Mendiknas: 20 Persen Anggaran Untuk Siswa Miskin Antara

Mendiknas: 20 Persen Anggaran Untuk Siswa Miskin


Mendiknas: 20 Persen Anggaran Untuk Siswa Miskin

Bogor (ANTARA) – Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan di Bogor, Minggu bahwa kementerian yang dipimpinnya mengalokasikan 20 persen anggaran belanja 2011 untuk membiayai pendidikan para siswa dari keluarga miskin.

“Mulai 2011 kami akan mengalokasikan 20 persen anggaran untuk para siswa kurang mampu,” katanya pada diskusi panel yang diselenggarakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor.

Diskusi panel berthema “Membangun Peradaban Indonesia Madani melalui Pendidikan Berbasis Akhlak Mulia itu diikuti sekitar 1.000 peserta, merupakan rangkaian kegiatan Muktamar ke-V ICMI yang berlangsung 4-7 Desember.

Menurut Nuh, kebijakan penganggaran 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan pada 2011 merupakan upaya mendorong peningkatan pemerataan kesempatan pendidikan.

Dikatakannya, semua komponen masyarakat baik yang mampu maupun kurang mampu harus memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Pengalokasian anggaran sebanyak 20 persen untuk siswa kurang mampu diharapkannya dapat memberikan kesempatan bagi mereka yang terbatas secara ekonomi untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

Kebijakam tersebut, kata menteri, diharapkan membantu mereka yang berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tertinggi.

“Kami berharap semua anak bangsa dapat mengenyam pendidikan dengan baik dan berkualitas,” demikian M Nuh.

 

http://id.news.yahoo.com/antr/20101206/tpl-mendiknas-20-persen-anggaran-untuk-s-cc08abe.html diakses 6-12-2010 jam 01.00

Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

Kemdiknas Akan Kembangkan Kurikulum Berbasis Akhlak Mulia

Kemdiknas Akan Kembangkan Kurikulum Berbasis Akhlak Mulia

AntaAntarara – 17 menit lalu
Kemdiknas Akan Kembangkan Kurikulum Berbasis Akhlak Mulia

Bogor (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Nasional akan mengembangkan kurikulum berbasis akhlak mulia mulai 2011 untuk menanamkan karakter yang baik kepada siswa melalui pendidikan.

“Mulai 2011 kami akan mengembangkan kurikulum berbasis akhlak mulia,” kata Menteri Pendidikan Nasional M Nuh di Bogor, Minggu.

Saat menjadi pembicara pada diskusi panel yang digagas Panitia Muktamar V Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di IICC Bogor, Menteri mengatakan, pengembangan kurikulum berbasis akhlak mulia dirasakan mendesak untuk memberikan pendidikan karakter bagi generasi bangsa.

“Kurikulum berbasis akhlak mulia dikembangkan untuk menanamkan karakter bagi anak-anak Indonesia,” kata M Nuh.

Menurut dia, pendidikan karakter penting ditanamkan di sekolah sehingga lulusan yang dihasilkan menjadi generasi masa depan bangsa yang memiliki karakter kuat.

“Kemajuan dan kemandirian sebuah bangsa antara lain dibangun melalui karakter yang kuat,” kata M Nuh yang juga a`wan Syuriah PWNU Jawa Timur.

Oleh karena itu, lanjut M Nuh, mulai 2011 Kemdiknas mengembangkan kurikulum berbasis akhlak mulia sebagai upaya membangun karakter bangsa.

Ia mengatakan, pengembangan kurikulum berbasis akhlak mulia dilakukan dengan menanamkan moralitas dan akhlak mulia dalam berbagai mata pelajaran yang diajarkan di kelas.

“Akhlak dan moralitas harus masuk dalam semua mata pelajaran yang diajarkan pada peserta didik,” demikian Mendiknas M Nuh.

ttp://id.news.yahoo.com/antr/20101206/tpl-kemdiknas-akan-kembangkan-kurikulum-cc08abe.html diakses 5-12-2010 jam 24.00

Dipublikasi di kurikulum | Meninggalkan komentar

Astaga, Ada Anak Membuang Ibunya Bambang Ronggo

Astaga, Ada Anak Membuang Ibunya

Bambang Ronggo

    28/10/2010 21:59

    Liputan6.com, Mojokerto: Berdalih membawa ibunya berobat, seorang anak diduga justru sengaja menelantarkan sang ibu di kawasan terminal Kertajaya, Mojokerto, Jawa Timur. Saida, perempuan tengah baya yang dalam kondisi sakit pun terpaksa menginap di terminal, hingga warga menemukannya, Kamis (28/10).

    Saat ditemukan warga Sukolilo Surabaya yang bernasib malang ini hanya bisa terbaring menahan sakit di salah satu sudut terminal Kertajaya. Semula baik petugas terminal maupun warga menduga Saida adalah penderita gangguan jiwa. Petugas dibuat terkejut saat berbicara dengan Saida yang dengan lancar menjelaskan sudah menginap satu malam di terminal.

    “Saya diajak Yeyen, anak saya untuk berobat alternatif, namun entah mengapa dia meninggalkan saya di sini,” ujarnya dengan nada sedih atas perbuatan anaknya. Tergerak rasa iba, petugas terminal dan Satpol PP memutuskan untuk membawa Saida ke RSUD Dokter Wahidin Sudiro Husodo, Mojokerto guna mendapat penanganan medis.(AYB)

    http://berita.liputan6.com/berita/201010/303780/Astaga.Ada.Anak.Membuang.Ibunya diakses tgl 5-12-2010 jam 23.00

    Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

    Lumpuh dan Miskin, Kasim Tak Berdaya Taufik Muharam

    Lumpuh dan Miskin, Kasim Tak Berdaya

    Taufik Muharam

      20/11/2010 05:22

      Liputan6.com, Pandeglang: Kemiskinan menyebabkan Kasim, warga Pandeglang, Banten, yang menderita kelumpuhan tak pernah mendapat perawatan medis. Pemuda berusia 20 tahun warga Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi ini hanya bisa tergolek lemah tak berdaya. Sejak satu tahun terakhir, ia yang semula menjadi tulang punggung keluarga tiba-tiba lumpuh.

      Derita Kasim semakin terasa karena akibat kemiskinan, orangtuanya tak mampu membawanya berobat. Karena kemiskinan pula, Kasim terpaksa tidur di lantai tanah karena tak ada ranjang di rumahnya.

      Jangankan berobat, untuk makan sehari-hari saja keluarga ini seringkali tidak mampu membeli beras. Mereka hanya mengandalkan penghasilan dari membuat sapu dari serabut kelapa sebesar Rp 5.000 per hari. Mereka berharap ada dermawan yang tergugah hatinya untuk membantu mereka membiayai pengobatan sang anak.(ADO)

      http://berita.liputan6.com/sosbud/201011/307446/Lumpuh.dan.Miskin.Kasim.Tak.Berdaya diakses tgl 5-12-2010 jam 23.00

      Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

      Wanita Renta Tinggal Sebatang Kara

      Wanita Renta Tinggal Sebatang Kara

      Dohar Franklin Sianipar

      28/11/2010 07:15

      Liputan6.com, Padang Lawas: Siti Tirawan hidup seorang diri. Nenek yang diperkirakan berusia 130 tahun itu tinggal sebatang kara di Desa Aek Barumun, Sosa, Padang Lawas, Sumatra Utara, seperti ditemui SCTV, baru-baru ini.

      Tak hanya sebatang kara, Siti Tirawan juga hidup dalam kemiskinan. Untuk makan sehari-hari, dia mendapat dari belas kasih para tetangga.

      Sebagai bentuk syukur atas sedekah orang lain, Siti Tirawan membalasnya dengan memberi pelajaran agama. Dia mengaku mendapat ilmu agama saat belajar di pesantren.

      Tak banyak aktivitas yang dilakukan Siti Tirawan. Setiap hari dia terlihat berjalan kaki menuju sumur untuk mengambil air. Sang nenek berharap, pemerintah bisa peduli lagi dengan rakyat miskin. Apalagi, saat ini banyak orang yang tak peduli dengan kaum papah.(ULF)

      http://berita.liputan6.com/sosbud/201011/308744/Wanita.Renta.Tinggal.Sebatang.Kara diakses tgl 5-12-2010 jam 23.00

      Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

      Banyak Orang Miskin Terlupakan

      Banyak Orang Miskin Terlupakan

      Suhatman Pisang dan Wahyudi
      Kondisi Mirza Gunawan.

      01/05/2010 16:02 | Kemiskinan

      Banyak Orang Miskin Terlupakan  

      Suhatman Pisang dan Wahyudi


      Kondisi Mirza Gunawan.
      01/05/2010 16:02 | Kemiskinan

      Liputan6.com, Tanjungjabung Timur: Hanya berbaring ke kiri dan kanan jika ingin tidur telentang, Mirza Gunawan bocah yang tinggal di Tanjungjabung Timur, Jambi, merasa tidak sanggup. Ini lantaran ia menderita pembengkakan kelenjar lendir di sekitar pantat.

      Saat SCTV menjenguk, baru-baru ini, kondisi bocah berusia delapan tahun itu memburuk. Kakinya mengecil dan praktis tidak mampu beraktivitas. Bahkan, beberapa syaraf mati di sekitar pantat Mirza. Dia memang ditangani rumah sakit umum daerah, namun peralatan terbatas, jadilah Mirza mendapat perawatan seadanya. Kesedihan yang ditambah karena biaya berobat harus dibayar.

      Di bagian lain negeri ini, kemiskinan masih menyergap sebagian besar warganya. Tepatnya di Kendal, Jawa Tengah. Siapa pun pasti miris dengan bayi bernama Misbahul. Ia seperti korban perang, kurus hanya tulang berbalut kulit.

      Saat bernapas pun, Misbahul sangat menderita. Penderitaan yang tidak diinginkan kedua orangtua Misbahul yang hanya buruh tani, kepedihan yang semakin menyesakkan karena jatah Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sudah habis. Artinya, orangtua Misbahul harus mencari biaya untuk buah hati mereka.

      Mirza Gunawan dan Mizbahul, hanyalah potret buram kehidupan sebagian besar penduduk negeri ini. Kemiskinan yang berbaur dengan gemerlapnya pejabat negeri yang gemar korupsi. Korupsi yang merampas hak orang miskin.(ANS)

      http://kesehatan.liputan6.com/berita/201005/275039/Banyak.Orang.Miskin.Terlupakan DIAKSES 5-12-2010 PUKUL 23.00

      Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

      Bahasa Arab Dasar 40: Macam-Macam Lam

      Bahasa Arab Dasar 40: Macam-Macam Lam

      أَنْوَاعُ اللاَّمِ
      (Macam-macam lam)

      Macam-macam lam:

      1. لاَمُ حَرْفِ الْجَرِّ

      Contoh:

      هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنٍ (Buku ini milik seorang mu’min)

      هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنَيْنِ (Buku ini milik dua orang mu’min)

      هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنِيْنَ (Buku ini milik orang-orang mu’min)

      2. لاَمُ كَيْ

      Contoh:

      خُلِقْتَ لِتَعْبُدَ اللهَ (Kamu diciptakan agar kamu menyembah Allah)

      خُلِقْتُمَا لِتَعْبُدَا اللهَ (Kalian berdua diciptakan agar kalian berdua menyembah Allah)

      خُلِقْتُمْ لِتَعْبُدُوْا اللهَ (Kalian semua diciptakan agar kalian semua menyembah Allah)

      3. لاَمُ الْجُحُوْدِ

      Contoh:

      مَا كَانَ الْمُسْلِمُ لِيَشْرَبَ الْخَمْرَ (Tidaklah seorang muslim itu akan minum khomr)

      مَا كَانَ الْمُسْلِمَانِ لِيَتَحَاسَدَا (Tidaklah dua orang muslim itu akan saling mendengki)

      مَا كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ لِيَتْرُكُوْا الصَّلاَةَ (Tidaklah orang-orang muslim itu akan meninggalkan shalat)

      4. لاَمُ الأَمْرِ

      Contoh:

      لِيَدْخُلْ فِى الْمَسْجِدِ (Hendaklah ia masuk ke masjid)

      لِيَدْخُلاَ فِى الْمَسْجِدِ (Hendaklah mereka berdua masuk ke masjid)

      لِيَدْخُلُوْا فِى الْمَسْجِدِ (Hendaklah mereka semua masuk ke masjid)

      5. لاَمُ التَّوْكِيْدِ

      Contoh:

      لَيَدْخُلُ فِى الْمَسْجِدِ (Sungguh ia akan masuk masjid)

      لَيَدخُلاَنِ فِى الْمَسْجِدِ (Sungguh mereka berdua akan masuk masjid)

      لَيَدْخُلُوْنَ فِى الْمَسْجِدِ (Sungguh mereka semua akan masuk masjid)

      Sumber dari

      http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-40-macam-macam-lam.html diakses tgl 1-7-2012 jam 16.00 wib

      Dipublikasi di Belajar bahasa Arab | Meninggalkan komentar