MEMILIH CALEG PADA PEMILU 2014

Pemilu semakin dekat.Daftar caleg sudah diumumkan.Kita sudah mulai mengamati siapa saja yang akan kita pilih sebagai caleg dalam pemilu mendatang.Apa yang perlu diperhatikan dalam memilih caleg nanti ? kriteria apa yang dapat kita gunakan untuk membantu memilih secara tepat?
Untuk dapat memilih caleg dengan tepat, kiranya kita perlu melihat dua hal penting.Pertama, persoalan pokok yang dihadapi bangsa Indonesia.Kedua, sikap, sifat, dan kemampuan apa yang diharapkan dari caleg untuk dapat ikut mengentaskan persoalan bangsa ini.Hanya caleg yang mempunyai sikap, sifat, dan kemampuan seperti yang diharapkan itulah yang sebaiknya kita pilih sebagai caleg.

Secara pribadi para caleg haruslah memenuhi kriteria berikut, yaitu dapat berbicara dan mengungkapkan gagasannya dalam persidangan, tanggung jawab pada tugasnya, tidak menyalahgunakan kekuasaannya untuk mencari keuntungan sendiri, tidak otoriter, jujur, dan hidupnya dapat dicontoh oleh masyarakat.Jadi caleg harus mempunyai beberapa kriteria (1)tidak korupsi (2)cinta persaudaraan, rekonsiliasi, dan perdamaian (3)bersemangat kebangsaan, cinta tanah air, (4) tidak diskriminatif pada kelompok kecil,(5) berlaku adil, memperhatikan rakyat kecil, (6) tidak main kuasa (7) taat pada hukum yang berlaku, (8) perhatian pada pendidikan orang muda, (9) dapat berbicara rasional dan ungkapan gagasannya, (10), jujur, tanggung jawab, perhatian pada rakyat, hidupnya dapat dicontoh.
Kesulitan kita adalah kebanyakan kita tidak mengerti kehidupan riil para caleg, sehingga kita tidak mudah untuk menilai apakah caleg itu bermutu bagi bangsa ini atau tidak.Maka kita diharapkan rela saling memberikan informasi tentang kehidupan caleg sehingga kita mudah menentukan pilihan.Barangkali KPU dapat sedikit memberikan informasi keadaan caleg pada kalayak ramai. Lembaga-lembaga swasta, surat kabar, dapat ikut membantu memberikan informasi yang diperlukan masyarakat tentang kehidupan para caleg.
Akhirnya, siapa yang akan kita pilih adalah merupakan kebebasan kita masing-masing.Namun bila kita dapat memilih caleg yang sungguh dapat ikut menyumbangkan pemikiran untuk mengentaskan persoalan bangsa ini, negara ini akan semakin maju.Sedangkan bila kita memilih caleg yang justru akan merusak bangsa ini, kita semua akan rugi.

Kita wujudkan negara yang bebas korupsi, karena korupsi dalam segala bentuknya akan mengakibatkan kehancuran bangsa ini, dan akan mengakibatkan krisis yang berkepanjangan.Korupsi tersebut hanya akan dapat dikurangi, bila para pimpinan dan caleg yang kita pilih memang sungguh-sungguh ingin memberantas korupsi, dan dalam kenyataan mereka sendiri, memang tidak melakukan korupsi dalam tugasnya.Maka caleg itu harus bersih dari korupsi.Untuk itu sangat penting kita mengerti bagaimana gaya hidup dan cara hidup caleg yang akan kita pilih, apakah ada praktek korupsi selama bertugas dalam pekerjaannya, apa suka memberikan uang suap kepada orang lain untuk memilih mereka.

Kita wujudkan negara dan bangsa yang bebas konflik, baik konflik antara daerah, ideologi, suku, dan agama.Konflik hanya akan memakan banyak korban,konflik ideologi hanya akan membuat kelompok tertentu ingin memisahkan dari negara kesatuan indonesia.Konflik akan mudah teratasi atau dikurangi, bila para pimpinan sendiri memang tidak ingin konflik, dan tidak menyemangati terjadinya konflik itu.Maka jelas dibutuhkan pimpinan yang suka damai, yang suka berargumentasi, dan bukan menggunakan kekerasan untuk memenangkan gagasan.Pimpinan yang bersikap demokratis, tidak diskriminatif terhadap kelompok apapun dalam masyarakat, tidak menindas kelompok apapun termasuk yang kecil.Yang tidak mengutamakan kekuatan fisik, tetapi lebih argumentasi dan pembicaraan dalam persoalan konflik.Maka dapat dilihat dalam sejarah hidup caleg, apakah mereka memang cinta pada perdamaian, kesatuan, persaudaraan, atau lebih suka mengungkapkan kekerasan, diskriminatif, penghancuran kelompok lain.Apakah mereka lebih menyukai rekonsiliasi demi pembangunan bangsa atau lebih menyukai perang.

Membangun semangat kebangsaan, semangat kesatuan sebagai suatu bangsa.Bila kita ingin tetap mengembangkan bangsa ini sebagai kesatuan yang kuat, kiranya diperlukan pimpinan yang cinta pada negara, cinta pada bangsa, dan cinta pada tanah air.Bukan pimpinan yang kelompoknya ingin berdiri sendiri, bahkan bila tidak setuju dengan keputusan bersama, ingin lepas dari negara kesatuan, lupa dengan negaranya, bahkan “menjual” bangsa ini didepan orang lain, tidak cinta kepada bangsa sendiri.

Mewujudkan keadilan di negeri ini, jangan sampai ada warga dari bangsa ini masih mengalami perlakuan yang tidak adil, dan menderita kemiskinan karena perlakuan tidak adil, jangan ada penggusuran orang kecil dan penipuan orang kecil karena tidak adanya perlindungan hukum.Bila negara ini ingin berkembang maju dan masyarakat semakin sejahtera, maka pimpinannya perlu dipilih yang memang suka bersikap adil, memperhatikan masyarakat kecil, yang miskin dan melarat.Pimpinan yang memperhatikan rakyat kecil, walaupun tidak memberi keuntungan apapun bagi sang pimpinan.Pimpinan yang lebih memikirkan kepentingan masyarakat luas, dan bukan kepentingan diri sendiri.Pimpinan yang memang dalam seharinya memperhatikan nasib orang kecil.

Terwujudnya penegakkan hukum di negeri ini.Warga negara menghormati dan mentaati hukum.Bila bangsa ini ingin maju, maka penegakan hukum menjadi penting.Penegakan hukum hanya jalan bila pimpinan yang menangani hal ini tegas dan mereka sendiri taat pada hukum yang berlaku.Maka caleg yang kita pilih haruslah orang yang memang taat hukum yang berlaku, dan bukan yang suka melanggar aturan bersama.

Negara yang memperhatikan pendidikan warga negaranya
Bangsa ini akan maju bila pendidikan mendapatkan perhatian besar.Dan perhatian itu perlu dukungan dari para pimpinan.Maka caleg yang akan kita pilih perlu yang peka terhadap pendidikan, dan mau memajukan pendidikan bagi generasi muda.Caleg yang jelas-jelas tidak perhatian pada pendidikan, kiranya tidak perlu dipilih. Mereka yang memalsukan ijazah, jelas melecehkan pendidikan, maka tidak perlu ipilih.Caleg yang dalam hidup kesehariannya jarang memperhatikan persoalan pendidikan generasi muda, yang hidupnya tidak dapat dicontoh karena karakternya jelek dan jahat kiranya tidak perlu dipilih.
Moga negeri ini semakin jaya.amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s