KONSORSIUM NASIONAL UNTUK ANAK DALAM PERLINDUNGAN KHUSUS (KNAPK)

KONSORSIUM NASIONAL

UNTUK ANAK DALAM PERLINDUNGAN KHUSUS

(KNAPK)

THE NATIONAL CONCORTIUM

FOR CHILDREN SPECIAL PROTECTION

(NCCSP)

  1. IDE DASAR

Anak adalah asset masa depan.Kegagalan dalam memahami kebutuhan anak akan berujung pada kegagalan membantu anak untuk menjadi manusia mandiri, yang dapat menentukan masa depannya sendiri, berarti gagal menyambung sebuah generasi. Sudah semestinya,  anak diberi ruang yang luas untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan masa pertumbuhannya menuju kematangan dan kemandirian.

Namun disisi lain, secara factual ditemukan bahwa terdapat anak-anak yang disebabkan oleh situasi dan kondisi tertentu mengalami nasib yang tidak menguntungkan .Untuk itu diperlukan suatu penanganan dan perlindungan bagi mereka yang berada dalam situasi khusus tersebut.

Upaya perlindungan bagi anak harus berpegang pada prinsip-prinsip pokok, sebagaimana yang tertuang dalam konvensi hak anak, yaitu :

  1. Tidak diskriminatif
  2. Kepentingan yang terbaik bagi anak
  3. Hidup, tumbuh dan berkembang
  4. Menghargai pendapat dan pandangan anak.

Prinsip-prinsip dasar inilah yang harus menjadi landasan dalam melakukan penanganan dan perlindungan terhadap anak dalam Perlindungan Khusus (APK). APK merupakan salah satu permasalahan yang memerlukan penanganan secara tepat dan cepat. Jumlah APK kian hari kian bertambah seiring dengan perkembangan dan situasi social –ekonomi yang kurang mendukung.

Dalam hal ini terdapat beberapa hal mendasar yang melatar belakangi berdirinya konsorsium Nasional untuk Anak dalam perlindungan Khusus (disingkat KNAPK), yaitu sebagai berikut :

1.Terjadinya keterpurukan kondisi bangsa dan Negara Indonesia dalam berbagai aspek ; ekonomi, politik dan social, telah berdampak pada munculnya kompleksitas masalah social di Indonesia. Keadaan yang sangat tidak menguntungkan  ini ternyata berakibat buruk bagi kelompok anak yang mengalami nasib tidak baik, atau yang sedang berada dalam perlindungan khusus /Children in Need of Special Protection (CNSP) atau Anak dalam Perlindungan Khusus (APK).

2. Berkenaan dengan fenomena anak yang membutuhkan perlindungan khusus ini, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya bagi perlindungan mereka, seperti beberapa kebijakan pemerintah berikut ini :

a. Gerakan nasional Pwerlindungan anak yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia pada Hari Anak Nasional tahun 1997.

b. Komitmen mengenai Convention on The Right s of the Child (Konvensi tentang hak-hak anak), yang telah diartifikasi melalui Keppres 36 tahun 1990.

c. Konvensi ILO No 138 yang telah diratifikasi melalui UU No. 20 tahun 1999 mengenai basis minimum Usia Anak yang telah diperbolehkan Bekerja dan konvensi ILO No 182 yang telah diratifikasi dengan UU No I tahun 2000 mengenai tindakan segera dan penghapusan bentuk-bentuk Terburuk pekerjaan anak.

d. World Summit on Children yang telah berlangsung selama 10 tahun dan pada bulan Mei 2002 diselenggarakan siding Khusus PBB tentang anak untuk merevisi kemajuan yang telah dicapai dalam sepuluh tahun tersebut.

e. Deklarasi Beijing mengenai review kemajuan anak-anak di wilayah Asia pasifik dalam rangka persiapan Sidang khusus PBB tentang anak.

f. Konggres Dunia kedua mengenai Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Yokohama untuk menilai kemajuan setelah dilaksanakan konggres Dunia Pertama di Swedia tahun 1996.

g. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

Menanggapi persoalan-persoalan beserta ketentuan-ketentuan dari pemerintah, maka kiranya perlu untuk dilakukan  suatu pembentukan forum yang menanganai fenomena    anak dalam perlindungan khusus tersebut.

  1. PENGERTIAN ANAK DALAM PERLINDUNGAN KHUSUS (APK)

Anak dalam Perlindungan khusus (APK) atau anak yang berada dalam situasi khusus adalah anak yang sedang menyandang permasalahan yang menyebabkannya tidak terpenuhi hak-haknya akan kelangasungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan/ atau partisipasi. Dalam pengertian internasional, APK ini disebut dengan Children in need of special protection-CNSP.

Di Indonesia, terdapat klasifikasi APK yang merupakan bagian dari program Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial anak dalam situasi khusus. Mereka yang termasuk dalam kriteria ini adalah :

  1. Anak balita sebagai masa emas (Golden Years) dalam tahap perkembangan manusia yang membutuhkan pemenuhan kebutuhan optimal. Ketelantaran pada masa ini dikhawatirkan menyebabkan anak menjadi orang dewasa yang menggantungkan kehidupannya pada lingkungan social.Anak balita yang menjadi sasaran Pelayanan dan Rehabilitasi social adalah:

a. Balita terlantar karena gizi buruk, dibuang orang tua, dll.

b. Balita yang mengalami perlakuan salah.

c. Balita yang orang tuanya bekerja diluar rumah tanpa pengasuhan yang layak

d. Balita yang orang tuanya tidak mampu melaksanakan fungsi pengasuhan jangka panjang, antara lain karena sakit, dipenjara, dll.

e. Balita yatim piatu tanpa orang tua pengganti

  1. Anak yang membutuhkan perlindungan khusus (Child in Need of Spesial Protection/CNSP) sesuai dengan konvensi hak anak yang telah diratifikasi melalui keppres No.36 tahun 1990, anak-anak tersebut terdiri dari :
  2. Anak dalam kondisi darurat karena pengungsian, konflik bersenjata, kerusuhan social, bencana, dll.
  3. Anak dalam konflik hokum
  4. Anak yang mengalamai perlakuan salah, eksploitasi dan pengabaian, baik fisik, mental, seksual, social, ekonomi, dll.
  5. Anak kelompok minoritas dan telantar, termasuk anak komunitas adapt terpencil.
  6. Anak korban diskriminasi
  7. Anak yang diperdagangkan, dilacurkan dan terlibat pornografi.
  8. Anak korban NAPZA
  1. Anak terlantar, yaitu anak yang karena suatu sebab tertentu orangtuanya melalaikan kewajibannya sehingga kebutuhan anak tidak dapat terpenuhi dengan wajar, baik secara jasmani, rohani maupun social.
  2. Anak nakal, yaitu anak yang perilakunya dapat membahayakan dirinya sendiri maupun lingkungan sosialnya.
  3. Anak Cacat, yaitu anak yang mengalami hambatan jasmani dan atau social sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya dengan wajar :

Termasuk dalam pengertian ini adalah :

  1. anak cacat fisik (tubuh, netra, rungu/wicara, eks penderita penyakit kronis, penyandang autis)
  2. Anak cacat metal (psikoneurotik, psikotik, penderita retardasi mental)
  3. Anak cacat fisik dan mental/cacat ganda.
  1. ARAH GERAKAN

Dalam arah perencanaan ke depan, KNAPK diharapkan mendapat respon maupun tanggapan yang positif dari kalangan masyarakat umum khususnya LSM (dalam hal ini adalah LSM yang terkait langsung dengan APK), kelompok agamawan dan aktivis gerakan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.Program-program yang akan dilaksanakan diharapkan dapat memberi kontribusi dalam proses memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat dalam penanganan APK.

  1. KARAKTERISTIK KNAPK

KNAPK adalah sebuah ORNOP ( Organisasi Non Pemerintah) yang kehadirannya di tengah masyarakat dimaksudkan untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan APK serta mengembalikan mereka sebagai bagian yang normal dan aktif dalam kehidupan bernegara.Cara untuk memperjuangkan itu , diwujudkan dengan meltakkan segala ‘kinerja’ organisasi ini dalam perspektif Pemberdayaan dan Pemandirian APK sebagai Generasi bangsa adalah untuk mengembangkan potensi APK yang dilakukan dari dalam diri masyarakat dan kerjasama berbagai pihak terkait.

KNAPK adalah sebuah perwujudan dari aspirasi masyarakat.KNAPK menyakini bahwa dengan menjadi kuat dan mandiri, APK dengan sendirinya akan menempati posisi subyek, sama dengan hak warga Negara lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Dalam posisi sebagai subyeklah manusia menemukan substansinya sebagai manusia yang mandiri.

Mengacu pada kebijakan tersebut, beberapa program perlindungan untuk APK adalah sebagai berikut :

  1. Pemberdayaan komunitas dan keluarga, termasuk komunitas adapt terpencil/Orsos/LSM serta segmen masyarakat yang mampu berperan sebagai sumber pendukung dan penanganan APK.
  2. Bantuan social bagi fakir miskin, korban bencana alam dan social serta korban tindak kekerasan dan pekerja imigran, khususnya yang berdampak langsung kepada APK.
  3. Pelayanan dan Rehabilitasi social melalui basai panti social, keluarga maupun masyarakat, termasuk pembangunan sheltered workshop, rumah perlindungan (Protection home), trauma center dan rumah pengentasan (boarding house) untuk APK
  4. Pendidikan dan pelatihan personel LSM, pemerintah dan masyarakat untuk penanganan APK
  5. Penyuluhan dan kampanye social
  6. Penelitian tentang permasalahan dan pengembangan pendekatan
  7. Penyediaan data dan informasi.
  1. PROSES

1.Berkembangnya kemampuan APK untuk mandiri

2.Keswadayaan dan kemandirian anak yang membutuhkan perlindungan khusus

3.Perubahan social berkelanjutan

4.Mewujudkan proses perubahan dari dalam (with in)

5.Dan berorientasikan kepada nilai-nilai; kesetaraan, kecintakasihan, kebenaran, keadilan, kedamaian, Non Partisan dan anti kekerasan.

  1. KINERJA

Kinerja yang akan dijalankan oleh KNAPK adalah menjadi mitra yang sejajar dengan berbagai individu dan lembaga tanpa memandang perbedaan suku, agama , etnik, dan golongan tertentu.Didirikannya KNAP adalah bercita-cita ingin terlibat langsung dalam proses perubahan social untuk penanganan dan perlindungan APK di berbagai tingkat masyarakat.Karenanya juga KNAPK yakin bahwa perubahan yang dicita-citakan itu dapat dilangsungkan dengan sebuah pendekatan pada proses tingkat bawah maupun dari atas.

  1. MITRA DAN STRATEGI

1.MITRA

Organisasi-organisasi LSM dan masyarakat basis di berbagai pelosok dan wilayah Indonesia dan daerah-daerah marjinal yang meliputi kelompok komunitas APK.Dalam melakukan cita-cita dan tujuannya KNAPK melakukan sebuah upaya pemberdayaan APK dengan cara bekerjasama dengan berbagai pihak.Motto yang diberlakukan adalah : pemberdayaan dan pemandirian APK demi kesejahteraan dan kedamaian, artinya bahwa melalui upaya pemberdayaan dan pemandirian APK ini, sebagian nasib bangsa akan mengalami perubahan yang baik dan positif . Selain itu KNAPK harus mampu membaca realitas makro sehubungan dengan kepeduliannya kepada realitas mikro yang tak henti-hentinya melakukan tindakan nyata yang sesuai dengan kapasitasnya.

2. STRATEGI

Strategi yang digunakan KNAPK adalah penguatan transformative dalam perspektif pemberdayaan dan pemandirian APK. Strategi ini ditempuh dengan menggunakan dan mengembangkan suatu gerakan perubahan kepada sebuah kelompok atau organisasi masyarakat yang dilakukan dari dalam , atau setiap pelaksanaan perubahan harus diputuskan dan dilakukan masyarakat itu sendiri, dengancara kebersamaan (partisipasi) dengan seluruh anggota kelompok masyarakat tersebut, dalam hal ini adalah LSM, Lemabag terkait, masyarakat umum dan APK itu sendiri.

3.METODOLOGI KERJA

Metode kerja yang senantuasa dilakukan KNAPK dalam pencapaian program pada mitranya di LSM dan komunitas basis atau APK adalah menggunakan metode-metode partisipatoris seperti pendidikan krisis (Critical Education), pendidikan orang dewasa (Adult Education) dan metodologi partisipatoris lainnya.

4.KAPASITAS ORGANISASI

Sebagai Organisasi non pemerintah (ORNOP) yang bergerak dalam advokasi dan pemberdayaan, KNAPK selalu berusaha meningkatkan kapasitas , profesionalitas, serta peran strategis organisasi melalui :

    1. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui training, seminar, workshop, kursus dan pendidikan.
    2. Peningkatan lembaga (LSM, dll) dalam penelitian, pengkajian secara tajam dan kritis serta melakukan strategic Planning dalam perumusan program bersama kelompok sasaran.
    3. Membangun dan memperkuat jaringan kerjasama dan kontak dengan NGO, ilmuwan/akademisi, lembaga pengkajian / pembangunan local, nasional, dan internasional yang memiliki kepedulian dalam upaya penguatan masyarakat.
    4. Pengembangan dan penyempurnaan system manajemen yang mengacu pada prinsip-prinsip keberlanjutan dan akuntabilitas.
    5. Pengembangan system diseminasi dan informasi serta perpustakaan yang dapat diakses masyarakat secara luas (buku, bulletin, leaflet, stiker, poster, dll)
  1. PROGRAM KERJA

Guna pencapaian visi dan tujuan pembangunan anak dalam perlindungan khusus yang mandiri dan tidak teralienasi, maka dilakukan program-program secara berkesinambungan dan dalam kerangka kerja tersebut dibentuk beberapa departemen-departemen itu adalah sebagai berikut :

  1. Transformasi masyarakat

Program ini merupakan kegiatan kelembagaan yang menekankan pada pemberdayaan “transormatif” terhadap mitra-mitra belajarnya yakni anak yang berada dalam perlindungan khusus , marjinal dan tertindas serta berada pada wilayah yang sedikit mengalami sentuhan pembangunan.Dilaksanakan dengan cara partisipasi aktif dari mereka, berdasarkan kebutuhan mereka menuju tercapainya sebuah masyarakat yang adil dan makmur.

Tujuan dari program ini adalah terbangunnya kesadaran transformative dan tegaknya hak-hak bagi anak jalanan menuju sebuah kinerja masyarakat yang kuat dan mandiri serta mampu untuk mentransformasikan diri. Maka dalam langkah inovasi kelembagaan masyarakat, KNAPK sengaja merintis dan mempelopori lahirnya kelembagaan baru ditengah masyarakat untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi baru yang terlalu jauh dijangkau sumber daya social yang sudah ada.

  1. Transformasi kemandirian

Program ini disusun dengan strategi dan metodologi khusus, yang bertumpu pada kepercayaan bahwa, pada dasarnya masyarakat itu mampu untuk mentransformasikan kekuatan ekonominya sendiri.Strategi yang ditempuh dalam program ini adalah “Pengembangan Potensi dan Pemandirian anak jalanan”.Program ini menekankan penggunaan sumber daya manusia , khususnya yang dimiliki oleh anak jalanan , yaitu yang terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya buatan.

  1. Transformasi kepedulian social

Program ini merupakan pengembangan dari sikap kepedulian terhadap anak jalanan  yang dikhususkan untuk memperkuat wacana gerakan  pemikiran bagi para pekerja social (Field worker) atau para aktivis ORNOP (Organisasi Non Pemerintah).Disamping itu KNAPK dalam hal ini senantiasa menjaring aktivis baru dari kalangan pemuda dan pelajar agar memiliki rasa kepedulian terhadap persoalan-persoalan social kemasyarakatan yang ada dilingkungannya, nantinya diharapkan mampu untuk menerjemahkan gagasannya selama mengikuti proses-proses pendidikan yang diselenggarakan oleh KNAPK secara berkala.

Program ini dilaksanakan dalam upaya menyiapkan kader-kader baru muda sebagai “transformator” bagi gerakan perubahan social bagi mitra belajar KNAPK di wilayah basis anak jalanan. Maka penekanan dalam program ini adalah memberikan orientasi baru tentang sosok gerakan-gerakan perubahan social dari ORNOP (Organisasi Non Pemerintah) dan lembaga social lainnya yang memiliki akses langsung kepada massa rakyat di basis akar rumpu (Grass roots) Kegiatan yang dilakukan adalah penyelenggaraan berbagai :Pelatihan, pengkajian, Lokakarya, Seminar, Sarasehan, Workshop, Dialog dan lain-lain.

  1. Penguatan penelitian dan Pengembangan

Program penguatan LITBANG (penelitian dan pengembangan) merupakan salah satu program dari hasil kerja Praksis di lapangan. Penelitian-penelitian social adalah salah satu program yang hingga saat ini dirasakan memberikan kontribusi yang besar terhadap pelaksanaan “ Praksis”. Kegiatan program ini adalah analisis social, Penelitian, Pengadaan sarana perpustakaan, penyebaran informasi Antara jaringan ornop, bulletin serta pelatihan.

  1. Advokasi Masyarakat

Program ini merupakan terjemahan dari kegiatan praksis di lapangan dari KNAPK dari sumber daya yang telah banyak dilakukan seperti pembelaan anak jalanan dan lain-lain. Program ini bersifat responsive, dan program ini tidak bisa direncanakan kecuali dalam pengembangan infrastrukturnya .Maka program-program  yang dilakukan misalnya : Lokakarya untuk Orientasi Masalah kekerasan dalam perspektif hak asasi Manusia dan keadilan.

  1. Program utama
  1. Pemandirian anak dalam perlindungan khusus
  2. Advokasi kekerasan terhadap Anak dalam perlindungan khusus
  3. Penguatan Partisipasi Anak dalam perlindungan khusus
  4. Kebijakan public dan Good Governance
  5. Media alternative
  6. Komunikasi, Dialog dan kampanye Pemberdayaan Anak dalam perlindungan khusus
  1. JARINGAN KERJA

Jaringan KNAPK dapat dikategorikan dalam 4 kelompok :

1.Funding Agencies yakni lembaga-lembaga yang memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan program KNAPK

2.Jaringan yang dibentuk karena kesamaan misi dan tujuan untuk jangka panjang.

3.Jaringan formal

4.Jaringan kerja

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s