HIV AIDS DAN SOLUSINYA

Angka penderita HIV AIDS di Indonesia   semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal tersebut  dipicu oleh pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya bahkan terjadinya hubungan sex bebas. Perilaku berhubungan sex dengan banyak pasangan, tanpa mengindahkan norma-norma agama, yang memerintahkan hanya boleh dengan pasangan sahnya , penderita penyakit inipun meroket jumlahnya, karena setelah berhubungan sex dengan sumber penyakit, pelaku menularkan ke pasangan resminya.

Nilai-nilai agama dilupakan sehingga perzinaan berkembang pesat, padahal agama telah memerintahkan agar menjauhi perzinaan.Virus HIV menyerang kekebalan tubuh, menyerang sel darah putih (limposit), gejalanyapun baru bisa dirasakan setelah 5 sampai 10 tahun kemudian, dan dalam masa inipun bisa menular kepada siapa saja yang berhubungan sex dengannya, juga yang bercampur dalam hal darah termasuk transfusi darah maupun bayi yang lahir dari seorang ibu penderita HIV AIDS, termasuk melalui menyusui.
solusi terbaik adalah mengikuti aturan agama, tidak berbuat zina buat semua kalangan baik remaja dewasa orangtua.

KLIPING BERITA
Rabu, 03/04/2013 12:28 WIB
Penderita AIDS di Indonesia 5.686 dan HIV 21.511 Orang
Rois Jajeli – detikNews
Surabaya – Jumlah penderita HIV di Indonesia 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan penderita AIDS mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Penanggulangan HIV-AIDS merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional,” ujar Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di sela acara seminar dengan tema ‘Penguatan kampanye “Aku bangga aku tahu”, pada Rapat kerja kesehatan nasional (rakerkesnas) 2013 di The Empire Palace Surabaya, Rabu (3/4/2013).

Sejak 1987 hingga 2005, jumlah orang yang sudah masuk dalam stadium AIDS lebih banyak dilaporkan daripada yang baru terinfeksi HIV. Sementara itu, mulai 2006 hingga 2012, sudah lebih banyak orang terinfeksi HIV dan belum masuk stadium AIDS yang ditemukan.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada 2012 ditemukan kasus HIV sebanyak 21.511 orang dan AIDS sebanyak 5.686 orang. Berdasarkan presentase kasus AIDS menurut faktor risiko pada 1987 hingga Desember, secara komulatif, faktor risiko penularan HIV terbanyak pada heteroseksual (58,7 persen); Injecting drug users (IDU) sebanyak 17,5 persen; penularan perinatal 2,7 persen dan homoseksual sebanyak 2,3 persen.

Sementara itu, data pada 2011, penderita HIV sebanyak 21.031 orang dan penderita AIDS sebanyak 5.686 orang. Pada 2010, penderita HIV sebanyak 21.591 orang dan AIDS sebanyak 6.845 orang. Pada 2009, penderita HIV sebanyak 9.793 orang dan AIDS sebanyak 5.483 orang. Sedangkan pada 2008, penderita HIV sebanyak 10.362 orang dan AIDS sebanyak 4.943
orang.

Nafsiah mengatakan, salah satu tantangan penanggulangan HIV-AIDS adalah peningkatan pengetahuan anak sekolah dan remaja tentang HIV-AIDS. Pasalnya, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010 yang dilaksanakan Kemenks menunjukkan masih rendahnya pengetahuan komprehensif tentang HIV-AIDS pada penduduk usia 15 sampai 24 tahun, yakni 11,4 persen.

“Perlu dukungan seluruh masyarakat dan kerjasama bebrbagai pihak untuk melakukan berbagai upaya pengendalian penyakit HIV-AIDS,” jelasnya.

Dia menambahkan, pendekatan yang dilakukan diantaranya ‘Total Football’ secara intensif, menyeluruh, komprehensif dan terkoordinasi.

http://news.detik.com/surabaya/read/2013/04/03/122846/2210317/466/penderita-aids-di-indonesia-5686-dan-hiv-21511-orang Diakses tgl 25 okt 2013 jam 19.30

One thought on “HIV AIDS DAN SOLUSINYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s