900 Makam Kuno Ditemukan di Bengkulu

http://tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2011/03/08/brk,20110308-318472,id.html dicopi tgl 10-3-2011 jam 20.00 wib

900 Makam Kuno Ditemukan di Bengkulu

Selasa, 08 Maret 2011 | 14:24 WIB

Ilustrasi Makam Kuno. (marclamonthill)

TEMPO Interaktif, Bengkulu – Sebanyak 900 lebih makam kuno ditemukan di bukit yang terletak di Desa Tambang Sawah, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Penemuan ini terang saja mengegerkan warga sekitar yang sebelumnya hanya mengetahui ada puluhan makam ditanah yang dianggap keramat oleh masyarakat tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebong Yustin Hendri mengatakan nventaris makam sudah berjalan seminggu terakhir. Sebelumnya, kata Yustin, masyarakat telah mengetahui jika dilokasi tersebut terdapat makam. Hanya saja jumlahnya tidak sebanyak yang ditemukan saat ini.

“Setiap nisan hanya ditandai dengan nomor yang saat ini telah mencapai 900 lebih dan diperkirakan masih ada beberapa makam lagi,” ujar Yustin, Selasa, 8 Maret 2011.

Dari makam yang ditemukan, terdapat satu makam  berbentuk salib. Hanya saja tulisan yang terdapat di batu nisan tersebut menggunakan tulisan arab gundul.

Hingga saat ini belum dilakukan penelitian dan inventaris lebih dalam lagi terkait keberadaan makam tersebut. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan hanya melakukan pengawasan dan membersihkan ratusan makam tersebut. “Dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait terutama Badan Arkeologi dan mengundang Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) yang berkantor di Jambi serta Balai Arkeologi Palembang, Sumatra Selatan terkait penemuan makam tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Muhamad Jamil tokoh masyarakat Lebong mengatakan masyarakat sudah lama mengetahui makam tersebut. Menurutnya, berdasarkan cerita para tetua, makam tersebut telah ada sejak zaman Sriwijaya. Konon, makam itu untuk masyarakat yang terkena wabah penyakit yang ditularkan orang utan.

“Tapi ada juga cerita yang mengatakan makam tersebut adalah mereka korban yang meninggal saat perang pada zaman Sriwijaya,” lanjutnya. Menurut Jamil, ada versi lain yang menyatakan makam itu berisi buruh pekerja tambang emas pada zaman Belanda pada 1905-1938.
PHESI ESTER JULIKAWATI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s