Kisah menjelang Wafatnya Rosululloh SAW

Kisah menjelang Wafatnya Rosululloh SAW

Diriwayatkan oleh Abdulloh ibnu Mas’ud Ra . bahwa tatkala telah mendekati hari wafatnya Nabi Muhammad SAW beliau memerintahkan sahabat Bilal supaya mengumpulkan para sahabat di Masjid Nabi SAW.Setelah sahabat Muhajirin dan Anshor berkumpul dan mereka sembahyang 2 Roka’at, berdirilah Rasululloh SAW menaiki mimbar untuk berkhutbah.Mengawali khutbahnya dengan puja-puji dan syukur kepada Alloh SWT kemudian Beliau bersabda :

يا معشر المسلمين إني كنت لكم نبيا و ناصحا و دا عيا إلى الله بإد نه وكنت لكم كالأخ الشفق والأب الرحيم , من كا نت له عندي مظلمة فليقم واليقتص مني قبل القصاص يوم القيامة .

Hai kaum muslimin sekalian ! Sesungguhnya aku adalah nabimu, penasehatmu dan pengajakmu kepada jalan Allah SWT dengan seizin-Nya >Sesungguhnya aku bagimu sebagai saudara penyanyang dan ayah pengasih.Barangsiapa diantara kamu merasa telah aku dzolimi, hendaklah berdiri sekarang dan mengambil qishos membalas dari padaku, sebelum aku harus membayar Qishos di hari kiamat”.

Mendengar seruan Rosululloh itu, tak seorangpun dari para hadirin yang berdiri sehingga diulangi kedua dan ketiga kali oleh Rosululloh SAW.Baru berdirilah seorang sahabat bernama Ukhasah bin Muhson dan Mendekati Rosululloh saw dan berkata”Seandainya Rosululloh tidak mengulangi seruannya berkali-kali, tidaklah aku memberanikan diri berdiri disini untuk menceritakan pengalamanku bersamamu, ya Rosululloh pada waktu perang Badar, yaitu tatkala untaku mendekati untamu ya Rosululloh dengan maksud agar aku dapat mencium pahamu, tiba-tiba engkau mengeluarkan cambuk untamu dan mengenai pinggangku.Entah sengaja Rosululloh memukul aku atau bermaksud memukul untanya tetapi kebetulan cambuk jatuh pada pinggangku.

Rosululloh menjawab : “ Apakah mungkin aku sengaja memukul engkau wahai Ukasyah ?”.Rosululloh kemudian memerintahkan Bilal pergi ke rumah Siti Fatimah untuk mengambil cambuk untanya dan bertanyalah Fatimah sesampai Bilal di rumahnya :”Untuk apa ayahku meminta cambuk ini ?”.”Ayahmu hendak memberi Qishos bagi dirinya !” , jawab Bilal. Sambil menyerahkan cambuk kepada Bilal , Fatimah berkata :”Siapakah sampai hati menerima Qishos Rosululloh ?”.

Setiba Bilal di Masjid diserahkan cambuk itu kepada Rosululloh SAW yang oleh beliau diberikan kepada Ukasyah.Melihat Ukasyah memegang cambuk, berdirilah serentak sahabat Abu Bakar dan sahabat Umar RA menghampirinya dan berkata :

يا عكا شة ! نحن بين يديك فاقتص منا ولا تقتص من النبي صلى الله عليه وسلم

Hai Ukasyah ! Terimalah Qishos dari kami berdua dan jangan menyentuh Rasululloh Saw!”

أقعدا قد عرف الله تعالى مكا نكما !

“Duduklah kamu berdua, Alloh telah mengetahui kedudukanmu!”

Kemudian sahabat Ali RA berdiri dan berkata kepada Ukasyah :

يا عكا شة ! أنا في الحيا ة بين يدي النبي صلي الله ،لا يطيب قلبي أن تقتص من رسول الله صلي الله عليه و سلم . فهذا ظهري و بطني فا قتص مني بيدك واجلدنى بيدك !

“Hai Ukasyah ! Aku masih hidup dan ada dihadapan nabi saw, tidak rela hatiku engkau menerima Qishos dari Rosululloh saw. Inilah punggungku dan perutku cambuklah aku dengan tanganmu!

Rosululloh bersabda :

يا على اقعد ! قد عرف الله مكانك ونيتك !

“Wahai Ali ! Dududklah ! Alloh telah mengetahui kedudukan dan niyatmu!

Kemudian berdirilah Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein dan berkata :

يا عكاشة ! ألست أنت تعرفنا أنا سبطا رسول الله, والقصاص منا اقصاص من رسول الله

“Hai Ukasyah! Engkau mengetahui bahwa kami adalah cucu Rasululloh saw dan bahwa penerimaan Qishos dari kami adalah sama seakan-akan dari Rosululloh saw”.

Rosulullah saw bersabda kepada Hasan dan Husein :

أقعدا يا قرتي عيني !

“Duduklah kamu berdua, hai biji mataku dan buah hatiku!”.

Kemudian beliau berpaling kepada Ukasyah dan bersabda :

ياعكاشة ! اضرب إن كنت ضاربا !

“Hai Ukasyah ! Cambuklah aku jika kamu mau !

Ukasyah berkata :

يا رسول الله، ضربتنى و أنا عار عن ثوبي !

“Wahai Rosululloh ! engkau dulu memukulku , aku tidak berpakaian!”.

Maka beliau pun melepas pakaiannya sehingga terlihat jelas tubuhnya yang putih bersih dan diiringi ratapan tangis para sahabat yang tidak rela hati melihat keadaan itu.

Berdirilah Ukasyah menghampiri Rosululloh saw dengan memegang cambuk di tangannya.Tiba-tiba diluar dugaan para sahabat, Ukasyah melepaskan cambuk di tangannya dan bertekuk lutut menciumi tubuh Rosululloh yang telanjang itu sepuas hatinya sambil berkata :

يا رسول الله، من يطيب قلبه أن يقتص منك يا رسول الله ! وإنما فعلته رجا ء أن يمس جسمي بجسمك الشريف و يحفظني ربي بحر متك من النار !

“Ya Rosululloh ! Siapakah yang rela hati menerima Qishos dari padamu ? Tujuan dan harapanku hanyalah agar tubuhku dapat menyentuh tubuhmu, dan demi kemuliaan dan kehormatanmu, aku dilindungi Alloh dari api neraka.

Maka Rasululloh saw bersabda :

ألا، من يحب آن ينظر إلى أهل الجنة فلينظر إلى هذا الشحص !

“Ketahuilah hai para sahabat ! Siapa yang ingin melihat ahli surga maka lihatlah orang ini !”.Maka berdirilah para sahabat mendekati, menjabat tangan dan menciumi dahi Ukasyah sambil berkata :

طوبى لك ، طوبى لك، نلت الدرجات العلى ومرافقة محمد صلى الله عليه وسلم فى الجنة.

“Berbahagialah engkau Ukasyah ! Engkau telah memperoleh derajat yang tinggi dan berkawan dengan Rosululloh saw di surga!”.

Sumber : Durrotun Naashikin, hlm.58, Syirkah Nur Asia

Catatan :

Mengenai hikayat Ukasyah diatas bisa dilihat pula pada hadits Riwayat Ath Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir (nomor hadits 2676), juga diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’, Juz 4, hlm 74-75, dan dieriwayatkan oleh Al Haitsami dalam Majma”uz Zawaa’id, Juz 8, hlm 598 (lihat Sofware Al Maktabah Asy Syamilah edisi kedua)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s