Astaga, Ada Anak Membuang Ibunya Bambang Ronggo

Astaga, Ada Anak Membuang Ibunya

Bambang Ronggo

    28/10/2010 21:59

    Liputan6.com, Mojokerto: Berdalih membawa ibunya berobat, seorang anak diduga justru sengaja menelantarkan sang ibu di kawasan terminal Kertajaya, Mojokerto, Jawa Timur. Saida, perempuan tengah baya yang dalam kondisi sakit pun terpaksa menginap di terminal, hingga warga menemukannya, Kamis (28/10).

    Saat ditemukan warga Sukolilo Surabaya yang bernasib malang ini hanya bisa terbaring menahan sakit di salah satu sudut terminal Kertajaya. Semula baik petugas terminal maupun warga menduga Saida adalah penderita gangguan jiwa. Petugas dibuat terkejut saat berbicara dengan Saida yang dengan lancar menjelaskan sudah menginap satu malam di terminal.

    “Saya diajak Yeyen, anak saya untuk berobat alternatif, namun entah mengapa dia meninggalkan saya di sini,” ujarnya dengan nada sedih atas perbuatan anaknya. Tergerak rasa iba, petugas terminal dan Satpol PP memutuskan untuk membawa Saida ke RSUD Dokter Wahidin Sudiro Husodo, Mojokerto guna mendapat penanganan medis.(AYB)

    http://berita.liputan6.com/berita/201010/303780/Astaga.Ada.Anak.Membuang.Ibunya diakses tgl 5-12-2010 jam 23.00

    Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

    Lumpuh dan Miskin, Kasim Tak Berdaya Taufik Muharam

    Lumpuh dan Miskin, Kasim Tak Berdaya

    Taufik Muharam

      20/11/2010 05:22

      Liputan6.com, Pandeglang: Kemiskinan menyebabkan Kasim, warga Pandeglang, Banten, yang menderita kelumpuhan tak pernah mendapat perawatan medis. Pemuda berusia 20 tahun warga Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi ini hanya bisa tergolek lemah tak berdaya. Sejak satu tahun terakhir, ia yang semula menjadi tulang punggung keluarga tiba-tiba lumpuh.

      Derita Kasim semakin terasa karena akibat kemiskinan, orangtuanya tak mampu membawanya berobat. Karena kemiskinan pula, Kasim terpaksa tidur di lantai tanah karena tak ada ranjang di rumahnya.

      Jangankan berobat, untuk makan sehari-hari saja keluarga ini seringkali tidak mampu membeli beras. Mereka hanya mengandalkan penghasilan dari membuat sapu dari serabut kelapa sebesar Rp 5.000 per hari. Mereka berharap ada dermawan yang tergugah hatinya untuk membantu mereka membiayai pengobatan sang anak.(ADO)

      http://berita.liputan6.com/sosbud/201011/307446/Lumpuh.dan.Miskin.Kasim.Tak.Berdaya diakses tgl 5-12-2010 jam 23.00

      Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

      Wanita Renta Tinggal Sebatang Kara

      Wanita Renta Tinggal Sebatang Kara

      Dohar Franklin Sianipar

      28/11/2010 07:15

      Liputan6.com, Padang Lawas: Siti Tirawan hidup seorang diri. Nenek yang diperkirakan berusia 130 tahun itu tinggal sebatang kara di Desa Aek Barumun, Sosa, Padang Lawas, Sumatra Utara, seperti ditemui SCTV, baru-baru ini.

      Tak hanya sebatang kara, Siti Tirawan juga hidup dalam kemiskinan. Untuk makan sehari-hari, dia mendapat dari belas kasih para tetangga.

      Sebagai bentuk syukur atas sedekah orang lain, Siti Tirawan membalasnya dengan memberi pelajaran agama. Dia mengaku mendapat ilmu agama saat belajar di pesantren.

      Tak banyak aktivitas yang dilakukan Siti Tirawan. Setiap hari dia terlihat berjalan kaki menuju sumur untuk mengambil air. Sang nenek berharap, pemerintah bisa peduli lagi dengan rakyat miskin. Apalagi, saat ini banyak orang yang tak peduli dengan kaum papah.(ULF)

      http://berita.liputan6.com/sosbud/201011/308744/Wanita.Renta.Tinggal.Sebatang.Kara diakses tgl 5-12-2010 jam 23.00

      Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

      Banyak Orang Miskin Terlupakan

      Banyak Orang Miskin Terlupakan

      Suhatman Pisang dan Wahyudi
      Kondisi Mirza Gunawan.

      01/05/2010 16:02 | Kemiskinan

      Banyak Orang Miskin Terlupakan  

      Suhatman Pisang dan Wahyudi


      Kondisi Mirza Gunawan.
      01/05/2010 16:02 | Kemiskinan

      Liputan6.com, Tanjungjabung Timur: Hanya berbaring ke kiri dan kanan jika ingin tidur telentang, Mirza Gunawan bocah yang tinggal di Tanjungjabung Timur, Jambi, merasa tidak sanggup. Ini lantaran ia menderita pembengkakan kelenjar lendir di sekitar pantat.

      Saat SCTV menjenguk, baru-baru ini, kondisi bocah berusia delapan tahun itu memburuk. Kakinya mengecil dan praktis tidak mampu beraktivitas. Bahkan, beberapa syaraf mati di sekitar pantat Mirza. Dia memang ditangani rumah sakit umum daerah, namun peralatan terbatas, jadilah Mirza mendapat perawatan seadanya. Kesedihan yang ditambah karena biaya berobat harus dibayar.

      Di bagian lain negeri ini, kemiskinan masih menyergap sebagian besar warganya. Tepatnya di Kendal, Jawa Tengah. Siapa pun pasti miris dengan bayi bernama Misbahul. Ia seperti korban perang, kurus hanya tulang berbalut kulit.

      Saat bernapas pun, Misbahul sangat menderita. Penderitaan yang tidak diinginkan kedua orangtua Misbahul yang hanya buruh tani, kepedihan yang semakin menyesakkan karena jatah Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sudah habis. Artinya, orangtua Misbahul harus mencari biaya untuk buah hati mereka.

      Mirza Gunawan dan Mizbahul, hanyalah potret buram kehidupan sebagian besar penduduk negeri ini. Kemiskinan yang berbaur dengan gemerlapnya pejabat negeri yang gemar korupsi. Korupsi yang merampas hak orang miskin.(ANS)

      http://kesehatan.liputan6.com/berita/201005/275039/Banyak.Orang.Miskin.Terlupakan DIAKSES 5-12-2010 PUKUL 23.00

      Dipublikasi di Miskin | Meninggalkan komentar

      Bahasa Arab Dasar 40: Macam-Macam Lam

      Bahasa Arab Dasar 40: Macam-Macam Lam

      أَنْوَاعُ اللاَّمِ
      (Macam-macam lam)

      Macam-macam lam:

      1. لاَمُ حَرْفِ الْجَرِّ

      Contoh:

      هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنٍ (Buku ini milik seorang mu’min)

      هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنَيْنِ (Buku ini milik dua orang mu’min)

      هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنِيْنَ (Buku ini milik orang-orang mu’min)

      2. لاَمُ كَيْ

      Contoh:

      خُلِقْتَ لِتَعْبُدَ اللهَ (Kamu diciptakan agar kamu menyembah Allah)

      خُلِقْتُمَا لِتَعْبُدَا اللهَ (Kalian berdua diciptakan agar kalian berdua menyembah Allah)

      خُلِقْتُمْ لِتَعْبُدُوْا اللهَ (Kalian semua diciptakan agar kalian semua menyembah Allah)

      3. لاَمُ الْجُحُوْدِ

      Contoh:

      مَا كَانَ الْمُسْلِمُ لِيَشْرَبَ الْخَمْرَ (Tidaklah seorang muslim itu akan minum khomr)

      مَا كَانَ الْمُسْلِمَانِ لِيَتَحَاسَدَا (Tidaklah dua orang muslim itu akan saling mendengki)

      مَا كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ لِيَتْرُكُوْا الصَّلاَةَ (Tidaklah orang-orang muslim itu akan meninggalkan shalat)

      4. لاَمُ الأَمْرِ

      Contoh:

      لِيَدْخُلْ فِى الْمَسْجِدِ (Hendaklah ia masuk ke masjid)

      لِيَدْخُلاَ فِى الْمَسْجِدِ (Hendaklah mereka berdua masuk ke masjid)

      لِيَدْخُلُوْا فِى الْمَسْجِدِ (Hendaklah mereka semua masuk ke masjid)

      5. لاَمُ التَّوْكِيْدِ

      Contoh:

      لَيَدْخُلُ فِى الْمَسْجِدِ (Sungguh ia akan masuk masjid)

      لَيَدخُلاَنِ فِى الْمَسْجِدِ (Sungguh mereka berdua akan masuk masjid)

      لَيَدْخُلُوْنَ فِى الْمَسْجِدِ (Sungguh mereka semua akan masuk masjid)

      Sumber dari

      http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-40-macam-macam-lam.html diakses tgl 1-7-2012 jam 16.00 wib

      Dipublikasi di Belajar bahasa Arab | Meninggalkan komentar

      Bahasa Arab Dasar 49: Naibul Fa’il

       

      Bahasa Arab Dasar 49: Naibul Fa’il

       

      نَائِبُ الفَاعِلِ
      (Naibul Fa’il)

      Naibul fa’il adalah isim marfu’ yang terletak setelah fi’il majhul untuk menunjukkan orang yang dikenai pekerjaan.

      Contoh:

      ضُرِبَ الْكَلْبُ (Anjing itu telah dipukul)

      يُكْتَبُ الدَّرْسُ (Pelajaran sedang ditulis)

      Ketentuan-ketentuan naibul fa’il

      1. Naibul fa’il merupakan isim marfu’. Asal dari na’ibul fa’il adalah sebagai obyek (maf’ul bih) yang mempunyai I’rob nashob. Tatkala failnya dihapus, maka maf’ul bih menggantikan posisi fa’il yang mempunyai I’rob rofa’.

      Contoh:

      نَصَرَ زَيْدٌ مُحَمَّدًا (Zaid menolong Muhammad)

      Tatkala fa’ilnya dihapus, menjadi:

      نُصِرَ مُحَمَّدٌ (Muhammad ditolong)

      2. Naibul fa’il harus diletakkan setelah fi’il. Apabila ada isim marfu’ yang terletak di depan /sebelum fi’il maka dia bukan naibul fa’il.

      Contoh:

      مُحَمَّدٌ نُصِرَ (Muhammad ditolong)

      مُحَمَّدٌ bukan naibul fa’il. Hal ini karena ia terletak di depan fi’il.

      Naibul fa’ilnya adalah berupa dhomir mustatir yang terdapat pada fi’il نُصِرَ yang taqdirnya adalah هُوَ

      3. Fi’il yang dipakai adalah fi’il majhul.

      Contoh:

      ذَبَحَ مُحَمَّدٌ الْبَقَرَ (Muhammad menyembelih sapi)

      مُحَمَّدٌ bukan sebagai na’ibul fail karena fi’il yang dipakai bukan fi’il majhul.

      4. Fi’il yang dipakai harus selalu dalam bentuk mufrod

      Contoh:

      قُتِلَالْكَافِرُ (Seorang kafir itu telah dibunuh)

      قُتِلَ الْكَافِرَانِ (Dua orang kafir itu telah dibunuh)

      قُتِلَ الْكَافِرُوْنَ (Orang-orang kafir itu telah dibunuh)

      5. Bila naibul fa’ilnya mudzakkar, maka fi’ilnya mufrod mudzakkar. Bila naibul failnya muannats maka fi’ilnya mufrod muannats.

      Contoh:

      نُصِرَ مُحَمَّدٌ

      نُصِرَتْ مَرْيَمُ

      يُضْرَبُ مُحَمَّدٌ

      تُضْرَبُ مَرْيَمُ

      6. Apabila susunan sebelum fa’ilnya dihapus menpunyai dua maf’ul bih (obyek), maka setelah failnya dihapus, maf’ul bih pertama menjadi naibul fail sedangkan maful bih kedua tetap manshub sebagai maf’ul bih.

      Contoh:

      مَنَحَ مُحَمَّدٌ الْفَقِيْرَ طَعَامًا (Muhammad memberi orang fakir itu makanan)

      Tatkala fa’ilnya dihapus, maka fi’ilnya harus dirubah menjadi bentuk majhul. Kemudian maf’ul bih pertama ( yaitu الْفَقِيْرَ ) berubah menjadi naibul fail, sehingga I’robnya menjadi rofa’. Adapun maf’ul bih ke dua ( yaitu طَعَامًا )tetap manshub sebagai maf’ul bih.

      مُنِحَ الْفَقِيْرُ طَعَامًا (Orang fakir itu diberi makanan)

      Sumber :

      http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-49-naibul-fail.html diakses tgl 1-7-2012 jam 13.00 wib

      Dipublikasi di Belajar bahasa Arab | Meninggalkan komentar

      TINJAUAN MAQASHID ASY-SYARI’AH TERHADAP PERKAWINAN BEDA AGAMA

      TINJAUAN MAQASHID ASY-SYARI’AH TERHADAP PERKAWINAN BEDA AGAMA

      Skripsi/Undergraduate Theses from digilib-uinsuka / 2010-01-21 13:26:49
      Oleh : ASNAWI – NIM. 04350018, Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
      Dibuat : 2010-01-21, dengan 1 file

      Keyword : perkawinan beda agama, tinjauan Maqashid Asy-Syari’ah

      ABSTRAK
      Dalam Islam, perkawinan dianggap sebagai lembaga suci dan sah untuk mengikat laki-laki dan perempuan dalam suatu ikatan untuk membina rumah tangga (keluarga) yang bahagia, kekal dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT. Di samping itu juga, Sedangkan dalam rumusan Pasal 1 Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan disebutkan bahwa tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa. Mengingat pentingnya arti perkawinan dalam Islam, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan pemenuhan perwujudan tujuan perkawinan harus dipenuhi oleh kedua belah pihak. Beberapa hal yang berkaitan dengan perkawinan yang harus dipenuhi sebelum melangsungkan perkawinan yaitu di antaranya adalah meliputi syarat dan rukun perkawinan. Dalam Undang-Udang Perkawinan syarat sahnya perkawinan yaitu harus dilaksanakan terhadap pasangan seagama. Atas dasar tersebut penulis meneliti tentang asas hukum Yurisprudensi MA register No. 1400K/Pdt/1986 tentang kasus pernikahan beda agama dan meninjaunya dengan maqashid asy-syari’ah. 

      Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), di mana sumber datanya diperoleh dari pengumpulan data dan informasi melalui penelitian buku-buku yang relevan dengan pembahasan skripsi. Dalam penelitian ini penyusun menggunakan tipe penelitian deskriptif analitik yaitu dengan mengumpulkan data kemudian dari data tersebut disusun, dianalisis dan ditarik kesimpulan. Sedangkan pendekatan penelitian yaitu menggunakan pendekatan yuridis normatif. Pendekatan yuridis yaitu dengan menilik putusan hakim Mahkamah Agung RI, dengan seluruh perangkat peraturan perundangundangan yang ada di Indonesia terutama yang berkaitan dengan masalah yang penulis angkat. Sedangkan pendekatan normatif yaitu dengan mengkaji masalah dengan meninjaunya dengan konsep maqashid asy-syari’ah.

      Hasil penelitiannya adalah bahwa asas hukum Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam memutuskan kasus pernikahan beda agama antara Andi Nonny Gani P. dengan Adrianus Petrus Hendrik Nelwan adalah kebebasan atau kemandirian. Di mana hakim Mahkamah Agung memiliki kebebasan untuk memutuskan tentang perkawinan beda agama tersebut dengan pertimbangan bahwa menurut hakim MA, UU Perkawinan tidak mengatur tentang perkawinan beda agama. Bahwa dalam Islam perkawinan adalah suatu ikatan yang suci untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah. Oleh karena itu, putusan Hakim Mahkamah Agung dalam Yurisprudensi register Nomor 1400K/Pdt/1986 dalam kasus pernikahan antara Andi Vonny Gani P. dengan Adrianus Petrus Hendrik Nelwan tidak sesuai dengan cita kemaslahatan yang ingin dicapai Islam. Yaitu terkait dengan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Pernikahan antara orang yang berbeda agama lebih banyak madlaratnya dibandingkan maslahatnya. Dengan demikian, Putusan Hakim Mahamah Agung tersebut adalah melenceng dari hakikat dan tujuan dasar syari’at Islam dalam bidang perkawinan.

      Copyrights : Copyright (c) 2009 by Perpustakaan Digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserve

      copy dari http://u1nsuk4.uin-suka.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=digilib-uinsuka–asnawinim0-3241

      diakses tgl 5-12-2010 jam 08.00

      Dipublikasi di Pernikahan | Meninggalkan komentar