MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN : PROBLEMA DAN TANTANGAN

MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN :

PROBLEMA DAN TANTANGAN


PENDAHULUAN

Mutu pendidikan diyakini semua bangsa sebagai factor yang dominant dalam mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.Semua Negara yang berhasil dalam melaksanakan pembangunan sehingga mencapai tingkat kehidupan yang makmur, adalah Negara yang mengetrapkan kebijakan pembangunan yang berbasis peningkatan mutu sumber daya manusia. Dalam peningkatan sumber daya manusia pendidikan memegang peran penting. Oleh karenanya , dengan kata lain, Negara-negara yang berhasil mencapai pembangunan ekonomi yang tinggi, seperti korea selatan, China, dan Malaysia, menitikberatkan pembangunan SDM dalam melaksanakan pembangunan. Hal ini dimanifestasikan dengan alokasi anggaran yang tinggi.

Untuk bisa meghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan adanya system dan praktik pendidikan yang juga berkualitas. Ini berarti , Negara yang menginginkan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, harus mewujudkan   pendidikan yang berkualitas.Perlu adanya usaha dan proses meningkatkan mutu pendidikan yang ada menjadi mutu pendidikan sebagaimana  yang diinginkan.Muncul pertanyaan, bagaimana melaksanakan peningkatan mutu pendidikan System persekolahan atau pendidikan formal? Apa yang harus dilakukan ?

Proses peningkatan mutu pendidikan mencakup tiga level : 1) level makro atau nasional, 2) level sekolah, dan 3) level kelas.

LEVEL MAKRO

Pada level makro peningkatan mutu sekolah  merupakan suatu kebijakan dan program yang bersifat menyeluruh, artinya melibatkan semua sekolah.Kata kunci pada level makro adalah standarisasi. Peningkatan mutu mengarah pada tercapainya standard yang telah ditentukan.Standard  ini bisa memiliki berbagai bentuk mulai dari standar lulusan, standard proses sampai standard input dan standard infra struktur. Di antara berbagai standar tersebut terdapat keterkaitan yang terjadi secara sistematis. Dengan adanya standard ini maka sekolah dengan segala variasi yang ada, harus menuju standard yang satu.

Peningkatan mutu yang bersifat makro memiliki keuntungan, yakni hasil peningkatan mutu dapat dilihat dengan mudah . Peningkatan mutu menjadi sesuatu yang bersifat terbuka , transparan dan akuntable.Masyarakat atau siapapun juga dapat dengan mudah dan segera melihat berapa tinggi pencapaian peningkatan mutu dan berapa besar anggaran yang dikeluarkan.Namun peningkatan dalam level makro juga memiliki kelemahan.Antara lain kelemahan tersebut adalah :

A.      Standardisasi dalam situasi yang masih mengandung perbedaan yang besar, akan melahirkan sesuatu yang berkaitan dengan ketidakadilan.

B.      Standardisasi senantiasa  memerlukan tingkat kedisiplinan yang tinggi, yang apabila tidak terpenuhi bisa berdampak serius; dan,

C.      Standardisasi yang berlebihan tidak jarang mengarah pada hilangnya substansi pendidikan.

Peningkatan mutu pendidikan pada level  makro dapat ditunjukkan dengan kebijakan ujian nasional dan sertifikasi guru dan dosen.Ujian nasional berkaitan dengan standar yang harus dicapai oleh setiap lulusan jenjang pendidikan.Ujian nasional akan dapat meningkatkan mutu pendidikan secara makro apabila ujian dilaksanakan dengan penuh disiplin sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.Hasil akan cenderung mendekati standard, apabila proses pendidikan di sekolah juga memenuhi standar yang telah ditentukan.Demikian pula standard yang lain juga terpenuhi .Dalam kondisi yang hiterogen , maka dapat diprediksi sekolah yang relative memiliki kemampuan untuk melaksanakan proses pendidikan dengan baik cenderung mencapai hasil lebih baik dibandingkan dengan sekolah yang tidak dapat melaksanakan proses pendidikan dengan baik karena standard yang lain tidak terpebuhi.

Persoalan peningkatan mutu pendidikan pada level nasional , di Negara juga menimbulkan polemic yang berkepanjangan yang sebenarnya sudah melewati batas-batas pedagogic . Pendidikan sudah dicampur adukkan dengan politik, antara lain mengatasnamakan HAM.Tingkat yang sedemikian ini secara tidak langsung bisa membahayakan dunia pendidikan itu sendiri.

Konsistensi melaksanakan standardisasi pendidikan, dalam jangka panjang akan bisa melahirkan suatu system dan praktek pendidikan yang baik.Sebaliknya , tanpa konsistensi teguh, secara makro pendidikan akan terombang-ambingkan dalam kebimbangan yang tiada henti. Sebab semua jalan menuju pendidikan yang bermutu pasti mengandung resiko, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

LEVEL SEKOLAH

Pada level sekolah, image masyarakat pada sekolah-sekolah yang dikelola oleh lembaga pendidikan Islam , seperti Ma’arif, Muhammadiyah, dan al-Khairat tidaklah bagus.Mendengar sekolah Ma’arif atau Muhammadiyah, image masyarakat adalah sekolah yang kumuh, gedung reot, guru kurus dengan gaji  rendah, pengajaran berlangsung seadanya, dan mutu jangan ditanya, senang atau tidak inilah image masyarakat.Mengapa demikian ?

Kenyataannya memang sekolah-sekolah yang dikelola oleh lembaga pendidikan Islam yang besar memang demikian.Sekolah banyak tetapi mutu menyedihkan.Artinya, harus ada kesadaran, kemauan dan kemampuan dari kalangan sekolah –sekolah islam untuk meningkatkan mutunya.Persoalan akan senantiasa berputar kembali , tidak mutu karena tidak punya anggaran.Tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menggali dana dan memanfaatkannya . Pernah terdapat sekolah dikalangan lembaga pendidikan Islam, memiliki banyak uang tetapi sekolah tetap tidak meningkat mutunya.Mengapa? karena uang hanya ditabung, tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu sekolah.

Peningkatan mutu sekolah yang dikelola lembaga pendidikan Islam memerlukan, antara lain :

a.       Kesadaran bahwa ikhlas saja tidak cukup untuk meningkatkan mutu sekolah, tetapi  yang diperlukan kini  ikhlas plus manajemen yang baik;

b.      Lembaga pendidikan Islam harus dapat menunjuk  kepala sekolah yang memiliki kemampuan disamping dedikasi, menekankan hanya salah satu merupakan boomerang;

c.       Kepala sekolah harus mampu mengembangkan visi dan missi yang menjadi kekuatan pendorong siapa saja warga Negara sekolah untuk maju;

d.      Kepala sekolah harus mampu mengembangkan kultur  bahwa belajar merupakan ibadah, dan siapapun warga sekolah tekun dalam belajar;

e.      Kepala sekolah memiliki program peningkatan mutu dan membentuk tim-tim diantara para guru untuk melaksanakan program tersebut; dan,

f.        Kepala sekolah senantiasa menyertai guru dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.

LEVEL KELAS

Peningkatan mutu sekolah pada intinya adalah belajar bagaimana meningkatkan kualitas proses belajar mengajar .Namun, ternyata proses belajar mengajar merupakan sesuatu yang amat rumitlagi kompleks. Sebab apa yang terjadi diruang-ruang kelas tidak saja dipengaruhi  dari kondisi yang ada pada diri siswa, tetapi juga apa yang ada pada keluarga dan apa yang ada di masyarakat.Oleh karena itu , keterkaitan orangtua khususnya dengan sekolah penting artinya bagi proses belajar mengajar.Apalagi, kalau  masyarakat juga memiliki keterkaitan dengan sekolah.Keterkaitan sekolah dengan orang tua atau keluarga masih bisa dikembangkan. Tidak demikian dengan masyarakat, yang cenderung akan bertentangan dengan proses belajar mengajar.

Dalam peningkatan kualitas pendidikan level  kelas, guru memiliki peran yang sangat menentukan.Guru akan mampu melaksanakan tugasnya dalam meningkatkan mutu proses belajar mengajar, apabila guru memenuhi persyaratan .Yakni, guru :

a.Memiliki keikhlasan dan dedikasi untuk mendidik siswa;

b.Menguasai apa yang diajarkan dan metode bagaimana mengajarkannya;

c. Memiliki kemampuan memonitor bagaimana siswa belajar dan menilai hasil belajarnya;

d. Bisa melakukan refleksi diri atas apa yang dikerjakan , dan memperbaikinya

e. Menjadi anggota masyarakat belajar atau a learning person.

PENUTUP

Bagi sekolah-sekolah Islam , khususnya sekolah-sekolah Islam yang dikelola oleh Lembaga pendidikan Islam yang besar, tidak ada kata lain yang lebih penting saat ini adalah “Meningkatkan mutu sekolah”.Untuk , sekolah harus memiliki kepala sekolah yang dapat menjadi pemimpin “Pembelajaran”, termasuk mampu memimpin guru menjadi pendidik yang berjiwa”Pengasuh”.

Yogyakarta, 9 juni 2007

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s