Penerbit: Tidak ada masalah di Alquran Miracle The Reference

PT Sygma Examedia Arkanleema, penerbit Alquran Miracle The Reference menjelaskan, sudah tidak ada masalah lagi terkait Alquran yang mereka terbitkan. Penggunaan Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan penerbit bisa diterima ulama di Aceh. Meski begitu, penerbit sudah menarik Alquran tersebut dan menggantinya dengan edisi revisi.

“Para petinggi otoritas keagamaan di Aceh tersebut telah melihat dan memeriksa sumber rujukan Tafsir Ibnu Katsir dalam Alquran Miracle the Reference. Dan pada prinsipnya bisa menerima dan mengakui keabsahan rujukan tersebut,” kata Tina Rakhmatin, coorporate communication Syaamil Quran – PT Sygma Examedia Arkanleema dalam rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (16/11).

Tina menambahkan, pihak penerbit yang diwakili Arif Ramdhani (Tim Ahli Redaksi Syaamil Quran-PT Sygma) dan Yusuf Subiakto (National Sales Manager) telah melakukan bertemu langsung dan berdialog dengan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengku H Faisal Ali, Ustaz Amin (Kanwil Kemenag), Ustaz Israrudin (Dosen Fakultas Syariah IAIN Banda Aceh) di Banda Aceh pada 14 November 2012 lalu.

“Pihak MPU Aceh telah memahami dan mendukung langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Sygma, yakni penyediaan revisi dan penarikan stok di agen dan toko, serta mendukung upaya-upaya penyebaran Alquran pada umumnya yang selama ini dilakukan Syaamil Quran,” imbuh Tina.

Tina menjelaskan, dalam Miracle The Reference halaman 880 yang belum direvisi, pada box Tafsir Ibnu Katsir untuk QS. Yasin, 36: 13-14 paragraf 3, terdapat kalimat-kalimat berikut:

Allah SWT berfirman, “Kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga. Allah mengutus seorang nabi lagi untuk lebih memperkuat utusan usaha kedua nabi sebelumnya. Ibnu Juraij meriwayatkan dari Wahab bin Sulaiman dari Syu’aib al-Jubba’i, nama dua orang nabi yang pertama adalah Syam’un dan Yohanes, sedangkan Nabi ketiga Paulus …” dst.

Pencantuman nama ketiga orang tersebut (terutama Paulus) ternyata menimbulkan opini-opini tertentu, terutama bila dikaitkan dengan keyakinan penganut Nasrani yang sekarang.

“Perlu kami jelaskan bahwa kami telah melakukan revisi untuk cetakan Miracle berikutnya (terhitung mulai cetakan Juni-Juli 2012) dengan tidak menyebutkan nama-nama dari ketiga utusan tersebut, karena banyaknya versi rujukan penyebutan nama berdasarkan berbagai sumber. Kami juga telah melakukan pengeditan ulang pada kalimat terakhir tafsir tersebut mengenai utusan Isa Al-Masih. Hal ini kami lakukan untuk menghindari kontroversi dan perdebatan lebih lanjut,” papar Tina.

“Miracle The Reference 22 in 1 yang memuat konten tambahan Tafsir Ibnu Katsir adalah pengembangan dari Miracle 15 in 1, terbit tahun 2010. Dalam Miracle 15 in 1 tidak ada konten Tafsir Ibnu Katsir.”

“Jumlah Miracle The Reference 22 in 1 yang dicetak sebelum muncul isu Paulus adalah sekitar 10.000 eksemplar. Jumlah Miracle the Reference 22 in 1 yang dicetak sebagai revisi setelah isu Paulus adalah sekitar 10.000 eksemplar juga, mulai dicetak Juni-Juli 2012 dan masih dalam penyebaran untuk penukaran stok di toko buku/agen. Proses penukaran ini masih berlangsung hingga sekarang,” tandas Tina.

Posted in MUI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s