PERBEDAAN ANTARA KOSA KATA BAHASA ARAB DAN BAHASA INDONESIA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP MAKNA

“PERBEDAAN ANTARA KOSA KATA BAHASA ARAB DAN BAHASA INDONESIA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP MAKNA”

Diposkan oleh Ukon Purkonudin

  1.  PENDAHULUAN

Bahasa yang digunakan terus menerus tentunya akan mengalami perkembagan, dengan pengayaan kosakata dan penyempurnaan kaidah kebahasaan. Paling tidak, akan menyerap unsur bahasa asing untuk menambah kekayaan kosakata bahasa tersebut. Permasalahan penyerapan kata dari Bahasa Arab kedalam bahasa Indonesia tidak lepas dari aspek fonologi, gramatikal, dan subsistem leksikal (semantis).1

Tapi sebelum bahasa itu diserap sudah semestinya memiliki proses atau mekanisme dalam pengelolaannya. Sebenarnya ada proses tertentu ketika unsur asing akan menjadi keluarga dalam Bahasa Indonesia. Pertama adalah dengan menterjemahkan unsur asing tersebut kedalam bahasa Indonesia, bila tidak dapat diterjemahkan maka cara yang kedua adalah dengan mencarikan padanannya dalam bahasa Indonesia, bila memang tidak ada padannanya dalam bahasa Indonesia maka, kata tersebut diserap kedalam bahasa Indonesia. penyerapan kedalam bahasa Indonesia tentunya ada aturannya terkait dengan perbedaan beberapa aspek diatas tadi. Bila bahasa tersebut bersifat ilmiah dalam artian bahasa tersebut berkaitan dengan hal- hal yang tidak ada di Indonesia maka diserap dengan apa adanya, seperti kata, fotosintesis,imbibisi, hardisk, flasdisk, otomotif, akhlaq, sodaqoh, dan sebagainnya. Akan tetapi bila bahasa tersebut tidak bersifat ilmiah atau yang wujudnya penemuan maka disesuaikan dengan EYD Bahasa Indonesia, seperti contoh: kata Research menjadi Riset, kataجمعة menjadi Jumat . Nah dari contoh tersebut dapat dipahami bahawa proses penyerapan ada yang tetap dan ada yang disesuaikan dnegan EYD Bahasa Indonesia.

Dalam pembahasan ini peneliti tidak adan membahas bagaimana klasifikasi dari bahasa- bahasa yang diserab tersebut, akan tetapi terfokus pada bahasa serapan yang ejaannya disesuaikan dengan EYD bahasa Indonesia karena perubahan ejaan tersebut berimplikasi terhadap makananya khusunya dari bahasa Arab. Seperi kata ‘Kha/خ” yang dalam bahasa Indonesia dilafadkan dengan “Ka/ك” yang tentunya terjadi perubahan makna dari makna kata aslinya. Contoh ; kata “خلب” yang artinya Hati,2 karena bahasa tersebut diserap kedalam bahasa Indonesia maka ditulis “kalbu” yang artinya pangkal perasaan batin; hati yang suci (murni).3 Sedangkan bila dibandingkan dengan bahasa Arab kata كلب”” artinya adalah anjing.

Penelitian ini hanya akan membahas sepuluh kata dalam KBBI yang berasal dari Bahasa Arab, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai proses penyerapan kosakata (dari bahasa Arab), mengklasifikasi dan mendeskripsikan relevansi antara kosakata serapan dari bahasa asal, dan mengungkap gejala kebahasaan (fonologi) masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan yaitu dengan tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian data. Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan langsung dari KBBI. Analisis data dengan metode deskriptif dengan pendekatan kontrastif. Pendekatan kontrastif merupakan salah satu cara kerja untuk mencari persamaan dan perbedaan yang terdapat dalam dua bahasa atau lebih (Kridalaksana,2008). Yang merupakan aktivitas atau kegiatan yang mencoba memperbandingkan bahasa untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan di antara dua bahasa atau lebih. Persamaan dan perbedaan yang diperoleh dan dihasilkan dapat digunakan sebagai landasan dalam memprediksi rekayasa huruf dalam translitrasi bahasa Arab- Indonesia. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan menyajikan keseluruhan data yang didapat atau ditemukan terkait dengan sepuluh kata dalam KBBI.

  1. MAKNA SEPULUH KATA DALAM BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia dalam perjalannya mengalami beberapa penyempurnan. Mulai dari bahasa Indonesia dengan EYD versi lama, seperti pada penulisan (teks asli) sumpah pemuda, kemudian dirombak lagi, dan dirombak terus guna penyempurnaan. Akan tetapi penyempurnaan tersebut, dalam konteks sekarang ada beberapa hal yang menyimpang atau bahkan membuang makna asli kata tersebut. Adapun sepuluh kata dalam KBBI dari Bahasa Arab yang sudah termodifikasi dalam kaidah Bahasa Indonesia, antara lain;

No Kata Kata Asli Makna
1 Kalbu (nomina) خلب Pangkal perasaan batin; hati

yang suci (murni)

2 Umroh (nomina) عمرة Kunjungan ke tanah suci sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji, tetapi tanpa wukuf di Padang Arafah, yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan haji atau di luar ibadah haji; haji kecil
3 Maklum (verba) معلوم
  1. Paham; mengerti; tahu:
  2. Dapat dipahami (dimengerti)
4 Jumat (adverbia) جمعة Menunjukkan Hari
5 Salat (nomina) صلاة
  1. Rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah Swt;
  2. Doa kepada Allah;
6 Saleh (adjektiva) صلح
  1. Taat dan sungguh-sungguh

menjalankan ibadah;

  1. Suci dan beriman:
7 Rakyat (nomina) الرعية
  1. Segenap penduduk suatu negara

(sabagi imbangan pemerintah);

  1. Orang kebanyakan; orang biasa;
  2. kl pasukan (bala tentara);
8 Makbul (adjektiva) مقبول
  1. kabul; diluluskan (tentang permintaan, doa;
  2. berhasil; tercapai (tentang maksud):
  3. manjur (tentang obat, guna-guna, dsb)
9 Daif (adjektiva) ضعيف Tidak berdaya; tidak kuasa; hina.
10 Dalalat (nomina) ضلالة Kesesatan
  1. MAKNA SEPULUH KATA DALAM BAHASA ARAB

Makana kata yang terbuat dari bahasa Arab yang sudah terserap kedalam bahasa Indonesia maka akan terjadi setidaknya pergeseran makna ataupun menyimpang dari makna asli. Adapun makna dari kata tersebut antara lain;

No Kata Bahasa Arab Kata Bahasa Indonesia Makna
1 كلب Kalbu Galak, Suka menggigit,(anjing)
2 أمرة Umroh Perintah
3 مكلوم Maklum Mempertunjukkan
4 جمة Jumat Rambut palsu
5 سلاة Salat Mengupas, lupa, mencambuk
6 سلح Saleh Kotoran, mempersenjatai
7 الركية Rakyat Sumur yang berisi air
8 مكبل Makbul Yang dibelenggu
9 دإف Daif Mencampur
10 دلالة Dalalat Petunjuk
  1. ANALISIS PERSAMAAN DAN PERBEDAAN

D.1 Analisis Persamaan

Setiap bahasa, tentunya memiliki kekahasan masing- masing, begitu juga kondisinya dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab dalam kaitannya pengayaan kosakata bahasa Indonesia. Dalam kasus di atas hampir dapat dipastikan tidak ada relevansi ataupun kesamaan. Dengan asumsi bahwa, setiap bunyi (fonoligi) memiliki lambang- lambangnya sendiri, dan perbedaannya hanya sedikit, tetapi dalam tulisan fonemik hanya perbedaan bunyi yang distingtif (membedakan makna yang diperbedakan lambangnya).4 Akan tetapi secara garis besar dapat disimpulkan terkait makna sepuluh kata dari bahasa Arab dalam KBBI di atas memiliki persamaan yaitu masih mengacu pada makna asli yang terdapat dalam kata tersebut. Seperti misalnya kata (BA) “الرَّعِيَّةُ” dengan kata (BT) “Rakyat” yaitu segenap penduduk suatu negara. Makna kata masih berada di dalam kata tersebut (sebagai makna denotatif).

D.2 Analisis Perbedaan

Permasalahan yang menjadi titik tekan dalam hal kata serapan khususnya dari Bahasa Arab adalah kenyataan bahwa bentuk asli dari kosakata tersebut, telah dihapus ataupun di desain ulang akibat proses pembaruan bahasa Indonesia, sehingga mengalami proses buatan atau rekayasa (rekayasa fonologi/ fonetik). Dan dalam proses rekayasa dan pengambilan keputusan mana yang seharusnya dianggap tepat dan tidak, guna standarisasi bahasa, hanya diketahui oleh Komite Bahasa (PBBI) saja. Sehingga terjadi ketidak pemahaman proses naturalisasi dan ketidak sepakatan masyarakat terhadap keputusan tersebut. Mengingat ada beberapa fon/ huruf baik itu vokal maupun konsonan yang sulit diucapkan oleh masyarakat Indonesia.

kaidah bahasa Indonesia dengan Arab memang sangat berbeda. Begitu juga beberapa huruf dan fonem bahasa Arab, memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan yang ada dalam bahasa Indonesia, seperti perbedaan q dan k. Dalam bahasa Arab qof dan kaf memiliki makna yang berbeda, namun dalam bahasa Indonesia tidak demikian. Begitupun perbedaan fonem ‘a dibaca ‘ain dalam huruf Arab dan diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi a.5

Bagi sebagian kalangan ini sangat berbahaya, tetapi ada juga yang menganggap bahwa bahasa yang terserap sudah pasti mengikuti kaidah kebahsaan dalam bahasa tersebut, tanpa mempertimbangkan aspek etiomolgi (asal usul kata, pembahasan dan pembatasanya). Misalnya kata Dalalat pada fonem Da apakah mengacu pada kata (ض) atau pada kata (د) atau pada kata (ذ). Karena dengan perbedaan fon tersebut akan mempengaruhi makna. Jika Dalalat yang dimkasud dengan menggunakan (ض) maka artinya kesesatan, akan tetapi bila yang dimaksud dengan kata (د) maka artinya petunjuk.

  1. JADWAL ANALISIS KONSTRASTIF

Jadwal analisis ini adalah upaya untuk mengetahui relevansi antara kedua bahasa dengan unsur serapan yang sudah dibakukan.

No Kata Persamaan Perbedaan Kode Translitrasi
1 Kalbu (nomina) Makna Asli Terjadi prubahan baik dari tataran fonologi,fonetik, maupun semantik (spesifikasi), dan kode penyerupaan dalam fonologi (apostrof). Kh
2 Umroh (nomina)
3 Maklum (verba) ‘ (apostrof)
4 Jumat (adverbia)
5 Salat (nomina) Sh
6 Saleh (adjektiva) Sh
7 Rakyat (nomina)
8 Makbul (adjektiva)
9 Daif (adjektiva) Dl/ Dh
10 Dalalat (nomina) Dl/ Dh
  1. PENUTUP

F.1 Kesimpulan 

 

Dengan gambaran tersebut, dapat dibangun satu asumsi kesimpulan, bahwa kosakata bahasa Indonesia, banyak yang menyimpang dari koriodor asli bahasa sumber. Hal tersebut dengan memperhatikan etimologi kosakata yang diambil. Meskipun dalam kaidah kebahasaan Indonesia mempunyai aturan tersendiri terkait unsur serapan, yang disesuaikan dengan struktur fonologi dan suku kata melayu dan bahasa Indonesia.

F.2 Saran 

 

Sudah semestinya Komite Bahasa (PBBI) membuat rekayasa khusus terkait permasalahan fonologi tentang unsur serapan khususnya dari bahasa Arab, dengan memperhatikan aspek etimologi bahasa sumber. Baik itu rekayasa dalam istilah politik, ekonomi, agama, bahasa, dan seterusnya.

DAFTAR PUSTAKA

Chaer Abdul, 2007. Linguistik Umum, Cet, III, Jakarta: Rineka Cipta

Kridalaksana Harimukti, 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia, Cet, IV, Jakarta: Gramedia.

Chaer Abdul, 2009. Fonologi Bahasa Indonesia, Cet, I, Jakarta: Rineka Cipta.

Jurnal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia, 2002. Linguistik Indonesia, edisi 23, Jakarta: YOI.

Suwardi, Zulkarnain, 2010. Bahasa Melayau sebagai Lingua Franca, Cet,I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suparman Tatang, 2008. Kosa Kata Serapan Dari Bahasa Arab, Bandung: Fakultas Sastra UNPAD .

Pusat Pembinaan dan pengembangan Bahasa Depdiknas RI, 2001. EYD Bahasa Indonesia, Bnadung: Yrama Widya.

Jurnal Adabiyyat volume 9 No. 2. Desember 2010.

Munawir, 2007. Kamus Indonesia- Arab, Surabaya: Pustaka Progresif.

Munawir, 1997. Kamus Arab- Indonesia, Cet,XV, Surabaya: Pustaka Progresif.

Departemen Pendidikan Nasional,2008. KBBI, Jakarta: Pusat Bahasa Indonesia.

1 Harimukti Kridalaksana, “Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia” Cet: IV (Jakarta: Gramedia. 2007), Hlm. 5.

2 Kamus elektrik.

3 Departemen Pendidikan Nasional, KBBI, (Jakarta: Pusat Bahasa. 2008),hal.261.

4 Abdul Chaer. Lingustik Umum, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), hal.110.

5 Drs. Tatang Suparman,” Kosa Kata Serapan Dari Bahasa Arab”, (Bandung: Fakultas Sastra UNPAD. 2008), hlm.6.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s