa mereka adalah orang yang rajin berinfaq, mengelurkan shadaqohnya agar dikatakan sebagai seorang yang dermawan; orang yang tekun mepelajari ilmu, kemudian mengajarkannya agar dikatakan sebagai orang alim: dan orang yang giat berjihad di medan peperangan agar dikatakan sebagai seorang pemberani. Abu Hurarah RA. Yang menceritakan Hadits ini, setiap kali hendak menceritakan Hadits ini jatuh pingsan karena ketakutan, lalu dia mengusap wajahnya dengan air agar mampu menceritakannya.

Sehubungan dengan ketiadaan ikhlas dalam menuntut ilmu Rasulullah telah bersabda:

Barang siapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk meraih ridha Allah, lalu dia tidak mempelajarinya kecuali hanya untuk meraih sesuatu dari harta benda duniawi, niscaya dia tiak akan menemukan wewangian surga pada hari Kiamat nanti.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Dalam Hadits lain disebutkan :

“Barang siapa mempelajari suatu ilmu untuk mendebat orang-orang yang kurang akalnya atau membanggakan diri dengannya di hadapan para ulama unuk menarik perhatian orang lain kepada dirinya, maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ibnu Majah)

Ikhlas akan menyenangkan hati pelakunya pada hari Alloh berfirman kepada oang-orang yang suka riya’:“Pergilah kalian kepada orang-orang yang dahulu kalian memamerkan amal perbuatan kalian sewaktu di dunia, lalu lihatlah apakah kalian dapat menemukan suatu blasan itu dari mereka?”

Ikhlas akan menyelamatkan pelakunya dari hambatan untuk mendapat pahala dan juga dari pengurangannya. Untuk itulah, ketika datang kepada Nabi SAW. seorang lelaki yang berperang untuk mendapatkan pahala dan ketenaran, beliau SAW. menjawab sebanyak tiga kali: “Dia tidak mendapatkan apa-apa. Sesungguhnya Alloh tidak mau menerima amal apapun, kecuali yang dilakukan dengan ikhlas hanya karena ingin mendapatkan ridha-Nya.’

Ibnu Mukarris, seorang lelaki dari negeri Syam, bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah bila seorang lelaki berjihad di jalan Alloh, sedang dia hanya ingin meraih sesuatu dari harta benda duniawi?” Beliau SAW. Menjawab : tiada pahala baginya. ”Jawaban itu terasa sangat berat dirasakan oleh orang-orang yang mendengarnya, lalu mereka berkata kepada Ibnu Mukarriz: “Kembalilah kamu kepada Rasulullah SAW., barangkali kamu belum dapat membuat beliau memahami maksudmu. ”Akan tetapi, ternyata Rasulullh SAW. mengemukakan jawaban yang sama, yaitu: “Tiada pahala baginya.’

Rasulullah SAW. Telah bersabda dalam hadits Qudsi yang beliau riwayatkan dari Tuhannya:

“Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu. Barang siapa yang beramal, sedang Aku dipersekutukan di dalamnya dengan selain-Ku, niscaya Kutinggalkan dia bersama dengan sekutunya.” (HR. Muslim)

Demikian pula ikhlas merupakan dasar dari amalan hati, sedang pekerjaan anggota tubuh lainnya mengikut padanya dan menjadi pelengkap baginya. Ikhlas dapat memebesarkan amal yang kecil hingga menjadi seperti gunung, sebaliknya riya’ akan mengecilkan amal yang besar hingga tidak punya timbangan disisi Alloh, melainkan lenyap begitu saja bagaikan debu yang beterbangan.

“Dan Kami hadapi segala amal yang dari berbagai mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan.” (QS. Al Furqaan (25) : 23)

Ibnu Mubarak telah mengetakan: “Adakalanya amal sedikit menjadi banyak pahalanya karena ketulusan niatnya; dan adakalanya amal besar menjadi kecil pahalanya karena kurang tulus dalam niatnya.”

Ikhlas sangat penting kedudukannya karena kebanyakan manusia dalam kehidupan mereka tidak terlepas dari gejolak pertarungan dalam dirinya sebagai reaksi dari berbaai macam hal yang dihadapinya, sehingga terhalang dari mendapatkan berkah dan taufiq, kecuali hanya orang-orang yang dirahmati oleh Alloh SWT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pertolongan dan keberhasilan mempelajari ilmu tidak dapat diraih kecuali hanya oleh orang-orang yang ikhlas dalam upayanya. Ikhlas mempunyai peran yang penting dalam menyelamatkan kita dari kondisi kehidupan yang sedang kita jalani. Akan tetapi keikhlasan kini menjadi sesuatu yang jarang lagi langka. Semua proyek dan misi dakwah kini telah tercemari oleh riya’. Gerakan Islam kini mengelami keterpurukan disebabkan lenyapnya keikhlasan di kalangan para pelakunya setelah tujuan utama yang menjadi sasarannya adalah kepemimpinan, kedudukan dan harta benda.

Ibnu Abu Hamzah, salah seorang ulama’ besar, telah mengatakan: “Sungguh akau menginginkan seandainya di kalangan ulama’ fiqih terdapat orang yang tidak punya kesibukan lain, kecuali hanya mengajari mereka tentang niat yang harus mereka bulatkan dalam amal mereka dan menekuni pengajaran tentang amal niat semata, kerena sesungguhnya tiada musibah yang menimpa kebanyakan orang dalam beramal, kecuali karena menyia-nyiakan niat mereka dalam amalnya.”

Diantara faedah ikhlas lainnya dapat membalikkan hal-hal yang diperbolehkan menjadi amal ibadah yang menghantarkan pelakunya dapat meraih derajat yang tinggi. Salah seorang ulama salaf, sehubungan dengan pengertian ini, telah mengatakan: “Sesungguhnya aku benar-benar suka berniat dalam segala sesuatu sehingga saat aku makan, tidur, dan masuk wc, semuanya itu dapat dikaitkan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Sesungguhnya tiap-tiap aktifitas yang membuahkan kesehatan bagi tubuh dan membersihkan kalbu dari kesibukan merupakan hal yang dianjurkan dalam syari’at.”

Niat menurut terminologi ulama’ fiqih ialah membedakan ibadah dari tradisi dan membedakan antara suatu jenis ibadah dari jenis ibadah yang lain dengan tujuan meraih ridha AllahSWT.

Ikhlas membersihkan kalbu dari rasa dengki, iri hati, dan menjadi sarana yang dapat menyebabkan amal perbuatan diterima disisi Alloh. Nabi SAW. Telah bersabda:

Sesungguhnya Alloh tidak menerma amal perbuatan , kecuali amal perbuatan yang diniatkan dengan ikhlas demi meraih ridha-Nya” (HR. Nasa’i)

Ikhlas menjadi penyebab yang dapat mendatangkan ampunan terhadap dosa-dosa besar.

Sehubungan dengan hal ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah RA. Telah mengatakan bahwa satu jenis amal kebaikan yang diakukan oleh seseorang dengan niat yang mencapai tingkat kesempurnaan dalam keikhlasannya, dapat menyebabkan pelakunya diampuni dosa-dsa besarnya, selama pelaku dosa besar itu masih mengakui bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Alloh. Seperti halnya yang terjadi pada diri seseorang wanita tuna susila yang memberi seekor anjing yang sangat kehausan, sedang dia melakukannya dengan hati yang sangat sempurna keikhlasannya selain hanya Alloh SWT. Akhirnya, diampunilah oleh-Nya semua dosa-dosanya.

Lenyapnya segala kesulitan tidak dapat direalisasikan, kecuali dengan ikhlas. Sebagai buktinya adalah kisah yang disebutkan dalam hadits yang menceritakan tentang tiga orang lelaki yang tesekap di dalam sebuah gua, tempat mereka mengungsi. Karena pintunya tertutup oleh sebuah batu besar, akhirnya Alloh membebaskan mereka dari kesulitannya sehingga dapat keluar dari dalam gua dengan selamat. Disebutkan bahwa seseorang diantara mereka menunaikan upahnya kepada seorang yang bekerja kepadanya, (tetapi ketika hendak diserahkan ternyata orang itu telah pergi entah ke mana), kemudian dia mengembangkannya dengan penuh kesabaran selama beberapa tahun. (sesudah itu orang itu tadi datang kepadanya dan menagih upah hasil kerjanya yang ternyata telah berubah menjadi kekayaanya). Disebutkan pula bahwa masing-masing orang dari mereka usai menyebutkan amalnya mengatakan dalam do’anya: “ Ya Alloh, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa kami mengerjakan hal tersebut dengan niat ikhlas dengan ingin mendapatkan ridha_Mu, maka bebaskanlah kami dari kesulitan yang kami alami sekarang ini.”

Dengan berbekal ikhlas, orang –orang yang mengamalkannya akan beroleh hikmah dan mendapat bimbingan meraih kebenaran dan jalan yang hak.

“Jika kamu bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan memberikan Furqaan (kemampuan membedakan antara yang haq dan yang batil). “ (QS. Al Anfaal (8): 29)

*) Muhammad bin Shalioh al Munajjih, Silsilah Amalan Hati, PT. Irsyad Baitus Salam, 2006

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di IKHLAS. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s