Nikah Siri

Nikah Siri

Nikah siri akhir-akhir ini disoroti dan menjadi kontroversi.Dalam Syariat islam, hukum nikah siri tergantung kepada terpenuhi atau tidaknya rukun dan syarat pernikahan.Jika dalam pernikahan tersebut ada calon pasangan suami istri, mahar, ijab Qobul, wali dan saksi, maka pernikahan sah meski dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak dicatatkan  di KUA. Jadi,” Dosa,” pernikahan ini jika sudah sah menurut agama ialah, tidak dicatatkan pada pegawai pencatat pernikahan.

Tujuan orang menikah adalah untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal.Bisakah nikah siri merealisasikan tujuan mulia tersebut ? lalu mengapa orang menikah secara sembunyi-sembunyi dan tidak mencatatkan perkawinannya ? orang melakukan nikah siri karena berbagai alasan, antara lain tidak mau repot mengurus pernikahan di KUA karena yang penting sah menurut agama.

Tujuan orang menikah adalah untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal.Bisakah niukah sirri ,erealisasikan tujuan mulia tersebut ? lalu mengapa orang menikah secara sembunyi-sembunyi dan tidak mencatatkan perkawinannya? .Orang melakukan nikah siri karena berbagai alasan, antara lain tidak mau repot-repot mengurus pernikahan di KUA karena yang penting sah menurut agama.

Selain itu banyak orang nikah siri secara tergesa-gesa dengan alasan hal itu lebih baik daripada berzina dengan pasangan.Ada juga yang nikah siri karena accident alis telah berhubungan gelap dengan kekasih.Ada lagi yang menggunakan cara ini   karena mau menikah dengan pasangan bawah umur atau kewarganegaraan lain atau berbeda agama atau untuk sementara waktu (kawin kontrak).Dan tidak jarang orang melakukan nikah siri karena menikah lagi alias poligami .Ketika berpoligami banyak orang pilih diam-diam karena takut istri tua dan karena persyaratan poligami itu ketat, sukar dipenuhi.

Selama pasangan suami istri yang menikah dengan cara sembunyi-sembunyi ini bisa hidup rukun, harmonis dan tidak berselisih, maka dampaknya paling-paling hanya dicuraigai masyarakat disekelilingnya dan saat ada penggrebegan di hotel mereka harus bersusah payah membuktikan bahwa mereka berdua adalah pasangan suami istri yang sah menurut agama.selain itu dampak nikah siri baru akan terasa  ketika anak-anak mereka perlu mendapatkan akta kelahiran untuk mengurus sekolah, KTP, SIM, Paspor dan dokumen-dokumen resmi lainnya .Anak-anak hasil nikah siri juga sukar untuk membuktikan kepada teman-temannya bahwa mereka adalah anak yang sah dan bukan anak zina.

Namun bila pasangan suami istri yang menikah siri ini bertengkar, maka yang akan menjadi korban biasanya adalah istri dan anak-anak.Bila istri ditinggal pergi begitu saja oleh pasangannya , maka kepada siapa dia akan mengadu, bagaimana dia menggugat cerai ? KUA tentu akan lepas tangan  karena memang tidak ada catatan pernikahan mereka berdua disana.Anak-anak pula, siapa yang akan memberi nafkah mereka ? siapa yang akan menjadi wali nikah mereka jika sudah dewasa ?

Dan jika istri tersebut diceraikan oleh suaminya, maka sangat mungkin dia tidak akan bisa menuntut harta gono-gini bila suami secara sengaja tidak mau memberinya.Dan jika terjadi perebutan pemeliharaan anak, maka biasayny pihak  yang lemahlah yang kalah.Lalu jika istri ditinggal mati oleh suaminya, maka bisa jadi dia tidak akan bisa menuntut harta warisannya jika keluarga suami tidak mau memberinya.

Melihat dampak buruk diatas maka baru-baru ini kementerian agama mengajukan RUU Hukum materiil Peradilan Agma bidang perkawinan yang isinya antara lain akan mempidanakan pernikahan tanpa dokumen resmi.RUU tersebut membidik para pelaku nikah siri dan semua orang yang terlibat dengannya, seperti para wali, saksi, dengan hukuman.

Pertanyaannya ialah, mengapa orang mau beribadah kok malah dihukum ? semua yang terlibat dengan pernikahan siri akan dihukum bukan bukan karena pernikahan tersebut, tapi karena tidak mencatatkan pernikahnnya.Karena tidak mencatatkan pernikahannya itu ternyata mempunyai dampak buruk sebagaimana diatas.

Lebih dari itu, pernikahan tanpa dokumen resmi lebih rentan gagal.Ini karena para suami merasa kurang terikat dalam perkawinan tersebut, sehingga dengan mudah bisa meninggalkan pasangannya tanpa rasa dosa sama sekali dan tanpa rasa takut tuntutan .Karena istri pasti  tidak bisa membuktikan perkawinannya didepan pengadilan.

Selain itu dikhawatirkan nikah siri yang banyak dilakukan orang itu ternyata memang benar-benar tidak sah daris sisi agama karena kurang rukun dan saratnya.Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi ialah, pernikahn siri akan mendorong terjadinya lebih banyak lagi perkawinan-perkawinan yang dilarang agama, seperti kawin kontrak, perkawinan sejenis dan perkawinan lintas agama yang akhir-akhir ini mulai marak ditengah-tengah masyarakat.

Pernikahan memang ibadah.Namun itu bukan berarti tidak perlu diatur.Demi ketertiban, ibadah justru perlu aturan. Aturan yang baik dalam maslah pernikahan dimaksudkan untuk menjauhkan kezaliman  terhadap pihak-pihak yang lemah.dan dalam waktu yang sama, aturan yang baik akan membantu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.(Penulis adalah doktor Bidang Ilmu Syariah, Dosen FH Ilmu syariah)-  Dr H Muchammad ichsan Lc MA (KR Kamis Pahing (18 Feb 2010) Analisis Hal I)

KH THOHA ABDURRAHMAN : Dosa Nikah siri Lebihi Zina

Yogya (KR) Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, KH Thoha Abdurrahman mengungkapkan, nikah siri umumnya dilakukan  karena hubungan yang tidak disetujui orang tua. Kalau ini dilakukan menurutnya , dosanya melebihi Zina.

Peringkat dosa terbesar adalah durhaka kepada orang tua, sedang zina di peringkat lima. Artinya, nikah siri yang dilakukan karena tak disetujui orangtua dosanya melebihi zina.Karena itu saya mendukung pelaku nikah siri dipidana,’’ katanya kepada KR, rabu (17/2)

KH Thoha Abdurrrahman mengaku sering diminta untuk menikahkan secara siri.Namun ia selalu menolak karena alsannya hubungan percintaan tidak direstui orang tua.”Kalau nikah siri disetujui orang tua, misalnya , sambil menyelesaikan kuliah, setelah itu baru nikah resmi melalui KUA, maka tidak apa-apa,” jelasnya.

Menurut menteri agama Suryadharma Ali, bagi yang sudah telanjur nikah siri, tidak perlu melakukan nikah ulang.Cukup dengan  mencatatkan saja di KUA.”Langsung mencatatkan, nggak usah nikah ulang,” katanya.

Menurut Suryadharma, nikah siri dari sisi Syar’i sebenarnya tidak ada masalah.Orang menikahpun pada awalnya cukup dengan penghulu, wali, mahar dan saksi.Karenanya dia tidak sependapat dengan pandangan nikah siri sama saja menghalalkan perzinaan.

”Zaman-zaman orangtua kita dulu, mereka nikah dengan kiai, terus ada pengantinnya, ada walinya, ada maharnya, ada saksinya sudah selesai.Itu mulanya seperti itu,”jelasnya.

Setelah ada Undang-undang, lanjutnya, pernikahan diatur oleh pengadilan agama.sehingga setiap laki-laki dan perempuan yang menikah dicatat oleh negara.”Kita kan diatur oleh ketentuan negara, itu ketentuan undang-undang.Itu harus dilengkapi sesuai dengan ketentuan UU itu, yaitu pencatatan di Pengadilan,” tandasnya.

Namun demikian, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai nikah siri merupakan justifikasi praktik perzinaan terselubung.

”RUU itu bagus. Sebab , negara bertanggung jawab mengadiministrasikan perbuatan-perbuatan transaksional warga negara,” kata Jimly usai bertemu ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa di Gedung Mahkamah agung (MA) jakarta, rabu (17/2)

Ia juga menuturkan, secara agama nikah siri itu sah, tetapi tidak sah secara hukum.Pasalnya nikah siri merupakan nikah secara diam-diam dan tidak tercatat.Tindakan itu, jelas Jimly, bisa menimbulkan penyalahgunaan.(Ful/Edi/Imd/Mgn/Sim)- KR Kamis Pahing (18 Feb 2010) hal 1

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Pernikahan. Tandai permalink.

5 Balasan ke Nikah Siri

  1. jainul alamin berkata:

    bagaimana mengurus surat nikah siri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s