SEMOGA ANDA SELAMAT (lajutan )

SEMOGA ANDA SELAMAT (lajutan )

Maka beridrilah seorang lelaki berkulit hitam dari kalangan Anshar, lalu ia berkata : Wahai rasulullah, angkatlah diriku untuk menjadi petugasmu,’ Rasulullah SAW. Bertanya: ”Apakah yang mendorongmu mengajukan dirimu ?” Lelaki itu menjawab : “Aku mendengar engkau mengatakan anu dan anu .” Nabi SAW. bersabda:

“Sekarang aku akan menegaskan bahwa barang siapa diantara kamu yang kami pekerjakan untuk suatu tugas, baik sedikit maupun banyak, hendaklah ia menunaikannya. Oleh karena itu, apa yang diberikan kepadanya boleh ia menerimanya dan apa yang dicegah darinya hendaklah ia menahan diri.” (HR. Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud)

Merekapun surut semuanya hingga ‘Umar berkata: ”Aku tidak suka dengan jabatan kepemimpinan dalam Islam, kecuali hanya sekali, yaitu ketika penaklukan Khaibar saat beliau SAW. Bersabda:

Aku benar-benar akan menyerahkan panji ini besok kepada seorang lelaki yang cinta kepada Alloh dan Rasul-Nya dan Alloh dan Rasulnya mencintainya.”(HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan lain-lain)

Adalah rasulullah SAW bila mengangkat sseorang menjadi pemimpin tidak pernah memandang keturunanya, tidak keluarganya, dan tidak pula kabilah asalnya. Yang dipilih beliau adalah orang yang paling taqwa, paling dekat dengan Alloh dan dengan rasulnya diantara mereka.

”… Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Alloh adalah orang yang paling taqwa diantar kalian…” (QS. Al Hujurat(49) : 13)

Oleh karena iu , ketika Abbas, paman rasulullah SAW meminta agar beliau mengangkatnya sebagai pejabat, Rasulullah Saw bersabda kepadanya:

“ Wahai paman , jiwa yang engkau slamatkan adalah lebih baik daripada jabatan yang engkau tidak dapat memikulnya,” (HR.Ibnu Abi Syaibah, Al Khallal dalam assunah , Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thabaqot dan Baihaqi dalam sunanul Kubra)’

Telah diriwayatkan dari “Umar Ra Bahwa ia pernah mengatakan “Seandainya Salim, maula (pelayan) Abu Hudzaifah, masih hidup tentulah aku akan mengangkatnya sebagai Khalifah ,” (HR. Thabarani dalam Tarikhah)

Karenanya apakah apakah yang bermanfaat bagiseseorang apabila ia tiba pada hari kiamat, sedang ia telah memegang jabatan duniawi seluruhnya, lalu dia tidak berbuat adil, tidak bersikap pertengahan, dan tidak bersikap bertaqwa kepada Alloh, yang pada akhirnya dia merugikan dirinya sendiri.?

Akhirnya Umar Ra pun memegang jabatan khalifah kaena ada wasiat dari Al Musthafa(Nabi) SAW.

Abu DzarAl Ghifari RA. Datang kepada Rasulullah SAW. Lalu berkata wahai rasulullah, engkau telah mengangkat si fulan dan engkau telah mengangkat pula si anu, lalu mengapa engkau tidak mengangkatku?”

Rasulullah SAW pun menepukkan tanganya ke pundakku dan bersabda:

Wahai abu Dzar, sesungguhnya engkau adalah seorang lelaki yang lemah dan sesungguhnya jabatan itu adalah amanat. Sesungguhnya jabatan itu kelak pada hari kiamat merupakan kehinaan dan dan penyesalan , kecuali bagi orang yang menerimanya dengan benar dan dia menunaikan kewajiban yang ada padanya,”(HR. Muslim dan Ahmad)

Dalam Hadits lain yang diriwayatkan melalui Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasul SAW. Pernah bersabda:

“Sesungguhnya kalian sagat antusias kepada jabatan, padahal jabatan itu akan menjadi penyesalan dan kekecewaan pada hari kiamat nanti. Jadi jabatan itu mengenakkan, tapi buruk kesudahannya (bagi yang bersangkutan),” (HR. Bukhari, Ahmad, Nasa’i)

Penghulu ahli qiro’at , yaitu Ubai bin Ka’ab , datang menghadap Khalifa ‘Umar, lalu berkata : Hai “Umar , bagaimana Engkau mengangkat orang lain dan meningggalkan diriku?”

‘Umar menjawab: demi Alloh wahai Ubay, Demi Alloh, wahai Abu Mundzir nama gelar Ubay, sesunguhnya aku mencintaimu sebagaimana aku mencintai diriku sendiri. Aku sengaja meninggalkan dalam pengangkatan jabatan kedudukan agar aku tidak mencemari keimananmu.”

Ubay bin ka’ab pun menerimanasihat’umar inidan dia tidak mau memegang jabatan wilayah apapun sampai ia berpulang menghadap Allah SWT. (wafat)

Seperti itulah manhaj ulama’ salaf dalam bersikap terhadap jabatan dan kedudukan. Mereka lari dan menjauh darinya , karena mereka mengetahui besarnya beban tanggung jawab atas jabatn di hadapan Allah pada hari kiamat nanti.

Khalifah harun Al Rasyid berkata kepada Imam Abu Hanifah : peganglah jabatan qadha (peradilan) !” Abu hanifah menjawab : “Aku tidak layak untuk jabatan itu.” Khlifah berkata: “ Kamu dusta.” Abu Hanifah berkata : “ Kalau begitu, bagaimana engkau mengangkat seorang pendusta?’

Disebutkan pula dalam suatu riwayat bahwa Imam Malik dikehendaki oleh mereka untuk menduduki jabatan qadhi, padahal jabatan ini lebih rendah daripada jabatan wilayah (gubernur/amir), tetapi Imam Malik menolak.

Ketika Isma’il bin ‘Aliyyah diangkat menjadi pejabat qadhi, Ibnul Mubark berkirim surat kepadanya: Celaka kamu! Kamu terancam oleh hukuman Allah. Sesungguhnya dalam hadits disebutkan ;

Para qadhi itu ada tiga macam, yaitu dua orang dimasukkan keneraka, sedang yang dimasukkan ke dlam surga hanya seorang .” (HR. Abu Dawud, Tarmidzi, Ibnu Majah)

Oleh karena itu, berhati-hatilah kamu; jangan sampai masuk ke dalamn golongan yang dua orang itu.”

Ismail pun membalas surat Ibnul Mubarak :” Aku tidak mengerti apa yang engkau maksudkan .” Ibnul Mubarak berkata:”Ternyataorang ini tetap membangkang , kecuali bila aku menguliti duduk perkara yang sebenarnya dengan sejelas-jelasnya .” Selanjutnya Ibnul Mubarak menulis sebuah qashidah untuknya sebagai jawaban yang antara lain disebutkan sebagai berikut:

Hai orang yang menjadikan ilmunya

Sebagai sarana untuk memburu harta orang-orang miskin

Dikemanakankah riwayat-riwayat

Yang dahulu kamu terima dari Ibnu ‘Aun dan Ibnu Sirrin?

Jika engkau katakan bahwa aku keliru

Katakanlah kepadaku bahwa orang yang berilmu telah tergelincir

Bagaikan keledai tergelincir ke dalam lumpur

Setelah Isnail membaca qasidah ini , ia memahami makna yang dimaksud . Ia pun menangis , kemudian menghadap khalifah Harun Al Rasyid dan meminta kepada khalifah untuk memecatnya.

Akan tetapi , hal ini tidak bersifat mutlak jika kdudukan , jabatan , atau posisi yang ada sangat membutuhkan Anda, sedang Anda Insya Alloh , termasuk orang yang paling layak untuknya diantara yang ada, maka janganlah Anda ragu-ragu untuk mendudukinya. Sesunguhnya rasulullah SAW. Sendiri pernah sebagai pemimpin dan juga sebagai petugas . keempat khalifah pun jugapernah menjabat sebagai amir. Patokan dalam dalam hal ini adalah konsekuensi yang bersangkutan dan bertaqwa kepada alloh dalam menjalankannya.

Khalifah Umar berkata kepada abu Hurairah : kuangkat Kamu sebagai ‘Amir !” Abu Hurairah menjawab: “Demi alloh , aku tidak mau memegangnya . Aku Takut akan tiga perkara dan dua perkara lainnya.” ‘Umar berkata :” Katakanlah lima perkara .” Abu Hurairah berkata : “ tidak aku takut akan tiga perkara dan dua perkara lainnya .” Umarenjawab : “aku takut bila punggungku kena dera ; akhirat nanti bila aku dihadapkan dalam keadaan terbelenggu dan diseret masuk ke neraka denganwajah di bawah.” Umar berkata” Wahai anak ummu Abu Hurairah , apakah engkau yang lebih baik atau yusuf yang telah mengatakan:

‘… Jadikanlah aku bendaharawan Negeri(Mesir) ; sesungguhnya aku adalah orang yang pandai lagi berpengetahuan.” (QS. Yusuf(12) : 55)

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di SELAMAT. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s