Bahasa Arab Dasar 68: Faidah Tambahan Na’at Man’ut

Bahasa Arab Dasar 68: Faidah Tambahan Na’at Man’ut

Catatan:

1. Apabila man’ut berupa isim jama’ yang tidak berakal (جَمْعٌ لِغَيْرِ عَاقِلٍ) maka na’atnya boleh berbentuk mufrod muannats atau jama’ muannats.

Contoh:

اِنْفَجَرَتِ الْجِبَالُ الْعَالِيَةُ (Gunung-gunung yang tinggi itu meletus)

اِنْفَجَرَتِ الْجِبَالُ الْعَالِيَاتُ (Gunung-gunung yang tinggi itu meletus)

2. Setiap jumlah (kalimat) yang terletak setelah isim nakirah maka dia dianggap sebagai na’at (sifat).

Contoh:

هَذَا عَمَلٌ يُفِيْدُ (Ini adalah amalan yang berfaidah)

مَضَى يَوْمٌ بَرْدُهُ قَارِصٌ (Hari yang dinginnya menusuk telah berlalu)

Sumber :

http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-68-faidah-tambahan-naat-manut.html diakses tgl 1-7-2012 jam 16.00 wib

Iklan

Tentang Eyang Surur

Peduli semua
Pos ini dipublikasikan di Belajar bahasa Arab. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s