Pengajian Bulan Purnama Dusun Jangkaran, Desa jangkaran bersama KH Azhari dari Sleman

KH Ashari dalam ceramahnya menceritakan akan kebeeradaan seorang wali, kala itu  Gus Dur mengajak Kyai Said untuk  mencari orang yang dimintai doa, yaitu seorang wali dan nanti saat ketemu sang wali  dan minta doa,  Kyai Said diminta ikut ngamini doanya,  dan betul saja saat mengikuti Gus Dur  melihat di pinggir tembok masjid Madinah ada tiang, didekat situ ada seorang tua yang pakai baju asal-asalan, Gus Durpun menyenggolnya minta doa, dan orang itupun mendoakan Gus Dur sambil menangis.

Menurut KH Ashari, setelah nabi Muhammad SAW sudah tidak ada lagi  nabi, yang ada adalah wali (kekasih Alloh), siapapun bisa meraih derajat wali asal mampu meraihnya, Siapapun bisa mendaftar jadi wali asal kuat syaratnya diantaranya,  yaitu berani mementingkan orang lain mengalahkan kepentingan dirinya sendiri, contoh umpama saat anda lapar beberapa hari nggak makan dan punya duit jajan  lalu melihat orang lain kelaparan, anda mementingkan orang itu memberikan uang jajan anda,  syarat menjadi wali berkutnya yaitu  berani dihina orang lain, dan  tidak jengkel, tidak sakit hati, tidak marah,wali itu maknanya kekasihnya Gusti Alloh, dia dikasihi oleh Alloh karena ia mengasihi makhluknya Gusti Alloh.

Maka mudah-mudahan pertama kehadiran acara malam hari ini memperoleh pahala yang agung dari Alloh SWT, kedua berkumpulnya malam ini yaitu niat toolabul ‘ilmu padahal tholabul ‘ilmi itu pahalanya paling besar diantara amal ibadah lainnya.Nabi pernah bersabda ” dudukmu satu jam dimajlis ilmu pahalanya lebih baik dari sholat sunat seribu roka’at”, maka orang jika pahalanya ingin banyak maka sering-sering aja hadir di majelis ilmu, maka saat ada pengajian dimana pun datangilah.Kita semua membutuhkan banyak pahala untuk bekal di akherat kelak.Menuntut ilmu luar biasa keutamaanya, karena setiap langkah kita menuju majelis ilmu, akan menggugurkan dosa-dosa kita.Sayyidina Ali berkata Kalau sampai empat puluh hari tidak memperoleh pitutur-pitutur agama maka akan ditimpa musibah dua yaitu (1)kerasnya hati, yaitu diingatkan selalu tidak mau mendengarkan (2) jika empat puluh hati tidak mendengarkan pitutur agama, maka akan mudah terpeleset berbuat dosa, seperti anak durhaka kepada orang tua.. Jika mau mengaji maka anak akan berbakti kepada orang tua, baik kala masih hidup ataupun sudah mati, padahal nabi bersabda :”Tidak akan masuk surga, anak yang berani kepada orang tua. Jika ingin anaknya tidak berani kepada orang tua, maka anaknya disuruh ngaji, jika sejak kecil sering diajak ngaji besok tua akan ngaji dengan sendirinya, orang tua jangan sampai kalah dengan anaknya dalam hal kebaikan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s