Senyum Mona Lisa Hanya Sebuah Trik

Senyum Mona Lisa Hanya Sebuah Trik
Namun, sebetulnya senyuman Sang Nona itu hanya sebuah trik dan tergantung melihatnya.

http://dunia.vivanews.com/news/read/136706-senyum_mona_lisa_hanya_sebuah_trik dicopi tgl 7-2-2011 jam 07.00

Selasa, 16 Maret 2010, 11:46 WIB

Ismoko Widjaya, Muhammad Chandrataruna

 

Lukisan Monalisa (www.sgallery.net)

VIVAnews – Senyuman Mona Lisa pada masterpiece lukisan milik Leonardo da Vinci dinilai hanyalah sebuah trik. Menurut analisa seorang ahli neurologi asal Austria, pipi Monalisa nampak bergeser. Namun, sebetulnya senyuman Sang Nona itu hanya sebuah trik dan tergantung di mana seseorang memfokuskan pandangannya.

“Jika Anda tatap matanya, seakan-akan muncul senyuman kecil di bibir Mona Lisa,” kata Profesor Florian Hutzler, yang dikutip VIVAnews dari Telegraph, Selasa 16 Maret 2010. “Tetapi, sejatinya jika Anda memperhatikan bibirnya, senyuman itu menghilang.”

Lebih lanjut, profesor yang juga ahli psikologi di Pusat Penelitian Neurocognitive di Salzburg ini mengatakan, Leonardo da Vinci memiliki teknik yang luar biasa pintar untuk mengelabui penikmatnya.

Ketika dilihat secara langsung, shading (pembuatan bayangan) lembut di sekitar mulut membuat ekspresinya netral. Tapi, jika tepi mulutnya diperhatikan, sapuan kuas yang sama memberi kesan senyum halus.

“Di mulut Mona Lisa, ada senyum tersembunyi,” kata Hutzler. “Ketika Anda melihat langsung mulutnya, Anda melihat detail halus, tak ada senyum dan hanya ada ekspresi netral,” imbuhnya.

“Ekspresi Mona Lisa akan berubah sesuai sudut pandang Anda. Senyum atau datar, itu tergantung dari mana Anda melihat wajahnya,” ucap Hutzler.

Sementara itu, menurut studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, Leonardo mampu menyuguhkan ilusi menggunakan teknik “sfumato”, yakni teknik di mana sapuan cat berlapis dan menimpa lapisan-lapisan cat lainnya untuk menciptakan shading yang halus.

Menanggapi tulisan di jurnal itu, Seorang ahli psikologi di University of British Columbia bernama Profesor Stephen Porter mengatakan, studi tentang lukisan Mona Lisa memang melahirkan banyak sekali pengertian terhadap proses bagaimana melukiskan sebuah ekspresi pada wajah Mona Lisa.

“Yang paling penting dari studi brilian ini adalah bahwa orang-orang yang menangkap gambarnya, dan terpengaruh olehnya, menciptakan wajah lain baru pada tingkat bawah sadar. Inilah yang dimaksud sebuah karya ilusi, ” ujar Porter.

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s