Prinsip Pendidikan Islam dalam keluarga

Proses pendidikan itu berlangsung dalam tiga lingkungan: keluarga, sekolah, dan masyarakat.Dalam lingkungan keluarga, proses pendidikan itu berlangsung secara informal dalam arti tidak ada peraturan atau ketentuan formal yang mengatur kegiatan pendidikan, tidak ada kurikulum, tidak ada syarat ijazah bagi orangtua yang menjadi pendidik, tidak ada jadwal waktu, dan tidak ada sertifikat atau ijazah setelah selesai pendidikan dalam lingkungan keluarga.Bapak dan Ibu menjadi pendidik alamiah , apapun latar pendidikannya tanpa surat keputusan dari pihak manapun.Itulah ciri-ciri pendidikan   informal.

lain halnya pendidikan formal : seseorang harus mendaftar ke suatu sekolah, dengan kurikulum yang formal, jam belajar tertentu dan harus selesai dalam jangka waktu tertentu pula; gurunya harus memiliki ijazah tertentu dan secara resmi diangkat dengan surat keputusan tertentu pula; bila tamat diberikan surat tanda tamat belajar.

Sedangkan pendidikan non formal tidak terlalu terikat dengan ketentuan-ketentuan seperti pendidikan formal, tetapi juga tidak terlalu bebas seperti pendidikan di lingkungan keluarga.Contohnya pendidikan pramuka, kursus-kursus untuk orang dewasa, dan sebagainya.

Pendidikan dalam ketiga lingkungan itu haruslah dilihat sebagai satu keseluruhan yang terpadu.Oleh karena itu haruslah serasi  dan saling mendukung,Kalau tidak maka akan berdampak negatif terhadap pendidikan anak.

Dalam masyarakat yang sederhana , sesungguhnya seluruh proses pendidikan itu berlangsung dalam lingkungan keluarga dan masyarakat atau keluarga besar.Semua pengetahuan, sikap dan nilai serta ketrampilan yang diperlukan seseorang untuk dapat hidup dalam lingkungan (alam, sosial, dan kultural) dipelajarinya melalui keikutsertaan langsung dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sehari-hari.Semua berlangsung secara alamiah dan wajar.

Tetapi semakin kompleks (rumit) lingkungan sosial kultural suatu masyarakat artinya semakin banyaknya pengetahuan, nilai dan norma serta teknologi yang harus dikuasai seseorang untuk dapat hidup wajar dalam lingkungannya maka diperlukan lembaga formal yang dinamakan sekolah atau madrasah untuk mengemban tugas dan tanggung jawab mendidik dan mengajar anak untuk menguasai pengetahuan, nilai dan ketrampilan.Keluarga tidak mampu lagi mengemban tugas dan tanggung jawab tersebut.

Tugas dan tanggungjawab itu sesungguhnya adalah wewenang yang didelegasikan keluarga kepada sekolah.Demikian juga halnya dengan tugas dan tanggungjawab non formal di lingkungan masyarakat.

Sehubungan dengan itu, keluarga tidak boleh melepaskan sama sekali tanggung jawab pendidikan anak-anaknya .Pendidikan anak-anaknya tetap menjadi tanggung jawab utama orangtua, baik yang berlangsung dalam keluarga maupun dalam membimbing anak-anaknya untuk memilih sendiri lembaga -lembaga pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing.Pada instansi pertama , pendidikan anak-anaknya adalah hak dan kewajiban orangtua, khususnya dalam memilih dan menentukan nilai-nilai moral, khususnya moral agama, yang mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya.

Prinsip-prinsip Pendidikan Islam

Prinsip disini diartikan sebagai nilai dasar yang menjadi pegangan dalam mengarahkan proses pendidikan, yang bukan hanya kita anggap benar dan baik secara filosofis tetapi juga dapat diamati dan diuji secara empiris (pengalaman).

Tidak ada sesuatu yang aneh tentang prinsip-prinsip pendidikan Islam.Pada pokoknya pendidikan menurut ajaran Islam bertumpu pada anggapan dasar tentang manusia, hakikat dan fitrahnya (human, nature, and destiny).Al-Qur’an dan sunnah Rosul memberi petunjuk dan mengakui bahwa anak manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan lemah, tidak berdaya, tidak mengetahui apa-apa, tetapi dilahirkan dalam keadaan fitrah dengan potensi-potensi (ruh, pancaindera, akal, hati, dan dorongan hidup atau nafsu) yang harus dikembangkan ke arah yang lebih baik.

Anak dilahirkan dalam keluarga sebagai amanah Tuhan, dan orangtua bertanggung jawab dalam memelihara dan mendidik anaknya sampai mereka dewasa.Untuk itu suasana kekeluargaan harus selalu dipelihara, yaitu suasana kasih sayang , suasana tenteram yang memberikan rasa aman kepada anak untuk bertumbuh dan berkembang.

Tujuan hidup manusia adalah mengabdi kepada Alloh, dan bagi orangtua, mendidik adalah salah satu pengabdian kepada Alloh dan karena Alloh semata (artinya tanpa pamrih).

(NP 177)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s