GELANDANGAN

Kering sudah rasanya air mataku

Terlalu banyak sudah yang terbuang

Menangis meratapi buruk nasibku

Nasib seorang tuna wisma

Langit menjadi atap rumahku dn bumi sbg lantainya

Hidupku menyusuri jalan sisa org yg aku makan

Jembatan menjadi tempat perlindungan

Dari terik matahari dan hujan

Begitulah hidup yag aku jalani

Entah sampai kapan harus begini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s