SEMOGA ANDA SELAMAT

SEMOGA ANDA SELAMAT

Segala puji bagi Alloh, semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasululah, segenap keluarganya, dan para shahabatnya.

Dalam lembaran-lembaran ini kami ingin menyajikan sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahihnya masing-masing melalui Abu Hamid As-Sa’idi RA. yang telah menceritakan bahwa rasulullah SAW. mengutus seorang lelaki dari kalangan Bani Azd yang dikenal dengan nama Ibnul Lutbiyyah untuk memungut zakat Bani Salim. sekembalinya dari tugas memungut zakat, ia melaporkan :”Wahai Rasulullah, ini untukmu – yakni sesuatu dari hasil zakat-dan yang ini adalah hadiah yang diberikan kepadaku.”

Rasulullah SAW. bersabda kepadanya:

“Mengapa engkau tidak duduk saja di rumah ayah dan ibunu, lalu engkau lihat apakah ada hadiah yang datang kepadamu atau tidak ada?”

Selanjutnya Rasulullah SAW. berdiri untuk khutbah yang didahuluinya dengan pujian dan sanjungan kepada Alloh SWT. Lalu bersabda:

“ Apakah gerangan yang dialami oleh beberapa orang laki-laki yang kuutus untuk memungut zakat, lalu seseorang dari mereka datang dan mengatakan:’ini buat kalian dan yang ini dihadiahkan kepadaku.’ Apakah dia tidak duduk saja di rumah ayah dan ibunya, lalu melihat apakah ada hadiah yang datang kepadanya datau tidak ada?’

Selanjutnya Rasul SAW. menegaskan :

“Demi tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, tidak sekali-kali seseorang lelaki mengambil harta bukan dengan jalan yang haq, melainkan ia bakan menjumpai Alloh SWT. Kelak pada hari Kiamat, sedang dia akan memikul apa yang diambilnya itu.’

“Sungguh aku benar-benar mengetahui beberapa lelaki yang datang dengan membawa apa yang telah mereka ambil itu di lehernya. Jika yang diambilnya itu unta, ia akan mengeluarkan suara lenguhannya. Jika sapi, ia akan mengeluarkan suara lenguhannya, dan jika kambing, ia akan mengeluarkan suara embiknya.’

Selanjutnya, nabi SAW. bersabda:

“ Ya Alloh, bukanlah aku telah menyampaikan?”(HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan lain-lain)

Dalam Kitab Musnad disebutkan sebuah hadits melalui Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah berkata:

“Tiada sepuluh orang pemimpinpun, melainkan akan didatangkan pada hari kiamat dalam keadaan terbelenggu, tiada yang dapat melepaskannya, kecuali keadilannya atau dibinasakan oleh kezalimannya (HR. Ahmad dan Addarimi)

Dalam hadits Ibnu Lutbiyyah terkandung beberapa masalah penting bagi umat ini, antar lain:

Menggelapkan sesuatu dengan cara bathil

Topik yang paling penting dalam hadits ini adalah bahwa barang siapa yang menggelapkan sesuatu atau mengambilnya dengan cara yang tidak dibenarkan, maka kelak pada hari kiamat Alloh akan mempermalukannya di hadapan semua saksi, terlebih lagi dngan hukuman yang akan ditimpakan dengannya. Barang siapa yang mencuri atau menggelapkan seekor unta misalnya, sekalipun dari baitul Maal kaum muslim, maka sesungguhnya Alloh SWT akan mendatangkan orang yang bersangkutan kelak pada hari kiamat di hadapan semua manusia, sedang ia membawa untanya yang suaranya terdengar oleh semua ahli mauqif ( di padang Mahsyar), sehingga makin mempermalukannya. Oleh karena itu, dapat anda bayangkan bagaiman seseorang yang mengelapkan harta yang jauh lebih banyak dari sekedar seekor unta. Hal yang sama akan dilakukan terhadap orang yang menggelapkan kambing, sapi, dan sebagainya.

Apakah para koruptor itu tidak merasa malu kepada Abu Bakar yang wafat dalam keadaan tidak meninggalkan sesuatupun kecuali hanya sepasang pakaianya, seekor bighalnya dan sedikit harta? Sekalipun demikkian ia berkata:”Temuilah oleh kamu ’Umar bin Khattab dan katakanlah kepadanya: ‘ Hai ‘Umar, bertaqwalah kepada Alloh dan janganlah sampai Alloh mematikanmu dalam keadaann seperti aku ini.”

Ketika peninggalan (kekhalifahan) itu sampai kepada ‘Umar ia menangis begitu menduduki jabatannya seraya berkata (meratapi kewafatan Abu Bakar) : ”Engkau akan memembuat para khalifah sesudahmu kelelahan (mengemban amanat ini) , wahai pengganti Rasulullah !”

‘Umar RA. Sendiri ketika menjabat khalifah tidak pernah mengambil barang apaapun dari Baitul Maal, baik sedikit maupun banyak, sehingga ia berkata di atas mimbarnya: ” Demi Alloh yang tidak ada tuhan, selain Dia, aku tidak pernah mengambil sesuatupun dari harta kalian, selain sepasang jubah atau sepasang pakaian ini.” Yang satu dikenakannya pada musim panas dan yang lain dikenakannya ketika musim dingin.

Dalam sebuah hadits dalam Kitab Shahihain disebutkan bahwa Rasululah SAW. Pernah bersabda:

“Barang siapa yang menggelapkan emas, maka emas itu akan dijadikan lempengan-lempengan baginya, kemudian dipanasklan dan disetrikakan kepadanya.’

Yang membenarkan makna hadits ini dalam Al Qur’an adalah firman Alloh SWT. yang menyebutkan:

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allloh, maka beritahukanlah kepada mereka, (Bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih, pada hari emas perak itu dipanaskan dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka (lalu diikatakan) kepada mereka: ’Inilah harta benda–mu yang kamu simpan untukm dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan.’” (AS. At Taubah (90 : 34-35)

Ingatlah Alloh, hendaklah manusia selalu merasa bahwa dirinya senantiasa berada di bawah pengawasan Alloh. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali ia meremehkan suatu tugas pun yang berada di bawah pertanggungjawabannya;

“Masing-masing darikamu adalah penggembala dan masing-masing dari kamuk kelak akan dimintai pertanggungjawaban tentang gembalaannya (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan lain-lain.

Sekalipun menyangkut uang satu dolar atau dua puluh lima rupiah.

Sesungguhnya jabatan itu merupakan tugas yang bakal dimintai tanggungjawaban di hadapan Yang Maha Mengetahui semua yang gaib. Dia berfirman:

“Sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Kami tidak melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu- sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap darimu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu-sekutu Alloh).” (QS. Al An’am (6) : 94)

Rasulullah SAW. telah bersabda:

“Ya Alloh, barang siapa yang memegang sesuatu dai urusan umatku, lalu ia bersikap mudah terhadap mereka, maka berikanlah kemudahan kepadanya dan barang siapa yang bersikap memperberat mereka, maka persulitlah dia.’(HR. Riwayat Muslim dan Ahmad)

Hadits ini sohih, oleh kerena itu, barang siapa yang lemah lembut dan penyayang, maka Alloh akan menyayanginya; dan barang siapa yang mememperberat mereka bahkan mengambil harta mereka serta membuat mereka sengsara , maka Alloh akan menyengsarakannya di dunia dan akhirat.

Dalam Hadits lain disebutkan sebagai berikut:

الناس عيا ل الله فأحبهم الى الله أنفعهم لعياله

“Manusia itu dalam jaminan Alloh dan yang paling disukai oleh-Nya dari kalangan mereka adalah orang yang paling berguna bagi jaminanNya.”(HR. Al Harits dalam Kitab Musnadnya, Abu Ya’la, Al Qudha’i dalam Musnad Asy- Syihab, dan Baihaqi dalam Kitab Syu’abnya)

Para sahabat dan ulama’salaftelah mengetahui besarnya tanggung jawab memegang tampuk pemerintahan . Oleh Karena itu , banyak dari kalanganmereka yang meminta maaf kepada Rasul SAW. untuk tidak diangkat.

Rasul SAW. bersabda pada salah seorang sahabatnya : “ Hai Fulan, berangkatlah kamu sebagai amir (pemimpin).” Ia menjawab : “Wahai Rasulullah, bebaskanlah diriku dari tugas kepemimpinan.’

Rasulullah SAW. bersabda:

“ Barang siapa di antara kamu yang kami pekerjakan untuk melakukan suatu tugas, lalu ia menyembunyikan terhadap kami sebuah jarum dan yang lebih dari itu, maka perbuatannya itu disebut ghulul (penggelapan) yang akan dibebankannya pada Hari Kiamat nanti.”

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di SELAMAT. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s