WALI NIKAH DALAM ISLAM

WALI NIKAH
Tidak sah sebuah pernikahan kecuali dengan adanya wali, dan dua orang saksi yang adil(Hadist Shohih Riwayat Imam Ahmad)
1.Ayah (Abun)
2.Kakek (Jaddun )
3.Ayak kakek (Abul Jaddi)
4.Saudara laki-laki (Akhun Syaqiq)
5.Saudara laki-laki (Akhun Lil Abi)
6.Anak saudara laki-laki ( Ibnul akhis Syaqiq )
7.Anak saudara laki-laki ( Ibnul Akhi Lil Abi )
8.Paman (‘Amun Syaqiq)
9.Paman (‘Amun lil Abi)
10.Anak paman (Ibnul ‘Amis Syaqiq)
11.Anak Paman (Ibnul ‘Ami Lil Abi)
12.Cucu Paman (Ibnu Ibnil ‘Amis Syaqiq)
13.Cucu Paman ( Ibnu Ibnil ‘Ami Lil Abi)
14.Paman Ayah (‘Amul Abis Syaqiq)
15.Paman Ayah (‘Amul Abi Lil Abi)
16.Anak Paman Ayah (Ibnu ‘Amil Abis Syaqiq)
17.Anak Paman Ayah ( Ibnu ‘Amil Abi Lil Abi)
18.Paman Kakek (‘Amul Jaddis Syaqiq)
19.Paman Kakek (‘Amul Jaddi Lil Abi)
20.Anak Paman Kakek (Ibnu ‘Amil Jaddis Syaqiq)
21.Anak Paman Kakek (Ibnu ‘Amil Jaddi Lil Abi)
22.Wali Hakim
Selama masih ada wali Aqrab (dekat), tidak boleh dipindahkan kepada wali Ab’ad (jauh).
Wali Aqrab boleh pindah kepada wali Ab’ad apabila :
1.Tidak beragama Islam
2.Fasiq (sering melakukan dosa/maksiat)
3.Belum Baligh
4.Tidak berakal (karena gangguan Jiwa)
5.Rusak pikiran (linglung, pikun)
6.Bisu, tuli
Semua urutan wali nikah tersebut hanya di jalur keturunan laki-laki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s