MIMBAR JUM’AT SEBAGAI SATU-SATUNYA

MIMBAR JUM’AT SEBAGAI SATU-SATUNYA

MIMBAR YANG ABADI *

Pendahuluan

Sholat Jum’at di Indonesia ternyata tidak dilaksanakan oleh semua umat Islam, terlihat banyaknya yang bersliweran di hari jum’at di waktu shuhur di jalanan pada hari Jum’at, karena kurang tahu akan kewajibannya, dan tidak tahu adalah hari Jum’at merupakan hari raya bagi Umat Islam dan begitu mulianya hari Jum’at.

Jumlah masjid yang sebenarnya masih kurang di Indonesia dibanding jumlah penduduk Islam di Indonesia, tentunya juga menjadi permasalahan sendiri untuk terfasilitasinya prosesi ritual sholat Jum’at dan sholat fardhu secara berjama’ah. kecenderungan memisahkan diri dan membuat tempat ibadah sendiri karena masalah yang kurang prinsip menjadikan umat kurang terawat dan tertata spiritualnya.

Rasululah bersabda :

“Barang siapa meninggalkan sholat Jum’at tiga kali tanpa adanya uzur, maka hatinya dicap sebagai orang muafik”

“Ia mengesampingkan Islam ke belakang punggungnya.”

Di dalam hadits Anas dari Nabi Saw. Bahwa beliau bersabda,

“ Jibril a.s datang kepadaku dan di tangnnya terdapat cermin putih. Ia berkata,’Sholat Jum’at ini diwajibkan Tuhanmu kepadamu agar mejadi hari raya bagimu dan umatmu sepeninggalmu (‘id). ’Aku bertanya,’ Apa yang kami miliki dalam hari itu?’ Ia menjawab, ‘di dalam hari itu kamu memiliki saat terbaik. Barang siapa yang berdo’a kebaikan pada saat itu, maka ia memperoleh bagiannya. Alloh Swt. Memberikannya kepadanya, atau ia tidak memperolehnya, maka Alloh menyimpan bagiannya yang lebih besar. Hari Jum’at bagi kami adalah penghulu segala hari. Di akhirat kami menamakannya sebagai hari kelebihan.’ Aku bertanya,’ Mengapa demikian? ‘Ia menjawab, ‘ Tuhanmu ‘Azza Wajalla mengambil suatu lembah di surga yang dilimpahi kesturi putih, Jika tiba Hari Jum’at, Dia turun dari surga tertingi (‘Illiyyin) di atas Kursi-Nya. Dia menampakkan zat-Nya pada mereka sehingga mereka memandang wajah-Nya.”

Ketauhilah, bahwa sholat jum’at tidak sah kecuali dengan empat puluh laki-laki mukallaf ( untuk yang bermadzhab Syafi’i), merdeka, dan penduduk setempat (muqimin) yang tidak berpindah dari tempa itu pada musim dingin dan tidak pula pada musim panas. Hendaknya satu sholat jum’at tidak didahului sholat Jum’at yang lain kecuali di kota besar ketika suatu masjid tidak dapat menampung jama’ah. Maka ketika itu boleh diselengarakan sholat Jum’at di dua atau tiga tempat berdasarkan kebutuhan .

Dua khutbah di dalam sholat Jum’at adalah fardhu. Demikian pula berdiri ketika berkhutbah, dan duduk diantara dua khutbah. Pada khutbah pertama terdapat empat fardhu, yaitu; tahmid (memanjatkan pujian kepada Alloh, sekurang-kurangnya membaca alhamdulillah (segala puji bagi Alloh), membaca sholawat atas Rasullah Saw., berwasiat mengajak bertaqwa kepada Alloh, dan membaca satu ayat Al Qur’an. Demikian pula, pada khutbah kedua terdapat empat fardhu itu – hanya saja bacaan ayat Al Qur’an diganti dengan do’a mendengarkan dua khutbah itu adalah wajib bagi keempat puluh orang itu.

Adapun perkara sunnah daalam sholat Jum’at adalah jika tergelincir matahari, muadzin telah melantukan adzan, dan imam duduk diatas mimbar, maka tidak boleh lagi sholat kecuali sholat tahiyatul masjid. Perkataan tidak terputus kecuali dengan dimulainya khutbah. Pada sholat jum’at disunahkan mandi, mengenakan pakaian putih, dan memakai minyak wangi. Pergi ke masjid lebih awal adalah mustahab (sunnah) Nabi saw. Bersaba:

“Barang siapa pergi (menuju sholat Jum’at) pada saat pertama, maka seakan – akan ia berkorban seekor unta. Barang siapa pergi pada saat ke dua, maka seakan-akan ia berkorban seekor sapi. Barang siapa pergi pada saat ketiga, maka seakan akan ia berkorban seekor domba bertanduk. Barang siapa pergi pada saat keempat, maka seakan- akan ia berkorban seekor ayam . Barang siapa pergi pada saat kelima, maka seakan akan ia berkorban seekor telur. Apabila Imam telah keluar (menuju tempat sholat), maka ditutup segala buku dan diangkat segala pena. Para malaikat berkumpul pada mimbar mendengarkan zikir. Maka barang siapa datang setelah itu , ia hanya menunaikan sholat , tanpa mendapat keutamaan sedikitpun.”

Perincian “saat” di atas:

Pertama, hingga terbit matahari.

Kedua, hingga matahari meninggi

Ketiga, ketika sinar matahari meluas.

Keempat dan kelima setelah waktu dhuha tetinggi hingga tergelincir matahari. Hendaknya tidak melangkahi pundak orang lain, tidak berlalu dihadapan mereka, duduk ditempat yang tidak ada seorang pun berlalu dihadapannya, dan mencari tempat barisan pertama. Jika telah selesai dari sholat, maka berzikirlah kepada Alloh sebanyak-banyaknya dan memperhatikan setiap waktu pada hari Jum’at.

Perbanyaklah bersholawat kepada Rasulullah Saw. Beliau bersabda‘ ”Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku pada malam yang indah dan hari yang cerah.’

Yakni malam dan hari Jum’at. disunahkan memberi sedekah secara khusus pada hari ini. Disunahkan pula tidak langsung duduk ketika memasuki masjid hingga menunaikan sholat empat roka’at dengan membaca dua ratus kali surat Al Ikhlas.

Jika mampu menjadikan hari jum’at hanya untuk kepentingan akhirat, maka janganlah menyibukkan diri pada hari itu dengan kepentinga-kepentingan duniawi. Itu merupakan penebus dosa yang diperbuat dinantara dua Jum’at. Diriwayatkan bahwa siapa yang bepergian pada malam jum’at kedua malaikat yang menjaganya mendoakan kejelekan baginya. Haram bepergian setelah terbit fajar pada hari Jum’at kecuali jika tidak adanya jama’ah yang melaksanakan sholat Jum’at.

Wassalam, Wallohua’alamu bishawab.


Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di JUMAT. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s