Ummat Hindu di Ambon Ikuti Tawur Kesanga

http://id.berita.yahoo.com/ummat-hindu-di-ambon-ikuti-tawur-kesanga-20110304-111500-898.html; DICOPI TGL 5-03-2011 JAM 06.00 WIB
INILAH.COM, Ambon- Sekitar 100-an orang ummat Hindu di Kota Ambon dan sekitarnya mengikuti persembahyangan bersama “Tawur Kesanga” dalam rangkaian pelaksanaan Tapa Brata Penyepian menyambut Tahun Baru Saka 1933. 

Ritual Tawur Kesanga itu dipusatkan di Pura Ciwa Stana Giri, Taman Makmur, Kecamatan Nusaniwe, Jumat dipimpin Penandita Ida Wayan Kiniten.

Ritual Tawur kesana yang berlangsung khusuk itu dilakukan tiga kali karena ummat Hindu tidak datang bersamaan diiringi alunan gamelan Bali serta “kekidung” (nyanyian ayat-ayat suci Hindu).

Ritual ini merupakan bagian dari persembahan kepada para bhuta kala berupa caru agar para Bhuta tidak menurunkan sifat yang jahat pada pelaksanaan hari raya Nyepi, di samping menghilangkan unsur-unsur jahat dari manusia sehingga tidak mengikuti manusia di tahun mendatang.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Maluku, I Nengah Sukartha mengatakan, mendahului ritual Tawur Kesanga, umat Hindu telah melakukan ritual Melasti di pantai Desa Latuhalat, kecamatan Nusaniwe, 27 Februari lalu.

Ritual Melasti dilakukan untuk penyucian atau pembersihan segala sarana/prasarana persembahyangan.

Sarana persembahyangan yang disucikan antara lain pratima dan pralingga, di mana sarana ini dibersihkan di laut dengan tujuan memohon Tirtha Amerta sebagai air pembersih dari Hyang Widhi.

Dia mengatakan, ummat Hindu di Ambon merayakan Nyepi dengan melakukan Catur Bratha Penyepian yakni empat pantangan yang meliputi Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak melakukan kegiatan), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu, tidak mengadakan hiburan/bersenang-senang)

“Semua pantangan ini dilakukan untuk mengekang hawa nafsu dan segala keinginan jahat sehingga dicapai suatu ketenangan atau kedamaian batin. Dengan Catur Bratha penyepian ummat bisa menginstrospeksi diri atas segala perbuatannya yang baik di tahun berikutnya,” katanya.

Dia mengatakan, ummat Hindu bisa merapayak n hari raya Nyepi di rumah masing-masing atau di Pura Ciwa Stana Giri, Taman Makmur.

Sehari setelah perayaan Nyepi ummat Hindu juga akan melakukan ritual Ngembak Geni yakni persembahyangan dan pemanjatan doa kepada Hyang Widhi untuk kebaikan pada tahun yang baru, di mana biasanya ummat saling bersalaman dan memaafkan.

Dia berharap, berbagai ritual yang dilakukan dapat berdampak mewujudkan harmonisasi dan kebersamaan baik antarsesama ummat Hindu maupun dengan ummat beragama lainnya sehingga tercipta kedamaian di Maluku dan Ambon pada khususnya. (ANT/ndr)

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Agama Hindu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s