PENINGKATAN MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASJID

PENGERTIAN

Manajemen
Ilmu yang mempelajari bagaimana cara mencapai suatu tujuan, apa-apa fungsi yang harus dilakukan dengan menggunakan alat, tenaga orang, ide dan sistem secara lebih efisien.

Pemberdayaan Masjid
Upaya agar lembaga masjid dapat berfungsi seperti yang diharapkan, yakni sebagai pusat ibadah, pemberdayaan dan persatuan umat dalam rangka meningkatkan keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia, kecerdasan umat dan tercapainya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.(Muktamar DMI IV Jakarta)
Tujuan manajemen Masjid

Kalau kita berbicara tentang manajemen masjid maka pengertiannya adalah : Bagaimana kita mencapai tujuan Islam (masjid) yaitu mewujudkan masyarakat, umat yang diridhoi oleh Allah SWT melalui fungsi yang dapat disumbangkan lembaga masjid dengan segala pendukungnya.

Lebih spesifik dapat dikatakan : Hal-hal apa dan bagaimana kita membuat masjid, jamaah sistem, sumber dana dan penggunaannya, dan kegiatannya sehingga masjid ini dapat menjadi Pusat kegiatan umat yang dapat membuatkan dan menciptakan masyarakat sekelilingnya menjadi masyarakat yang baik, sejahtera, rukun, damai dalam siraman rahmat Allah SWT sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an : “BALDATUN THAYYIBATUN WARABBUN GHAFUUR. QS. Saba’ 34) : 15

PEMBERDAYAAN MASJID

Pemberdayaan masjid adalah upaya
agar lembaga masjid
dapat berfungsi seperti yang
diharapkan.

FUNGSI  dan PERAN MASJID

Memiliki fungsi :
Tempat Ibadah
Tempat ber-Muamalah

Lebih rinci menurut Putusan Muktamar DMI IV Jakarta
pusat ibadah,
pemberdayaan dan persatuan ummat
meningkatkan keimanan, ketaqwaan,     akhlaq mulia,
kecerdasan umat,
tercapainya masyarakat adil makmur, yang diridhoi Allah SWT dalam wilayah NKRI

Dr. M. Natsir (1987) tokoh panutan umat berkaliber Internasional berpen
dapat :
Itulah masjid yang hidup dan menghidupkan, bukan masjid yang roman lahirnya dihiasi dan didandani ibarat kuburan Cina pakai marmer berukir sekedar untuk menyimpan mayat tak bernyawa di dalamnya”.

Khalifah Abu Bakar sempat memberi-
kan analisa dalam salah satu khutbah
nya sbb :
“…….Sesungguhnya kamu sekarang sedang di atas pangkuan Khalifah Kenabian, tetapi kamu berada pada persimpangan jalan. Nanti sesudahku kamu akan melihat suatu pemerintahan yang kejam, raja yang keras kepala, ummat yang terpecah belah, darah yang tanpa lindungan hukum, darah tertumpah.
Jika sekiranya datang cengkeraman dari pihak bathil dan timbul perlawanan yang tidak meninggalkan bekas dan hancur lantaran kebajikan, maka di kala itu masjidlah tempat kamu menetap dan dari Al-Qur’anlah kamu mencari

Untuk Meningkatkan Fungsi Masjid dibutuhkan Faktor penunjang (Sumber Daya) :

Faktor Manusia (Human)      berkemampuan manajerial cukup
Manajemen umum
Manajemen sarana fisik
Manajemen pengembangan organisasi
Manajemen jamaah
Manajemen keuangan
Manajemen sanitasi
Manajemen komunikasi & public relation
Manajemen penyelenggaraan Ubudiyah
Manajemen ibadah sosial
Manajemen pendidikan di masjid
Adminstrasi kemasjidan
Manajemen UEP
Manajemen perpustakaan

2.     Faktor Pendanaan
Pemerintah
Masyarakat
Swasta
Bisnis masjid
Infaq :
Rutin  : Jum’at, Ramadhan, ‘Id, MT, dll
Insidental  : Acara PHBI, Tasyakuran dll

Dalam rangka menciptakan “Pemerintahan yang bersih”
Cara berfikir yang kurang benar, biasanya dlm menyusun R.Anggaran melihat dulu dananya brp, baru susun keg. Apa yg akan dilakukan. Tapi biasanya di Pondok/Takmir dibalik, shg beresiko keg tak jalan. Yang bagus Merumuskan keg dan disesuaikan dg kemampuan
Pola penerimaan bantuan di rekening atas nama lembaga ttt. Ke depan akan diatur buka rekening dg nama program yg akan dilaksanakan
Aturan2 keuangan :
Rp.250-999.999,00 hrs bermeterai Rp.3000,-
Rp.1000000 ke atas materai 6000 + pajak 10% = PPh 1,5%
Terkadang dana benar2 dimanfaatkan namun kurang cukup bukti shg tdk meyakinkan pihak Auditor Ekstern shg menjadi temuan. Harga mati

3. Faktor Fisik (Material)
Fisik (material) turut menentukan suksesnya manajemen masjid.
Terdiri atas :
Bangunan pokok
Bagunan Pengembangan
Peralalatan Pendukung lainnya

Dengan memanfaatkan faktor-faktor penunjang tersebut
agar kegiatan lebih terarah diperlukan sistem
pendekatan manajemen

IDARAH : Manajemen/pengelolaan kegiatan dalam mengembangkan dan mengatur kerjasama yang melibatkan banyak orang guna mencapai tujuan tertentu
IMARAH : Kegiatan memakmurkan masjid dengan multi kegiatan baik bidang Ibadah ataupun Muamalah
RI’AYAH : Kegiatan pemeliharaan bangunan, peralatan, sarana & prasarana, serta lingkungan dan kebersihan

ARAH PEMBERDAYAAN)

Agar lebih
mengembangkan
kegiatan, makin
dicintai jamaah
& berhasil
membina da’wah di
lingkungannya

(tercapai Tujuan)

DITERAPKANNYA SISTEM MANAJEMEN DALAM RANGKA MEMBERDAYAKAN MASJID DIBUTUHKAN KONSEP :
IDARAH
IMARAH
RI’AYAH

Planning

Dasar Penyusunan kerja,
Susun Struktur Organisasi
Fungsi Koordinasi
Fungsi Pengawasan

Organizing

Mengorganisir semua kegiatan/langkah2 strategis mengenai masjid dg baik & jelas

Actuating

Pelaksanaan kegiatan yg scr
operasional selalu berpedoman
Pd planning : volume keg,biaya,
Waktu pelaksanaan,tolok ukur
Keberhasilan dsb.

Controlling

Pengawasan : yg sejak awal proses
Pengawas mengikuti tahapanperkemb
Shg mudah melakukan pengawasan
Sekaligus melakukan pembinaan

Manajemen
Masjid

Melalui
Faktor
Sumber Daya

Pemberdayaan
Masjid

Diperlukan kesepakatan terlebih dahulu tentang :
Visi
Misi
Langkah Strategis/Kegiatan

VISI ?
Gambaran yang ideal dan realistis yang ingin diwujudkan oleh MASJID pada masa depan.

(Kita ingin menjadi seperti apa kelak?)

MISI ?
Aktivitas apa saja yang perlu dilakukan oleh MASJID kita?)

(Apa yang akan dilakukan Masjid kita?

Contoh Visi Kepengurusan Masjid

Menjadikan anggota jamaah bahagia dan sejahtera dunia – akhirat (sdh saatnya utk diprioritaskan pengimplementasiannya)

VISI –JAMAAH SEJAHTERA
DUNIA -AKHIRAT

Rumusan Misi-nya :
Meningkat iman,taqwa, akhlaqul karimah
Meningkat kecerdasannya
Meningkat silaturrahimnya
Meningkat ekonominya
Berbudaya dan berperadaban

LANGKAH STRATEGIS – MISI 1

Jamaah Meningkat iman, taqwa dan berakhlaqul karimah

Majlis Ta’lim
Ibadah : Mahdhah & ijtima’iyah
Keg. Sosial & PHBI
Acr. Insidental keagamaan
Keg. Lain yang meningkatkan iman & taqwa

LANGKAH STRATEGIS – MISI 2

Pelayanan Bimbingan & Penyuluhan
Menyelenggarakan ketrampilan khusus
Pendidikan formal/non formal
Meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an
Keg. Perpustakaan

LANGKAH STRATEGIS – MISI 3

Meningkatkan hubungan silaturrahim

Menggiatkan Shalat Jamaah dg. Bimbingan Imam
Profil anggota jamaah
Pertemuan rutin & insidental antara jamaah dan pengelola
Keg. syukuran , penyamb haji lakukan di masjid
Pembagian ZIS

282. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah[179] tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. ….dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu…..

Penghasilan
Melakukan bisnis langsung (aktif)
Melakukan investasi (pasif) dalam bentuk bukan bisnis, misal : deposito, saham, invesment fund, surat berharga yang halal, dll. Di Bank Muamalat dan Bank Syaria’ah
Pengeluaran Dana
Manajemen pengeluaran dana cukup sederhana. Pengurus menset sistem akuntansi sebagaimana jiwa dan harapan dlm QS(2) : 282 :
Laporan periodik & transparan, melakukan penyaksian dg melakukan audit oleh orang independent, misal Akuntan Publik. Shg dpt dipertanggungjawabkan. Hal ini sangat ditekankan oleh Islam.
Utk menjamin terpeliharanya dana dari kemungkinan kecurangan & penyalahgunaan wewenang, Mk pengurus masjid hrs menyusun pedoman prosedur pertanggungjawaban keuangan,penggunaan dana,syarat2nya.

Laporan Keuangan dapat berupa :
Daftar Harta
Hutang
Modal
Fungsi Laporan
Sebagai petunjuk serta informasi sehingga pengurus dan jamaah mengetahui posisi keuangan dan prestasi masjid dalam periode tertentu.
Sebagai bahan koreksi dan saran-saran jamaah untuk pengembangan masjid lebih lanjut.

PEMBUKUAN DAN LAPORAN KEUANGAN

PEMBUKUAN

Suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta sejumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi

SIKLUS PEMBUKUAN

BUKTI TRANSAKSI

JURNAL UMUM/LAPORAN KAS/BUKU KAS HARIAN

BUKU BESAR

LAPORAN KEUANGAN

JURNAL UMUM/LAPORAN KAS/BUKU KAS HARIAN

Fungsi LAPORAN KAS/BUKU KAS HARIAN
* untuk mengetahui kas riil
* sumber pencatatan selanjutnya

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di MASJID. Tandai permalink.

2 Balasan ke PENINGKATAN MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASJID

  1. Ping balik: Masjid sebagai Kawah Cadradimukan | Jurnal Darussalam Perumnas Unib

  2. Hari Zaky berkata:

    Saudaraku yang membutuhkan jadwal sholat digital atau timer iqomah bisa menghubungi saya, produsen jadwal shalat digital.
    Hubungi kami di 0857 246 246 66 atau di http://www.timersholat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s