PERGURUAN TRIJAYA (Seni Bela Diri Spiritual)

PERGURUAN TRIJAYA

(Seni Bela Diri Spiritual)

I.Pendahuluan

Bangsa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beranekaragam. Salah satu kekayaan budaya adalah budaya spiritual yang berakar pada kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa. Budaya Spiritual itu dihayati oleh sebagian masyarakat Indonesia secara turun menurun, dari generasi ke generasi, sampai sekarang. Masyarakat spiritual yang disebut sebagai penghayat kepercayan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tersebut, berada dalam wadah organisasi (antara lain bernama paguyuban, Aliran dan Perguruan), yang sampai saat ini tercatat sebanyak 249 organisasi tingkat Pusat dan 980 organisasi Tingkat Cabang. Salah satu organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa bernama “Perguruan Trijaya”’ telah tercatat pada direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, Ditjenbud dengan nomor inventaris : 1.102/F.6/F.2/1980.

Perguruan TRIJAYA didirikan oleh Bapak Esno Kusnodho pada 2 februari 1966, di Tegal Jawa Tengah.Sekertariat Perguruan Trijaya bernama Padepokan Argasonya beralamat di Jl. Layang No.39 Rt.08/09, Tegalsari, Tegal, Jawa Tengah. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan pendalaman dan penghayatan warga atau anggota , dilaksanakan di Padepokan Wulan Tumanggal di Desa Dukuh Tengah, kecamatan Bojong, kabupaten Tegal, dilereng sebelah utara gunung Slamet.

II. Sejarah berdirinya Perguruan Trijaya

Pada tahun 1958-1962 Bapak Esno Kusnodho berguru kepada seseorang yang bernama Mbah Talang di desa Talang, kecamatan Talang kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Tahun 1964 oleh mbah Talang, Bapak Esno diberikan tugas dan restu untuk melanjutkan berguru kepada mbah Bandung, di Bandung, Jawa barat. Setelah selesai, ia mengembangkan “ilmunya” di daerah Pemalang Selatan. Pada hari kamis kliwon, tanggal 13 januari 1966, dengan didampingi Mbah Talang, Bapak Esno melaksanakan Arkat untuk pertama kalinya, yang dilanjutkan dengan pendirian Persatuan Pencak Silat (PPSN) pada tanggal 2 februari 1966 cabang Talang di desa Karangsari , kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dalam perkembangannya , perguruan pencak silat nasional kemudian diubah menjadi seni beladiri Perguruan Tri Jaya, dan tanggal berdirinya PPSN tetap dipakai sebagai hari berdirinya Perguruan Trijaya. Para putera yang turut berjuang mengembangkan perguruan Tri Jaya dan melaksanakan arkat pertama adalah : putera Koesmoro, putra marto Sugondo, putra sendi, Putra suwitno, putra Gemuh dan putra D Raswad. Putra-putra tersebut kemudian diangkat menjadi putra sulung perguruan Trijaya.

III. Perguruan TRIJAYA

Arti perguruan adalah salah satu wahana atau tempat untuk mendidik pribadi secara utuh dalam mempelajari, menghayati, dan mendalami kebudayaan Seni Bela Diri melalui olah raga, olah rasa, dan olah jiwa. Sedangkan Arti TRIJAYA adalah satu kesatuan yang mengandung tiga unsure kekuatan yang tidak dapat dipisahkan dengan mempelajari, menghayati dan mengamalkan dengan cara :

1.Mempelajari olah raga, olah rasa, dan olah jiwa.

2. Mengabdi kepada Tuhan, orang tua dan guru

3. Mematuhi hokum Tuhan, hokum Negara, dan hokum adapt.

Perguruan TRIJAYA mempunyai tujuan :

  1. Meningkatkan rasa ketuhanan Yang Maha Esa untuk mewujudkan Manunggaling kawula Gusti
  2. Membentuk diri pribadi yang sehat jasmani dan rohani serta ketentraman lahir batin
  3. Menuju keselamatan, kebahagiaan, dan kesempurnaan hidup di dunia dan akherat
  4. Mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal rasa cinta tanah air.
  5. Melestarikan dan mengamalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

“Bunga Kantil” sebagai lambang Perguruan Trijaya :

  1. Kepala, kelopak, dan tangkai, melambangkan :

-Organisasi : bahwa tubuh manusia terdiri dari kepala, tubuh dan anggota badan

– Keilmuan : Perguruan TRIJAYA mendalami dan mengembangkan keilmuan pengobatan, pendidikan, dan bela diri.

b. Segitiga dalam lingkaran merupakan kesatuan yang bulat, baik secara pribadi, maupun bersatunya seluruh makhluk Tuhan melambangkan “Manunggaling kawula Gusti”.

c. Memiliki 4 warna : putih, hitam, kuning, dan biru artinya :

-Putih = Kesucian

-Hitam = Keteguhan/kemantapan

-Kuning = Harapan

-Biru = Pendidikan/keilmuan

Keterangan lambing

1.Organisasi

a. Kuncup beserta kelopak melambangkan Pancasila (kuncupnya satu dan kelopaknya ada empat)

b. Lingkaran melambangkan “Bumi Nusantara”

c.Segi Tiga melambangkan “Satu Nusa-Satu bangsa-Satu Bahasa Indonesia”

d. Pisau melambangkan : tancapan yang kuat.

2.Lahiriah/Manusiawi

a. Kelopak empat helai sebagai dua tangan dan dua kaki, mengarah keatas berarti ingin maju

b. Pisau sebagai lidah , arahnya ke bawah-melambangkan bahwa ucapan putera selalu merendah (tidak sombong)

c. Lingkaran sebagai kesatuan antara kepala, anggota badan, dan lidah (pikiran, gerak, dan ucapan)

d.Segi tiga perwujudan dari kerja otak, anggota badan, dan lidah (pikiran, tutur kata, tingkah laku dan perbuatan.

3.Batiniah/Keilmuan

Pada Perguruan Tri Jaya ada 3 hal yang dipelajari, yaitu :

    1. Kuncup bunga kantil sebagai : Pengobatan > Tiga bagian dalam kuncup , melambangkan langkah dalam pengobatan : kesehatan lahir, nasib, dan pergaulan dalam masyarakat.
    2. Kelopak kantil sebagai : Pendidikan > Empat kelopak, melambangkan 4 langkah dalam memperoleh pendidikan, :

-Pendidikan formal : Sekolah, perguruan

-Pendidikan keluarga : pergaulan dalam keluarga (ayah, ibu, saudara, pembantu dan sebagainya)

-Pendidikan masyarakat : pergaulan di masyarakat , organisasi, perkumpulan dan sebagainya

-Wahyu : inspirasi, kecerdasan, ketrampilan, pengertian langsung dari Tuhan melalui mediasi (jurus), mimpi dsb.

c. Pisau sebagai : Bela diri > Pisau menghadap ke bawah, melambangkan untuk mempertahankan diri dari serangan (bukan untuk menyerang), untuk membasmi hal-hal buruk yang merugikan, membahayakan dan menakutkan.

d. Lingkaran melambangkan kesatuan dan pengobatan , pendidikan dan beladiri

e. Segitiga sebagai lambang jasmani/rohani, lahir/batin, dunia/akhirat.

Sampai sekarang perguruan Trijaya tetap menunjukkan keberadaannya secara mantap, sebagaimana motto perguruan Trijaya yaitu “Hidup adalah pengabdian”.

IV. Seni Bela Diri Perguruan

Pengertian Seni Beladiri dalam perguruan Trijaya adalah suatu usaha manusia didalam membela dirinya baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah agar tercapai tujuan hidup menuju keselamatan di dunia dan di alam kelanggengan nanti.

Menurut ajaran Tri jaya, seni bela diri dibagi menjadi tiga yaitu :

  1. Bela diri lahiriah, yaitu bela diri yang bersifat ragawi. Bela diri lahiriah ini dimaksudkan sebagai upaya melindungi diri sendiri terhadap serangan-serangan dari luar yang bersifat fisik dan dapat dipergunakan sebagai olahraga untuk menjaga agar tubuh tetap sehat.
  2. Bela diri Batiniah, yaitu bela diri yang memiliki kekuatan batin dengan maksud agar terhindar dari serangan-serangan luar yang ditimbulkan oleh kekuatan halus yang dibuat oleh manusia atau berasal dari roh-roh halus yang bersifat jahat.
  3. Bela diri mental spiritual, yaitu bela diri yang bersifat kerohanian dengan maksud menjaga diri dari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bela diri mental spiritual ini memiliki aspek kehidupan yang membawa manusia mengarah kepada pendekatan diri kepada tuhan yang maha Esa.

Dasar pelaksanaan Kepercayaan/keilmuan Perguruan Trijaya melalui pendalaman Seni Beladiri tersebut adalah jurus 1 s/d 11 (sebelas jurus).

V. Padepokan wulan Tumanggal Perguruan Trijaya

Padepokan Wulan Tumanggal adalah suatu tempat untuk menempa para putera / murid perguruan Trijaya, suopaya menjadi manusia seutuhnya, sehat jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur, dan memiliki sikap pengabdian terhadap sesama hidup, terhadap alam, serta sifat mendekatkan diri Terhadap Tuhan, sehingga dapat mewujudkan keluarga Rahayu, sejahtera dan bahagia untuk kehidupan di dunia maupun akherat. Nama Wulan artinya rembulan dan Tumanggal adalah tanggal pertama. Jadi wulan Tumanggal adalah malam pertama bulan mulai nampak (bulan sabit). Maksud dari nama Wulan Tumanggal adalah sebagai berikut :

  1. Bulan sabit, pada malam-malam berikutnya akan nampak semakin besar dan semakin terang. Hal ini mengandung maksud agar tempat tersebut dapat menjanjikan suatu harapan kepada para putera, untuk menjadi manusia yang selalu maju dan bertambah besar dalam hal kebaikan.
  2. Bulan berfungsi untuk memberikan suatu penerangan bagi makhluk yang mengalami kegelapan. Diharapkan tempat tersebut dapat dipergunakan untuk mencari petunjuk dari tuhan, bagi orang yang sedang mengalami kesusahan atau permasalahan dalam kehidupan ini.

Padepokan wulan Tumanggal dibagi menjadi 3 (tiga) bagian , yang terdiri atas :

  1. Curug Wulan Tumanggal

Curug wulan tumanggal adalah air terjun yang terletak di lereng Gunung Slamet sebelah utara . Air tersebut masih murni belum terusik atau terkotori tangan manusia. Tempat ini dipakai untuk membersihkan diri /mandi bagi para putera/keluarga yang akan melaksanakan sujudan di sanggar pamujan.

  1. Sanggar Pamujan wulan Tumanggal

Tempat ini digunakan untuk bersujud kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih atas pemberian kehidupan, serta pengakuan atas segala kekurangan maupun kesalahan. Tempat tersebut merupakan alam terbuka yang sepi dari keramaian.

  1. Sasana wulan Tumanggal
    1. Sasana Nunggalati> Tempat ini digunakan untuk melaksanakan kegiatan ritual, menyembah kepada Tuhan. Letak Sasana Nunggalati paling tinggi diantara bangunan yang lainnya, melambangkan kewajiban menyembah Tuhan lebih diutamakan daripada kegiatan social.
    2. Sasana Dalem>Tempat kediaman Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru, beserta keluarga. Pada saat-saat tertentu keluarga Romo Guru berada di tempat tersebut untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan keluarga Romo guru. Hal ini mencerminkan bahwa putera selaku murid yang menuntut keilmuan juga mempunyai tanggung jawab terhadap kebutuhan keluarga.
    3. Pamiwahan Putera>Tempat untuk berkumpul atau sarasehan, juga pada saat tertentu dipergunakan sebagai tempat pembinaan keluarga para putera.
    4. Sasana Caraka (Sekretariat)> tempat menyimpan dokumentasi kegiatan, arsip surat menyurat, biodata anggota perguruan Trijaya.
    5. Sasana Kembul Bujana (SKB) dan Dapur

Tempat makan bagi para putera. Salah satu kebutuhan pokok, karena dengan makan, akan ada energi/kekuatan pada diri kita.

F. Paturasan (MCK) > Paturasan tersebut ada pada setiap tempat peristirahatan (palereman) para putera.

g. Sasana kanuragan > tempat para putera melaksanakan kegiatan jurus jalan dan ampal-ampalan atau olahraga dan olahrasa, mendapatkan jiwa yang sehat dimulai dari raga yang sehat.

VI. Penutup

Perguruan Trijaya yang dibina oleh Bapak Esno Kusnodho merupakan wahana untuk mendidik diri pribadi (para putera) melalui belajar, menghayati dan mendalami seni bela diri dalam rangka meningkatkan ketaqwaan melalui penghayatan terhadap diri sendiri, alam semesta dan Tuhan Yang Maha Esa.

Berpedoman pada prinsip-prinsip ajarannya, diharapkan Perguruan Trijaya dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang mampu menemukan jati diri secara utuh yaitu menyadari siapakah dirinya, untuk apa keberadaan dirinya dalam kehidupan ini, serta kemana arah dan tujuan setelah akhir dari perjalanan hidup, singkatnya pribadi yang mengenal dan memahami “Sangkan Paraning dumadi” sehingga dalam kehidupannya selalu : Eling, sumarah lan sumendhe marang kersaning Gusti”, yang artinya, Ingat, berserah diri pada kehendak Tuhan yang maha Esa”.

Iklan

6 Comments

  1. saya tinggal di daerah tangerang..saya sudah belajar selama 2 tahun lebih…yg saya mau tanyakan, apakah semua murid perguruan trijaya memiliki kemampuan yg berbeda.meskipun jurus yang diajarkan sama..trimakasih
    salam sejahtera rahayu..

  2. asalamu’alaikum..
    saya orang tegal asli, bagaimana cara saya masuk ke perguruan trijaya?
    sya sngat tertarik..
    di mna sya bisa mendaftar untuk masuk ke perguruan trijaya?
    adakah nomor tlp yang bsa saya hubungi bp.sururudin..
    trimakasih..

  3. saya pernah masuk trijaya di bimbing PT sakron(slawi)
    tapi bru arakat 2 dh gg aktif lgi krna aktifitas saya yg padat.
    bisa ikut lgi gg yh??? mlai dri arakat 1 lagi apa melanjutkan???
    mohon penjelasannya?????
    terimakasih.., Rahayu.

  4. mau nanya pak…
    saya ingin banget ikut silat ini..tolong alamat nya di daerah jakarta cabang nya…sudah 1 thun saya mencari alamat perguruan nya di jakarta tapi belum ketemu..mohon info nya

    dan mau tanya apakah kalu ultah trijaya para murid nya harus ikut ngrayain di tegal…
    dan apa yg di maksud kepercayan murni di perguruan ini…

    dan apakah umur saya yg 23 masih bisa ikut perguruan tri jaya…
    tolong di jawab yah pak..trimakasih

    atau bales ke adoyganteng2@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s