Bahasa Arab Dasar 91: Ketentuan-Ketentuan Hal

 

Bahasa Arab Dasar 91: Ketentuan-Ketentuan Hal

Ketentuan-ketentuan Hal:

1. Hal merupakan isim yang mansub.

Contoh:

صَلَّى مُحَمَّدٌ قَاعِدًا (Muhammad shalat dalam keadaan duduk)

2. Hal berbentuk isim nakiroh, sedangkan shohibul hal (isim yang dijelaskan keadaannya oleh Hal) berbentuk isim ma’rifat.

Contoh:

أَكَلَ الْوَلَدُ قَائِمًا (Anak itu makan dalam keadaan berdiri)

اَلْوَلَدُ = Shohibul hal, ma’rifat

قَائِمًا = Hal, nakiroh

3. Hal mengikuti shohibul hal dari sisi nau’ (mudzakkar atau muannats) dan ‘adad (mufrod, mutsanna, jama’).

Contoh:

شَرِبَ مُحَمَّدٌ جَالِسًا (Muhammad minum dalam keadaan duduk)

شَرِبَتْ فَاطِمَةُ جَالِسَةً (Fatimah minum dalam keadaan duduk)

أَكَلَ الْوَلَدُ قَائِمًا (Anak itu makan dalam keadaan berdiri)

أَكَلَ الْوَلَدَانِ قَائِمَيْن (Dua anak itu makan dalam keadaan berdiri)

Sumber :

http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-91-ketentuan-ketentuan-hal.html diakses tgl 1-7-2012 jam 13.00 wib

 

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Belajar bahasa Arab. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s